Hingga kini masih banyak pembudidaya udang tradisional yang melakukan usahanya hanya berdasarkan “feeling” saja. Persiapan tambak dan berbagai cara pengelolaan tambak hanya dilakukan seadanya. Kalaupun mereka melakukan perubahan, maka mereka hanya mengikuti apa yang dilakukan oleh pembudidaya udang di sekitarnya yang kondisi tambaknya belum tentu sama, sehingga seringkali diperoleh hasil berbeda. Oleh karena itu teknologi budidaya udang windu perlu diperbaiki sejak persiapan tambak, pengisian air tambak, penebaran benur, dan cara pengelolaannya.
Selasa, 07 Juli 2015
Petunjuk Teknis Aplikasi Probiotik RICA
Hingga kini masih banyak pembudidaya udang tradisional yang melakukan usahanya hanya berdasarkan “feeling” saja. Persiapan tambak dan berbagai cara pengelolaan tambak hanya dilakukan seadanya. Kalaupun mereka melakukan perubahan, maka mereka hanya mengikuti apa yang dilakukan oleh pembudidaya udang di sekitarnya yang kondisi tambaknya belum tentu sama, sehingga seringkali diperoleh hasil berbeda. Oleh karena itu teknologi budidaya udang windu perlu diperbaiki sejak persiapan tambak, pengisian air tambak, penebaran benur, dan cara pengelolaannya.
Teknik Penebaran Benih pada Budidaya Ikan Lele
Benih yang siap tebar adalah benih yang berukuran 3-5 cm dan 5-8 cm, benih ditebarkan dengan kepadatan per m2 bervariasi tergantung jenis biota yang akan dipelihara. Agar hasil dari kegiatan pembesaran memuaskan maka benih yang dipilih adalah benih yang unggul.
Ciri-ciri benih yang baik yaitu :
1. Mempunyai ukuran yang seragam
2. Sehat dan tidak cacat atau luka
3. Bergerak aktif dan lincah
Teknik Memproduksi Induk Ikan Lele Matang Gonad
A. Menyiapkan Kolam Induk
Dalam pembuatan kolam pemeliharaan induk sebaiknya ukurannya tidak terlalu luas. Hal ini untuk memudahkan pengontrolan dan pengawasan dalam pemeliharaan induk. Prosedur kerja dalam menyiapkan kolam pemeliharaan induk, yaitu:
Senin, 06 Juli 2015
Pengeringan Rumput Laut
Rumput Laut dikeringkan dengan penjemuran sinar matahari yang dilakukan masyarakat nelayan satu atau dua hari penjemuran sesudah panen dari laut pada saat berusia sekitar 45 sampai 60 hari (akan sangat tergantung pada kesuburan lokasi penanaman) atau dengan memilih tanaman yang dianggap sudah cukup matang untuk dikeringkan, kemudian dijemur lagi sampai kering. Dengan cara demikian dihasilkan rumput laut yang bersih dangan warna kekuningan. Akan tetapi cara demikian dimana dilakukan pencucian sesudah penjemuran setengah kering menyebabkan berkurangnya kadar karaginan, sebelum dikeringkan hasil panen dicuci atau disemprot terlebih dahulu dengan menggunakan air laut untuk menghilangkan lumpur dan kotoran lainnya. Apabila tidak ada permintaan lain dari pembeli maka keringkan langsung dengan sinar matahari dengan dialasi gedek, krey bambu, daun kelapa atau dengan menggunakan bahan lainnya.
Membuat Kemasan Ikan Olahan
Dalam dunia usaha, nama produk atau lebih kita kenal sebagai merk/brand merupakan ujung tombak sebuah pemasaran produk. Ketika suatu produk dipasarkan, dan diterima masyarakat dengan baik, maka yang akan diingat pertama kali oleh konsumen adalah namanya. Tentu hal ini harus ditunjang dengan kualitas produk dan kekuatan rasa pastinya. Bahkan, sedemikian hebatnya kekuatan sebuah nama produk (Merk/Brand), maka ketika kita membicarakan sebuah tema, bisa jadi konsumen pun sudah mampu membayangkan produk apa yang sedang kita bicarakan. Itulah yang disebut kekuatan Potitioning Produk. Potitioning produk adalah, gambaran sebuah produk yang melekat kuat pada merk/brand dibenak konsumen. Sehingga, jika anda berencana membuat usaha camilan, maka penting sekali mempertimbangkan nama merk atau label usaha camilan Anda yang semenarik
mungkin, seunik mungkin.
mungkin, seunik mungkin.
Sistem Perikanan Sistem KJA Berbasis Tropic Level
Danau/waduk pada umunya dimanfaatkan sebagai pencegah banjir, pembangkit tenaga listrik, pensuplai air bagi kebutuhan irigasi pertanian, kegiatan perikanan dan untuk kegiatan pariwisata. Danau/waduk merupakan perairan tertutup yang keberadaanya telah memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya. Dengan adanya berbagai aktivitas tersebut akan memberikan dampak tersendiri bagi kualitas perairan waduk, terutama fitoplankton sebagai produsen primer perairan yang berperan mendukung kehidupan organisme air lainnya (ikan). Salah satu pemanfaatannya yaitu kegiatan budidaya ikan sistem karamba.
Sejarah Perkembangan Vaksin pada Ikan
Jauh sebelum kita mengembangkan vaksin ternyata Nybelin (1935): ikan mampu melakukan respon imun terhadap infeksi bakteri Vibrio anguillarum.Duff (1942): antibodi mampu melindungi ikan dari infeksi Aeromanas salmonicida. Pada Tahun 1970-an: vaksin komersial pertama pada ikan untuk menangani penyakit ERM (enteric redmouth disease), vibriosis dan furunculosis. Baru saat ini vaksin menjadi bagian SOP budidaya ikan salmon dan Trout dan pemerintah menegaskan bahwa semua benih dari UPT DJPB. Vaksin yang telah berkembang sekarang ini dapat dikatagorikan menjadi 3 (tiga) jenis, sebagaimana diuraikan beikut ini.
Penanganan Pasca Panen Kepiting Bakau Hidup Kualitas Ekspor
Pemeliharaan atau pembesaran kepiting bakau yang kita kenal pada umumnya dilaksanakan dalam tambak. Pada arus pasang surut dengan menggunakan kotak kepiting (crab box) untuk kepiting lunak atau sistem penebaran di dasar tambak untuk metode yang lebih sederhana. Tapi bagaimana jadinya dengan pemeliharaan sementara kepiting hidup untuk pengiriman keluar negeri? Merawat kepiting dalam kotak fiber, aerasi khusus, kolam perendaman, dan metode packingnya yang dilaksanakan dalam gudang sebelum di ekspor?
Sistem Imunitas pada Ikan
A. Prinsip Dasar Kekebalan
Sistem kekebalan pada ikan terbagi atas sistem pertahanan non spesifik dan spesifik. Proses pertahanan tubuh yang sederhana ditampilkan oleh organisme sebagai bentuk pertahanan dengan mengandalkan struktur fisik, kerja mekanik alat pertahanan dan pengeluaran substansi kimiawi yang sangat sederhana. Pada ikan, fagositosis adalah bentuk respon pertahan tubuh yang paling sederhana, namun sangat penting, sebagai wujud sistem petahanan non spesifik. Ketika ikan mengalami infeksi mikroba patogen, mekanisme kekebalan non-spesifik akan bekerja untuk menghentikan proses infeksi tersebut. Jika mekanisme tersebut tidak bekerja efektif, maka infeksi akan berlanjut dan mampu menimbulkan gejala klinis penyakit. Pada saat itu respon kekebalan spesifik akan mulai terjadi dan jika ikan mampu bertahan hidup maka akan terbentuk antibodi spesifik terhadap agen infeksi pada level titer protektif dan terbentuk pula sel-sel memori. Jika terjadi reinfeksi oleh agen penyakit sejenis, maka ikan tersebut akan kebal, mampu menahan infeksi karena respon kekebalan sekunder akan terjadi, sebagai efek booster.
Pengolahan Lele Asap
Kebutuhan masyarakat untuk memenuhi konsumsi protein hewani salah satunya berasal dari ikan. Ikan lele dumbo memiliki nilai ekonomis dan harga yang terjangkau masyarakat. Ikan Lele merupakan salah satu ikan air tawar yang memiliki gizi tinggi dan sangat diperlukan untuk pertumbuhan tulang pada anak-anak dan ibu hamil atau wanita manula untuk mencegah Osteoporosis (Pengeroposan tulang). Ikan ini memiliki nilai protein 17,5% dan lemak 4,8% . Ikan ini hidup di perairan yang tenang tidak menyukai kondisi air yang mengalir. Ikan ini banyak dikembangkan oleh petani ikan di kolam terpal dengan memanfaatkan pekarangan rumah sebagai tempat pemeliharaannya, asalkan Ketersediaan air cukup yang berasal dari sumur bor atau sumber air yang lainnya ikan lele dumbo dapat dipelihara dengan memberikan hasil yang optimal.
Langganan:
Postingan (Atom)
