Senin, 20 Februari 2017

Pembuatan Pakan Ikan Bandeng yang Berkualitas

Hasil gambar untuk pakan ikan bandeng
Banyak pelaku utama bidang perbenihan yang mengeluh dengan semakin tingginya harga pakan ikan, mereka berpikir bagaimana cara membuat pakan ikan sendiri yang lebih murah dan sama manfaatnya untuk peliharaan kebul ikan menjadi benih ikan? Tentu saja bisa, melihat sekarang pakan atau pellet harganya terus naik dan makin mahal dan tidak terjangkau para pelaku utama perbenihan ikan 

Dalam melakukan usahataninya berupaya agar bisa melakukan efisiensi biaya, dengan cara memebuat pakan alternatif yaitu pakan buatan sendiri dengan bahan-bahan yang tersedia di sekitarnya. Ada anggapan kalau pakan buatan sendiri diakui masih kurang berkualitas dari pakan buatan pabrik tapi tidak menutup kemungkinan pakan buatan sendiri lebih baik, lebih segar jika bahan-bahan pembuatan pakan tersedia dan kualitas yang baik.

Syarat pakan yang berkualitas adalah pakan yang baik adalah pakan yang memenuhi nutrisi ikan, mengenal kebutuhan nutrisi ikan merupakan landasan dalam pembuatan pakan ikan sendiri. Setiap ikan membutuhkan nilai gizi yang berbeda-beda, kebutuhan protein, lemak dan serat ikan karper/tombro berbeda dengan ikan nila atau tilapia berbeda dengan ikan lele. Ikan lele memerlukan lebih sedikit nilai nutrisi dibanding dengan ikan nila, gurame, ikan mas dan sebagainya. Pembuatan pakan ikan harus memenuhi beberapa kriteria agar menghasilkan pakan yang berkualitas.

Pakan ikan yang memiliki keseimbangan protein, lemak, dan serat untuk memenuhi kebutuhan ikan tertentu akan memacu pertumbuhan ikan yang sehat dan cepat besar, akan tetapi bila nutrisi yang dibutuhkan ikan kurang maka pertumbuhan ikan akan lambat, hal ini berakibat pada biaya produksi dan waktu panen yang cukup lama. Untuk usahatani perbenihan sering terjadi ikan dipanen pada umur 3 minggu menjadi 4 – 5 minggu. Karena nilai protein dan lemak serta serat yang kurang dampak yang dirasakan pelaku utama perbenihan adalah tidak bisa memenuhi pesanan benih tepat waktu.

Kandungan nutrisi pakan ikan buatan sendiri dibagi dua bagian sesuai dengan umur ikan. Dengan mengetahui kebutuhan ikan, maka perlu mempelajari bahan-bahan beserta kandungan gizi setiap bahan yang tersedia. Hampir semua bahan dasar yang dibutuhkan dalam pembuatan pakan ikan sendiri tersedia, seperti, jagung, dedak kuning, tepung ikan, ampas tahu, limbah udang, bungkil, dan lainnya. Bahan-bahan tersebut memiliki nilai gizi yang cukup untuk kebutuhan ikan.

Kandungan Protein Bahan Makanan Ikan
Nama Bahan
Protein
Lemak
Serat
Tepung Teri
63.71
4.21
3.6
Tepung Udang
47.47
8.95
4.49
Tepung Darah
80.85
5.61
0
Tepung bekicot
39
9.33
1.05
Tepung Ikan
62.99
6.01
3.6
Tepung Kedelai
46.8
5.31
3.54
Tepung Terigu
12.27
1.16
0
Dedak Halus
13.3
2.4
9.4
Tepung Jagung
9.5
3.22
1.76
Tepung singkong
0.85
0.3
0
Bungkil Kelapa
24.0
8.0
10
Tepung Ayam Segar
15.51
0.21
0.36
Dengan memperhatikan kebutuhan ikan, maka pakan ikan dapat diupayakan sesuai dengan umur dan permintaan benih. Ingat lebih baik dengan bahan tiga macam yang ketersediaannya berkelanjutan lebih baik daripada lima atau enam bahan campuran yang tidak tersedia secara berkesinambungan. Persediaan bahan pakan yang segar dan berkualitas di daerah Pati selatan cukup banyak. Sebaiknya jangan membuat pakan dengan campuran bahan pakan yang terus berubah-ubah menjaga agar ikan tidak stress oleh karena perubahan bahan pembuatan pellet.

Daftar tabel bahan pakan beserta kandungan lemak dan protein

Bahan
Lemak
Protein
Bahan/KG


Ikan
6.0
55.0
100
Dedak
2.4
13.3
100
Jagung
4.5
9.8
100
Kedelai
1.3
46.8
100
Kopra
16.7
79.4
100
Bagaimana mencampur bahan pakan ikan sesuai dengan kebutuhan nutrisi ikan karper atau nila? Ada banyak cara untuk menghitung dan menkombinasikan bahan pakan yang memenuhi standar yang di tentukan.

Misalnya kita akan membuat pakan dengan nilai protein 40%, lemak 5% dengan bahan yang tersedia; tepung ikan, jagung giling, dan ampas tahu

lihat contoh formula campuran bahan pakan.
Bahan
Jumlah campuran
Harga Bahan
Kandungan Nutrisi
%
Cost (Rp/100 kg)
Lemak (%)
protein (%)
Ikan
30.0

1.80
16.50
Dedak
0.0

0.00
0.00
Jagung
20.0

0.90
1.96
Kedelai
50.0

0.65
23.40
Kopra

         

0.00





Total
100

3.35
41.86

Ingredient
Inclution Rate
Inclution
Contribution to
%
Cost (Rp/100 kg)
Lipid (%)
Protein (%)
Ikan
30.0

1.80
16.50
Dedak
50.0

1.20
6.65
Jagung
20.0

0.90
1.96
Kedelai


0.00
0.00
Kopra



0.00





Total
100

3.90
25.11
Contoh campuran bahan diatas hanya terdiri dari tiga bahan: tepung ikan, jagung halus, dan ampas tahu. Tentu saja anda bisa membuat dengan model campuran yang lain akan tetapi tepung ikan bahan utama yang harus ada dalam setiap pembuatan pakan ikan karena tepung ikan menimbulkan aroma yang dapat merangsang napsu makan ikan dan akan lebih baik lagi bila di tambahkan dua persen minyak ikan pada campuran pembuatan pellet ikan. Perhitungan diatas adalah perhitungan kasar. Kualitas bahan dan lain unsur lain dapat mempengaruhi nilai kandungan gizi setiap bahan.

Proses pencampuran bahan pakan sebagai berikut;
· Semua bahan tepung diayak sampai betul-betul halus agar lembut dan merata dalam pencampuran
· Sediakan tempat yang bersih untuk mengaduk sebanyak 100 kg.
· Campurkan setiap bahan pakan yang sudah ditentukan dalam kilogram.
· Aduk sampai semua bahan sudah tercampur dengan merata.
· Sediakan wadah untuk persiapan pencetakan bahan menjadi berbentuk pellet.

Alat-alat pembuat pakan ikan sebenarnya bisa di peroleh di pasaran umum, mesin pencetak pellet ada dua macam; pencetak pellet basah dan mesin pencetak pellet kering. Biasanya mesin pencetak basah tidak bisa untuk mencetak pellet kering akan tetapi mesin pencetak pellet kering bisa mencetak pellet basah.

Desain pencetak pellet basah umumnya lebih murah dan mesin ini banyak di buat dalam negeri oleh bengkel-benkel industri kecil tapi, ada juga diantara mereka yang memproduksi mesin pencetak pellet kering dan harganya dua sampai tiga kali lipat, karena pembuatanya lebih mahal. Sebelumnya dalam persiapan bahan harus diayak secara halus. Dalam proses pencetakan pellet basah hendaknya campuran air pada bahan jangan terlalu banyak atau sampai encer. Pellet akan terbentuk jika campuran tidak encer. Percobaan berulang-ulang akan menghasilkan takaran air yang tepat.

Tuangkan bahan yang sudah dicampur ke mesin pencetak sedikit demi sedikit untuk melihat hasil cetakan apakah sudah bagus atau belum, tambahkan air jika mesin kelihatan bekerja terlalu berat atau jika terlalu encer tambahkan bahan kering yang sudah dicampur.

Saran saran
1. Pemilihan bahan hewani yang tersedia setiap saat dengan kandungan lemak dan protein yang cukup baik.
2. Bahan –bahan nabati yang kaya protein dan tersedia di sekitar
3. Harga bahan-bahan pakan ikan terjangka, murah didapat dari potensi wilayah setempat baik dari nabati maupun hewani.
4. Pada awal pembuatan pakan ikan harus sering dicoba berbagai komposisi yang paling berkualitas dan efektif serta efisien, agar dapat menemukan komposisi yang tepat sehingga pakan tersebut cocok dengan ikan usaha perbenihan yang dilakukan.
5. Pembenih harus berani mencoba membuat pakan ikan sendiri dan diberikan untuk pakan benihnya walaupun belum sepenuhnya, mungkin sebagian masih membeli pakan pabrik, agar dapat menghemat biaya produksi.

Sumber: http://mediapenyuluhanperikananpati.blogspot.co.id/

2 komentar:

  1. Ayo Daftar Sekarang, Nikmati Freechip Berlimpah Setiap Hari... Join Disini Banyak Jenis Permainan Taruhan Online Terbaik, Kunjungi Website Kami Di Klik Disini dan Dapatkan Bonus Terbaru 8X 9X 10X win klik disini untuk mendapatkan akun Sabung Ayam anda dan Bonus Berlimpah.
    3

    BalasHapus
  2. wowww, informasi yang bagus dan sangat memeberikan ilmu pengetahuan. thanks for your information, dont forget to visit airlangga university website https://www.unair.ac.id/2022/08/24/inovasi-dosen-fpk-unair-manfaatkan-limbah-pt-ajinomoto-sebagai-pakan-ikan/

    BalasHapus