Minggu, 07 April 2019

Teknik Pemberian Pakan Ikan Gurame


Hasil gambar untuk pakan ikan gurame

Ikan gurame merupakan ikan yang memiliki laju pertumbuhan agak lambat dibanding ikan budidaya lainnya, walaupun demikian, masih banyak petani ikan yang mempunyai keuntungan besar dengan budidaya ikan gurame karena harganya relatif meningkat setiap saat. Gurami (Osphronemus goramy) adalah sejenis ikan air tawar yang populer dan disukai sebagai ikan konsumsi di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Gurame termasuk ikan budidaya yang butuh perhatian lebih dalam pembudidayaannya dibandingkan dengan ikan konsumsi lainnya.
Keberhasilan pembudidayaan ikan gurame dimulai dari teknik pemberian pakannya. Ada beberapa hal yang mesti diperhatikan oleh pembudidaya agar pembudidayaan ikan guramenya dapt berhasil dan menghasilkan.

Pemberian pakan yang teratur dengan kualitas dan kuantitas yang tinggi dapat meningkatkan pertumbuhan tubuh ikan lebih cepat. Induk–induk gurami yang sehat dan terjamin makanannya dapat dipijahkan dua kali setahun berturut-turut selama 5 tahun (www.ristek.go.id). Gurami terkenal sebagai ikan yang gerakannya lambat sehingga sering kalah bersaing dengan jenis ikan lain dalam memperebutkan makanan hewani. Jadi tak mengherankan jika pertumbuhannya tidak secepat ikan omnivora lainnya.

Untuk merangsang pertumbuhan gurami perlu diberikan pakan hewani dan nabati dalam komposisi yang ideal. Gurami tidak dapat diberi 100% pakan pabrik karena dagingnya akan menjadi lembek. Untuk memenuhi pakan nabati, bisa disediakan berbagai jenis hijauan seperti daun sente, kangkung, daun ubi kayu, tanaman air atau daun tanaman darat yang lunak dan masih muda. Jika ditambah enzim komplek, komposisi pemberian pakan hewani dan nabati yang baik adalah 2%/kg. Berdasarkan pengalaman beberapa petani, pemberian daun sente (Alocasia machoriza), sejenis talas–talasan menunjukkan pertumbuhan yang paling baik. Pemberian pakan nabati dimulai saat benih seukuran korek atau kira-kira berumur 3,5 bulan (Agus, 2001).

Pakan diberikan berupa pelet dengan kandungan protein yang disesuaikan dengan ukuran ikan jika:

a). Ukuran ikan 3–5 cm kadar proteinnya 38%,

b). Ukuran ikan 5–15 cm kadar proteinnya 32%

c). Ukuran ikan > 15 cm kadar proteinnya 28% (Badan Standardisasi Nasional, 2009).

Ransum harian pakan buatan dilakukan secara berkala dengan dosis 1–3% dari bobot biomass perhari dengan frekuensi pemberian 1–2 kali per hari yaitu pagi dan sore. Sedangkan pakan hijauan diberikan dengan dosis 1–2% dari bobot biomass perhari dengan frekuensi satu kali per hari.

Dengan patokan dosis tersebut, maka bobot pakan per hari dapat berubah seiring dengan penambahan bobot ikan dalam kolam. Penambahan bobot tersebut sering disebut dengan pertumbuhan. Besarnya pertumbuhan dapat diketahui melalui teknis sampling (mengambil beberapa ekor ikan dan menimbang bobotnya). Bobot total ikan dalam kolam adalah perkalian antara bobot rata-rata ikan yang disampling dengan jumlah ikan yang dipelihara. Penyesuaian jumlah pakan disesuaikan dengan hasil sampling bobot total ikan yang dilakukan sekali dalam dua pekan.

Frekuensi Pemberian Pakan Ikan Gurame

Pakan ikan gurame merupakan hal terpenting yang turut serta dalam menentukan keberhasilan proses budidaya ikan gurami. Pemberian pakan yang tepat akan menghasilkan hasil panen yang maksimal sehingga keuntungan yang diperoleh juga akan optimal. Bahkan yang lebih penting juga akan menentukan kualitas rasa daging gurame saat dipanen, dimasak lalu dinikmati.

Ikan gurame termasuk salah satu jenis ikan air tawar yang sudah dikenal oleh masyarakat luas. Ikan ini juga sudah memiliki pangsa pasar tersendiri sehinga sangat mudah untuk memasarkan hasil panen nantinya. Ikan gurami termasuk ikan yang cukup digemari oleh masyrakat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya warung makan yang menggunakan menu ikan gurame sebagai salah satu menu yang ada di warung makan tersebut.

Layaknya budidaya ikan yang lainnya, budidaya ikan gurame juga tidaklah terlalu sulit. Kita hanya butuh sebuah kolam yang cocok untuk ikan dan mengetahui frekuensi pakan ikan gurame yang tepat serta perawatan yang baik saja.

Frekuensi Pemberian Pakan

Pemberian pakan pada setiap umur ikan tentu tidak sama. Pemberian pakan yang sembarang juga tidak benar karena akan merugikan petani itu sendiri. Kebanyakan yang terjadi adalah hal yang seperti ini. Umumnya ketika kita tanya berapa jumlah yang harus diberikan maka jawabannya adalah secukupnya. Padahal pemberian pakan pada ikan tersebut sangat menentukan hasil panen dari ikan yang dibudidaya.

Besarnya pakan yang harus diberikan kepada ikan gurame adalah sebesar 5 persen dari berat biomasa dari ikan tersebut. jika berat ikan adalah 100 gram maka pakan yang diberikan adalah sebesar 5 gram. Sedangkan frekuensi pakan ikan gurame diberikan sebanyak tiga kali sehari.

Sumber: bimbingan.org

Tidak ada komentar:

Posting Komentar