
Tampilkan postingan dengan label Manajemen Pengelolaan SD Kelautan Perikanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manajemen Pengelolaan SD Kelautan Perikanan. Tampilkan semua postingan
Minggu, 18 Februari 2018
Rabu, 18 Oktober 2017
Sabtu, 22 Oktober 2016
Peranan Hukum dalam Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
Manusia dalam hidupnya memerlukan lingkungan hidup yang sehat dan kondusif. Lingkungan yang sehat bebas polusi merupakan dambaan setiap manusia. Perubahan lingkungan sangat ditentukan oleh sikap maupun perlindungan manusia pada lingkungannya. Dalam pendayagunaan sumber daya alam, baik hayati maupun non-hayati, sangat mempengaruhi kondisi lingkungan hidup bahkan dapat merombak system kehidupan yang sudah berimbang antara kehidupan itu sendiri dengan lingkungannya. Manusia dalam memanfaatkan sumber daya ala ini harus memperhatikan tujuannya, dan pengaruh yang ditimbulkan akibat pemakaiannya.
Rabu, 12 Oktober 2016
Pengelolaan Wilayah Pesisir Berbasis Masyarakat
Sumber daya pesisir dan lautan merupakan potensi penting dalam pembangunan masa depan, mengingat luas wilayah laut Indonesia adalah 62% dari luas wilayah nasional. Luas wilayah pesisir Indonesia dua per tiga dari luas daratan dan garis pantainya 95.161 kilometer atau terpanjang kedua di dunia. Dengan berbagai kekayaaan keanekaragaman hayati dan lingkungan, sumber daya pesisir dan lautan mempunyai nilai ekonomis dan ekologis yang tinggi. Guna menjamin keberlanjutan dari sumber daya tersebut, pengelolaannya harus dilakukan secara terencana dan terpadu serta memberikan manfaat yang serbesar-besarnya kepada semua stakeholders’ terutama masyarakat pesisir, dan menimbulkan dampak serta konflik yang berpotensi terjadi.
Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan
Kawasan konservasi Perairan atau sering disingkat dengan KKP menurut Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor Per.30/MEN/2010 adalah kawasan perairan yang dilindungi, dikelola dengan sistem zonasi, untuk mewujudkan pengelolaan sumber daya ikan dan lingkungannya secara berkelanjutan.
Senin, 10 Oktober 2016
Strategi Pemberdayaan Pokmaswas
Sebagai negara kepulauan (archipelago state) dengan luas wilayah mencapai 7,7 juta km2 yang dihubungkan oleh garis pantai sepanjang 104.000 km2 dan 17.504 pulau yang ada di dalamnya (Bakosurtanal, 2006) Indonesia menjadi salah satu negara kepulauan terbesar di dunia. Kita juga patut bersyukur dianugerahi sebagai bangsa yang memiliki kekayaan sumber daya alam hayati yang sedemikian melimpah, beraneka hasil tambang terpendam sebagai kekayaan alam yang tak terhingga, lautan kita dengan mega biodiversitas biota laut di dalamnya juga menjadi penasbihan betapa bukan sebuah hal yang berlebihan jika melalui lirik lagu yang dipopulerkan pada dekade 70-an Koes Plus berujar, “Bukan lautan tapi kolam susu…”. Semua itu adalah anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang sudah sepatutnya untuk kita syukuri.
Sistem Pengawasan Sumberdaya Kelautan Perikanan Berbasis Masyarakat
POKMASWAS (kelomPOK MASyarakat pengaWAS) adalah sekelompok masyarakat yang melakukan pengawasan terhadap berlangsungnya pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan.
Sesuai dengan KEPMEN No 58 Tahun 2001, POKMASWAS merupakan pelaksana pengawasan di tingkat lapangan yang terdiri dari unsur tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, LSM, nelayan, petani ikan serta masyarakat maritim lainnya. Pembentukannya berawal dari inisiatif masyarakat yang difasilitasi oleh unsur pemerintah daerah, dan dikoordinir oleh seorang anggota masyarakat dalam POKMASWAS, yang berfungsi sekaligus sebagai mediator antara masyarakat dengan pemerintah/ petugas.
Sesuai dengan KEPMEN No 58 Tahun 2001, POKMASWAS merupakan pelaksana pengawasan di tingkat lapangan yang terdiri dari unsur tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, LSM, nelayan, petani ikan serta masyarakat maritim lainnya. Pembentukannya berawal dari inisiatif masyarakat yang difasilitasi oleh unsur pemerintah daerah, dan dikoordinir oleh seorang anggota masyarakat dalam POKMASWAS, yang berfungsi sekaligus sebagai mediator antara masyarakat dengan pemerintah/ petugas.
Pelestarian Lingkungan Laut
Kualitas lingkungan yang baik merupakan salah satu modal dasar penting bagi terlaksananya pembangunan yang berkelanjutan. Kualitas lingkungan berpengaruh terhadap kualitas hidup masyarakat lokal, penduduk yang bekerja serta yang berkunjung ke daerah tersebut. Banyak aktivitas manusia yang memiliki dampak buruk terhadap kualitas lingkungan karena pengelolaan sampah dan limbah yang kurang baik, kepedulian masyarakat yang rendah terhadap kebersihan lingkungan, penggunaan yang semakin meningkat bahan-bahan yang tidak mampu didegradasi oleh alam serta bahan xenobiotik lain yang berdampak serius terhadap kualitas lingkungan.
Kebangkitan Istri-istri Nelayan dari Pulau Barrang Caddi
Ketika kehidupan di pulau tak lagi menjanjikan seperti dulu, sejumlah istri nelayan di Pulau Barrang Caddi, salah satu pulau di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mengambil inisiatif. Mereka mengorganisir diri dalam kelompok usaha, yang mengembangkan beragam produk berbasis hasil laut. Salah satu kelompok yang cukup sukses adalah Kelompok Mawar 02.
Selasa, 30 Agustus 2016
Langkah Strategis Meningkatkan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan
Selasa, 24 Mei 2016
Strategi Pengembangan Usaha Perikanan
Kekayaan sumberdaya laut Indonesia sangat berlimpah menyusul dua pertiga wilayah Indonesia terdiri dari laut potensi perikanan sebesar 6,26 juta ton/tahun dengan keragaman jenis ikan namun belum seluruhnya dimanfaatkan secara optimal. Pada tahun 2005 total produksi perikanan 4,71 juta ton dimana 75 % (3,5 juta ton) berasal dari tangkapan laut. Apabila dilihat dari tingkat pemanfaatan terutama untuk ikan-ikan non ekonomis belum optimal hal ini disebabkan pemanfaatannya masih terbatas dalam bentuk olahan tradisional dan konsumsi segar. Akibatnya ikan-ikan tidak ditangani dengan baik dikapal sehingga ikan yang didaratkan bermutu rendah (20–30%), sehingga berdampak pada tingginya tingkat kehilangan (losses) sekitar 30-40%. Lebih jauh lagi ekspor hasil perikanan Indonesia hingga saat ini masih didominasi oleh ikan dalam bentuk gelondongan dan belum diolah.
Pengelolaan Wilayah Pesisir Secara Terpadu & Berkelanjutan
Pengertian Wilayah Pesisir
Berdasarkan ketentuan Pasal 3 UU No. 6/1996 tentang Perairan Indonesia, wilayah perairan Indonesia mencakup :
Laut territorial Indonesia adalah jalur laut selebar 12 mil laut diukur dari garis pangkal kepulauan Indonesia, Perairan Kepulauan, adalah semua perairan yang terletak pada sisi dalam garis pangkal lurus kepulauan tanpa memperhatikan kedalaman dan jarak dari pantai,
Perairan Pedalaman adalah semua peraiaran yang terletak pada sisi darat dari garis air rendah dari pantai-pantai Indonesia, termasuk didalamnya semua bagian dari perairan yang terletak pada sisi darat pada suatu garis penutup
Berdasarkan ketentuan Pasal 3 UU No. 6/1996 tentang Perairan Indonesia, wilayah perairan Indonesia mencakup :
Laut territorial Indonesia adalah jalur laut selebar 12 mil laut diukur dari garis pangkal kepulauan Indonesia, Perairan Kepulauan, adalah semua perairan yang terletak pada sisi dalam garis pangkal lurus kepulauan tanpa memperhatikan kedalaman dan jarak dari pantai,
Perairan Pedalaman adalah semua peraiaran yang terletak pada sisi darat dari garis air rendah dari pantai-pantai Indonesia, termasuk didalamnya semua bagian dari perairan yang terletak pada sisi darat pada suatu garis penutup
Senin, 08 Februari 2016
Cara Mendirikan Koperasi
Rabu, 14 Oktober 2015
Hidrografi
Alur pelayaran dan rambu rambunya yang ada sekarang ini perlu dilakukan pemantauan dan pemeliharaan secara rutin untuk menjaga keselamatan dan kelancaran kapal yang melakukan pelayaran tersebut. Bahaya terjadinya kecelakaan pada pelayaran memberikan dampak yang sangat luas, bukan hanya faktor nyawa manusia di kapal yang bersangkutan namun pada kapal pengangkut bahan-bahan cair lainnya yang mengalami musibah tenggelam dan terbawa arus laut, sehingga pengotoran/polusi laut akan menyebar luas ketempat lain yang jauh dari tempat kejadian.
Telur Emas si Ikan Terbang
Senin, 24 Agustus 2015
Persiapan Lokasi dan Sarana Budidaya Gurame (2)
Kualitas air untuk pemeliharaan ikan gurame harus bersih dan dasar kolam tidak berlumpur, tidak terlalu keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik. Kolam dengan kedalaman 70-100 cm dan sistem pengairannya yang mengalir sangat baik bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik ikan gurame Keasaman air (pH) yang baik adalah antara 6,5-8. Suhu air yang baik berkisar antara 24-28 derajat C.
Teknik Budidaya Gurame (3)
1. Pemijahan
a. Pemilihan Induk
Ciri-ciri induk ikan gurame yang baik adalah sebagai berikut:
Memiliki sifat pertumbuhan yang cepat.
Bentuk badan normal (perbandingan panjang dan berat badan ideal).
Ukuran kepala relatif kecil
Susunan sisik teratur,licin, warna cerah dan mengkilap serta tidakluka.
Gerakan normal dan lincah.
Bentuk bibir indah sepertipisang, bermulut kecil dan tidak berjanggut.
Berumur antara 2-5 tahun.
a. Pemilihan Induk
Ciri-ciri induk ikan gurame yang baik adalah sebagai berikut:
Memiliki sifat pertumbuhan yang cepat.
Bentuk badan normal (perbandingan panjang dan berat badan ideal).
Ukuran kepala relatif kecil
Susunan sisik teratur,licin, warna cerah dan mengkilap serta tidakluka.
Gerakan normal dan lincah.
Bentuk bibir indah sepertipisang, bermulut kecil dan tidak berjanggut.
Berumur antara 2-5 tahun.
Budidaya Multi Tropiclevel
Teknologi ini merupakan sistem budidaya yang memadukan antara budidaya low inputs dan integrated aquaculture serta zero waste.
Pembesaran ikan patin sistem multi trophic level merupakan proses pemeliharaan ikan patin dengan memanfaatkan kolom-kolom air pada wadah budidaya (kolam) dengan beberapa komoditas ikan. Pada kegiatan percontohan yang akan dilakukan, pemeliharaan ikan patin akan disatukan dengan memelihara dua komoditas ikan ekonomis lainnya. Hal ini dilakukan untuk menambah penghasilan dari sistem produksi yang dilaksanakan.
Pembesaran ikan patin sistem multi trophic level merupakan proses pemeliharaan ikan patin dengan memanfaatkan kolom-kolom air pada wadah budidaya (kolam) dengan beberapa komoditas ikan. Pada kegiatan percontohan yang akan dilakukan, pemeliharaan ikan patin akan disatukan dengan memelihara dua komoditas ikan ekonomis lainnya. Hal ini dilakukan untuk menambah penghasilan dari sistem produksi yang dilaksanakan.
Langganan:
Postingan (Atom)




