Senin, 24 Agustus 2015

Budidaya Multi Tropiclevel

Teknologi ini merupakan sistem budidaya yang memadukan antara budidaya low inputs dan integrated aquaculture serta zero waste.

Pembesaran ikan patin sistem multi trophic level merupakan proses pemeliharaan ikan patin dengan memanfaatkan kolom-kolom air pada wadah budidaya (kolam) dengan beberapa komoditas ikan. Pada kegiatan percontohan yang akan dilakukan, pemeliharaan ikan patin akan disatukan dengan memelihara dua komoditas ikan ekonomis lainnya. Hal ini dilakukan untuk menambah penghasilan dari sistem produksi yang dilaksanakan.
Komoditas-komoditas yang akan dipelihara bersama pada unit percontohan adalah ikan patin, ikan gurame, dan ikan lele. Ikan patin akan ditebar pada kolam dengan kepadatan 70 ekor/m2, ikan gurame akan ditebar pada happa ukuran 50 m2 yang ditempatkan pada tengah-tengah kolam dengan kepadatan 6 ekor/m2, sedangkan ikan lele akan ditebar pada dua buah happa dengan ukuran masing-masing 5 m2 (2 happa x 5 m2 = 10 m2) dengan pada tebar 100 ekor/m2). Selain tiga komoditas di atas pada kolam juga akan dipelihara tanaman air berupa Lemna sp. yang akan ditempatkan dapa dua buah happa ukuran masing-masing 5 m2. Lemna sp ini akan digunakan sebagai pakan bagi ikan guram.

Persiapan Wadah dan Media Pemeliharaan

Persiapan wadah dan media merupakan salah satu kegiatan yang menunjang keberhasilan pembesaran. Wadah yang akan digunakan berupa kolam tanah seluas 200 m2 dengan kedalaman 2,5 m. Kegiatan persiapan wadah dan media pemeliharaan yang dilakukan adalah sebagai berikut :

– Pengeringan dasar kolam sampai rata dilengkapi dengan sistem kemalir untuk memudahkan pemanenan. Pemasangan saringan pada pintu masuk air untuk mencegah masuknya hama.

– Perbaikan pematang dan dasar kolam serta pengeringan. Sebaliknya dilengkapi dengan saluran tengah (kemalir) untuk memudahkan pemanenan.

– Pemupukan dengan kompos ukuran dosis 50 – 200 gram/m2 dilakukan sebelum diisi air.

– Penggaraman dengan dosis 200 – 300 grm/m2.

– Pengisian air kolam dengan ketinggian 100 – 120 cm dengan kualitas air yang sudah ditentukan.

Kolam sebagai wadah budidaya akan dibagi menjadi enam kolom dengan pembagian sebagai berikut :

– Kolom A berupa Happa 1 ukuran 50 m2 kedalam 1,5 m sebagai wadah pemeliharaan ikan gurame;

– Kolom B dan C berupa Happa 2 dan 3 dengan ukuran masing-masing 5 m2kedalaman 0,3 m sebagai wadah kultur Lemna sp. untuk pakan gurame;

– Kolom D dan E berupa Happa 4 dan 5 dengan ukuran 5 m2 kedalaman 1 m sebagai wadah pemeliharaan ikan lele; dan

– Kolom F berupa areal kolam tanah diluar happa sebagai wadah pemeliharaan ikan patin.

Skema pembagian kolom pada wadah budidaya percontohan adalah sebagai berikut :



Skema Pembagian Kolom pada wadah budidaya percontohan

Pengelolaan Organisme Peliharaan

Pengelolaan Komoditas Utama Ikan Patin

Setelah wadah dan media siap, maka dilakukan penebaran benih. Sebelum dilakukan penebaran, dilakukan aklimatisasi agar benih tidak stress. Proses aklimatisasi ini dengan cara menambahkan sedikit demi sekit air kolam pemeliharaan ke bak atau kantong benih agar kualitas airnya sama.

Benih ikan patin yang akan digunakan untuk pembesaran adalah benih dengan ukuran 2,5 inch. Benih ikan patin akan ditebar pada Kolom F (kolam 200 m2) sebanyak 10000 ekor (50 ekor/m2 happa). Agar ikan tidak stress, sebelum ikan di tebarkan, perlu dilakukan aklimatisasi (Penyesuaian kondisi lingkungan) sekitar 5-10 menit.

Penggelolaan Komoditas Tambahan Ikan Gurame

Benih ikan gurame yang akan ditebar ke Kolom A (Happa 50 m2) adalah benih dengan ukuran 3 – 4 inch sebanyak 300 ekor (6 ekor/m2). Agar ikan tidak stress, sebelum ikan di tebarkan, perlu dilakukan aklimatisasi (Penyesuaian kondisi lingkungan) sekitar 5-10 menit.

Penggelolaan Komoditas Tambahan Ikan Lele

Benih ikan lele yang akan ditebar ke Kolom D dan E (10 m2) adalah benih ikan lele dengan ukuran 10 cm sebanyak 1000 ekor (100 ekor/m2). Agar ikan tidak stress, sebelum ikan di tebarkan, perlu dilakukan aklimatisasi (Penyesuaian kondisi lingkungan) sekitar 5-10 menit.

Pengelolaan Tanaman Air

Tanaman air yang akan di tebar pada kolom B dan C adalah Lemna sp. Lemna sp ditebar satu minggu setelah penanaman ikan patin dan gurame ditebar. Lemna sp ditebar sebanyak 500 gram/m2 happa.

Pemeliharaan

Pemberian pakan dilakukan 2 kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari sebanyak 3 – 4% dari berat biomass/hari pada bulan pertama pemeliharaan diberikan pakan sebanyak 4% dan saat bulan kedua diberikan sebanyak 3% dari berat biomass. Pakan yang diberikan berupa crumble dengan kandungan protein 28 – 30 % pada bulan pertama pemeliharaan dan pakan buatan pellet dengan protein 24 – 26% pada bulan berikutnya.

Sampling pertumbuhan (panjang dan berat) dilakukan satu kali dalam satu bulan. Jumlah ikan yang disampling adalah 10 % dari populasi yang dipelihara. Pemeliharaan dilakukan selama 5-7 bulan.

Pemberian pakan dilakukan satu kali sehari yaitu pagi hari sekitar pukul 9.00. Pakan yang digunakan hanya Lemna sp. yang dipelihara di Kolom B,C,D, dan E. Pakan Lemnasp yang diberikan pada ikan gurame sebanyak 5 % dari bobot poppulasi gurame yang dipelihara setiap harinya.

Sampling pertumbuhan (panjang dan berat) dilakukan satu kali dalam satu bulan. Jumlah ikan yang disampling adalah 10 % dari populasi yang dipelihara. Pemeliharaan ikan gurame dilakukan selama 5-7 bulan.

Pemberian pakan dilakukan dua kali sehari yaitu pagi dan sore hari. Pakan yang digunakan berupa pellet dengan kadar protein 24 – 26 % sebanyak 5 % dari bobot poppulasi gurame yang dipelihara setiap harinya. Pemeliharaan ikan lele dilakukan selama 30 – 40 hari dengan perkiraan bobot panen 125 gr/ekor (8 ekor/kg).

Tanaman air diberikan kepada ikan gurame setiap hari, sehingga pemanenan tanaman air Lemna sp dilakukan setiap hari sebanyak maksimum 25 %. Pemanenan pertama dilakukan satu minggu setelah penebaran Lemna sp.

Sumber : https://suksesmina.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar