Kualitas air untuk pemeliharaan ikan gurame harus bersih dan dasar kolam tidak berlumpur, tidak terlalu keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik. Kolam dengan kedalaman 70-100 cm dan sistem pengairannya yang mengalir sangat baik bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik ikan gurame Keasaman air (pH) yang baik adalah antara 6,5-8. Suhu air yang baik berkisar antara 24-28 derajat C.
Senin, 24 Agustus 2015
Persiapan Lokasi dan Sarana Budidaya Gurame (2)
Kualitas air untuk pemeliharaan ikan gurame harus bersih dan dasar kolam tidak berlumpur, tidak terlalu keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik. Kolam dengan kedalaman 70-100 cm dan sistem pengairannya yang mengalir sangat baik bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik ikan gurame Keasaman air (pH) yang baik adalah antara 6,5-8. Suhu air yang baik berkisar antara 24-28 derajat C.
Teknik Budidaya Gurame (3)
1. Pemijahan
a. Pemilihan Induk
Ciri-ciri induk ikan gurame yang baik adalah sebagai berikut:
Memiliki sifat pertumbuhan yang cepat.
Bentuk badan normal (perbandingan panjang dan berat badan ideal).
Ukuran kepala relatif kecil
Susunan sisik teratur,licin, warna cerah dan mengkilap serta tidakluka.
Gerakan normal dan lincah.
Bentuk bibir indah sepertipisang, bermulut kecil dan tidak berjanggut.
Berumur antara 2-5 tahun.
a. Pemilihan Induk
Ciri-ciri induk ikan gurame yang baik adalah sebagai berikut:
Memiliki sifat pertumbuhan yang cepat.
Bentuk badan normal (perbandingan panjang dan berat badan ideal).
Ukuran kepala relatif kecil
Susunan sisik teratur,licin, warna cerah dan mengkilap serta tidakluka.
Gerakan normal dan lincah.
Bentuk bibir indah sepertipisang, bermulut kecil dan tidak berjanggut.
Berumur antara 2-5 tahun.
Budidaya Multi Tropiclevel
Teknologi ini merupakan sistem budidaya yang memadukan antara budidaya low inputs dan integrated aquaculture serta zero waste.
Pembesaran ikan patin sistem multi trophic level merupakan proses pemeliharaan ikan patin dengan memanfaatkan kolom-kolom air pada wadah budidaya (kolam) dengan beberapa komoditas ikan. Pada kegiatan percontohan yang akan dilakukan, pemeliharaan ikan patin akan disatukan dengan memelihara dua komoditas ikan ekonomis lainnya. Hal ini dilakukan untuk menambah penghasilan dari sistem produksi yang dilaksanakan.
Pembesaran ikan patin sistem multi trophic level merupakan proses pemeliharaan ikan patin dengan memanfaatkan kolom-kolom air pada wadah budidaya (kolam) dengan beberapa komoditas ikan. Pada kegiatan percontohan yang akan dilakukan, pemeliharaan ikan patin akan disatukan dengan memelihara dua komoditas ikan ekonomis lainnya. Hal ini dilakukan untuk menambah penghasilan dari sistem produksi yang dilaksanakan.
Budidaya Gurame (bagian 2)
II. PERSYARATAN LINGKUNGAN
2. 1 Kualitas Air
Kualitas air untuk pemeliharaan ikan gurame harus bersih dan dasar kolam tidak berlumpur, tidak terlalu keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik. Kolam dengan kedalaman 70-100 cm dan sistem pengairannya yang mengalir sangat baik bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik ikan gurame Keasaman air (pH) yang baik adalah antara 6,5-8. Suhu air yang baik berkisar antara 24-28 derajat C.
2.2 Persyaratan Lokasi
Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat/lempung, tidak berporos dan cukup mengandung humus. Jenis tanah tersebut dapat menahan massa air yang besar dan tidak bocor sehingga dapat dibuat pematang/dinding kolam.
Kemiringan tanah yang baik untuk pembuatan kolam berkisar antara 3-5% untuk memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.
Ikan gurame dapat tumbuh normal, jika lokasi pemeliharaan berada pada ketinggian 50-400 m dpl.
Kualitas air untuk pemeliharaan ikan gurame harus bersih dan dasar kolam tidak berlumpur, tidak terlalu keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik.
Keasaman air (pH) yang baik adalah antara 6,5-8.
Suhu air yang baik berkisar antara 24-28 derajat C.
Kedalaman air yang ideal 0,7-2 m
2. 1 Kualitas Air
Kualitas air untuk pemeliharaan ikan gurame harus bersih dan dasar kolam tidak berlumpur, tidak terlalu keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik. Kolam dengan kedalaman 70-100 cm dan sistem pengairannya yang mengalir sangat baik bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik ikan gurame Keasaman air (pH) yang baik adalah antara 6,5-8. Suhu air yang baik berkisar antara 24-28 derajat C.
2.2 Persyaratan Lokasi
Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat/lempung, tidak berporos dan cukup mengandung humus. Jenis tanah tersebut dapat menahan massa air yang besar dan tidak bocor sehingga dapat dibuat pematang/dinding kolam.
Kemiringan tanah yang baik untuk pembuatan kolam berkisar antara 3-5% untuk memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.
Ikan gurame dapat tumbuh normal, jika lokasi pemeliharaan berada pada ketinggian 50-400 m dpl.
Kualitas air untuk pemeliharaan ikan gurame harus bersih dan dasar kolam tidak berlumpur, tidak terlalu keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik.
Keasaman air (pH) yang baik adalah antara 6,5-8.
Suhu air yang baik berkisar antara 24-28 derajat C.
Kedalaman air yang ideal 0,7-2 m
Budidaya Gurame (bagian 1)

I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Ikan gurami (Oshpronemus gouramy, Lacepede) merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, bentuk badan pipih lebar, bagian punggung berwarna merah sawo dan bagian perut berwarnakekuning-kuningan/keperak-perakan. Ikan ini merupakan keluarga Anabantidae, keturunan Helostoma dan bangsa Labyrinthici. Ikan gurami berasal dari perairan daerah Sunda (Jawa Barat, Indonesia), dan menyebar ke Malaysia, Thailands, Ceylon dan Australia. Pertumbuhan ikan gurame agak lambat dibanding ikan air tawar jenis lain. Di Indonesia, orang Jawa menyebutnya guramisedangkan di Kalimantan disebut Kalui. Orang Inggris menyebutnya “Giant Gouramy”, karena ukurannya yang besar sampai mencapai berat 5 kg
1.1. Latar Belakang
Ikan gurami (Oshpronemus gouramy, Lacepede) merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, bentuk badan pipih lebar, bagian punggung berwarna merah sawo dan bagian perut berwarnakekuning-kuningan/keperak-perakan. Ikan ini merupakan keluarga Anabantidae, keturunan Helostoma dan bangsa Labyrinthici. Ikan gurami berasal dari perairan daerah Sunda (Jawa Barat, Indonesia), dan menyebar ke Malaysia, Thailands, Ceylon dan Australia. Pertumbuhan ikan gurame agak lambat dibanding ikan air tawar jenis lain. Di Indonesia, orang Jawa menyebutnya guramisedangkan di Kalimantan disebut Kalui. Orang Inggris menyebutnya “Giant Gouramy”, karena ukurannya yang besar sampai mencapai berat 5 kg
Jenis Jenis Ikan Gurame

Dalam pembenihan, induk menjadi sarana produksi utama. Karena itu sarana produksi ini harus tersedia setiap saat. Bagi pemula, tentu saja untuk mendapatkan induk harus dengan cara membeli dari pihak lain. Namun untuk membeli induk harus hati-hati, tidak boleh sembarangan. Misalnya dengan membeli induk yang tidak jelas asal-usulnya.
Tentu saja harapannya agar mendapatkan induk yang berkualitas baik, karena dari induk yang berkualitas baik akan menurunkan benih yang berkualitas baik pula, dan itu akan menjadi cikal bakal, dan juga penerus pada generasi berikutnya yang baik pula. Jika sembarangan membeli induk, tentu apa yang akan didapat sebaliknya.
Tentu saja harapannya agar mendapatkan induk yang berkualitas baik, karena dari induk yang berkualitas baik akan menurunkan benih yang berkualitas baik pula, dan itu akan menjadi cikal bakal, dan juga penerus pada generasi berikutnya yang baik pula. Jika sembarangan membeli induk, tentu apa yang akan didapat sebaliknya.
Penangkapan Ikan yang Merusak Ekosistem Laut

Pada era serba terbuka ini penyuluh perikana sebagai agen perubahan harus paham betul tentang kegiatan-kegiatan pelaku utama yang menimbulkan dampak terhadap kerusakan lingkungan perairan. Kegiatan penangkapan yang dilakukan nelayan seperti menggunakan bahan peledak, bahan beracun dan menggunakan alat tangkap trawl, bertentangan dengan kode etik penangkapan. Kegiatan ini umumnya bersifat merugikan bagi sumberdaya perairan yang ada. Kegiatan ini semata-mata hanya akan memberikan dampak yang kurang baik bagi ekosistem perairan, akan tetapi memberikan keuntungan yang besar bagi nelayan. Dalam kegiatan penangkapan yang dilakukan nelayan dengan cara dan alat tangkap yang bersifat merusak yang dilakukan khususnya oleh nelayan tradisional. Untuk menangkap sebanyak-banyaknya ikan karang yang banyak, digolongkan kedalam kegiatan illegal fishing. Karena kegiatan penangkapan yang dilakukan semata-mata memberikan keuntungan hanya untuk nelayan tersebut, dan berdampak kerusakan untuk ekosistem karang. Kegiatan yang umumnya dilakukan nelayan dalam melakukan penangkapan dan termasuk kedalam kegiatan illegal fishing adalah penggunaan alat tangkap yang dapat merusak ekosistem seperti kegiatan penangkapan dengan pemboman, penangkapan dengan menggunakan racun serta penggunaan alat tangkap trawl pada daerah yang memiliki karang.
Meningkatkan efisiensi Pakan Lele

Harga ikan lele kembali menembus angka Rp. 13.000 (Kota Bogor), harga terbaru ini turut menggoyang kepala pembudidaya lele karena dengan biaya produksi yang semakin meningkat justru harga produk akhirnya malah sebaliknya. Keberapa kelompok pembudidaya sering mengeluhkan keadaan ini kepada penyuluh perikanan maupun kepada instansi yang menangani perikanan. Kondisi ini diperparah dengan kenaikan harga bahan minyak yang secara tidak langsung menaikan komponen produksi termasuk pakan.
Pengolahan Lele Asap Alternatif Olahan Ikan dengan Aroma Khas

Kebutuhan masyarakat untuk memenuhi konsumsi protein hewani salah satunya berasal dari ikan. Ikan lele dumbo memiliki nilai ekonomis dan harga yang terjangkau masyarakat. Ikan Lele merupakan salah satu ikan air tawar yang memiliki gizi tinggi dan sangat diperlukan untuk pertumbuhan tulang pada anak-anak dan ibu hamil atau wanita manula untuk mencegah OSTEOPOROSIS (Pengeroposan tulang).
Minggu, 23 Agustus 2015
Cara Panen dan Penanganan Hasil Panen Ikan Gurame
Pemanenan ikan gurame harus disesuikan dengan kebutuhan pasar/konsumen. Konsumen tiap daerah biasanya menghendaki ukuran ikan yang berbeda. Untuk daerah seperti di Suamtera Barat panen ikan gurame bisa dilakukan setelah mencapai ukuran 300-400 gram yang lebih banyak dijadikan gurame bakar, sangat berbeda dengan beberapa tempat di Tasikmalaya dan Ciamis ukuran panenya 500-700 gram bahkan mencapai 1000 gram/ekor.
Langganan:
Postingan (Atom)