Senin, 16 Januari 2017

Menanam Spora Rumput Laut di Tali

Image result for bibit rumput laut gracilaria

Selama ini pembudidaya rumput laut jenis Gracilaria sp masih mengandalkan teknik konvensional ketika memulai budidaya dengan mengikatkan bibit rumput laut ke tali. Kondisi itu membuat bibit yang diikatkan ke tali pertumbuhan batangnya tidak begitu besar.

Menurut Lideman Zamawi, Perekayasa pada Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dengan teknik ikatan ini, pembudidaya harus mengikatkan sekitar 10 batang bibit rumput laut pada seutas tali sehingga menjadi agak merepotkan. “Belum lagi ada biaya tambahan untuk upah mengikatkan bibit sekitar Rp 2 – 3 ribu per tali. Tidak hanya itu, terkadang bibit yang diikatkan juga suka jatuh,” terangnya kepada TROBOS Aqua.



Untuk itu, Lideman bersama Symon Dworjanyn mencari cara baru untuk teknik pembibitan rumput laut agar lebih efisien. Ia pun fokus pada pembesaran Gracilaria yang dipelihara di laut yang berbeda jenisnya dengan Gracilaria (Gracilaria verucosa) yang dipelihara di tambak.

Pembesaran jenis Gracilaria di laut yang di Takalar Sulawesi Selatan memiliki nama lokal sango-sango laut telah memberikan alternatif baru yang menguntungkan bagi pembudidaya rumput laut, khususnya yang tidak mempunyai tambak. “Saat ini untuk satu kawasan di Kabupaten Takalar saja produksisango-sango laut sudah mencapai 300 ton kering per bulan,” ungkap alumni jurusan budidaya perairan Institut Pertanian Bogor ini.

Lideman menjelaskan sango-sango laut memiliki karekteristik batang atau thalus yang relatif lebih besar dan panjang sehingga memungkinkan untuk diikat ditali polyethylene (PE). “Dari hasil penelitian, rendeman agar dari sango-sango laut ini lebih tinggi dari Gracilaria yang dibudidayakan ditambak sehingga menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan produksi gracillaria dari laut,” kata lulusan master dan doktor fisiologi rumput laut dari Universitas Kagoshima Jepang ini.

Bibit yang Bermutu

Guna mendukung budidaya pembesaran rumput laut ini diperlukan bibit yang bermutu. Lideman pun melakukan penelitian sejak Juli 2013 untuk menghasilkan bibit yang berasal dari spora yang ditempelkan di tali. “Spora sebagai sumber bibit merupakan salah satu teknik yang dapat diaplikasikan dalam upaya peningkatan produksi dan perbaikan teknik budidaya rumput laut,” katanya.

Penelitian atas kerjasama BBAP Takalar dengan Australian Center for International Agricultural (ACIAR), PT Agarindo Bogatama, dan Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau Maros (BPPBAP Maros) ini menunjukkan, penggunaan spora yang telah menempel di tali dapat langsung digunakan sebagai sumber bibit Gracillaria laut. Caranya membentangkan tali berspora itu di laut.

Lideman menyatakan, keuntungan menggunakan bibit spora ini adalah bibit rumput laut dapat dipelihara kembali untuk siklus berikutnya setelah panen dilakukan. “Kalau bibit lewat spora bisa ditempelkan di tali keuntungannya jauh lebih kuat menempel karena spora ada akarnya dibandingkan bibit yang hanya diikatkan di tali. Di sisi lain dari segi biaya dan pekerjaan lebih efisien,” jelasnya.

Adapun teknik produksi spora ini dengan memilih thalus fertil Gracilaria sp yang mengandung carpospore lalu disterilkan. Thalus fertil dipelihara dalam air laut steril dengan cara meletakannya di atas substrat berupa tali PE dan tali rafia. Tali-tali itu kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk memastikan spora sudah menempel atau belum.

Tali yang mengandung spora kemudian dipelihara dalam media Provasoli’s Enrich Seawater (PES). “Spora yang sudah berhasil menempel dan berkembang menjadi Gracilaria sp muda lengkap dengan thalus dan holdfast nya baik di tali rafia maupun tali PE selanjutnya dipelihara untuk dibesarkan,” ujar Lideman.

Ciri-ciri Gracilaria sp muda adalah munculnya tunas yang merupakan thalus yang tumbuh di atas holdfast. Pemeliharaan Gracilaria sp muda dilakukan selama 2 bulan menggunakan media PES, dengan kondisi air sama dengan air di wadah pelepasan spora yaitu suhu 25 oC dan intensitas cahaya 500 – 1.000 lux. “Pergantian media pemeliharaan dilakukan setiap seminggu sekali. Tahap selanjutnya adalah penebaran tali berspora di lapangan yaitu di lokasi budidaya Gracilaria di laut,” jelasnya.

Sumber : http://www.trobos.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar