Selasa, 28 Desember 2021

Ikan Arwana - Merawat Anakan

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa ikan arwana memiliki beragam jenis mulai dari super red, golden red, silver, jardini dan lain sebagainya. Dan bagi kami memelihara anakan arwana itu lebih sulit dibandingkan memelihara ikan arwana dewasa.
Hal itu disebabkan karena ikan arwana anakan lebih mudah stress, rentan terkena penyakit, parasit dan jamur. Selain itu nafsu makannya juga sering berubah-ubah, malah kadang tidak mau makan. Makanya kalian harus memperhatikan beberapa faktor yang penting dalam merawat arwana anakan. Mulai dari wadahnya, suhu airnya, filter, makanan dan lain sebagainya.
Biar lebih jelas, simak penjelasan di bawah ini terkait cara merawat ikan arwana anakan yang baik dan benar untuk para pemula.

Cara Merawat Anakan Ikan Arwana

Setidaknya ada 5 poin yang harus kalian perhatikan dalam merawat ikan arwana anakan. Apa saja?

1. Menyediakan Aquarium yang Besar


Bila anda berniat ingin memelihara anak arwana, sobat bisa menggunakan aquarium, bak fiber ataupun kolam sebagai wadah pemeliharaannya. Namun kebanyakan di antara kita lebih suka memakai aquarium sebab lebih gampang untuk mengawasi pertumbuhan ikan tersebut. Kita juga bisa mengetahui secara jelas ketika ikan arwana sedang terserang penyakit, luka, jamur, dan parasit.

Agar anakan Arwana cepat besar disarankan untuk menggunakan akuarium yang ukurannya memadai dan besar. Dengan begitu ia akan leluasa bergerak dan tentu kondisi air lebih stabil. Selain itu anda juga tidak perlu membeli akuarium yang baru lagi bila anak arwana telah tumbuh besar.

2. Memasang Filter di Dalam Akuarium


Adanya Filter berfungsi untuk penyaring mekanis dan biologis. Dengan mekanis kotoran ikan bisa disaring menggunakan kapas. Namun jangan lupa agar membersihkan ataupun mencuci kapas 2 hari sekali supaya kotoran ikan tak menumpuk pada kapas hingga akhirnya bisa mencemari air dalam aquarium dan dapat menumbuhkan parasit/penyakit.

Sobat bisa menggunakan filter biologis berupa japmat, crystal bio ataupun kaldness sebab mempunyai area permukaan paling luas dibandingkan media filter lainnya. Sedangkan jenis filter yang biasa dipakai adalah jenis sump filter. Bagi kami jenis filter tersebut lebih memiliki kapasitas besar sehingga bisa menampung media filter lebih banyak. Jadi, semakin banyak peralatan filter, akan semakin banyak pula bakteri pengurai yang bisa berkembang biak pada filter anda.

3. Menyesuaikan Parameter Airnya


Cara merawat ikan arwana anakan yang ketiga adalah dengan memperhatikan parameter airnya. Sebelum sobat membeli anak arwana, sebaiknya bertanya dulu pada penjualnya tentang parameter airnya. Baik suhu maupun PH nya. Dengan mempunyai data parameter air, maka anda bisa menyediakan air di rumah sesuai dengan suhu tersebut sehingga parameter airnya bisa sama atau setidaknya mendekati parameter suhu air saat di toko ikan.

Ketika anda memperhatikan parameter suhu asalnya, maka anak arwana bisa terhindar dari stress ataupun loncat dari aquarium barunya. Biasanya parameter air untuk ukuran anak arwana ialah PH 6,5 - 6,8 dengan temperatur ataupun suhunya 28-29 derajat. Bila memungkinkan, anda bisa menggunakan daun ketapang kering dalam filter Anda. Sebab air daun ketapang ini mengandung tanin yang berfungsi sebagai pencegah anak arwana stres, terserang penyakit, jamur maupun parasit.

4. Memasang Penutup Aquarium Atas


Bagian ini juga merupakan salah satu hal yang terpenting yang harus kalian siapkan. Karena pada saat anakan arwana ditempatkan pada sebuah lingkungan baru, maka dia akan cenderung stress serta sering loncat. Jadi, usahakan wadahnya ditutup dengan di bagian atas. Sehingga saat anak arwana meloncat tidak sampai keluar dari aquarium ataupun mati. Selain itu, anda juga bisa membuat penutup aquarium dengan jaring dan memanfaatkan bingkai pipa PVC yang berukuran 1/2 inch.

5. Memelihara Benih
  • Larva yang sudah dihasilkan ikan arwana selanjutnya diinkubasi di akuarium yang berukuran 90x45x45cm. Pertahankan suhu air dalam akuraium pada kisaran 27-29 derajat celcius dengan heater dan beri aerator.
  • Untuk mencegah bakteri dan jamur dapat ditambahkan 2 ppm acrivlafin cair. Dengan cara pemeliharaan in vitro ini, biasanya tingkat keberhasilan hidup anak arwana sekitar 90-100%.
  • Selama seminggu pertama, saat larva masih mempunyai cadangan makanan berupa kuning telur, mereka hanya tergolek di dasar aquarium. Saat kuning telurnya mulai mengecil, mereka akan berusaha berenang.
  • Setelah 8 minggu. Ikan mulai berenang bebas karena kuning telurnya sudah habis. Pada saat itu, panjang tubuhnya sekitar 8,5 cm.
6. Membesarkan Benih
Pada saat memasuki minggu ke 7, ikan sudah dapat diberi pakan anakan ikan guppy atau cacing suter. Pakan hidup diberikan supaya tidak terjadi saling serang diantara calon karnivora tersebut.
Pada saat itu, sebaiknya air aquarium disifon setiap hari dan diganti dengan air yang berkualitas sama dengan di akuarium pemeliharaan benih.

Ikan yang sudah berukuran 10-12 cm dapat mulaiu diberi pakan udang atau potongan daging. Untuk menambah warnanya agar lebih cemerlang dan merangsang sel chromatopora maka dapat diberikan lampu sekitar 12 jam sehari.
Setelah 6-7 bulan, ikan akan mencapai ukuran sekitar 20-25 cm.

7. Makanan Anak Arwana Agar Cepat Besar


Umumnya anakan ikan arwana diberi makan artemia, cacing beku, cacing darah atau cacing sutra. Tapi supaya anakan Arwana cepat besar sebaiknya diselingi juga dengan makanan yang mengandung banyak lemak dan diseimbangi protein yang cukup, seperti udang, katak kecil, jangkrik atau ikan kecil.

Berikut ini simulasi pemberian pakan pada Arwana anakan:

07.00-08.00 (pagi): Cacing, jangkrik atau artemia
11.00-12.00 (siang): Seekor katak kecil
16.00-17.00 (sore): Udang, makanan buatan, anakan ikan atau katak.

Beri pakan ikan peliharaan arwana kecil setelah satu hari berada di tempatnya yang baru. Selanjutnya sobat dapat memberi pakan ikan peliharaan arwana kecil tersebut 2 kali sehari (pagi dan sore), dan beri pakan secukupnya saja. Biasanya untuk ikan peliharaan arwana kecil anakan, cukup beri pakan 1 sd 2 ekor jangkrik setiap memberi pakan. Porsi pakan ikan peliharaan arwana kecil dapat sobat sesuaikan dengan kondisi ikan peliharaan arwana kecil tersebut, tambahkan porsi pakan seiring dengan pertumbuhannya.

8. Menu pakan ikan peliharaan arwana kecil
Untuk permulaan, cukup dengan memberi pakan jangkrik, selanjutnya seiring dengan pertumbuhan ikan peliharaan arwana kecil dapat diberi pakan dengan menu lain, seperti lipan, cicak, kecoa, dsb. Sesekali ikan peliharaan arwana kecil memang perlu diberi pakan lipan untuk memperindah sisiknya, tetapi hindari terlalu sering memberi pakan dengan lipan sebab dikhawatirkan ikan peliharaan arwana kecil terbiasa dengan lipan dan tidak mau lagi menu pakanan yang lain.

9. Kebersihan air dalam aquarium
Bersihkan kotoran yang ada di dalam aquarium setiap hari, lakukan semuanya secara perlahan dan hati hati, hindari sampai membuat gerakan yang dapat mengejutkan ikan peliharaan arwana kecil tersebut.Sobat dapat menggunakan penyedot atau jaring untuk membersihkan kotoran di dalam aquarium.

10. Penggantian air
Penggantian air aquarium perlu dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan pertumbuhan ikan peliharaan arwana kecil. Tetapi hindari pernah mengosongkan air dalam aquarium dan menggantinya dengan air baru.
1 minggu sekali, buang air dari dalam aquarium sebanyak 20 persen dan masukkan air yang baru.
1 bulan sekali, buang air dari dalam aquarium sebanyak 50 persen dan masukkan air yang baru.
Gantilah air aquarium dengan air yang bersih, jernih dan sebaiknya diendapkan terlebih dahulu selama satu hari.

Untuk selanjutnya, seiring dengan perkembangan ikan peliharaan arwana kecil penggantian air dapat dilakukan seminggu sekali dengan jumlah air yang lebih banyak.
Hal yang perlu diingat adalah saat mengganti air, air yang kita sisakan di dalam aquarium masih cukup untuk ikan peliharaan arwana kecil tersebut berenang.



Referensi
  1. Machmud dan Rudi Hartono. 2005. Arwana Super Red dan Golden Red. Penebar Swadaya. Depok. 75 Hal.
  2. Susanto, H. 2003 Arwana. Penebar Swadaya, Anggota IKAPI Redaksi. Wisma Hijau, Jl Raya Bogor Km 30, Mekarsari Cimanggis. Depok.
  3. Suwandi. 2009. Arwana Panduan Untuk Hobi Dan Bisnis. Penebar Swadaya. Bogor.
  4. Sudarto. 2003. Ikan Siluk Arwana Indonesia. Kanisius. Yogyakarta.
  5. Wibawa, S. 2013. Panduan Memelihara dan Merawat Arwana. Terra Media. Yogyakarta.
  6. Zonneveld, N., E.A. Husman., J.H. Brown. 1991. Prinsi-Prinsip Budidaya Ikan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar