Selasa, 28 Desember 2021

Ikan Arwana - Pembenihan Bagi Pemula

Dalam hal ini berbicara lebih detail seputar budidaya ikan arwana, pastinya berkaitan erat dengan step atau tata urutan budidaya ikan arwana yang harus dikerjakan satu per satu. Salah satu step yang sangat penting ketika kita akan melah mulai usaha budidaya ikan arwana adalah proses pembenihan ikan arwana.
Proses ini harus dilakukan secara benar karena step yang satu ini akan menentukan kualitas benih atau cikal bakal ikan arwana yang akan di budidayakan kelak. Hal-hal apa saja yang perlu kita perhatikan pada tahap proses pembenihan ikan arwana ?? nah mari kita simak informasinya berikut ini.

Benih-benih ikan arwana yang berkualitas unggul pada dasarnya ditentukan dari indukan yang berkualitas unggul juga. Maka dari itu jika kita menginginkan benih-benih ikan arwana yang berkualitas tinggi, kita harus pandai dan selektif dalam memilih indukan yang berkualitas.

Kemudian indukan-indukan ikan arwana yang berkualitas tinggi tersebut kemudian dipijah dengan baik dan benar. Selama proses pemijahan kita harus mengamati perilaku dua indukan ikan arwana yakni ikan arwana jantan dan betina di media pemijahan. Hal ini diperlukan agar kedua indukan tersebut dapat menyesuaikan diri, para ahli budidaya ikan menyebut proses ini sebagai masa pengenalan.

Menata Tempat Pemeliharaan
Hal yang tetap perlu Anda perhatikan adalah Anda harus menata akuarium seperti kolam dengan banyak batu agar ikan arwana Anda betah dan bertahan lama. Ikan yang tidak betah hidup di tempatnya berada dapat menyebabkan ikan tersebut mati atau tidak mau berkembang biak. Jika hal itu terjadi maka Anda yang akan merugi. Sudah mengeluarkan banyak uang namun tidak ada hasilnya.

Menjaga Ph Air
Hal lain yang harus Anda perhatikan dalam memelihara ikan arwana adalah karakter air di kolam atau akuarium harus selalu jernih dan usahakan air terus mengalir. Dengan demikian, Anda harus membuat filter untuk kolam maupun akuarium Anda. Anda juga harus selalu menjaga kadar Ph dalam air yaitu 6 atau 7, jangan lebih atau kurang karena tidak baik untuk ikan arwana.

Memperhatikan Suhu Air
Untuk temperature atau suhu , usahakan suhunya stabil antara 26 hingga 30 derajat celcius. Ikan ini suka dengan cahaya sehingga Anda harus menerangi akuarium atau kolam jika lokasinya tertutup atau terhalang matahari. Namun jangan keliru, ikan ini juga tidak bisa hidup di bawah sinar matahari langsung, ikan ini hanya butuh cahaya secukupnya yaitu tidak gelap atau tidak terlalu terang.

Untuk budidaya ikan arwana dengan akuarium maka Anda harus menyediakan beberapa akuarium karena ikan arwana dewasa yang berukuran besar tidak bisa ditempatkan dalam satu akuarium. Metode budidaya dengan akuarium ini membutuhkan peralatan yang lengkap seperti alat pengatur suhu, oksigen pembuat gelembung, dan sirkulasi air agar selalu mengalir.

Jika Memelihara Ikan Arwana di dalam Kolam
Sedangkan untuk budidaya dengan media kolam maka Anda juga harus menyediakan kolam yang luas agar bisa menampung beberapa induk arwana untuk dikembangbiakan. Kolam yang luas membuat pergerakan ikan arwana besar menjadi lebih mudah dan fleksibel. Anda juga dapat mengombinasikan budidaya ikan arwana antara kolam dengan akuarium. Anda bisa memilih induk yang telah dirawat di akuarium kemudian Anda bisa memindahkan ikan arwana tersebut ke dalam kolam.

Memilih Jenis Ikan
Setelah menyediakan area untuk memelihara ikan arwana, mungkin Anda masih bingung untuk memilih jenis ikan yang Anda akan pelihara. Jenis ikan arwana memang cukup banyak, Anda tidak boleh salah pilih. Jika Anda memiliki modal cukup besar dan menginginkan keuntungan yang besar pula maka Anda wajib memilih arwana super red karena harga super red ini tinggi yaitu untuk ikan dewasa bisa mencapai 5 juta rupiah per ekor sedangkan bibit per ekor bisa mencapai 1 juta rupiah.

Masa Pemijahan Induk
Masa pengenalan ini tergolong cukup lama yakni sekitar satu minggu atau bisa sampai bulan. Kita sudah bisa menyebutnya kedua ikan arwana ini sebagai pasangan jika di malam hari tiba, ikan jantan akan berenang mengejar ikan betina yang berenang mendekati permukaan air kolam/aquarium.

Terkadang kedua ikan berenang dengan rute yang berbentuk lingkaran di permukaan air. Sekitar 1-2 minggu, ikan akan terlihat berenang dengan posisi tubuh keduanya saling melekat. Kemudian ikan betina seketika akan mengeluarkan telur dalam jumlah banyak. Telur-telur yang dikeluarkan berwarna jingga kemerahan. Tak lama setelah proses pelepasan telur, ikan jantan akan memasukan telur-telur tersebut ke mulutnya untuk diinkubasi.

Masa Inkubasi Larva Ikan Arwana
Masa inkubasi bisa dikatakan selesai jika larva-larva yang berasal dari telur yang menetas bisa berenang dan bertahan hidup sendiri. Butuh sekitar 1 minggu bagi telur untuk menetas di mulut ikan jantan. Larva-larva ini kemudian akan tetap hidup di mulut ikan jantan sampai sekitar 7-8 minggu dan kemudian larva akan dikeluarkan dari mulut ikan jantan jika larva sudah berukuran 45-50 mm.

Umumnya jumlah rata-rata larva yang berhasil ditetaskan oleh ijan jantan sekitar 25-30 ekor. Pada saat akan memasuki masa pembenihan, larva-larva ikan arwana ini kemudian dipindahkan ke akuarium khusus dengan air yang bersuhu 27-29 derajat celcius. Akuarium/kolam khusus tersebut sebaiknya dilengkapi dengan pemanas thermostat dan oksigen terlarut sebanyak 5 ppm.

Perawatan Larva Ikan Arwana
Agar terhindar dari berbagai jenis penyakit, air akuarium sebaiknya dilarutkan dengan acriflavine 2 ppm. Dengan adanya usaha preventif ini, survival rate larva bisa mencapai 90-100 persen hingga larva menjadi ikan kecil yang sudah mampu berenang lincah.

Selama menjalani masa inkubasi buatan, larva-larva ini tidak merlukan pakan. Kita hanya perlu memperhatikan kaulitas air, seuhu, kadar oksigen dan kesehatan larva saja. Larva mulai membutuhkan pakan jika larva sudah berukuran 8,5 cm atau larva yang sudah berumur 7 minggu.

Pakan wajib diberikan pada larva agar larva tidak saling memakan. Pakan larva bisa berupa cacing darah atau ikan kecil yang sesuai dengan ukuran mulut larva. Kemudian jika larva sudah berukuran 10-12 cm, kita bisa memberinya pakan berupa udang air tawar atau juga bisa runcah agar cepat tumbuh besar.

Pembesaran Benih


Selanjutnya untuk pembesaran benih, Anda harus menunggu sampai berukuran 12 cm. Untuk benih yang masih kecil berukuran sekitar 1 cm dapat diberi makan cacing pita. Jika seekor ikan sudah mulai dewasa dan berukuran sekitar 12 cm, maka Anda harus memisahkan ikan tersebut dari ikan-ikan kecil atau anak-anak ikan karena arwana jenis ikan pemakan segalanya tanpa memedulikan itu anaknya sendiri.

Sehingga jika Anda ingin memiliki ikan peliharaan yang banyak maka Anda harus segera mencegah terjadinya ikan dewasa memangsa ikan anakan.


Referensi
  1. Machmud dan Rudi Hartono. 2005. Arwana Super Red dan Golden Red. Penebar Swadaya. Depok. 75 Hal.
  2. Susanto, H. 2003 Arwana. Penebar Swadaya, Anggota IKAPI Redaksi. Wisma Hijau, Jl Raya Bogor Km 30, Mekarsari Cimanggis. Depok.
  3. Suwandi. 2009. Arwana Panduan Untuk Hobi Dan Bisnis. Penebar Swadaya. Bogor.
  4. Sudarto. 2003. Ikan Siluk Arwana Indonesia. Kanisius. Yogyakarta.
  5. Wibawa, S. 2013. Panduan Memelihara dan Merawat Arwana. Terra Media. Yogyakarta.
  6. Zonneveld, N., E.A. Husman., J.H. Brown. 1991. Prinsi-Prinsip Budidaya Ikan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar