Jumat, 03 Juni 2016

Teknis Management Kualitas Air Tambak pada Budidaya Udang Vaname

Teknis Management Kualitas Air Tambak pada Budidaya Udang Vaname | Agro Nusantara | Udang Vaname | www.agrotaninusantara.com

Dalam budidaya udang vaname intensif, kontrol kualitas air sangat mutlak perlu dilakukan, karena dengan sistem intensif yang mempunyai kepadatan tinggi dan penggunakan pakan penuh, perubahan pada kualitas air dapat memicu timbulnya masalah pada udang vaname yang kita budidayakan. Artinya udang vaname sangat tergantung sekali dengan kualitas air yang baik dan kestabilannya. 

Mengontrol kualitas air, paling ideal dilakukan setiap hari sekali, karena banyak faktor yang memicu terjadinya perubahan kualitas air, misalnya hujan, panas yang terik sepanjang hari, masuknya material asing ke tambak dan lain-lain. Untuk melakukan analisa kualitas air, perlu dilakukan pengambilan air sampel yang tepat, berikut ini teknik pengambilan air sampel yang tepat untuk dilakukan analisa di laboratorium. Sampel air untuk Analisa Kimia Air Sampel air diambil dengan botol air dengan mulut botol yang kecil agar air di permukaan tidak cepat mengisi botol, contohnya adalah botol air mineral ukuran 250 ml yang diikat dengan tongkat sepanjang 1,5 m. Pengambilan dilakukan dari jembatan anco. Sebelum pengambilan air, bilas botol pada tongkat dan botol sampel 250 ml dengan air tambak yang akan diambil sebanyak 2 kali. Pengambilan sampel dengan cara mencelupkan tongkat sampel ke dalam tambak sedalam 50 cm. Setelah sampel diambil pindahkan air sampel ke dalam botol sampel 250 ml kemudian ditutup dan secepatnya dibawa ke laboratorium untuk dianalisa. 

Pengambilan sampel harus selalu dibilas dengan air sampel yang akan diambil airnya. Sampel untuk Analisa Plankton Persiapkan peralatan pengambilan sampel plankton yaitu plankton net, botol sampel plankton dan botol pengambilan sampel 5 l. Cara pengambilan dilakukan dengan memasukkan botol sampel plankton 5 l ke dalam tambak sedalam 50 cm, setelah penuh ditarik dan dimasukkan ke dalam plankton net. Setelah selesai menuangkan air sampel, bilas kain/jaring dengan destiled water secukupnya ke arah dalam. Buka penampang plankton, tutup dan beri label. Teteskan 3 tetes formalin 4% dan sampel siap untuk dianalisa. Apabila sampel belum akan dianalisa, masukkan ke dalam lemari pendingin. Apabila kecerahan air kurang dari 40 cm, sampel dapat dilakukan tanpa menggunakan plankton net. Sampel untuk Uji Mikrobiologi Persiapkan botol sampel mikrobiologi (yang telah disterilkan) pada saat akan mengambil sampel. Pada saat akan melakukan sampling, tutup botol sampel dibuka sedekat mungkin dengan permukaan air, hindari kemungkinan terjadinya kontaminasi. Isi botol sampel dengan ait tambak (jangan sampai penuh) setelah itu botol sampel harus segera ditutup dan diberi label. Sampel dimasukkan ke lemari pendingin pada saat sampai di laboratorium apabila belum dapat langsung dianalisa. Sampel Udang Vaname untuk Shrimp Health 

Monitoring. 
Persiapkan botol sampel 1 liter. Pengambilan sampel udang dilakukan di jembatan anco, dengan cara mengangkat dan mengambil beberapa ekor (5 ekor) udang vaname untuk dianalisa. Metode pengumpulan sampel ada dua macam, yaitu sampling populasi (rutin) untuk mengetahui kondisi udang secara keseluruhan, pengambilan sampel udang dilakukan menggunakan jala atau anco. 

Sampling kedua adalah sampling penyakit, khusus digunakan untuk menganalisa penyakit udang apabila diketahui ada gejala udang sakit, misalnya udang lemah, mengambang, merayap di dinding tambak, kulit kusam, nekrosis (hilangnya alat tubuh udang), banyak organisme yang menempel, usus kosong, kotoran putih, bintik pada kulit udang, dan kenampakan abnormal lainnya. Isi botol sampel dengan air secukupnya sekitar 800 ml. Sampel dibawa ke laboratorium secepatnya untuk diberi aerasi dengan aerator, sekarang sampel siap untuk dianalisa. Demikian cara koleksi sampel baik air maupun udang vaname, dengan melakukan kontrol yang ketat terhadap air dan udang bisa segera dilakukan tindakan apabila terjadi gejala abnormal pada udang vaname yang kita budidayakan.

Sumber : http://www.agrotaninusantara.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar