Senin, 31 Januari 2022

Ikan Gupi - Memulai Budidaya untuk Pemula


Ikan Guppy adalah jenis ikan hias yang mungil dan lucu, sehingga banyak disukai dengan digemari oleh para pecinta ikan. Ikan mungil dengan warna tubuh yang indah ini memang sangat menarik perhatian, apalagi warna-warnanya mencolok dan biasanya terdiri dari paduan warna yang indah. Apalagi ikan ini termasuk ikan yang mudah perawatan dan pengembangannya.Kini banyak orang yang mencoba budidaya ikan guppy di rumah, kegiatan ini menjadi salah satu peluang bisnis yang menjanjikan. Bukan hanya itu, pembudidayaan ikan hias ini ternyata tidak memerlukan lahan yang luas, dilihat dari ukuran tubuhnya yang mungil proses membudidayakannya bisa dilakukan pada lahan yang sempit. Jadi bagi anda yang ingin membudidayakan ikan guppy dan terhalang oleh kendala lahan jangan khawatir, karena anda masih bisa melakukan ternak ikan guppy walaupun di lahan yang tidak terlalu luas.

Ikan hias ini juga memiliki potensi ekonomi yang tinggi, karena semakin banyak orang yang tertarik pada ikan hias yang berwarna indah ini.
Ikan hias yang biasa disebut dengan guppy atau ikan gapi ini, bisa saja memiliki harga yang murah di kemudian hari. Jadi mulailah membudidaya ikan hias guppy dari sekarang sebelum harganya turun anjlok.

Coraknya yang beragam serta cara pemeliharaan yang relatif mudah menjadi 2 alasan mengapa banyak orang suka dan tertarik pada ikan guppy.

Budidaya Ikan Guppy Untuk Pemula


Persiapkan Alat
Seperti halnya proses budidaya pada ikan hias lainnya, langkah awal yang harus anda lakukan adalah menyiapkan alat yang dibutuhkan. Jika anda memiliki lahan yang tidak luas maka gunakan saja kolam yang tidak permanen.

Bisa terbuat dari batako dan alas terpal, atau bisa juga terbuat dari kotak kemas sterofoam, atau kotak plastik. Namun jika Anda tidak mau repot bisa juga membudidayakan ikan hias guppy dengan kolam ataupun ember.

Untuk budidaya menggunakan ember, usahakan menggunakan ember yang besar, saya sarankan menggunakan ember cat biasanya ukurannya lebih besar dari ember biasanya.

Untuk tinggi kolam setidaknya harus 30 cm, untuk kolam yang bukan kolam pendederan. Sedangkan untuk kolam pendederan tinggi kolam itu harus 50 cm minimal.

Selain menyeiapkan wadah, jangan lupa untuk menyiapkan kebutuhan lain seperti aerator dan juga tanaman air, tanaman ini tujuannya untuk bersarang anakan ikan guppy nantinya setelah dilahirkan.

Memilih Indukan Ikan Guppy
Dalam memilih ikan guppy tidak boleh sembarangan, kita harus memperhatikan beberapa hal penting, diantaranya adalah jenis kelamin, usia, kesehatan dan juga fisik ikan guppy.

Hal ini saupaya pembudidayaan yang dilakukan bisa berhasil dan tidak ada masalah saat membudidayakannya, seperti kesehatan ikan.

1. Membedakan ikan jantan dengan betina
Biasanya ikan betina memiliki bentuk tubuh yang lebih besar dibandingkan yang jantan, serta warna ikan betina juga kusam tidak secerah dan mencolok ikan jantan. Ikan guppy betina juga tidak memiliki ekor dan dan sirip yang merumpai seperti pada ikan jantan, karena ikan jantan memiliki ekor dan sirip yang begitu indah.

2. Usia Ikan Guppy
Sebelum mengawinkan ikan pastilah kita harus memperhatikan usianya terlebih dahulu, karena kalau usianya masih mudah bisanya ikan belum bisa bertelur dan menghasilkan keturunan. Guppy yang sudah layak dibudidayakan adalah saat sudah menginjak usia 4 hingga 5 bulan. Pada usia ini dapat dilihat dengan mudah ekornya sudah matang dan corak warnanya sudah mengkilat cukup jelas begitu eksotis.

3. Kesehatan
Ikan yang sehat sudah pasti dapat berkembang biak dan mampu melahirkan bibit ikan yang unggul dan tidak cacat, oleh sebab itu memilih ikan yang sehat adalah hal yang wajib dilakukan sebelum membudidayakan ikan hias, bukan hanya guppy namun juga semua jenis ikan hias.

Cara melihat ikan tersebut sehat atay tidak adalah dengan memantau pergerakannya agresif atau tidak serta nafsu makannya baik atau tidak. Jika ada masalah diantara kedua aspek di atas, maka sebaiknya untuk mempertimbangkan untuk memilih induk ikan yang lain.

4. Fisik Ikan
Dalam budidaya ikan hias, tentunya kita menginginkan hasil yang maksimal, untuk itu memilih ikan yang memiliki fisik yang tidak cacat adalah hal yang wajib, apabila kita mengawinkan indukan yang cacat dikhawatirkan akan melahirkan anakan ikan guppy yang cacat pula.

Proses Pemijahan
Sebelum mulai dipijahkan atau dikawinkan sebaiknya anda memisahkan indukan dan pejantan di kedua wadah yang berbeda.

Isi masing-masing wadah tersebut dengan air yang bersih, dan ganti setiap 1-3 hari sekali. biasanya proses pemijahan ini dilakukan hanya dalam waktu 16 hari, berilah pakan yang bagus kepada kedua ikan tersebut.

Setelah itu, anda harus menyiapkan kolam pemijahan yang diisi dengan air lalu diamkan selama 24 jam lamanya. Kemudian ikan guppy jantan dan betina dimasukkan ke kolam dengan perbandingan air 1:2. Atau boleh juga 1:3 dan 1:5, tergantung dari segi mana anda melihatnya.

Karena semakin kecil jumlah perbandingannya, maka peluang untuk pembuahan indukan tersebut akan lebih besar. Lihat perkembangan ikan setelah 1-2 minggu kemudian, dan periksalah dengan seksama apakah ada indukan yang sudah mulai mengalami tanda-tanda kehamilan.

Proses Penetasan dan Pemisahan dari Indukan
Tanda kehamilan pada ikan guppy betina adalah dengan munculnya bercak gelap di bagian belakang sirip ikan.

Di sekitar bagian anus dan perut yang menggembung, jika indukan berhasil hamil maka segera pisahkan dan masukkan ke dalam kolam penetasan. Tunggu sampai 3-4 minggu kemudian setelah anak indukan ini menetas dan lahir.

Lalu pisahkan anakan ke bagian kolam khusus pendederan, jika tempatnya memungkinkan sebaiknya buatlah kolam dengan ukuran 1x1x0,5 m atau 2x2x0,5 m. Atau bisa juga ukurannya disesuaikan dengan lahan anda yang sempit.

Isi bak tersebut dengan air sampai kedalaman 40 cm lalu ganti air tersebut 3 hari sekali.

Pembibitan
Setelah burayak lahir, maka pastikan kolam atau ember yang digunakan tempat untuk tumbuh harus terkena sinar matahari.

Hal ini bertujuan agar ikan guppy bisa tumbuh dan memiliki corak warna yang indah serta juga memiliki pertumbuhan tubuh yang baik. Perlu juga ditambahkan tumbuhan air agar ikan guppy bisa juga bersembunyi.

Setelah mengetahui bagaimana pemilihan indukan yang tepat dan cara pembudiyaan ikan guppy, saatnya Anda ketahui makanan terbaik untuk mereka.

Agar cepat tumbuh besar, ikan guppy harus diberikan makanan yang tepat. Memang, saat ini mudah sekali didapatkan makanan ikan hias instan yang bisa dibeli di berbagai tempat.

Namun, makanan instan ini memiliki kelemahan yaitu tidak bisa membuat ikan guppy tumbuh besar dengan cepat dan juga sering membuat air menjadi cepat kotor.

Akibatnya, Anda sebagai pembudidaya harus berkali-kali dan lebih sering mengganti air ditempat tinggal ikan guppy.

Lebih baik, berikan makanan ikan guppy yang secara alami memang makanannya seperti cacing sutra, cacing halus, jentik nyamuk dan juga kutu air. Makanan alami seperti ini bisa membuat kualitas ikan tetap terjaga dan juga membuat ikan guppy cepat tumbuh besar.

Selain itu, makanan ikan guppy alami seperti yang telah disebutkan tadi pun sangat murah harganya. Bahkan, tidak perlu membelinya karena mudah sekali mencarinya disekitar tempat tinggal seperti parit, sungai, dan lain sebagainya.

Namun itu pula yang harus diperhatikan, karena makanan yang diambil dari kolam atau parit cenderung sangat kotor. Anda harus pastikan makanan tersebut telah dibersihkan terlebih dahulu agar tidak mengotori tempat tinggal ikan guppy.

Referensi
  1. Nixon, Sitanggang M. 2004. Mengenal Lebih Dekat Guppy: Ikan Mungil Berekor Indah. Agromedia Pustaka, Jakarta
  2. Palupi ES. 2014. Domestika Ikan Guppy (Poecilia reticulata) Yang Terpapar Limbah Cair Batik. Fakultas Biologi, Unsoed, Purwokerto.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar