Sabtu, 29 Desember 2018

Peluang Usaha Pembenihan Ikan Tawes (Puntius Javanicus. Blkr)

Hasil gambar untuk ikan tawes

Berbagai jenis ikan merupakan sumber protein hewani yang banyak dipilih masyarakat luas. Di samping kandungan protein yang tinggi didukung dengan harga ikan di pasaran yang relatif lebih terjangkau bagi sebagian besar masyarakat. Oleh karena hal tersebut, permintaan ikan di pasaran tidak pernah sepi bahkan terus meningkat. Selain penyediaan ikan tawes ukuran konsumsi dari budidaya ikan tawes, penyediaan bibit ikan tawes juga merupakan peluang usaha tersendiri. 

Penyediaan benih yang bermutu dalam jumlah cukup dan kontinu merupakan faktor penting dalam upaya pengembangan budi daya ikan konsumsi. Di samping itu usaha pembenihan dirasa lebih rnenguntungkan karena waktu yang digunakan relatif singkat kurang lebih 3 minggu – 1 bulan, serta pemasarannya pun mudah.

Pembenihan ikan tawes ada beberapa cara yaitu pembenihan ikan di kolam, pembenihan di sawah dan pembenihan di hapa. Berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut tahapan pembenihan ikan tawes.

PEMILIHAN INDUK IKAN TAWES

Untuk mendapatkan benih yang berkualitas dan jumlah yang banyak dalam pembenihan Tawes perlu dipilih induk yang baik.

Ciri-ciri Indukan Ikan Tawes yang berkualitas baik adalah sebagai berikut :

Letak lubang dubur terletak relatif lebih dekat ke pangkal ekorKepala relatif lebih kecil dan meruncingSisik-sisiknya besar dan teraturPada umumnya ikan tawes jantan mulai dipijahkan pada umur kurang lebih 1 tahun, dan induk tawes betina pada umur kurang lebih 1,5 tahun. Untuk mengetahui bahwa induk ikan tawes telah matang kelamin dan siap untuk dipijahkan dengan tanda-tanda sebagai berikut :Tanda-tanda matang kelamin pada Induk ikan tawes betina :

Perutnya mengembang kearah genetal (pelepasan) bila diraba lebih lembekLubang dubur berwarna agak kemerah-merahanTutup insang bila diraba lebih licinBila perut diurut dari arah kepala ke anus akan keluar cairan kehitam-­hitaman.Tanda-tanda matang kelamin pada lnduk Ikan Tawes jantan :

Bila perut diurut dari arah kepala ke anus akan keluar cairan berwarna keputih-putihan (sperma)Tutup insang bila diraba terasa kasar

PERSIAPAN KOLAM

Kolam pemijahan ikan tawes sekaligus merupakan kolam penetasan dan kolam pendederan. Sebelum dipergunakan untuk pemijahan, kolam dikeringkan. Selanjutmya dilakukan perbaikan pematang dan dasar kolam dibuat saluran memanjang (caren/kamalir) dari pemasukan air kearah pengeluaran air dengan lebar 40 cm dan dalamnya 20-30 cm.

PELEPASAN INDUK

Induk ikan tawes yang telah terpilih untuk dipijahkan kemudian diberok, pemberokan dengan penempatan induk jantan dan betina secara terpisah selama 4-5 hariSetelah diberok kemudian induk ikan dimasukkan ke kolam pemijahan yang telah dipersiapkanPemasukan induk ke kolam pada saat air mencapai kurang lebih 20 cmJumlah induk yang dilepas induk betina 25 ekor dan induk jantan 50 ekorPada sore hari kurang lebih pukul 16.00 air yang masuk ke kolam diperbesar sehingga aliran air lebih deras.Biasanya induk ikan tawes memijah pada pukul 19.00-22.00Induk yang akan memijah biasanya pada siang hari sudah mulai berkejar­kejaran di sekitar tempat pemasukan air

PENETASAN TELUR IKAN TAWES

Setelah induk ikan tawes bertelur, air yang masuk ke kolam diperkecil agar telur-telur tidak terbawa arus, penetasan dilakukan di kolam pemijahan jugaPagi hari diperiksa bila ada telur-telur yang rnenumpuk di sekitar kolam atau bagian lahan yang dangkal disebarkan dengan mengayun-ayunkan sapu lidi di dasar kolamTelur ikan tawes biasanya menetas semua setelah 2-3 hariDari ikan hasil penetasan dipelihara di kolam tersebut selama kurang lebih 21 hari. 

PEMUNGUTAN HASIL BENIH IKAN TAWES

Panen dilakukan pada pagi hariMenyurutkan/mengeringkan kolamSetelah benih berada dikamalir/dicaren, benih ditangkap dengan menggunakan waring atau seserBenih ditampung di hapa yang telah ditempatkan di saluran air mengalir dengan aliran air tidak derasBenih lersebut selanjutnya dipelihara lagi di kolam pendederan atau dijual.

PENDEDERAN IKAN TAWES

Mula-mula kolam dikeringkan selama 2-3 hariPerbaikan pematang, pembuatan caren/saluranDasar kolam diolah dicangkul, kemudian dipupuk dengan Urea & SP 36 1 0 gr/m2 dan pupuk kandang 1 – 1,5 kg/m2 tergantung kesuburannya.Setelah kolam dipupuk kemudian diairi setinggi 2-3 cm dan dibiarkan 2-3 hari kemudian air kolam ditambah sedikit demi sedikit sampai kedalaman 50 cmKemudian benih ditebar di kolam pendederan dengan padat tebar 10-20 ekor/m2Pemeliharaan dilakukan kurang lebih 3 minggu – 1 bulan.Selanjutnya dapat dipanen dan hasil benih dapat dijual atau ditebar lagi di kolam pendederan II.

Sumber : http://usahadanbisnismudah.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar