Rabu, 29 September 2021

Pengolahan Hasil Perikanan - Penerapan Suhu Tinggi


Ikan merupakan salah satu sumber bahan pangan yang banyak mengandung protein yang sangat dibutuhkan oleh manusia karena selain lebih mudah dicerna juga mengandung asam amino dengan pola yang hampir sama dengan pola asam amino yang terdapat di dalam tubuh manusia. Namun, ikan memiliki sifat yang sangat mudah busuk (highly perishable) disebabkan kandungan airnya yang sangat tinggi (70-80%) sehingga perlu penanganan yang baik setelah ditangkap/panen.

Pengolahan Hasil Perikanan - Pasca Panen Rumput Laut

Pengelolaan pasca panen rumput laut sangat penting dilkukan untuk menjamin mutu produk rumput laut dan akan mendorong keberlanjutan Industri pengolah serta akan menjamin keberlangsungan kegiatan usaha budidaya rumput laut. Peningkatan produksi rumput laut Indonesia saat ini belum diimbangi dengan peningkatan kualitas hasil produksi, dimana hasil produksi kering yang berasal daripembudidaya belum sepenuhnya memenuhi standar kualitas yang diinginkan oleh industri pengolahan.

Selasa, 28 September 2021

Pengolahan Hasil Perikanan - Prinsip Dasar

Ikan merupakan bahan pangan yang memiliki kandungan gizi tinggi yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan dan kesehatan manusia. Oleh karena itu, telah banyak teknologi yang dikembangkan dalam rangka untuk mengusahakan agar manusia secara maksimal dapat mengambil manfaat dari keunggulan ikan tersebut. Paling tidak produk yang sampai ke konsumen harus dalam keadaan layak dan aman untuk dikonsumsi.

Pengolahan Hasil Perikanan - Pengasapan


Pengasapan merupakan cara pengolahan atau pengawetan dengan memanfaatkan kombinasi perlakuan pengeringan dan pemberian senyawa kimia alami dari hasil pembakaran bahan bakar alami. Melalui pembakaran akan terbentuk senyawa asap dalam bentuk uap dan butiran-butiran tar serta dihasilkan panas. Senyawa asap tersebut menempel pada ikan dan terlarut dalam lapisan air yang ada di permukaan tubuh ikan, sehingga terbentuk aroma dan rasa yang khas pada produk dan warnanya menjadi keemasan atau kecokelatan.Proses pengasapan merupakan gabungan beberapa metode pengawetan yaitu penggaraman, pengeringan, dan pengasapan.

Pengolahan Hasil Perikanan - Pengeringan

Bahan pangan hasil perikanan mengandung nilai gizi yang cukup tinggi yang terdiri dari protein, lemak mineral, dan lain sebagainya. Kandungan protein berkisar 16-18%, lemak 2,5-10% dan kandungan cairan dalam tubuh ikan relatif tinggi, yaitu berkisar 60-80 persen dari bobot tubuh ikan, sedangkansisanya terdiri dari vitamin dan mineral, baik mikro- maupun makromineral.Dengan kandungan demikian, tentu saja ikan tidak hanya cocok sebagai bahan pangan bagi manusia, tetapi juga disukai oleh mikroba pembusuk.

Pengolahan Hasil Perikanan - Penggaraman

Penggaraman merupakan proses pengawetan yang banyak dilakukan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Proses tersebut menggunakan garam (NaCl) sebagai media pengawet, baik yang berbentuk kristal maupun larutan. Pada proses penggaraman, pengawetan dilakukan dengan cara mengurangi kadar air dalam tubuh ikan dan dalam tubuh mikroba sehingga mikroba tidak dapat hidup dan berkembang lagi.

Pengolahan Hasil Perikanan - Fermentasi

Ikan fermentasi adalah salah satu cara dalam mengawetkan ikan dan produk ikan secara tradisional. Fermentasi umum dilakukan di berbagai tempat jauh sebelum adanya metode pendinginan dan pengalengan ikan. Boga bahari merupakan salah satu jenis makanan yang cepat rusak. Fermentasi meningkatkan keasaman dari boga bahari hingga ke titik di mana bakteri berhenti berkembang biak.

Pengolahan Hasil Perikanan - Bahaya Penggunaan Formalin

Syarat utama dalam mengolah ikan adalah tersedianya bahan baku yang bermutu tinggi. Karena bahan baku yang bermutu rendah tidak akan dapat menghasilkan produk yang bermutu tinggi. Tidak ada satu cara apapun yang dapat mengubah bahan baku yang bermutu rendah menjadi produk bermutu tinggi. Terlebih lagi bahwa ikan merupakan bahan pangan yang mudah rusak (Highly perishable).

Pengolahan Hasil Perikanan - Pedoman Sertifikasi

LSPro-HP BBP2HP adalah Lembaga Sertifikasi Produk Hasil Perikanan Balai Besar Pengujian Penerapan Hasil Perikanan, Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan yang diberikan wewenang untuk melakukan penilaian kesesuaian persyaratan SNI yang diacu, melalui iproses seleksi, determinasi, review, atestasi dan pemberian lisensi penggunaan tanda SNI.

Minggu, 26 September 2021

Pengolahan Hasil Perikanan - Terasi

Terasi atau belacan adalah salah satu produk awetan yang berasal dari ikan dan udang rebon segar yang telah diolah melalui proses pemeraman atau fermentasi, disertai dengan proses penggilingan dan penjemuran terasi. Pada umumnya bentuk terasi berupa padatan, kemudian teksturnya agak kasar, dan memiliki khas aroma yang tajam akan tetapi rasanya gurih (Pierson, 2013).

Pengolahan Hasil Perikanan - Penanganan Ikan

Penanganan pasca panen dilakukan untuk memperbaiki cita rasa dan meningkatkan daya tahan ikan mentah serta memaksimalkan manfaat hasil tangkapan maupun hasil budidaya. Menurut Mulyadi (1984), Pengolahan ikan meliputi cara memilih ikan segar, perlakuan pada ikan, dan cara menghambat kebusukan.

Pengolahan Hasil Perikanan - Teknik Pengolahan Ikan


Ikan laut adalah jenis binatang yang hidupnya didalam air laut yang mempunyai kadar garam lebih tinggi dari pada kadar garam didalam cairan tubuh ikan laut tersebut, hal ini merupakan kebalikan dari ikan air tawar. Ikan air tawar akan dapat hidup dan berkembang dengan baik bila kadar garam yang terkandung pada air ditempat tinggalnya lebih rendah dari pada kadar garam dalam cairan tubuhnya.

Pengolahan Hasil Perikanan - HACCP Pengalengan Ikan

Pengalengan ikan merupakan proses pengawetan ikan dengan memanaskannya pada suhu tertentu kemudian menempatkan ikan tersebut dalam wadah tertutup seperti kaleng. Wadah tersebut harus kedap udara, air, mikroorganisme, dan benda asing lainnya. Pengalengan ikan sendiri mampu menambah umur simpan suatu produk ikan mulai dari 1 hingga 5 tahun.

Pengolahan Hasil Perikanan - Kemunduran Mutu Ikan

Ikan mudah rusak selama penyimpanan dingin karena adanya aktivitas enzimatik dan mikrobiologis, dan karenanya teknik pelestarian yang inovatif harus dilakukan untuk menjaga kualitas dan pasokan bagi konsumsi manusia (Feng et al., 2015). Ketersediaan ikan sebagai bahan baku tradisional untuk memenuhi sumber protein, saat ini memiliki ancaman besar dalam pemenuhannya.

Pengolahan Hasil Perikanan - Sifat Fisik dan Kimia Ikan

Ikan merupakan sumber protein hewani yang sangat penting bagi pemenuhan zat gizi bagi manusia, khususnya protein, lemak dan beberapa vitamin, dengan harga yang relatif murah dibandingkan dengan sumber protein hewani yang lainnya. Ikan saat ini tidak saja dikonsumsi sebagai lauk pauk, tetapi juga dijadikan sebagai produk olahan pangan lainnya seperti kerupuk, pempek, kamaboko, bakso serta produk awetan pangan yang lain seperti terasi, rusip, bekasam dan ikan asin. Untuk itu sifat-sifat fisik dan kimia ikan menjadi sesuatu hal yang sangat penting untuk diketahui sebelum dilakukan proses pengolahan dan pengawetan.

Pengolahan Hasil Perikanan - Pasteurisasi


Pengertian Pasteurisasi - Pasteurisasi аdаlаh ѕuаtu proses pemanasan уаng ѕеrіng digunakan dimana suhunya dibawah titik didih air уаіtu kurаng dаrі 212° F (100° C)

Pasteurisasi аdаlаh ѕеbuаh proses pemanasan makanan dеngаn tujuan membunuh organisme merugikan seperti bakteri, protozoa, kapang, dan khamir dan ѕuаtu proses untuk memperlambatkan pertumbuhan mikroba pada makanan.

Pengolahan Hasil Perikanan - Tepung Tulang Ikan


Limbah pengolahan hasil perikanan dараt dimanfaatkan hіnggа menghasilkan bеbеrара produk уаng bermanfaat. Cоntоh produk limbah perikanan аntаrа lаіn Tulang ikan, kulit ikan, petis ikan silase ikan dan pupuk organik. Tepung ikan yaitu salah satu product hasil dari pengolahan ikan yg mempunyai kadar air rendah. Diantara keunggulan tepung ikan di bandingkan tepung-tepung yang lain yakni dirinya mempunyai kandungan protein & mineral yg amat tinggi. Sehingga, tidak heran jikalau tepung ikan tidak jarang difungsikan oleh para peternak yang merupakan salah satu bahan pokok utk pakan ternak.

Pengolahan Hasil Perikanan - Tepung Ikan

Tepung ikan sering digunakan sebagai sumber protein karena terbuat dari ikan yang proteinnya tinggi. tepung ikan sering digunakan sebagai pakan ternak diurutan teratas dalam menyusun ransum pakan ternak. Pembuatan atau pengolahan tepung ikan ini bisa dilakukan bagi daerah yang berlimpah limbah ikan, ikan lemuru, ikan rucah terutama daerah pinggir laut yang memiliki pelabuhan ikan. Tepung ikan telah digunakan sebagai bahan makanan sejak abad ke-19 di Eropa Utara dan sekarang digunakan di seluruh dunia.

Pengolahan Hasil Perikanan - Alur Proses

Alur Perjalanan Pengolahan Produk Perikanan Di Mulai dari Ikan tertangkap dan di bongkar pada kapal perikanan dan juga produk perikanan dari sektor perikanan budidaya dimana produk ikan akan di olah di dalam pabrik sampai pada proses pengepakan dan pengiriman.

Pengolahan Hasil Perikanan - Pengetahuan Dasar


Produk perikanan memiliki sumber nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh terutama kandungan protein dan asam lemak tak jenuhnya (lihat Komposisi Kimiawi Ikan), dengan mengkonsumsi produk perikanan diharapkan kebutuhan protein intake masyarakat dapat terpenuhi.
Produk perikanan termasuk highly perishable food dikarenakan komposisi biokimiawinya. Kandungan pada tubuh ikan yang didominasi oleh air, protein dan lemak menjadikan produk perikanan cepat busuk atau mudah rusak setelah dipanen maupun ditangkap.