Lingkungan budi daya perikanan merupakan lingkungan yang sesuai untuk tumbuh dan berkembang biaknya organisme yang dibudidayakan, juga merupakan lingkungan yang potensial untuk agen penyakit, seperti parasit.
Penyakit ikan akibat infeksi bakteri telah banyak menyebar di Indonesia. Penyakit tersebut selain dapat menimbulkan kerugian berupa kematian ikan juga dapat menurunkan kualitas ikan yaitu kesegaran, warna, dan cacat tubuh yang kesemuanya tentu saja akan berpengaruh pada harga jual/nilai ekonomis ikan tersebut.
Bakteri adalah mikroorganisme dan tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Keberadaan bakteri umumnya bersifat merugikan organisme lainnya yang dikenal dengan istilah patogen, seperti Escherichia coli, Vibrio sp., Shalmonella sp., dan sebagainya. Bakteri ini banyak ditemukan hampir di seluruh media atau tempat seperti tanah, udara, air, di tubuh makhluk hidup, dan sebagainya.
Bakteri adalah mikroorganisme dan tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Keberadaan bakteri umumnya bersifat merugikan organisme lainnya yang dikenal dengan istilah patogen, seperti Escherichia coli, Vibrio sp., Shalmonella sp., dan sebagainya. Bakteri ini banyak ditemukan hampir di seluruh media atau tempat seperti tanah, udara, air, di tubuh makhluk hidup, dan sebagainya.
Penyakit ikan dapat didefinisikan sebagai segala sesuatu yang dapat menimbulkan gangguan suatu fungsi atau struktur dari alat tubuh, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pada prinsipnya penyakit yang menyerang ikan tidak datang begitu saja, melainkan melalui proses hubungan tiga faktor, yaitu kondisi lingkungan (kondisi dalam air), kondisi inang (ikan), dan adanya jasad patogen (jasad penyakit).
Beberapa bakteri dapat menginfeksi ikan baik ikan air tawar maupun ikan laut. Penyakit yang disebabkan bakteri adalah penyakit yang paling banyak menyebabkan kegagalan pada budi daya ikan air tawar. Penyakit infeksi bakteri masih sering terjadi dengan intensitas yang variatif. Umumnya pembudidaya masih mengandalkan antibiotik sebagai “magic bullet” untuk melawan penyakit akibat bakteri. Penyakit infeksi bakteri yang sering menyerang ikan air tawar, yaitu bakteri Aeromonas hydrophila, bakteri Streptococcus sp, dan bakteri Mycobacterium sp.
Tuberculosis pada ikan (piscine tuberculosis) pertama kali ditemukan pada ikan-ikan mas (Cyprinus carpio) yang hidup di sebuah danau kecil di Perancis pada tahun 1987 dimana danau tersebut banyak menerima polutan yang berasal dari pusat perawatan pasien tuberculosis (sanatorium) disekitarnya.
Penyakit yang disebabkan oleh bakteri adalah penyakit yang paling banyak menyebabkan kegagalan pada budidaya ikan air tawar. Penyakit akibat infeksi bakterial masih sering terjadi dengan intensitas yang variatif. Umumnya pembudidaya masih mengandalakan antibiotik sebagai ” magic bullet” untuk melawan penyakit bakterial.
Bakteri adalah mikroorganisme dan tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Keberadaan bakteri umumnya bersifat merugikan organisme lainnya yang dikenal dengan istilah patogen, seperti Escherichia coli, Vibrio sp., Shalmonella sp., dan sebagainya. Bakteri ini banyak ditemukan hampir di seluruh media atau tempat seperti tanah, udara, air, di tubuh makhluk hidup, dan sebagainya.
Keberhasilan budidaya ikan terkait dengan pemeliharaan lingkungan dan daya tahan organisme budidaya terhadap serangan bakteri patogen. Salah satu bakteri yang umum dijumpai pada ekosistem perairan dan mempunyai peranan sebagai microbial flora bagi organisme air pada kondisi lingkungan yang stabil yaitu bakteri Aeromonas hydrophila.