Tampilkan postingan dengan label Eceng Gondok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Eceng Gondok. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Juli 2020

Pakan Alami Ikan Nila - Eceng Gondok


Ikan air tawar yang banyak digemari oleh masyarakat kita salahsatunya adalah ikan nila. Ikan nila merupakan ikan konsumsi yang hidup di perairan tawar. Ikan nila dikenal sejak tahun 1969 yang diintroduksi dari Negara Afrika yaitu bagian timur antara lain di Kenya, danau Tangayika, dan sungai Nil kemudian dibawa ke Amerika, Eropa, Tumur Tengah dan Asia. Untuk Indonesia sendiri, oleh BPPAT pada tahun 1969-an bibit ikan nila telah didatangkan dari Negara Taiwan. Saat ini ikan nila dikenal dipelihara di kolam-kolam dan diperjual belikan sebagai ikan konsumsi.

Kamis, 23 November 2017

Eceng Gondok Sebagai Pakan Ikan Alternatif

Hasil gambar untuk eceng gondok

Dalam upaya mendukung kegiatan budidaya ikan yang berkelanjutan, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya telah menyerukan Gerakan Pakan Ikan Mandiri (GERPARI). GERPARI merupakan bentuk kemandirian pakan dengan cara membuat pakan ikan dan formulasi pakan ikan secara mandiri berbasis bahan baku lokal. GERPARI dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan pembudidaya dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku atau pakan ikan impor yang harganya terus melonjak. Salah satu bahan baku lokal yang dapat digunakan untuk pakan ikan dan banyak dijumpai di Indonesia adalah eceng gondok.

Rabu, 27 Juli 2016

Teknologi Pengendalian Eceng Gondok di Perairan Umum

Hasil gambar untuk Teknologi Pengendalian Eceng Gondok di Perairan Umum

Tujuan dari penerapan teknologi pengendalian gulma air ecenggondok adalah untuk mengendalikan pertumbuhan ecenggondok di perairan sehingga keberadaannya tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sumber daya ikan dan perairan. Teknologi pengendalian gulma air ecenggondok ini sangat bermanfaat untuk memulihkan fungsi ekologis perairan dan sekaligus berguna sebagai teknologi pemanfaatan ecenggondok sebagai sumber makanan ikan (bisa seluruh pohon atau daunnya saja. Bila daunnya saja (10 % dari pohon) maka batangnya (50 % bagian pohon) dapat digunakan untuk kerajinan kreatif dengan catatan panjang minimum 60 Cm dan perlu adanya pelatihan serta akarnya (40 % bagian pohon) sebagai bahan baku kompos atau biogas, memerlukan sarana dan teknologi yang harus dimiliki. Teknologi ini dapat diterapkan secara efektif di perairan umum daratan terutama di perairan danau dan waduk yang sudah digolongkan perairan kritis sebagai akibat cemaran gulma air sehingga kelestarian lingkungan perairan terjamin

Sabtu, 31 Oktober 2015

Tanaman Air pada Budidaya Ikan Hias


Pada budidaya ikan hias, umumnya dikenal ada 2 kelompok tanaman yang sering digunakan yaitu

Tanaman tumbuh mengapung dan tanaman tumbuh didasar. Tanaman mengapung misalnya enceng gondok (Eishornia crassipes), kubis-kubisan (Pistia stratioes), dan mata lele (Lemna minor).
Tanaman tumbuh didasar dibagi atas tanaman berdaun jarum atau pita seperti Vallisnera spiralis dan Myriophyllum mattogrossense, tanaman berdaun lebar seperti Dracena variegata, Echinodorus micheli dan Macrosorium pteropus, serta tanaman bercabang seperti ganggang (Hydrilla verticillata)