Minggu, 14 Maret 2021

Budidaya Ikan patin - Pakan & Kebiasaan Makan

Patin mempunyai kebiasaan makan di dasar perairan atau kolam (bottom feeder). Berdasarkan jenis pakannya, patin digolongkan sebagai ikan yang bersifat omnivora (pemakan segala). Namun, pada fase larva, ikan patin cenderung bersifat karnivora. Pada saat larva, patin bersifat kanibalisme, yaitu memiliki sifat yangsuka memangsa jenisnya sendiri. Jika kekurangan pakan, larva patin tidak segansegan memangsa kawannya sendiri. Oleh karena itu, ketika masih dalam tahap larva, pemberian pakan tidak boleh terlambat.Pada kegiatan budi daya, makananikan patin akan berubah sejalan dengan pertambahan umur dan perkembangannya. Larva patin yang berumur 0—2 hari, belum diberi pakan tambahan karena masih mempunyai cadangan makanan berupa kuning telur (yolk) yang menempel di perut. Umur 2—7 hari, larva patin diberi pakan telur Artemia sp. Umur 7—15 hari larva patin diberi pakan cacing sutera atau Tubifex sp. Sementara itu, benih patin mulai umur 15—30 hari sudah dapat diberi pakan pelet berbentuk tepung dengan kandungan protein minimal 40%.

Di habitat aslinya, patin memakan ikanikankecil, cacing, udang-udangan, moluska, serangga, dan biji-bijian. Berdasarkan jenis pakannya yang beragam tersebut, patin dikategorikan sebagai ikan pemakan segala (omnivora). Namun demikian, pakan buatan (pelet) merupakan makanan yang terbaik dan mutlak diberikan bagi ikan patin yang dibudidayakan secara intensif. Pakan buatan pabrik atau pelet memang memiliki kualitas yang terjamin dengan kandunganutrisi yang lengkap sehingga sangat baik untuk perkembangan dan pertumbuahan patin yang optimal. Namun, yang menjadi pertimbangan jika menggunakan pakan buatan pabrik adalah harganya yang relatif mahal. Ikan patin termasuk salah satu ikan yang rakus terhadap makanan tambahan.

Pada pembudidayaan, dalam umur 6 bulansaja, ikan patin bisa mencapai panjang ukuran antara 35—40 cm. Untuk menekan biaya produksi akibat harga pakan yang mahal, ikan patin dapat diberi pakan berupa pelet buatan sendiri serta pakan tambahan lainnya. Contoh pakan tambahan bagi ikan patin adalah ikan rucah, limbah pemindangan ikan, limbah peternakan ayam atau burung puyuh, misalnya bangkai yang dibakar, pecahan/ sisa telur yang tidak menetas, keong mas, dan belatung. 

Tentu saja dalam menerapkan cara budidaya ikan secara baik sesuai dengan anjuran Kementerian Perikanan, tentu harus memenuhi kualitas pakan.Ikan patin menjadi komoditas yang saat ini sangat dioptimalkan tidak hanya untuk kebutuhan konsumsi lokal, namun juga kebutuhan ekspor.

Maka dari itu pemerintah sendiri, melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia melakukan gerakan pakan mandiri.Salah satunya untuk pembudidaya ikan patin, bisa memproduksi pakan ikan patin secara mandiri.

Beberapa keuntungan membuat pakan ikan patin secara mandiri yaitu:
  • Meningkatkan penggunaan pakan alami
  • Adanya penggunaan sumber bahan baku lokal
  • Upaya meningkatkan margin keuntungan pembudidaya ikan
  • Adanya inovasi pakan untuk alternatif pakan
Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah kebiasaan makan ikan patin beserta jenis pakan ikan patin terbaik yang bisa dipilih:

Ikan patin memiliki kebiasaan makan yang cukup berbeda dengan beberapa jenis ikan lainnya.

Beberapa hal yang harus dulur ketahui tentang kebiasaan makan ikan patin adalah:
  • Ikan patin biasa memakan makanannya di dasar perairan (tipe bottom feeder).
  • Ikan patin saat masih di fase larva bersifat karnivora (pemakan daging) dan kanibal.
  • Pemberian pakan ikan patin tidak boleh telat, karena dapat menyebabkan ikan memakan temannya.
  • Ikan patin saat sudah di fase dewasa bersifat omnivora (pemakan segala).
Itu adalah sifat dan kebiasaan makan ikan patin. Selanjutnya, setelah memahami kebiasaan makan ikan patin tersebut, kita bisa mulai mempersiapkan pakan ikan patin. Berikut ini adalah jenis pakan ikan patin:

Untuk menunjang ikan patin agar cepat besar, ada beberapa poin penting antara lain:
  • Jenis Pakan Ikan Patin
  • Cara Membuat Ikan Patin
  • Penambahan Probiotik Ikan Patin
Penjelasan secara detailnya kita bisa memahami berikut ini:
1. Jenis Pakan Ikan Patin
Pakan ikan patin ada cukup beragam. Namun, apapun jenis pakan ikan patin yang dulur pilih, dulur harus memahami kandungan protein dan lemak yang terkandung didalamnya. Oleh sebab itu, dulur disarankan untuk memberikan pakan pelet. Namun, tentu saja pemberian pakan pelet dalam jumlah besar membutuhkan biaya terlalu tinggi. Agar keuntungan yang dulur dapatkan tinggi, dulur disarankan untuk memberikan pakan alternatif ikan patin.

Nah, agar dulur tidak kesulitan dalam memilih jenis pakan ikan patin, berikut ini adalah beberapa jenis pakan ikan patin yang bisa dulur pilih dan sesuaikan:

a. Jenis Pakan Buatan Untuk Ikan Patin
Pakan buatan adalah jenis pakan yang telah dibuat dari susunan bahan-bahan pilihan yang diukur sesuai dengan keperluan ikan patin. Kandungan utama yang terdapat dalam pakan tersebut adalah protein.

Kandungan protein dalam pakan buatan tentu memiliki takaran yang berbeda-beda. Mulai dari <18%, 23%, 28% hingga >32%.

Kita bisa memilih pakan buatan dengan kandungan protein yang berbeda berdasarkan umur, harga dan ketersediaannya dipasar. Selain protein, pakan buatan ikan patin juga mengandung beberapa kandungan nutrisi terukur. Diantaranya adalah lemak, abu, kerbohidrat, dan serat kasar. Selain pakan buatan, jenis pakan ikan patin yang juga bisa dipilih sebagai pakan tambahan adalah pakan alami.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah penjelasan tentang pakan alami untuk ikan patin:

b. Jenis Pakan Alami Untuk Ikan Patin
Pakan ikan patin alami perlu diberikan sebagai pakan alternatif ikan patin. Selain untuk mengurangi biaya pakan, pemberian pakan alami ikan patin juga sangat baik untuk memenuhi kebutuhan protein maupun lemak. Pakan alami adalah jenis makanan yang berasal dari makhluk hidup, seperti larva, pemberian pakan alami berupa sumber protein dan lemak terbukti bisa membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ikan patin.

Jenis pakan alami ikan patin

Nah, jika kita berencana untuk memberikan pakan alami ikan patin, berikut ini adalah rekomendasi terbaiknya:

Cacing sutra sangat baik dipilih sebagai makanan ikan patin kecil, karena kandungan nutrisinya yang tinggi. Selain karena kandungan nutrisinya, cacing sutra juga cocok digunakan sebagai makanan ikan patin kecil karena ukurannya yang kecil dan disukai anakan patin. Kandungan protein yang ada dalam cacing sutra bisa lebih dari 57%. Selain protein, cacing sutra juga mengandung lemak yang cukup tinggi, yaitu sekitar 13,3%. Sedangkan serat kasar sebanyak >2%, kadar abu sekitar 3,6% dan kandungan air nya adalah sebesar 87,7%.

Cacing tanah juga bisa dipilih sebagai pakan alami patin. sebab, cacing tanah juga mengandung nutrisi tinggi. Kandungan nutrisi cacing tanah diantaranya adalah protein 76%, karbohidrat 17%, abu 1,5% dan lemak 4,5%.

Artemia atau udang air asin seringkali digunakan sebagai pakan ikan patin karena mengandung protein hingga lebih dari 58%. Artemia juga baik diberikan untuk makanan ikan patin kecil.

Daphnia/Kutu air memiliki kandungan protein yang sangat tinggi. Kutu air mengandung 66% protein dan hampir 10% lemak. Daphnia juga baik diberikan untuk makanan ikan patin kecil.

Ikan Rucah menjadi pilihan terbaik jika Anda tinggal didaerah dekat dengan laut. Sebab, ikan rucah memiliki kandungan nutrisi yang sangat baik untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan ikan patin. Kandungan nutrisi yang terdapat didalam ikan rucah diantaranya adalah protein sebesar 59%, lemak kasar 6,5%, abu 28% dan serat kasar sebanyak 1,64%.

Mengetahui kandungan nutrisi sebaik itu, maka dulur bisa memberikan rucah ketika ikan patin sudah memiliki ukuran >10 cm. Ikan rucah sangat baik diberikan untuk makanan ikan patin dewasa.

Itu adalah beberapa pilihan jenis makanan alami ikan patin. Selain ikan patin, dulur juga bisa memberikan pakan alternatif seperti:

c. Pakan Alternatif Ikan Patin
Selain memberikan pakan alami, dulur juga bisa memberikan pakan alternatif. Pakan alternatif memiliki kelebihan dibandingkan dengan pakan alami maupun pakan pelet. Beberapa kelebihannya diantaranya adalah:
  • Pakan awet dan tidak mudah rusak seperti pakan alami.
  • Harga lebih terjangkau dibandingkan dengan pakan alami ataupun pakan pelet.
  • Lebih mudah disimpan jika dibandingkan dengan pakan alami yang membutuhkan perawatan dan tempat khusus.
  • Mudah didapatkan, karena setiap daerah memiliki potensi yang berbeda-beda untuk digunakan sebagai pakan alternatif ikan patin.
Itu adalah kelebihan pakan alternatif ikan patin. Lalu, apa saja pakan alternatif yang bisa dulur pilih? Yuk simak penjelasan berikut ini:

Jenis pakan alternatif ikan patin

Dedak halus umum dipilih sebagai makanan ikan patin selain pelet. Dedak halus dapat dipilih karena memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan ikan patin. diantaranya adalah protein sebesar 12,9%, lemak 13% dan serat kasar 11,4%. Dedak halus bisa digunakan sebagai makanan ikan patin dewasa.

Ampas tahu sangat umum dipilih sebagai pakan patin karena memiliki kandungan nutrisi lengkap. Diantaranya adalah protein sebesar 26%, lemak 18%, karbohidrat 40%, serat 29% dan abu 5%.
Tepung singkong juga bisa dulur pilih sebagai pakan alternatif ikan patin. Selain harganya yang sangat terjangkau, tapung singkong juga memiliki kandungan nutrisi: protein sebesar 26%, lemak 18%, karbohidrat 41%, serat 30% dan abu 5%.

Tepung ikan sangat baik untuk Anda pilih sebagai pakan alternatif ikan patin. Kandungan nutrisi yang terdapat didalam tepung ikan adalah protein 67%, lemak 1,5%, dan kadar air 12%.

Itu adalah beberapa pilihan jenis pakan ikan patin organik. Setelah memilih jenis pakan ikan patin yang paling sesuai, maka langkah selanjutnya adalah cara pembuatan pakan ikan secara ringkas yaitu:

2. Cara Membuat Pakan Ikan Patin

Secara garis besar, dulur sudah memahami jenis pakan ikan patin yang bisa diberikan dengan komposisi sesuai. Nah untuk pembuatan pakan ikan patin, ada beberapa hal yang perlu dulur lakukan antara lain:
  1. Tepung ikan 41 kg
  2. Tepung tapioka 10 kg
  3. Dedak padi 38 kg
  4. Molase 1 kg
  5. Probiotik Ikan 
cara pembuatan pakan ikan patin

Untuk tahapan pembuatannya yaitu:
  1. Kita bisa menggunakan menggiling menjadi satu dengan mesin pembuat pakan ikan.
  2. Nantinya akan berubah bentuk menjadi butiran pakan pellet.
  3. Hal yang perlu dulur ketahui juga, dalam pembuatan pakan ikan ini disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi yang akan dikonsumsi ikan patin.
  4. Pastikan komposisi nutrisi antara karbohidrat, protein, mineral dan lainnya cukup dan sesuai.

Lalu apa pentingnya penggunaan probiotik/suplemen atau vitamin untuk kualitas pakan ikan patin?Berikut ini dulur bisa memahami secara jelas, mengenai penjelasan penggunaan probiotik pada ikan patin:

3. Penambahan Probiotik Ikan Patin Untuk Meningkatkan Kualitas Pakan
Kualitas pakan ikan patin bisa ditingkatkan dengan cara memberikan suplemen organik. Anda perlu memberikan suplemen organik yang sekaligus bisa membantu proses fermentasi.

Berikut infografis yang bisa kita pahami:


Dilansir dari kkp.go.id, pemberian probiotik pada pakan dengan selang waktu 14 hari sekali dapat meningkatkan pertumbuhan ikan patin, konversi pakan dan kelulushidupan ikan patin. Proses fermentasi terbukti bisa meningkatkan kandungan nutrisi pakan, utamanya kandungan proteinnya.

Dengan penambahan suplemen organik cair dapat meningkatkan kandungan nutrisi pakan. Selain meningkatkan kandungan nutrisi pakan, penambahan suplemen juga memiliki manfaat:
  1. Meningkatkan kualitas pakan.
  2. Memperbaiki dan menjaga kualitas air pada kolam ataupun tambak.
  3. Membantu menguraikan bahan organik dari sisa pakan ataupun kotoran ikan.
  4. Meningkatkan kekebalan tubuh ikan patin (sistem imun).
  5. Meningkatkan nafsu makan ikan patin.
  6. Mencegah stress ikan patin.
  7. Mempercepat pertumbuhan dan perkembangan ikan patin, sehingga lebih cepat panen.
  8. Menekan jumlah kematian ikan patin.

Referensi
  1. Hernowo.2001. Pembenihan Ikan Patin Skala Kecil dan Besar, Solusi Permasalahan.Penebar Swadaya. Jakarta. 66 halaman.
  2. Kordi K, M. G. H. 2005. Budidaya Ikan Patin. Yayasan Pustaka Nusatama.Yogyakarta. Hal 26
  3. Siregar. A. D. 2001. Budidaya Ikan Patin. Kanasius. Jakarta


Tidak ada komentar:

Posting Komentar