Ikan mas atau Ikan karper (Cyprinus carpio) adalah ikan air tawar yang bernilai ekonomis penting dan sudah tersebar luas di Indonesia. Ikan mas mulai dipelihara sekitar tahun 1920-an. Ikan mas yang terdapat di Indonesia merupakan ikan mas yang dibawa dari Cina, Eropa, Taiwan dan Jepang. Namun ikan mas punten dan ikan mas majalaya merupakan hasil seleksi di Indonesia. Sampai saat ini sudah terdapat 10 ikan mas yang dapat diidentifikasi berdasarkan karakteristik morfologisnya. Selain memiliki tekstur yang lembut dan mengandung nilai gizi tinggi, Ikan mas juga memiliki nilai potensi ekonomi yang tinggi karena termasuk jenis ikan yang mudah untuk dibudidayakan dan permintaan yang terus meningkat dari pasar.
Tampilkan postingan dengan label Ikan Mas Majalaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ikan Mas Majalaya. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 09 Mei 2020
Ikan Mas Unggul - Mantap
Ikan mas atau Ikan karper (Cyprinus carpio) adalah ikan air tawar yang bernilai ekonomis penting dan sudah tersebar luas di Indonesia. Ikan mas mulai dipelihara sekitar tahun 1920-an. Ikan mas yang terdapat di Indonesia merupakan ikan mas yang dibawa dari Cina, Eropa, Taiwan dan Jepang. Namun ikan mas punten dan ikan mas majalaya merupakan hasil seleksi di Indonesia. Sampai saat ini sudah terdapat 10 ikan mas yang dapat diidentifikasi berdasarkan karakteristik morfologisnya. Selain memiliki tekstur yang lembut dan mengandung nilai gizi tinggi, Ikan mas juga memiliki nilai potensi ekonomi yang tinggi karena termasuk jenis ikan yang mudah untuk dibudidayakan dan permintaan yang terus meningkat dari pasar.
Ikan Mas Unggul - Majalaya
Varietas majalaya merupakan ikan mas yang paling banyak dibudidayakan karena memiliki keunggulan-keunggulan baik secara fisik, fisiologis maupun genetik. Ikan ini pertama dikembangkan di daerah Majalaya, Bandung, merupakan hasil seleksi Bapak H. Ayub. Informasi pertama adanya varietas ini berasal dari Bapak H. Ajin sebagai petugas perikanan Kecamatan Majalaya. kemudian pada tahun 1974 varietas ini mulai diteliti oleh Lembaga Peneltian Perikanan Darat (kini Balai Penelitian Perikanan Air Tawar) dan dikembangkan oleh Pangkalan Budidaya Air Tawar (kini Balai Budidaya Air Tawar) serta Fakultas Perikanan Institut Pertanian Bogor.
Langganan:
Postingan (Atom)