Ikan nila merupakan jenis Ikan air tawar yang banyak disukai masyarakat, bahkan dari kalangan pemulung sampai Presiden suka dengan segala jenis olahan dari ikan nila. Oleh karena itu, saai ini ikan nila begitu populer sehingga banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Disamping Hoby dan bisnis, ikan nila ini banyak disukai karena rasanya yang enak dan memiliki gizi yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan dan kesehatan, bahkan banyak meningkatkan kecerdasan.
Tampilkan postingan dengan label Nila Merah Super. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nila Merah Super. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 19 Desember 2020
Analisa Usaha Perikanan - Pembesaran Nila Merah Super
Ikan nila merupakan jenis Ikan air tawar yang banyak disukai masyarakat, bahkan dari kalangan pemulung sampai Presiden suka dengan segala jenis olahan dari ikan nila. Oleh karena itu, saai ini ikan nila begitu populer sehingga banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Disamping Hoby dan bisnis, ikan nila ini banyak disukai karena rasanya yang enak dan memiliki gizi yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan dan kesehatan, bahkan banyak meningkatkan kecerdasan.
Analisa Usaha Perikanan - Budidaya Ikan Nila Merah
1. Analisa Usaha Budidaya Ikan Nila Merah
| A. Biaya Investasi | ||
| Harga Satuan (Rp) | Jumlah (Rp) | |
| Induk Nila Merah 3 Paket (1200 ekor) | 1.400.000 | 4.200.000 |
| Peralatan : 1. Ember 2 buah 2. Timbangan 1 buah 3. Happa (18 m x 6 mx 2 m) 4. Cangkul 2 buah 5. Arit 1 buah 6. Seser 3 buah 7. Kalo 2 buah 8. Pecak 2 buah | 15.000 600.000 3.500/m 40.000 20.000 20.000 10.000 50.000 | 30.000 600.000 756.000 80.000 40.000 40.000 20.000 100.000 |
| Jumlah Biaya Investasi : | 5.866.000 | |
| B. Biaya Tetap (FC) | ||
| Harga Satuan (Rp) | Jumlah (Rp) | |
| 1. Sewa Kolam 5.000 m2 2. Penyusutan Induk (1 tahun (4 siklus) 3. Penyusutan Peralatan : a. Ember (2 tahun (8 siklus)) b. Timbangan (5 tahun (20 siklus)) c. Happa (4 tahun (16 siklus)) d. Cangkul (5 tahun (20 siklus)) e. Arit (3 tahun (12 siklus)) f. Seser (3 tahun (12 siklus)) g. Kalo (4 tahun (16 siklus)) h. Pecak (2 tahun (8 siklus)) | 500,- /m2/tahun | 625.000 1.050.000 3.750 30.000 47.250 4.000 3.500 3.500 1.250 12.500 |
| Jumlah Biaya Tetap : | 1.780.750 | |
| C. Biaya Tidak Tetap (VC) | ||
| 1. Pakan Induk 1,44 ton/ siklus 2. Tenaga Kerja 1 orang 3. Pupuk 300 gr/m2 (Luas Kolam Pendederan I : 3150 m2 = 945 kg) | 7.000/kg 280/kg | 10.080.000 1.000.000 264.600 |
| Jumlah Biaya Tidak Tetap | 11.344.600 | |
| D. Bunga Modal | ||
| 1 % x (B + C) x 3 bulan1 % x Rp. 13.125.350 x 3 bulan | 393.760 | |
| E. Jumlah Total Biaya (B + C + D) : | ||
| Rp. 1.780.750,-+ Rp. 11.344.600,- + Rp. 393.760,- | 13.519.110 | |
Jumlah produksi rata-rata per siklus (SR 80%) = 630.000 ekor
Jumlah Penerimaan = 630.000 x Rp.25 = Rp. 15.750.000
G. Keuntungan
Keuntungan = Penerimaan – Total Biaya Pengeluaran
= Rp. 15.750.000 – Rp. 13.519.110 = Rp. 2.230.890
H. Ratio Biaya dan Pendapatan (R/C)
R/C = Penerimaan : Total Biaya Pengeluaran
= Rp. 15.750.000 : Rp. 13.519.110 = 1,17
Artinya: dari Rp. 1 yang dikeluarkan dapat menghasilkan keuntungan sebanyak Rp. 1,17
I. Break Event Point (BEP)
1. BEP (Rp) = Total biaya/total produksi
= Rp. 13.519.110/630.000
= Rp. 21,5
Artinya: Dengan jumlah produksi sebanyak 630.000 ekor dan total biaya sebanyak Rp. 13.519.110 maka untuk mencapai titik impas harga jual benih paling minimal adalah Rp. 21,5
2. BEP Unit = Total biaya/harga jual
= Rp. 13.519.110/Rp. 25
= 540.764 ekor
Artinya: Dengan total biaya sebanyak Rp. 13.519.110 dan harga jual Rp. 25, maka untuk mencapai titik impas jumlah benih paling minimal yang terjual adalah sebanyak 540.764 ekor.
J. Payback Period
Payback Period = Total Investasi/Laba Usaha (keuntungan)
= Rp. 5.866.000/ Rp. 2.230.890 = 2,63
2. Analisa Usaha Pembenihan Ikan Nila Merah selama 1 siklus dengan asumsi menggunakan pakan alternatif berbahan dasar azolla
| A. Biaya Investasi | ||
| Harga Satuan (Rp) | Jumlah (Rp) | |
| Induk Nila Merah 3 Paket (1200 ekor) | 1.400.000 | 4.200.000 |
| Peralatan : 1. Ember 2 buah 2. Timbangan 1 buah 3. Happa (18 m x 6 mx 2 m) 4. Cangkul 2 buah 5. Arit 1 buah 6. Seser 3 buah 7. Kalo 2 buah 8. Pecak 2 buah | 15.000 600.000 3.500/m 40.000 20.000 20.000 10.000 50.000 | 30.000 600.000 756.000 80.000 40.000 40.000 20.000 100.000 |
| Jumlah Biaya Investasi : | 5.866.000 | |
| B. Biaya Tetap (FC) | ||
| Harga Satuan (Rp) | Jumlah (Rp) | |
| 1. Sewa Kolam 5.000 m2 2. Penyusutan Induk (1 tahun (4 siklus) 3. Penyusutan Peralatan : a. Ember (2 tahun (8 siklus)) b. Timbangan (5 tahun (20 siklus)) c. Happa (4 tahun (16 siklus)) d. Cangkul (5 tahun (20 siklus)) e. Arit (3 tahun (12 siklus)) f. Seser (3 tahun (12 siklus)) g. Kalo (4 tahun (16 siklus)) h. Pecak (2 tahun (8 siklus)) | 500,- /m2/tahun | 625.000 1.050.000 3.750 30.000 47.250 4.000 3.500 3.500 1.250 12.500 |
| Jumlah Biaya Tetap : | 1.780.750 | |
| C. Biaya Tidak Tetap (VC) | ||
| 1. Pakan Induk 1,44 ton/ siklus 2. Tenaga Kerja 1 orang 3. Pupuk 300 gr/m2 (Luas Kolam Pendederan I : 3150 m2 = 945 kg) | 1000/kg 280/kg | 1.440.000 1.000.000 264.600 |
| Jumlah Biaya Tidak Tetap | 2.704.600 | |
| D. Bunga Modal | ||
| 1 % x (B + C) x 3 bulan1 % x Rp. 4.485.350 x 3 bulan | 134.560 | |
| E. Jumlah Total Biaya (B + C + D) : | ||
| Rp. 1.780.750,-+ Rp. 2.704.600,- + Rp. 134.560,- | 4.619.910 | |
F. Penerimaan
Jumlah produksi rata-rata per siklus (SR 80%) = 630.000 ekor
Jumlah Penerimaan = 630.000 x Rp.25 = Rp. 15.750.000
G. Keuntungan
Keuntungan = Penerimaan – Total Biaya Pengeluaran
= Rp. 15.750.000 – Rp. 4.619.910
= Rp. 11.130.090
H. Ratio Biaya dan Pendapatan (R/C)
R/C = Penerimaan : Total Biaya Pengeluaran
= Rp. 15.750.000 : Rp. 4.619.910
= 3,4
Artinya: dari Rp. 1 yang dikeluarkan dapat menghasilkan keuntungan sebanyak Rp. 3,4
I. Break Event Point (BEP)
1. BEP (Rp) = Total biaya/total produksi
= Rp. 4.619.910/630.000
= Rp. 7,33
Artinya: Dengan jumlah produksi sebanyak 630.000 ekor dan total biaya sebanyak Rp. 4.619.910 maka untuk mencapai titik impas harga jual benih paling minimal adalah Rp. 7,33
2. BEP Unit = Total biaya/harga jual
= Rp. 4.619.910/Rp. 25
= 184.798 ekor
Artinya: Dengan total biaya sebanyak Rp. 4.619.910 dan harga jual Rp. 25, maka untuk mencapai titik impas jumlah benih paling minimal yang terjual adalah sebanyak 184.798 ekor.
J. Payback Period
Payback Period = Total Investasi/Laba Usaha (keuntungan)
= Rp. 5.866.000/ Rp. 11.130.090
= 0,53
Referensi :
- Busman Saleh, Materi pelatihan analisa Usaha untuk Petani Tambak Kutai Timur Kalimantan timur, 2002.
- Idriyanto, G., Basri, Manajemen Keuangan, BPFE Yogyakarta, 1995.
- Khairunan, Amri Khairul, Budidaya Udang Galah secara Intensif, Agromeda Pustaka,2004.
- Suad Husnan, Manajemen Keuangan Teori dan Penerapan, BPFE Yogyakarta,1996. Munawir, Analisa Keuangan, Liberty Yogyakarta, 1997
- https://docplayer.info/30473061-Analisa-usaha-perikanan-budidaya.html.
- Sapto Adi, Analisa Usaha Perikanan Budidaya, Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau, Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan, BRSDM-KP, 2011
Minggu, 26 Juli 2020
Ikan Nila Unggul - Nila Merah
Ikan air tawar yang banyak peminatnya salahsatunya adalah ikan Nila. Ikan nila adalah sejenis ikan konsumsi air tawar yang diintroduksi dari Afrika, tepatnya Afrika bagian timur, pada tahun 1969, dan kini menjadi ikan peliharaan yang populer di kolam-kolam air tawar di Indonesia sekaligus hama di setiap sungai dan danau Indonesia. Nama ilmiahnya adalah Oreochromis niloticus, dan dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Nile Tilapia.
Rabu, 20 Juni 2018
Analisa Usah Budidaya Pembesaran Ikan Nila Merah Super
Ikan nila merupakan jenis Ikan air tawar yang banyak disukai masyarakat, bahkan dari kalangan pemulung sampai Presiden suka dengan segala jenis olahan dari ikan nila. Oleh karena itu, saai ini ikan nila begitu populer sehingga banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Disamping Hoby dan bisnis, ikan nila ini banyak disukai karena rasanya yang enak dan memiliki gizi yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan dan kesehatan, bahkan banyak meningkatkan kecerdasan.
Jumat, 16 Desember 2016
Analisa Usaha Budidaya Pembesaran Ikan Nila Merah Super
Ikan nila merupakan jenis Ikan air tawar yang banyak disukai masyarakat, bahkan dari kalangan pemulung sampai Presiden suka dengan segala jenis olahan dari ikan nila. Oleh karena itu, saai ini ikan nila begitu populer sehingga banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Disamping Hoby dan bisnis, ikan nila ini banyak disukai karena rasanya yang enak dan memiliki gizi yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan dan kesehatan, bahkan banyak meningkatkan kecerdasan.
Langganan:
Postingan (Atom)