Sabtu, 09 Mei 2020

Ikan Mas Unggul - Mantap

Hasil gambar untuk Ikan Mas Unggul - Mantap

Ikan mas atau Ikan karper (Cyprinus carpio) adalah ikan air tawar yang bernilai ekonomis penting dan sudah tersebar luas di Indonesia. Ikan mas mulai dipelihara sekitar tahun 1920-an. Ikan mas yang terdapat di Indonesia merupakan ikan mas yang dibawa dari Cina, Eropa, Taiwan dan Jepang. Namun ikan mas punten dan ikan mas majalaya merupakan hasil seleksi di Indonesia. Sampai saat ini sudah terdapat 10 ikan mas yang dapat diidentifikasi berdasarkan karakteristik morfologisnya. Selain memiliki tekstur yang lembut dan mengandung nilai gizi tinggi, Ikan mas juga memiliki nilai potensi ekonomi yang tinggi karena termasuk jenis ikan yang mudah untuk dibudidayakan dan permintaan yang terus meningkat dari pasar.
Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, melalui Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar Sukabumi memperkenalkan komoditas unggul baru bernama Ikan Mas Mantap (Majalaya Tahan Penyakit). Seperti yang telah kita ketahui, sesuai dengan namanya ikan mas ini berkembang pertama kali di daerah Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ukuran badannya relatif pendek dan punggungnya lebih membungkuk dan lancip dibandingkan dengan ras ikan mas lainnya. Perbandingan antara panjang dan tinggi tubuhnya adalah 3,2:1. Bentuk tubuhnya semakin lancip ke arah punggung dan bentuk moncongnya pipih. Sifat ikan mas ini relatif jinak dan biasa berenang di permukaan air. Sisiknya berwarna hijau keabuan dan bagian tepinya berwarna lebih gelap, kecuali di bagian bawah insang dan di bagian bawah sirip ekor berwarna kekuningan. Semakin ke arah punggung, warna sisik ikan ini semakin gelap. Selain itu, Ikan mas majalaya memiliki keunggulan, diantaranya laju pertumbuhannya relatif cepat, tahan terhadap infeksi bakteri Aeromonas hydrophila, rasanya lezat dan gurih, dan tersebar luas di Indonesia. Fekunditas atau jumlah telur yang dihasilkan ikan mas majalaya tergolong tinggi, yakni 84.000—110.000 butir per kilogram induk.

Pelepasan komoditas unggul ini telah ditetapkan pada tanggal 16 April 2015 yang lalu melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 24/Kepmen-KP/2015 Tentang Pelepasan Ikan Mas Mantap. Ini merupakan langkah untuk memperkaya jenis dan varietas Ikan Mas yang beredar di masyarakat yang merupakan hasil seleksi berdasarkan marka molekuler yang dilakukan oleh Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi.

Untuk mencegah serangan KHV, kini peternak dapat memelihara ikan mas mantap, varietas baru hasil penelitian para periset Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar. Menurut Sucipto ikan mas tahan penyakit itu memiliki tingkat kelangsungan hidup yang lebih baik. Produksi ikan mas makin baik pula. “Tingkat kerugian yang diakibatkan oleh serangan penyakit lebih kecil jika menggunakan produk ikan mas tahan penyakit,” kata Sucipto.

Produksi akan meningkat walaupun ada serangan penyakit, khususnya yang disebabkan oleh KHV dan Aeromonas hydrophila. Dengan demikian penggunaan ikan mas mantap akan mengurangi pengeluaran untuk obat-obatan,” ujar Adi Sucipto. Menurut Kepala UPTD Pembenihan Ikan, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Atep Didik Kurnia, petani belum membudidayakan ikan mas mantap.

Sebab, bibitnya untuk memenuhi kebutuhan dinas perikanan di seluruh tanah air. Itu karena keberadaan indukan yang terbatas. Menurut Sucipto budidaya ikan mas mantap sama saja dengan ikan mas lain. Atep mengatakan, dengan perlakuan standar itu mas mantap memiliki keistimewaan pada ketahanan terhadap penyakit dan kemampuan memproduksi anakan yang lebih tinggi.

“Pengalaman saya selama membibitkan sejak 2014, pada kolam 700 m2 , indukan mas mantap mampu memproduksi hingga 70 gelas takar (per gelas berisi 2.000 bibit) dengan tingkat kelangsungan hidup 80—90%. Bandingkan dengan ikan mas majalaya—yang menjadi tetuanya—hanya menghasilkan 30 gelas dengan tingkat kelulusan hidup 20%. Indukan mulai bertelur pada umur 15 bulan dan dapat memijah 6 kali.

Setelah tidak produktif, indukan yang bobotnya 6 kg itu tetap bernilai ekonomis tinggi dan diburu pengusaha pemancingan sebagai ikan babon. Ikan mas mantap juga efisien dalam hal pakan. Sebab, rasio kanversi pakan 1,2. Artinya untuk menghasilkan 1 kg daging diperlukan 1,2 kg pakan. Adapun rasio kanversi pakan ikan mas majalaya mencapai 2,2 Ikan mas majalaya memang menjadi tetua ikan mas mantap—singkatan dari ikan mas majalaya tahan penyakit.


Keunggulan tambahan dari Ikan Mas hasil pemuliaan ini adalah memiliki ketahanan penyakit virus KHV sebesar 100% dan bakteri Aeromonas Hydrophylla sebesar 74,44%, serta pertumbuhan yang lebih cepat yakni pertumbuhan mutlak di pembesaran 1,0 – 2,2 gram/ hari. Namun, selain itu ternyata jumlah telur yang dihasilkan oleh ikan mas mantap ini juga lebih tinggi dari sebelumnya yakni 85.000 – 125.000 butir.

Dengan dilepasnya komoditas unggul baru ini ke masyarakat, diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi Ikan Mas nasional, menunjang peningkatan produksi perikanan budidaya serta pendapatan dan kesejahteraan pembudidaya ikan di Indonesia. Info lebih lanjut tentang ikan Mas Mantap, dapat dilihat di http://www.djpb.kkp.go.id/index.php/arsip/c/244


Sumber:
  1. Ni Putu DK, 2018 ; http://id.wikipedia.org/wiki/
  2. ...................., 2018; http://djpb.kkp.go.id/arsip/c/244/

1 komentar:


  1. Untuk mempermudah kamu bermain guys www.fanspoker.com menghadirkan 6 permainan hanya dalam 1 ID 1 APLIKASI guys,,,
    dimana lagi kalau bukan di www.fanspoker.com
    WA : +855964283802 || LINE : +855964283802

    BalasHapus