Minggu, 05 April 2015

Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela (Trawls) dan Pukat Tarik (Seine Nets)

Menurut Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 2/Permen-Kp/2015, Tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela (Trawls) Dan Pukat Tarik (Seine Nets) Di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia, mulai tanggal 5 Januari 2015, alat penangkapan ikan tersebut sudah resmi dilarang untuk dioperasikan di seluruh wilayah Republik Indonesia. Adapun alat penangkapan ikan pukat hela (trawls) sebagaimana dimaksud aturan tersebut adalah 2 terdiri dari:

a. pukat hela dasar (bottom trawls);
  • pukat hela dasar berpalang (beam trawls);
  • pukat hela dasar berpapan (otter trawls); 
  • pukat hela dasar dua kapal (pair trawls); d. nephrops trawls; dan
  • pukat hela dasar udang (shrimp trawls), berupa pukat udang
b. pukat hela pertengahan (midwater trawls);

  • pukat hela pertengahan berpapan (otter trawls), berupa pukat ikan;
  • pukat hela pertengahan dua kapal (pair trawls); dan c. pukat hela pertengahan udang (shrimp trawls).
c. pukat hela kembar berpapan (otter twin trawls); dan

d. pukat dorong.

Sedangkan alat penangkapan ikan pukat tarik (seine nets) yang dilarang sebagaimana dimaksud dalam aturan tersebut terdiri dari:

a. pukat tarik pantai (beach seines); dan

b. pukat tarik berkapal (boat or vessel seines).
  • dogol (danish seines);
  • scottish seines;
  • pair seines;
  • payang;
  • cantrang
  • lampara dasar
Pengkodean dan gambar alat penangkapan ikan pukat hela (trawls) dan alat penangkapan ikan pukat tarik (seine nets) sebagaimana dimaksud dalam aturan tersebut seperti yang tercantum dalam lampiran peraturan tersebut adalah sebagai berikut:

A. Jenis alat penangkapan ikan pukat hela, 03.0.0:

1. Pukat hela dasar (Bottom Trawls), TB, 03.1.0:

a. Pukat hela dasar berpalang (Beam trawls), TBB, 03.1.1


Gambar 1. Pukat hela dasar berpalang

b. Pukat hela dasar berpapan (Otter trawls), OTB, 03.1.2



Gambar 2. Pukat hela dasar berpapan (Otter trawls)


c. Pukat hela dasar dua kapal (pair trawls), PTB, 03.1.3


Gambar 3. Pukat hela dasar dua kapal (pair trawls)


d. Nephrops trawl (Nephrops trawl), TBN, 03.1.4



Gambar 4. Nephrops trawl (Nephrops trawls)


e. Pukat hela dasar udang (Shrimp trawls), TBS, 03.1.5

Pukat udang, TBS-PU, 03.1.5.1

Gambar 5. Pukat udang


2. Pukat hela pertengahan (Midwater trawls), TM, 03.2.0:

a. Pukat hela pertengahan berpapan (Otter trawls), OTM, 03.2.1

Pukat ikan, OTM-PI, 03.2.1.1

Gambar 6. Pukat ikan


b. Pukat hela pertengahan dua kapal (Pair trawls), PTM, 03.2.2



Gambar 7. Pukat hela pertengahan dua kapal (Pair trawls)


c. Pukat hela pertengahan udang (Shrimp trawls), TMS 03.2.3

Gambar 8. Pukat hela pertengahan udang (Shrimp trawls)


3. Pukat hela kembar berpapan (Otter twin trawls), OTT, 03.3.0

Gambar 9. Pukat hela kembar berpapan (Otter twin trawls)


4. Pukat dorong, TX-PD, 03.9.0.1


Gambar 10. Pukat dorong


B. Jenis alat penangkapan ikan Pukat Tarik (Seine Nets), 02.0.0:

1. Pukat tarik pantai (Beach seines), SB, 02.1.0


Gambar 11. Pukat tarik pantai


2. Pukat tarik berkapal (boat or vessel seines), SV, 02.2.0:

a. Dogol (Danish seines), SDN, 02.2.1


Gambar 12. Dogol (Danish seines)

b. Scottish seines, SSC 02.2.2

Gambar 13. Scottish seines

c. Pair Seines, SPR, 02.2.3

Gambar 14. Pair seines

d. Payang, SV-PYG, 02.2.0.1

Gambar 15. Payang


e. Cantrang, SV-CTG, 02.2.0.2


Gambar 16. Cantrang


f. Lampara dasar: SV-LDS, 02.2.0.3


Gambar 17. Lampara Dasar

Sumber :
http://pusluh.kkp.go.id

Sabtu, 04 April 2015

Teknik Budidaya Lele dengan Jaring Apung


A. Persiapan Jaring :
Pembuatan jaring apung dengan menggunakan waring yang dijahit dengan ukuran 10 m3.
Kolam dipasang pada sawah yang tergenang dengan menggunakan bambu sebagai tiang panjangnya
Kolam terpal sebaiknya diberi naungan sekitar 25-50% dari luas jaring untuk mengurangi suhu panas pada siang hari.

B. Penebaran Benih :

Syarat benih :
  • Gerakannya lincah, berkualitas 
  • Tidak cacat atau luka di tubuhnya. 
  • Tidak ada tanda-tanda terserang penyakit. 
  • Besarnya kurang lebih seragam. 
Cara penebaran benih :
  • Waktu penebaran yang baik yaitu pagi atau sore hari (suhu rendah). 
  • Setelah benih sampai lokasi, segera dilakukan aklimatisasi (penyesuaian dengan air kolam). Caranya wadah diapungkan dalam kolam selam sekitar 15 menit. Setelah itu air kolam dimasukkan sedikit demi sedikit dalam wadah benih. 
  • Setelah kondisinya sama maka benih dibiarkan keluar sendiri. 
  • Padat penebaran lele 100-200 ekor/m2. 
C. Pemeliharaan
Ikan lele dapat diberikan pakan berupa pellet yang mempunyai kadar protein tinggi ( + 30 %). Bila menggunakan pakan pellet buatan pabrik biaya yang dikeluarkan akan tinggi, sehingga keuntungan rendah, maka dapat diberikan pellet buatan atau pakan alternatif lainnya misal : ikan rucah, keong/bekicot, limbah peternakan, dan lain-lain.
Waktu pemberian pakan sebaiknya selalu tepat setiap harinya. Pakan dapat diberikan 2-3 kali sehari atau lebih.
Jumlah pakan yang diberikan per hari 5-10 % ukuran kecil dan 3-5 % untuk ukuran remaja sampai panen.

Contoh jumlah pakan yang diberikan :

Misalnya jumlah ikan 2000 ekor dan berat rata-rata 20 gram, pemberian pakan 5 % maka jumlah pakan per hari adalah : 2000 ekor X 20 X 5% = 2 kg (diberikan 3 kali : pagi, siang, malam).
Sortir ikan juga dilakukan pada saat ikan berumur 1 bulan agar pertumbuhan ikan bisa maksimal dengan cara memisahkan ikan yang berukuran besar ke kolam lain.
 
Contoh jumlah pakan yang diberikan :

Misalnya jumlah ikan 2000 ekor dan berat rata-rata 20 gram, pemberian pakan 5 % maka jumlah pakan per hari adalah : 2000 ekor X 20 X 5% = 2 kg (diberikan 3 kali : pagi, siang, malam).

D. Pengendalian Hama dan Penyakit

Dalam pengendalian hama dan penyakit, maka cara pencegahan (preventif) adalah yang terbaik yaitu mengantisipasi terjangkitnya penyakit dan serangan hama.

Hama :

Jenis hama yang sering memangsa lele diantaranya : ular, lingsang, burung, dan lain-lain.
Cara pengendaliannya dengan memberi pagar pengaman di sekeliling kolam atau memasang jaring pada bagian atas dan samping kolam.

Penyakit :Penyebab penyakit disebabkan oleh :
  • Lingkungan yang jelek. 
  • Parasit (sumber penyakit ) yang memungkinkan menyerang ikan. 
  • Kondisi ikan yang tidak sehat atau kurang daya tahan tubuhnya. 
  • Sumber penyakit antara lain : bakteri, virus, parasit, jamur dan parasit lainnya. 
Cara mencegah penyakit antara lain dengan menjaga kualitas air tetap baik, memberi pakan yang cukup dan penebaran benih unggul.

Karena lingkungan sekitar merupakan sentra produksi batik tentu rawan sekali perairan ini akan tercemar oleh limbah sehingga kelompok membuat komitmen dengan warga sekitar untuk tidak mengalirkan limbahnya kesawah yang dibudidayakan lele ini sebagai pencegahan masuknya sumber penyakit.

E. Panen
Dilakukan setelah ikan mencapai ukuran 8-12 ekor/kg (berat 80-120 gram)
Cara panen dengan mengangkat jaring dengan bambu yang digeser sehingga ikan lele terkumpul dan kemudida diserok dengan seser.
Panen dapat dilakukan panen sebagian( parsial ) atau panen total.
Sumber : http://pusluh.kkp.go.id

Kiat Silvofishery Budidaya Kepiting Soka


Kawasan pesisir pantai merupakan daerah yang potensial untuk budidaya perikanan. Untuk melindungi kawasan pesisir dapat dilakukan dengan mengembankan penanaman mangrove yang antara lain berfungsi sebagai pelindung pantai dari abrasi. Fungsi mangrove sebagai penahan gelombang dan arus laut juga dapat menjebak sedimen yang akhirnya memperluas daratan. Selain itu mangrove juga berfungsi sebagai tempat hidup dan mencari makan bagi ikan, udang, kepiting dan jenis-jenis biota lainnya. Selain fungsi konsevasi tersebut, mangrove dapat dipadukan untuk budidaya ikan dalam bentuk silvofishery.

Silvofishery adalah suatu bentuk usaha terpadu antara hutan mangrove dan perikanan budidaya. Pendekatan terpadu terhadap konservasi lahan dan usaha produktif tersebut sebagai alternatif dalam memberdayakan masyarakat pesisir.

Hutan mangrove yang ditanam oleh masyarakat di wilayah pesisir mempunyai manfaat untuk melindungi pantai dari abrasi dan menjaga ekosistem pesisir. Dalam upaya memberdayakan masyarakat supaya agar dapat memetik hasil dari penghijauan mangrove yaitu dengan budidaya ikan. (bandeng, nila, kepiting, dll).

I. MODEL SILVOFISHERY
Sistem budidaya silvofishery dapat dikembangkan oleh petambak karena dapat memanfaatkan tanaman mangrove dan ikan untuk dibudidayakan. Salah satu model silvofishery yang dikembangkan di Kota Pekalongan adalah memadukan tanaman mangrove dengan budidaya kepiting. Kepiting yang dibudidayakan adalah jenis kepiting bakau (Scylla serrata) dalam keranjang / basket secara dengan sistem baterai yang dipelihara 3-4 minggu dipenen bila sudah mengalami ganti kulit (molting). Kepiting yang molting dipasaran dikenal dengan kepiting sokha atau kepiting lemburi.

Usaha budidaya kepiting sokha ini memanfaatkan lahan secara optimal karena pemeliharaannya sangat cepat antara 3-4 minggu dan dengan hasil jual yang relatif mahal sekitar Rp. 100.000/kg.

Keuntungan dengan sistem silvofishery ini dapat meningkatkan produktivitas lahan dengan memanfaatkan potensi secara maksimal dan menguntungkan. Konsep silvofishery sangat cocok dikembangkan di daerah pantai sebagai upaya pemanfaatan lahan dan peningkatan pendapatan para petambak dan pelestari hutan mangrove.

II. PEMILIHAN LOKASI
Persyaratan umum untuk tambak silvofishery ini antara lain sebagai berikut :
- Keadaan pasang surut sampai ke lokasi tambak (untuk sirkulasi air);
- terdapat tanaman mangrove di sekitar areal budidaya
- Bebas pencemaran
- Aman dari banjir dan bencana alam lainnya.

III. PENGELOLAAN
Persiapan tambak antara lain :
- Kegiatan pemasangan keramba dan jembatan
- Penebaran benih kepiting.
- Pemeliharaan ( pemberian pakan, pengukuran kualitas air, sampling, dan lain – lain)
- Pengontrolan kepiting yang mengalami molting.
- Pengambilan kepiting molting untuk dijual

IV. P A N E N
- Panen kepiting sokha dilakukan secara bertahap mulai minggu ketiga sampai umur 1 bulan.
- Kepiting sudah mengalami molting (ganti kulit) sekitar 150 gram/ekor (size 6-7 ekor/kg)
- Hasil panen dikumpulkan untuk dipasarkan.

ANALISA USAHA
1. BIAYA INVESTASI :

a. Basket 480 unit                         @ Rp.17.500 :                      Rp 8.400.000
b. Bambu 78 btg                           @ Rp.14.000 :                      Rp 1.092.000
c. Timbangan 1 unit :                                                                 Rp    150.000
b. Tali 5 kg                                   @ Rp. 40.000 :                     Rp.    800.000
Rp 10.442.000

2. BIAYA OPERASIONAL :

a. Benih kepiting 60 kg               @ Rp45.000 :                        Rp 2.700.000
b. Pakan (ikan segar) 80 kg         @ Rp. 12.000 :                      Rp    960.000
c. Tenaga kerja 1 org : Rp 1.000.000                                        Rp. 4.660.000

3. JUMLAH BIAYA :

a. Penyusutan investasi (5%) :                                                   Rp    522.100
b. Biaya operasional :                                                                Rp 4.660.000
                                                                                                   Rp 5.182.100

4. PENDAPATAN :

Kepiting sokha 66 kg @ Rp 100.000 :                                       Rp 6.600.000

5. KEUNTUNGAN :

Keuntungan = Pendapatan – Biaya
= Rp 6.600.000 – Rp 5.182.100) = Rp 1.417.900

Sumber :
http://pusluh.kkp.go.id

Mitos Sirip Ikan Hiu


Pernahkan anda mendengar orang berbicara tentang manfaat memakan sirip ikan hiu? banyak yang bilang jika kita mengkonsumsi sirip ikan hiu, bisa menambah stamina dan kecantikan (awet muda). Padahal itu hanya mitos, dengan adanya mitos tersebut mengakibatkan predator laut dalam rantai makanan teratas itu diburu untuk dikonsumsi siripnya oleh manusia. Sehingga populasi hiu di laut lepas kian memprihatinkan. Sebelum kita membahas tentang mitos sirip ikan hiu, sebaiknya kita mengenal terlebih dahulu tentang ikan tersebut.

Ikan hiu adalah salah satu jenis ikan yang berukuran besar, dan termasuk kedalam hewan karnivora.Ikan hiu juga termasuk kedalam hewan vertebrata. Tulang-tulang yang terdapat pada ikan hiu adalah tulang rawan.Ikan hiu dapat ditemukan di laut dan di hilir sungai. Sebagian besar ikan hiu memiliki badan yang panjang seperti torpedo, sirip yang lancip berbentuk segitiga, dan memiliki ratusan gigi yang tajam. Bentuk ikan hiu yang menyerupai torpedo menyebabkan ikan hiu dapat berenang dengan cepat di air.

Ikan hiu mempunyai tujuh sirip dan satu ekor. Sirip ini membantu ikan hiu untuk bermanuver dalam air. Sirip terbesar di tubuh ikan hiu adalah sirip punggung atau dorsal fin.Sirip samping ikan hiu dapat mencapai panjang 2 meter. Ikan hiu tidak dapat bertahan hidup tanpa siripnya, sehingga dengan banyaknya perburuan ikan hiu meyebabkan keberadaan ikan hiu terancam.

Sebagian ikan hiu ada yang berkembang biak dengan cara bertelur, dan ada juga yang melahirkan anak. Semua jenis ikan hiu bereproduksi dengan sistem fertilisasi internal.Ikan hiu jantan menggunakan kelaminnya (clasper) untuk melepaskan sperma di organ reproduksi ikan hiu betina dan membuahi sel telurnya.Telur yang sudah dibuahi dilapisi cangkang dan kemudian diletakkan di rahim untuk berkembang.Ikan hiu memiliki tingkat reproduksi yang rendah, ikan hiu memerlukan waktu 7-15 tahun untuk menjadi dewasa secara seksual. Setelah dewasa ikan hiu akan bereproduksi 1-10 anak dengan frekuensi reproduksi satu kali setiap 2-3 tahun.

Kita kembali kepada mitos tentang memakan sirip ikan hiu. Yang melatar belakangi munculnya mitos tentang manfaat mengkonsumsi sirip ikan hiu adalah karena ikan hiu adalah jenis hewan yang memiliki daya tahan tubuh yang kuat, tahan terhadap penyakit dan belum teridentifikasi kanker. Dan bagian tubuh dari ikan hiu yang dianggap memiliki khasiat ada di siripnya. Sirip ikan hiu dianggap mengandung protein yang tinggi dan kandungan kolagennya membuat kulit awet muda. Padahal pada kenyantaannya ikan hiu karena merupakan predator pada rantai makanan teratas di ekosistem laut menyebabkan ikan hiu berpotensi menyerap polusi laut seperti logam berat dan zat kimia lainnya seperti merkuri.

Apa akibatnya jika kita mengkonsumsi sup ikan hiu yang mengandung merkuri? Merkuri bagi ibu hamil dapat menyebabkan gangguang sistem syaraf dan perkembangan janin, karena merkuri dapat menembus plasenta. Bagi orang dewasa dapat menggangu sistem saraf sehingga mengganggu kemampuan kognitif, memori, bahasa dan motorik, juga dapat mengganggu fungsi hati, ginjal dan organ lainnya.

Selain itu, untuk membuat penampilan dari sirip ikan hiu ini menarik. Biasanya sirip ikan hiu ditambahkan Hydrogen Peroksida (H2O2) yang dapat meningkatkan radikal bebas dan berbahaya bagi tubuh manusia. Seperti dikutip dari Wikipedia, H2O2 adalah oksidator kuat. Saking kuatnya, senyawa yang larut dalam air ini seling digunakan dalam produk pemutih, desinfektan, hingga bahan bakar roket. Senyawa ini ramah lingkungan, namun tentunya tak ramah pada tubuh manusia.

Selain itu cara memasak sirip dan daging ikan hiu harus dengan panas yang tinggi dan waktu yang lama. Maka kemungkinan besar protein yang dibangga-banggakan dari sirip ikan hiu itu sudah hilang. Karena itu, para praktisi kesehatan dan pakar kuliner justru mengimbau masyarakat tidak mengonsumsi produk dari ikan hiu. Karena selain membahayakan kesehatan, perburuan ikan hiu untuk diambil siripnya ini telah secara signifikan mengganggu ekosistem laut dan mengancam kepuhanan ikan hiu. Mereka lebih menganjurkan memakan sup ceker ayam, karena kandungan kolagen dari ceker ayam lebih tinggi dibanding sirip ikan hiu.

Mengonsumsi sup sirip ikan hiu telah menjadi tradisi dalam budaya Cina. Sirip ikan hiu telah menjadi industri yang bernilai miliaran rupiah di sana karena supnya dianggap sebagai makanan mewah, berkelas dan menjadi menu kehormatan dalam acara pernikahan, ulang tahun, atau acara penting lainnya. Sup sirip ikan hiu dihargai 50 – 1000 dolar AS. Di Indonesia harga sirip ikan hiu sekitar 1-3 juta rupiah per paket sirip (tergantung ukuran sirip), hal ini menyebabkan Indonesia sebagai negara peringkat pertama penangkap ikan hiu. Sebagai contoh sirip ikan hiu dari perairan Indonesia bebas diperjualbelikan di kios-kios di Pelabuhan Muncar, Banyuwangi.

Setelah kita mengatahui mitos dari manfaat mengkonsumsi sup sirip ikan hiu. Sekarang mari kila lihat manfaat ikan hiu bagi ekosistem laut.Mungkin banyak yang belum mengetahui bahwa ikan hiu memiliki peran yang sangat penting dalam mengatur dan menjaga keseimbangan kehidupan di laut. Sebagai predator utama, ikan hiu memakan ikan-ikan karnivora yang ada di bawahnya dalam rantai makanan. Peran ini dijalankan oleh ikan hiu untuk menjaga keseimbangan jumlah populasi di dalam suatu rantai makanan, terutama ikan-ikan karnivora berukuran besar, seperti ikan tuna dan ikan kerapu.

Studi juga menujukkan bahwa ekosistem terumbu karang yang terdapat ikan hiu di dalamnya memiliki keanekaragaman spesies yang lebih tinggi dan jumlah populasi yang lebih banyak dibandingkan ekosistem yang tidak terdapat ikan hiu.

Bagaimana jika hiu sebagai predator puncak mengalami penurunan populasi atau bahkan tidak ada sama sekali pada ekosistem laut?Ketiadaan atau menurunnya populasi ikan hiu di dalam ekosistem akan berakibat pada naiknya populasi predator tersebut dan menurunkan ikan-ikan herbivora. Sedikitnya ikan herbivor menyebabkan makroalga menjadi semakin banyak dan karang tidak bisa berkompetisi. Ekosistem terumbu karang akan berubah menjadi ekosistem yang didominasi oleh alga dan menurunkan kesehatan ekosistem terumbu karang.

Ekosistem yang tidak sehat ini semakin lama akan kehilangan sumberdaya ikan. Ikan-ikan karnivor juga makin lama akan kehilangan mangsanya karena jumlah mereka (karnivora) yang semakin banyak dan memerlukan mangsa. Ikan-ikan karnivora inipun semakin lama akan semakin berkurang populasinya karena ketiadaan mangsa, yaitu ikan kecil ataupun ikan lain yang ada di bawahnya dalam rantai makanan.

Ikan hiu sendiri merupakan predator yang efektif, yaitu hanya memakan ikan-ikan yang sakit, tua, dan lemah. Peran ini sangat penting mengingat ikan yang sakit akan menularkan penyakitnya. Keberadaan ikan hiu yang memakan ikan sakit ini akan mencegah tersebarnya penyakit kepada ikan-ikan lain di dalam populasi.

Selain itu, ikan hiu yang memakan ikan-ikan yang lemah ini juga secara tidak langsung membuat populasi ikan menjadi semakin kuat secara genetik, karena hanya ikan-ikan yang kuat saja yang ada di dalam ekosistem yang akan berkembang biak dan menghasilkan keturunan yang kuat-kuat juga.

Setelah melihat manfaat keberadaan ikan hiu di ekosistem laut, maka hal-hal yang perlu kita lakukan untuk menjaga kelestarian hiu adalah:

  1. Menghindari makan di restoran yang menyediakan sup sirip ikan hiu;
  2. Menegur langsung atau mengirim surat ke pihak hotel/resto yang menyajikan sup sirip ikan hiu;
  3. Tidak membeli produk-produk berbahan ikan hiu;
  4. Menjelaskan pada orang lain alasan untuk tidak makan atau menyajikan sup sirip ikan hiu;
  5. Melakukan kampanye online di blog, media sosial atau membuat petisi;
  6. Bagi Koki, menolak menghidangkan sup sirip ikan hiu dan tidak bersedia menjadi pengisi acara TV yang mempromosikan sup sirip ikan hiu;
  7. Bagi pemilik restoran, hotel dan toko adalah stop menjual produk-produk berbahan ikan hiu, dan stop menyajikan menu dari produk-produk ikan hiu;
  8. Bagi media massa dapat mengulas upaya penegakan hukum memberantas rantai perdagangan sirip ikan hiu, membuat reportase tentang ancaman kepunahan ikan hiu, mempromosikan wisata alam yang lestari serta pemanfaatan hiu secara lestari, memberitakan praktik shark finning dan peran hiu di dalam ekosistem, dan tidak mengulas atau mempromosikan kuliner ikan hiu.
  9. Bagi pemerintah adalah menegakan hukum dari peraturan yang sudah ada, dan membuat peraturan yang lebih menyeluruh dalam perlindungan hiu.

Kebijakan pemerintah dalam melindungi ikan hiu adalah dengan dibuatnya peraturan-peraturan dalam upaya melestarikan ikan hiu adalah sebagai berikut:

  • Hingga maret 2013, Konvensi Perdagangan Internasional untuk Spesies yang Terancam Punah (CITIES) telah memasukan 17 jenis hiu dan pari yang harus dilindungi.
  • Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 menetapkan hiu gergaji (Pritis spp) dinyatakan sebagai jenis hiu yang dilindungi.
  • Perda Kabupaten Raja Ampat No. 9 Tahun 2012 melarang penangkapan ikan hiu, pari manta, dan jenis-jenis ikan tertentu di perairan laut Kabupaten Raja Ampat.
  • Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 12 Tahun 2012 yang mewajibkan dilepaskannya anak hiu dan hiu hamil serta hiu monyet yang tertangkap (bycatch).
  • Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 30 Tahun 2012 menegaskan bahwa hiu monyet harus dilepaskan bila tertangkap (bycatch).

Nah, setelah mengetahui manfaat dari sirip ikan hiu yang hanya mitos, dan manfaat keberadaan hiu pada suatu ekosistem laut. Hidangan ikan apa yang akan kita pilih????

Penyusun,
Dewi Astuti Sartikasari, S.St.Pi, Penyuluh Perikanan Muda
www.pusluh.kkp.go.id 

Manfaat Makan Ikan untuk Kesehatan Tubuh

Ikan merupakan hewan air yang memiliki gizi, mineral, nutrisi dan vitamin sehingga dipercaya memberikan berbagai manfaat kesehatan dari otak hingga jantung bagi yang gemar mengkonsumsinya. Mengkonsumsi ikan secara benar, baik dari segi memilih jenis ikan dan mengolahnya dapat mendatangkan manfaat secara maksimal dalam mencegah beberapa penyakit seperti yang dikemukakan oleh (United States Department of Agriculture atau USDA) dalam publikasinya.

Beberapa penyakit yang dapat dihindari jika makan ikan dan manfaat makan ikan secara teratur yaitu:

Serangan Jantung
Tidak mengherankan apabila pemerintah sedari dulu mengkampanyekan Gerakan Makan Ikan (GEMARIKAN), karena dengan mengkonsumsi ikan sebanyak dua porsi per minggu, dapat mencegah atau mengurangi resiko seseorang mengidap serangan jantung. Bahkan ada indikasi masyarakat yang gemar makan ikan memiliki umur harapan hidup yang lebih panjang daripada yang kurang mengkonsumsi ikan, karena di dalam minyak ikan ada asam lemak tidak jenuh Omega 3 terutama yang disebut eikosapentaenoat (EPA) dan dakosaheksaenoat (DHA) yang terbukti dapat menurunkan kadar kolestrol, trigliserida dan lipoprotein darah. Sehingga ritme kerja jantung menjadi teratur kembali dan penyakit serangan jantung dapat diperlambat kedatangannya.

Alzheimer
Alzheimer atau dikenal juga dengan sebutan demensia, seringkali juga disebut pikun, adalah penyakit gangguan otak yang secara bertahap merusak sel-sel otak. Akibatnya fungsi kognitif (memori dan komunikasi) menjadi terganggu dan seringkali berdampak terhadap pengendalian diri seseorang. Pencegahan terbaik sebelum terlambat untuk menghentikan perkembangannya adalah dengan mengkonsumsi makanan yang bermanfaat untuk sistem saraf dan melambatkan proses degeneratif seperti mengkonsumsi ikan-ikanan sekurang-kurangnya satu kali dalam seminggu (foodforthebrain.org).

Kanker
Minyak ikan kod pernah populer di abad ke-19 dalam suplemen vitamin D untuk anak-anak yang menderita penyakit kulit. Pada tahun 1950, seorang peneliti Jerman bernama Johanna Budwig, Ph.D menemukan kegunaan Omega 3 yang terkandung dalam ikan dapat mengobati penderita kanker. Kemudian pada tahun 1996, American Heart Association (AHA) melaporkan, dengan memakan ikan yang memiliki kandungan Omega-3 tinggi (salmon, tuna, tongkol, dan tenggiri) sangat bermanfaat bagi mereka yang menderita kanker usus, karena kandungan Omega-3 nya dapat memperlambat pertumbuhan kanker tersebut.

Kulit
Ahli Dermatologi, Nicholas Perricore dalam bukunya yang berjudul The Perricore Prescription, dengan memakan ikan dapat mencegah penuaan kulit. Sehingga tanda-tanda penuaan pada kulit seperti keriput dapat diperlambat.

Mencerdaskan Anak
Hasil studi peneliti Swedia, Professor Kjell Toren dari Sahlgrenska Academy Gotheburg mengemukakan bahwa anak remaja berusia 15 tahun yang mengkonsumsi ikan cenderung lebih cerdas dibandingkan anak remaja yang berusia 18 tahun yang jarang mengkonsumsi ikan. Studi tersebut didapat dari pengamatan hampir 4.000 remaja Swedia dan dipublikasikan dalam Acta Paediatrica menerangkan, bahwa asam lemak Omega-3 dan Omega-6 pada ikan dapat meningkatkan kemampuan kognitif. Saat ini para peneliti masih mengkaji jenis ikan apa saja yang sangat berpengaruh dalam peningkatan kecerdasan tersebut.

Mengkonsumsi ikan sudah terbukti sangat baik. Kalau dulu banyak orang mengatakan makan ikan menyebabkan seseorang menjadi cacingan, itu hanyalah mitos yang jauh dari kebenaran. Bahkan ikan yang merupakan makanan semua orang dari berbagai macam golongan, diakui oleh pakar kesehatan dunia dan sangat dianjurkan untuk dikonsumsi secara baik dan benar agar manfaat tersebut terasa bagi yang memakannya.

Ayo Makan Ikan!!!
Sumber Bacaan:
http://pusluh.kkp.go.id
Berbagai Manfaat Makan Ikan bagi Kesehatan (www.smallcrab.com)
Omega-3 fatty Acids (www.cancer.org)
The health benefits of eating fish (seafood.edf.org)

Nugget Ikan untuk Balita




Nugget merupakan makanan ringan yang sekaligus dapat berfungsi sebagai lauk siap saji. Nugget sangat disukai anak-anak karena bentuknya yang lucu, penyajiannya yang mudah dan rasanya yang mengundang selera. Penyajian ikan dalam olahan bentuk nugget ikan memiliki kelebihan dibandingkan dengan produk olahan ikan lainnya karena pada nugget tidak lagi dijumpai adanya duri yang menjadi kendala dalam mengkonsumsi ikan maupun bentuknya yang menjadi menarik karena dilapisi oleh tepung.

Bahan baku nugget ikan untuk balita ini agak sedikit berbeda dengan bahan baku nugget biasa. Nugget ikan untuk balita ini diramu sedemikian rupa agar bahan baku yang terkandung di dalamnya dapat memenuhi kebutuhan protein balita, tidak mengandung bahan pengawet dan bahan baku tersebut mudah didapatkan di pasar tradisional.

Bahan Baku
  • daging ikan : 250 g
  • roti tawar : 2 lembar
  • telur ayam : 2 butir
  • garam dan pala : secukupnya
  • keju parut : 50 gram
  • putih telur : 2 butir
  • tepung panir : 25 gram
  • minyak goreng
Peralatan

kompor, gilingan daging/blender, loyang, kertas roti, dandang, pisau, wadah plastik dan pengemas.

Cara Pembuatan
  1. Bersihkan ikan dari sisik dan bagian yang tidak diinginkan
  2. Cuci hingga bersih dengan air mengalir
  3. Potong daging ikan dengan ukuran kecil untuk memudahkan proses penghancuran
  4. Masukkan daging ikan, roti tawar, keju, telur dan bumbu ke dalam blender kemudian diblender hingga halus.
  5. Masukkan ke dalam loyang yang sebelumnya telah diolesi dengan minyak dan dialasi dengan kertas roti.
  6. Tuangkan adonan ke dalam loyang dan kukus selama ± 30 menit lalu diangkat dan didinginkan
  7. Potong sesuai selera (bisa juga dibentuk binatang/angka)
  8. Gulingkan dalam tepung panir, lalu dicelup dalam putih telur dan gulingkan kembali dalam tepung panir kemudian digoreng hingga berwarna kecoklatan
  9. TiriskanNugget siap disajikan atau dikemas
Sumber: http://adia-luhkan.blogspot.com/

Gulai Kepala Ikan




Ukuran porsi: 4 orang

Bahan-bahan:
  • 850 gram kepala ikan kakap, potong jadi 2
  • 10 lembar daun salam
  • 1 batang sere, memarkan
  • 1 lembar daun pandan, sobek-sobek, ikat
  • 750 cc santan
  • 2 sendok makan kelapa parut, sangrai, tumbuk halus
  • 3 sendok makan minyak
  • 5 buah belimbing sayur, belah jadi 2
  • 1 sendok makan air jeruk nipis
  • 2 sendok teh garam
  • 15 buah cabai merah
  • 1 cm kunyit, cincang
  • 1 cm jahe, cincang
  • 7 siung bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 1 sendok makan ketumbar, sangrai
  • 1/2 sendok teh jinten, sangrai
  • 1/4 sendok teh adas manis, sangrai
  • 1/2 sendok teh merica bubuk
  • 1 sendok makan asam
Cara Membuat
  1. Lumuri kepala ikan kakap dengan air jeruk nipis dan 1/2 resep garam hingga rata, biarkan 1/2 jam, tiriskan, lalu lumuri dengan kelapa tumbuk hingga rata, sisihkan.
  2. Haluskan cabai merah, kunyit, jahe, bawang merah, bawang putih, ketumbar, jinten, adas manis, merica bubuk, asam, dan 1/2 resep garam.
  3. Panaskan minyak, tumis bumbu yang telah dihaluskan, sere, dan daun pandan hingga harum, lalu tuangi santan, aduk rata, didihkan.
  4. Masukkan daun salam, belimbing sayur, dan kepala ikan kakap serta kelapa tumbuk, aduk rata, lalu masak dengan api sedang sampai seluruhnya matang dan kuah agak berminyak sambil sekali-sekali diaduk, angkat.
Sumber:
http://jaimkuliner.blogspot.com
http://penyuluhannusantara.blogspot.com/

Resep Masakan Olahan Ikan Sidat Ala Jepang

Indonesia saat ini sedang menggalakkan program dimana masyarakatnya diperkenalkan pada makanan-makanan ikan agar dapat lebih meningkatkan tingkat konsumsi ikan melalui program GEMARIKAN. Kita contoh negara Jepang, masakan olahan yang berbahan baku ikan menjadi salah satu primadona makanan di jepang dari ikan laut hingga ikan tawar. salah satu ikan yang sangat populer di Jepang yaitu ikan sidat. Yuk kita tengok masakan apa saja yang mereka buat dari Ikan Sidat.

Sidat Panggang Cah Paprika



Bahan-bahan:
2 Potong UNAGI (sidat) (kira2 250 gr)
4 buah Paprika Hijau
4 Siung bawang putih
2 cm jahe, keprek
2 sdm Shoyu (Japanese Light Soy Sauce)
1/2 sdt lada bubuk
2 sdm Minyak untuk menumis
75ml air

Saus:
sake, mirin, kecap Jepang, gula pasir.
Cara membuat:
Bersihkan belut, kemudian masak bersama saus.sampai kuah agak mengering, kemudian di panggang selama 3 menit bolak balik .
1. Tumis bawang putih dan jahe sampai harum
2. Masukkan Unagi panggang.
3. Tambahkan sedikit air, shoyu dan lada bubuk
4. Masukkan Paprika, aduk sebentar
5. Masak hingga kuah mengering, angkat dan 

Sidat Donburi


Bahan :

200 gram nasi putih
100 gram unagi, cuci bersih
1 butir telur, dadarBahan saus :

200 ml kikkoman soyu
1 sendok makan sake (kalo tidak suka boleh tidak pake)
3 sendok makan mirin
3 sendok makan gula pasir
2 sendok makan madu
1 sendok teh jahe, parut
75 ml airCara membuat unagi (sidat) donburi:

Panaskan mirin hingga terbakar, tunggu hingga api redup.
Masukkan sake, gula pasir, kikkoman soyu, jahe parut dan madu.
Tambahkan air, masak dengan api kecil hingga saus sedikit berkurang dan agak kental.
Matikan api, ambil unagi, poles dengan saus sedikit demi sedikit.
Panggang dengan api sedang sambil dipoles berulang-ulang hingga unagi matang.
Sajikan bersama nasi putih dan telur dadar. 

SELAMAT MENCOBA !!!

Sumber: http://adia-luhkan.blogspot.com

Pakan Hijauan Alternatif untuk Ikan Gurame



Gurame identik dengan daun sente. Di mana ada kolam gurame, maka di situ pasti ada tanaman sente. Pembudidaya yakinAlokasia macrorrhizos itu merupakan pakan wajib gurame. Bisakah fungsinya digantikan dengan tanaman lain?

Jamak bagi pembudidaya gurame untuk menanam sente 2-3 bulan sebelum menebar benih gurame. Daun kerabat keladi itu merupakan pakan utama gurame. Pembudidaya gurame mewajibkan sente sebagai pakan utama dalam pembesaran gurame. Menurut informasi yang mereka ketahui, bahwa daun sente kaya serat yang dapat memperlancar proses pencernaan gurame.

Pemberian Tanaman Sente
Tanaman sente memiliki kandungan senyawa saponin, flavonoid, dan polifenolyang terdapat pada tangkai dan daun sente. Kandungan senyawa tersebut dapat meningkatkan daya tahan ikan terhadap serangan penyakit, terutama penyakit bisul dan mata belo.
Oleh karena itu, banyak pembudidaya yang mewajibkan pemberian pakan hijauan berupa tanaman sente. Pada saat pemberian sente ini sebaiknya dipisah antara daun dan tangkainya. Daun sente dapat diberikan secara langsung kepada ikan. Perlakuan pemberian tangkai terlebih dahulu diiris tipis agar tangkai dapat seluruhnya dimakan oleh gurame, mengingat cara makan gurame adalah menyabik makanannya.
Sente baik untuk diberikan sebagai pakan hijauan dan tambahan untuk menyiasati harga pakan pabrik yang makin mahal, tapi bukan yang utama. Apalagi kini sente makin sulit didapat. Para pembudidaya harus membeli daun sente dengan harga Rp250/lembar. Untuk 1.000 ekor gurame saja diperlukan sedikitnya 10 lembar daun sente. Oleh karena itu, masih ada tanaman lain yang bisa dijadikan pakan hijauan untuk gurame.

Gambar 1. Tanaman sente

Pakan Hijauan Alternatif 
Banyak pembudidaya gurame memberikan daun pepaya sebagai pakan hijauan pada gurame. Padahal daun pepaya tidak disarankan, karena kandungan getah papaintinggi yang dapat merusak kualitas air. Pakan hijauan selain sente yang dapat diberikan pada gurame adalah :

a. Caisin. Pemberian caisin pada gurame tidak kalah dengan pemberian sente. Kesehatan gurame tetap terjaga dan pertumbuhan gurame tetap dapat tumbuh dengan baik. Jika dibandingkan harganya, harga caisin lebih terjangkau daripada harga sente. 

b. Kangkung darat. Kangkung darat dapat ditanam pada pinggir kolam. Bahkan kangkung darat banyak ditemukan karena dapat tumbuh secara alami dengan sendirinya di pinggir kolam. Keuntungan menanam kangkung darat ini karena pertumbuhannya lebih cepat tumbuh daripada sente. Jika sente butuh tempat sedikit terlindung dan kelembapan tinggi untuk dapat tumbuh, kangkung darat adaptif di lingkungan tanpa naungan.

c. Kimpul atau talas. Kimpul atau talas (Xanthosoma violaceum) juga baik bagi gurame. Namun, lantaran bergetah, pembudidaya gurame sebaiknya melayukan daun kimpul sebelum memberikannya pada gurame. 

Apa pun jenis dedaunan yang diberikan sebagai pakan hijauan, sebaiknya masih muda dan mudah dicerna. Pun, pemberian dedaunan itu sebaiknya tidak lebih dari 2% dari bobot tubuh per hari.

Oleh : Ainun Mardiyah, S.St.Pi
Pusat Pengembangan Penyuluhan KP Program Prasasti Mina Kabupaten Purbalingga 2010

Sumber : http://adia-luhkan.blogspot.com

Diversitas Flora Mangrove

Tomlinson (1986) membagi flora mangrove menjadi 3 elemen, yaitu elemen mangrove mayor, elemen mangrove minor dan elemen mangrove asosiasi. Tomlinson mengklasifikasi ketiga macam elemen flora mangrove ini sebagai berikut : 9 genus dan 34 jenis untuk elemen mangrove mayor, 11 genus dan 20 jenis untuk elemen mangrove minor serta 46 genus dan 60 jenis untuk elemen mangrove asosiasi. Flora elemen mangrove mayor pada umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

Hanya hidup pada daerah mangrove, secara alami hanya terdapat pada ekosistem mangrove dan tidak ditemukan di komunitas teresterial/darat,
Memiliki peran utama dalam struktur komunitas vegetasi mangrove dan memiliki kemampuan untuk membentuk tegakan murni (pure stand), 
membentuk morfologi khusus untuk beradaptasi dengan lingkungannya, misalnya dengan adanya akar napas (aerial root), berasosiasi dengan pertukaran gas, vivipari dan kriptovivipari embrio,
Mekanisme fisiologis untuk pengeluaran garam sehingga beberapa jenis vegetasi mangrove dapat tumbuh pada tempat dengan kadar garam rendah sampai tinggi. 
Isolasi taksonomi dari kelompok teresterial, mangrove sejati terpisahkan dari kelompoknya paling sedikit pada tingkat genus dan terkadang pada tingkatan sub-famili atau famili.

Contoh dari elemen mayor adalah Avicennia marina (api-api), Sonneratia alba(pidada, prapat), Rhizopora mucronata (bakau), Ceriops tagal (mentingi), Bruguiera gymnorrhyza (lindur) dan Nypa frutican (nipah).
Elemen flora mangrove minor biasanya tidak membentuk elemen vegetasi yang mencolok, tetapi hanya dijumpai di tepian habitat tersebut dan hampir tidak pernah membentuk suatu tegakan murni. Contoh dari elemen minor adalah Pemphis acidula (centigi), Aegiceras corniculatum, Excoecaria agalocha (buta-buta) danXylocarpus granatum (nyirih).
Sedangkan elemen flora mangrove asosiasi pada umumnya tidak memiliki ciri morfologi yang biasanya dimiliki oleh elemen mayor dan elemen minor (tidak memiliki akar napas, tipe buah dan biji yang normal, tidak memiliki mekanisme untuk pengeluaran garam) dan sering kali hanya dijumpai pada tepi mangrove lebih dekat ke daratan. Contoh dari elemen asosiasi adalah Terminalia catapa (ketapang),Thespesia populnea, Barringtonia asiatica dan Cerberra manghas (bintaro).
Sedangkan Giesen ( - ) menyebutkan bahwa vegetasi mangrove di Indonesia mencapai 202 jenis, yang terdiri dari 89 spesies pohon, 5 spesies palem, 19 jenis liana, 44 jenis herba tanah, 44 jenis epifit dan 1 jenis sikas.
Berdasarkan peran vegetasi terhadap habitat mangrove, Chapman dalam Kusmana (2003) membagi flora mangrove menjadi dua kategori, yaitu :
1. Flora Mangrove Inti, yaitu flora mangrove yang memiliki peran ekologi utama dalam formasi mangrove. Contohnya adalah genus Rhizopora, Bruguiera, Ceriops, Kandelia, Sonneratia, Avicennia, Nypa, Xylocarpus, Derris, Acanthus, Lumnitzera, Schypipora dan Dolichandrone,
2. Flora Mangrove Peripheral (pinggiran), yaitu flora mangrove yang secara ekologi berperan dalam formasi mangrove, tetapi flora tersebut juga berperan penting dalam formasi hutan lain. Contohnya adalah Excoecaria agalocha, Acrostichum aureum, Cerbera manghas, Heritiera litoralis danHibiscus tilliaceus.
Vegetasi mangrove di dunia dapat dijumpai pada sepanjang pantai tropis sampai sub tropis dengan kondisi lingkungan yang sesuai (pada pantai terlindung, bebas dari ombak besar, teluk, laguna, estuarin). Sedangkan penyebarannya dapat dijumpai dari 32°LU sampai dengan 38°LS. Menurut Chapman dalam Kusmana (2003), berdasarkan keragaman penyebaran vegetasi di dunia, vegetasi mangrove dibagi menjadi dua yaitu :
The Old World Mangrove, penyebarannya meliputi Afrika Timur, Laut Merah, India, Asia Tenggara, Jepang, Filipina, Australia, New Zealand, Kepulauan Pasifik dan Samoa (disebut juga dengan Grup Timur), 
The New World Mangrove, penyebarannya meliputi pantai Atlantik dari Afrika dan Amerika, Meksiko, pantai Pasifik Amerika dan Kepulauan Galapagos (disebut juga dengan Grup Barat). Keragaman jenis Grup Barat relatif lebih sedikit dibanding dengan keragaman di Grup Barat. 

Sumber :
http://adia-luhkan.blogspot.com
Giesen, dkk, - , A Field Guide of Indonesian Mangrove , Bogor : Wetlands International-Indonesian Programme
Kusmana, dkk , 2003 , Teknik Rehabilitasi Mangrove , Bogor : Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor
Tomlinson, 1986 , The Botany of Mangrove , New York : Cambridge University Press