Minggu, 14 Maret 2021

Budidaya Ikan patin - Pakan & Kebiasaan Makan

Patin mempunyai kebiasaan makan di dasar perairan atau kolam (bottom feeder). Berdasarkan jenis pakannya, patin digolongkan sebagai ikan yang bersifat omnivora (pemakan segala). Namun, pada fase larva, ikan patin cenderung bersifat karnivora. Pada saat larva, patin bersifat kanibalisme, yaitu memiliki sifat yangsuka memangsa jenisnya sendiri. Jika kekurangan pakan, larva patin tidak segansegan memangsa kawannya sendiri. Oleh karena itu, ketika masih dalam tahap larva, pemberian pakan tidak boleh terlambat.

Budidaya Ikan Patin - Vaksinasi Penyakit Bakterial


Salah satu kendala yang sering diahadapi dalam budidaya patin adalah hama dan penyakit. Dalam pengendalian hama dan penyakit pencegahan merupakan tindakan paling efektif dibandingkan pengobatan. Tindakan pencegahan juga tidak memerlukan biaya yang besar. Pencegahan sebaiknya dilakukan sebelum pemeliharaan dimulai.

Budidaya Ikan Patin - Hama dan Penyakit

Patin adalah sekelompok ikan berkumis (Siluriformes) yang termasuk dalam genus Pangasius, familia Pangasiidae. Nama “Patin” juga disematkan pada salah satu anggotanya, P. nasutus. Kelompok ikan ini banyak nilai ekonomisnya, seperti Patin dan patin siam (P. hypophthalmus syn. P. sutchi, atau beberapa panggilan perpustakaan jambal siam). Beberapa anggota yang tinggal di Sungai Mekong dikenal sangat besar, mencapai panjang dua meter.

Sabtu, 13 Maret 2021

Budidaya Ikan Patin - Pembesaran di KJA

Ikan patin (Pangasius sp) di Indonesia terdapat 14 spesies, namum Pangasianodon hypopthalmus yang berasal dari Thailand merupakan satu-satunya yang dibudidayakan di Indonesia. Dalam rangka memanfaatkan keanekaragaman hayati ikan air tawar Indonesia, khususnya potensi spesies ikan patin lokal untuk budidaya, sejak tahun 1996 telah dilakukan penelitian kerja sama dengan Uni Eropa.

Budidaya Ikan Patin - Keramba Jaring Apung

Patin merupakan jenis ikan konsumsi air tawar asli Indonesia yang tersebar di sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan. Daging ikan patin memiliki kandungan kalori dan protein yang cukup tinggi, rasa dagingnya khas, enak, lezat dan gurih sehingga digemari oleh masyarakat. Ikan patin dinilai lebih aman untuk kesehatan karena kadar kolesterolnya rendah dibandingkan dengan daging hewan ternak. Selain itu ikan patin memilki beberapa kelebihan lain, yaitu ukuran per individunya besar dan di alam panjangnya bisa mencapai 120 cm. Ikan patin dikenal sebagai komoditi yang berprospek menguntungkan karena memiliki harga jual yang tinggi. Hal inilah yang menyebabkan ikan patin mendapat perhatian dan diminati oleh para pengusaha untuk dibudidayakan. Ikan ini cukup responsif terhadap pemberian makanan tambahan (Lina, 2010).

Budidaya Ikan Patin - Kolam Dalam

Ikan patin sudah mulai populer di hampir seluruh wilayah tanah air. Ada beberapa metode budidaya pembesaran ikan patin antara lain karamba, KJA, serta di kolam tanah baik itu kolam dangkal maupun di kolam dalam.

Budidaya Ikan Patin - Kolam Terpal

Budidaya ikan patin kian banyak muncul dan berkembang. Hal ini tentu disesuaikan dengan kebutuhan akan konsumsi ikan patin yang semakin meningkat. Ikan patin bangak disukai dan diminati karena teksturnya yang lembut, guruh dan khas. Bahkan beberapa sajian makanan yang berbahan ikan patin seperti pindang patin banyak diburu dan disukai oleh masyarakat luas. Hal itulah yang menyebabkan ikan patin memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Harga ikan patin segar perkilonya juga relatif tinggi dan stabil. Nah, dengan menilik peluang tersebut serta potensi yang masih tinggi. Tentunya tidak perlu berfikir panjang mari mencoba bisnis budidaya ikan patin seperti cara budidaya ikan mujair di kolam terpal .

Kamis, 11 Maret 2021

Budidaya Ikan Patin - Kolam Tanah

Pembesaran ikan patin di kolam khusus untuk pembesaran biasanya pembesaran patin ini di lakukan setelah ikan tersebut di pelihara dahulu di kolam pendederan. Namun ada pula orang yang langsung memeliharanya di kolam pembesaran tanpa harus melalui kolam pendederan terlebih dahulu.

Budidaya Ikan Patin - Sistem Monokultur

Pemeliharaan sistem monokultur telah dilakukan oleh banyak petani patin, pembesaran, di kolam yang hanya berisi ikan patin saja tanpa pencampuran jenis ikan lain. Pembesaran ini juga sering di sebut pembesaran sistem tunggal. keuntungan yang di peroleh pada pembesaran sistem tunggal yaitu pada saat panen akan di panen satu jenis ikan saja sehingga tidak perlu ada kegiatan memisahkan ikan-ikan itu berdasarkan jenisnya. kerugianya selama pemeliharaanya berlangsung tidak seluruh ikan dapat memanfaatkan potensi kolam yang tersedia seperti ruang dan organisme makanan alami yang terdapat pada kolam.

Budidaya Ikan Patin - Analisa Usaha

Banyak cara orang mencari ide bisnis yang bisa dilakukan dirumah dan tentunya bernilai untung besar, ya salah satunya inspirasi bisnis yang bisa ditemui di Kampung Wisata Bisnis Tegalwaru. Kawasan yang terletak di Kabupaten Bogorini memilikki budidaya ikan konsumsi. Bukan hanya budidaya ikan gurameh, nila, bawal, dan lele saja yang saat ini dijadikan peluang bisnis di daerah ini. Budidaya ikan patin juga banyak dijalankan oleh para UKM masyarakat Tegalwaru. Selain dagingnya yang lembut dan rasanya yang khas di gemari semua kalangan. Prospek bisnisnya pun ternyata sangat menjanjikan.

Budidaya Ikan Patin - Pembenihan hingga Pembesaran


Budidaya ikan patin (Pangasius hypopthalmus) mulai berkembang pada tahun 1985. Tidak seperti ikan mas dan ikan nila, pembenihan Patin Siam agak sulit. Karena ikan ini tidak bisa memijah secara alami. Pemijahan Patin Siam hanya bisa dilakukan secara buatan atau lebih dikenal dengan istilah kawin suntik (induce breeding).

Budidaya Ikan Patin - Sistem Multi Tropiclevel


Teknologi Budidaya Multi Tropiclevel ini merupakan sistem budidaya yang memadukan antara budidaya low inputs dan integrated aquaculture serta zero waste. Pembesaran ikan patin sistem multi trophic level merupakan proses pemeliharaan ikan patin dengan memanfaatkan kolom-kolom air pada wadah budidaya (kolam) dengan beberapa komoditas ikan. 

Budidaya Ikan Patin - Teknologi Pendederan


Ikan patin juga termasuk salah satu jenis ikan air tawar yang banyak dikelola budidayanya. Permintaan pasar terhadap ikan jenis ini terbilang tinggi dibandingkan dengan ketersediaan budidaya patin yang ada. Ikan patin menjadi kuliner khas beberapa daerah di Sumatera. Rasanya yang khas membuat ikan ini cukup nikmat untuk dicicipi dalam suasana masakan apa saja. Meskipun kandungan lemaknya cukup tinggi, namun rasa daging yang khas dari ikan ini membuat para penggemar patin amat menikmatinya.

Budidaya Ikan patin - Pemijahan dengan Teknik Kejutan Suhu

Beragam usaha pembenihan ikan patin dalam meningkatkan produksi sekaligus kualitasnya terus dilakukan. Dipilih ikan patin karena keuntungan dan kelebihannya sebagai ikan konsumsi untuk masyarakat luas tak perlu diragukan lagi.Manfaat mengonsumsi ikan patin untuk kesehatan tubuh sudah banyak orang yang merasakannya. Jadi, bukan hanya sekedar dijadikan lauk yang menyenangkan dan mengenyangkan saja.

Budidaya Ikan Patin - Pembenihan Ikan Patin Pasupati

Pasupati adalah jenis patin super yang masih tergolong baru, sehingga teknologi pembenihannya belum memasyarakat dan sampai saat ini benih ikan patin pasupati memang belum banyak diproduksi oleh para pembenih. Patin pasupati (Pangasius sp) baru dirilis Departemen Kelautan dan Perikanan pada tanggal 7 Agustus 2006 lalu. Sebagai ikan jenis hibrida persilangan antara Patin Siam (Pangasius hypophthalmus ) betina dan Patin jambal (Pangasius djambal) jantan, patin pasupati mewarisi perpaduan sifat-sifat unggul kedua induknya. Nama pasupati sendiri merupakan singkatan dari patin super harapan pertiwi.

Budidaya Ikan Patin - Teknis Pembenihan


Ikan Patin dengan nama ilmiah Pangasius hypophthalmus masuk ke dalam golongan jenis ikan lele (catfish), habitat asli ikan patin di alam bebas adalah berasal dari sungai-sungai besar yang ada di kawasan pulau Kalimantan, pulau Sumatra, dan pulau Jawa. Namun ikan patin dapat juga hidup dan dibudidayakan di kolam air tawar. Jenis ikan patin local di Indonesia mempunyai kesamaan bentuk, ukuran dan tekstur dengan jenis ikan patin yang ada di Thailand (pangasius sutchi).

Budidaya Ikan Patin - Pembenihan Ikan Patin Siam



PATIN SIAM (Pangasius hypophthalmus) memiliki beberapa karakteristik yang unggul, yakni antara lain memiliki kemampuan reproduksi lebih besar dibandingkan dengan ikan patin lokal, khususnya dalam hal fekunditas atau jumlah telur yang diproduksi. Selain itu, patin siam memiliki daya tahan (teloransi) yang baik terhadap kondisi perairan, namun ikan hasil hibrid yaitu ikan pasupati juga memiliki ke unggulan memiliki daging putih.

Ikan Patin - Manfaatnya Bagi Kesehatan

Ikan patin merupakan jenis ikan yang masih satu keluarga dengan ikan lele, atau bisa dibilang, mirip dengan ikan lele. Ikan patin memiliki kumis yang berguna sebagai patilnya, sama seperti ikan lele. Ikan patin merupakan salah satu jenis ikan yang digemari oleh masyarakat Indonesia, terbukti dari banyaknya olahan ikan patin yang ada. Mulai dari sayur sup ikan patin, gulai ikan patin, hingga abon yang terbuat dari daging ikan patin.

Ikan Patin - Morfologi & Jenisnya

Ikan patin merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang cukup dikenal di Indonesia, serta memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Ikan patin banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam pembuatan pempek, nugget, dan produk olahan perikanan lainnya. Daging ikan patin memiliki kandungan kalori dan protein yang cukup tinggi.

Ikan Patin - Mengenal Lebih Dekat

Ikan patin (Pangasius sp.) merupakan salah satu ikan asli perairan Indonesia yang telah berhasil didomestikasi. Jenis–jenis ikan patin di Indonesia sangat banyak, antara lain Pangasius pangasius atau Pangasius jambal, Pangasius humeralis, Pangasius lithostoma, Pangasius nasutus, pangasius polyuranodon, Pangasius niewenhuisii.