Sabtu, 20 Juni 2020

Penanganan Hama dan Penyakit - Ikan Gabus

37 Jenis Ikan Gabus Hias atau Channa Lengkap Beserta Gambarnya ...

Ikan yang sering kita jumpai di rawa-rawa yakni ikan gabus adalah sejenis ikan predator . Ikan ini dikenal dengan banyak nama di berbagai daerah: bocek dari riau, aruan, haruan (Mly.,Bjn), kocolan (Btw.), bogo (Sd.), bayong, bogo, licingan (Bms.), kutuk (Jw.), kabos (Mhs.) dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris juga disebut dengan berbagai nama seperti common snakehead, snakehead murrel, chevron snakehead, striped snakehead dan juga aruan. Nama ilmiahnya adalah Channa striata (Bloch, 1793).



Ikan darat yang cukup besar, dapat tumbuh hingga mencapai panjang 1 m. Berkepala besar agak gepeng mirip kepala ular (sehingga dinamai snakehead), dengan sisik-sisik besar di atas kepala. Tubuh bulat gilig memanjang, seperti peluru kendali. Sirip punggung memanjang dan sirip ekor membulat di ujungnya.

Sisi atas tubuh—dari kepala hingga ke ekor—berwarna gelap, hitam kecoklatan atau kehijauan. Sisi bawah tubuh putih, mulai dagu ke belakang. Sisi samping bercoret-coret tebal (striata, bercoret-coret) yang agak kabur. Warna ini seringkali menyerupai lingkungan sekitarnya. Mulut besar, dengan gigi-gigi besar dan tajam.

Ikan gabus biasa didapati di danau, rawa, sungai, dan saluran-saluran air hingga ke sawah-sawah. Ikan ini memangsa aneka ikan kecil-kecil, serangga, dan berbagai hewan air lain termasuk berudu dan kodok.

Seringkali ikan gabus terbawa banjir ke parit-parit di sekitar rumah, atau memasuki kolam-kolam pemeliharaan ikan dan menjadi hama yang memangsa ikan-ikan peliharaan di sana. Jika sawah, kolam atau parit mengering, ikan ini akan berupaya pindah ke tempat lain, atau bila terpaksa, akan mengubur diri di dalam lumpur hingga tempat itu kembali berair. Oleh sebab itu ikan ini acap kali ditemui ‘berjalan’ di daratan, khususnya di malam hari di musim kemarau, mencari tempat lain yang masih berair. Fenomena ini adalah karena gabus memiliki kemampuan bernapas langsung dari udara, dengan menggunakan semacam organ labirin (seperti pada ikan lele atau betok) namun lebih primitif.

Pada musim kawin, ikan jantan dan betina bekerja sama menyiapkan sarang di antara tumbuhan dekat tepi air. Anak-anak ikan berwarna jingga merah bergaris hitam, berenang dalam kelompok yang bergerak bersama-sama kian kemari untuk mencari makanan. Kelompok muda ini dijagai oleh induknya.

Mengatasi Hama Ikan Gabus

Ikan gabus atau dalam bahasa latinnya disebut Channa striata ini merupakan predator yang hidup di perairan air tawar. Sebenarnya ikan gabus memiliki manfaat dalam sisi ekonomi, karena harganya yang mahal di pasaran. Hal ini berbanding lurus dengan berbagai manfaat bagi kesehatan, serta kandungan proteinnya yang tinggi, sehingga kerap kali menjadi incaran bagi banyak masyarakat.

Namun yang membuat ikan ini menjadi musuh para peternak ikan adalah kerakusannya dalam memangsa ikan-ikan kecil atau bibit ikan, tentu ini akan sangat merugikan bagi pembudidaya. Di Sulawesi dan daerah Papua ikan gabus mejadi hama no 1 yang wajib dimusnahkan demi kelangsungan budidaya. Langsung saja, inilah beberapa cara mengatasi hama ikan gabus yang dapat diterapkan di kolam budidaya Anda.

1. Keringkan Kolam Sebelum Dipakai
Langkah yang akan kita pelajari ini berupa pencegahan masuknya benih-benih ikan gabus bersama dengan ikan budidaya kita. Caranya yaitu dengan melakukan pengeringan kolam hingga bersih sepenuhnya tanpa menyisahkan air pada kolam, bahkan disarankan untuk mengeringkan kolam hingga retak-retak jika jenis kolam budidaya yang Anda pilih adalah kolam tanah.

2. Pasang Saringan Pada Saluran Air
Bibit-bibit ikan gabus biasanya menyusup dan masuk ke dalam kolam budidaya tanpa kita ketahui, kemudian saat dewasa ikan gabus tersebut akan memangsa habis ikan budidaya kita. Untuk mencegah masuknya ikan gabus dari sungai, sebaiknya Anda memasang saringan atau jaring yang kuat pada saluran irigasi kolam. Dengan demikian, bibit-bibit ikan gabus akan terhalangi untuk memasuki kolam budidaya Anda.

3. Dengan Menangkapinya
Salah satu cara klasik namun dinilai berhasil adalah dengan menangkapi hama ikan gabus tersebut dengan menggunakan jaring. Ikan gabus dikenal sebagai ikan yang rajin berenang di permukaan terlebih jika dipancing dengan ikan hidup atau cebong, hal ini tentu menguntungkan bagi Anda yang ingin menangkapinya.

Saat musim kawin dan musim bertelur, ikan gabus baik jantan maupun betina akan bekerja sama membuat sarang di tepi kolam. Anak-anak ikan gabus senang berburu dalam kelompok yang dijaga oleh ikan gabus dewasa. Inilah kesempatan bagi Anda untuk memanen ikan gabus yang selama ini mengganggu kolam budidaya Anda.

Hasil tangkapan ikan gabus tersebut juga dapat Anda jadikan uang dengan menjualnya kepada orang yang memerlukan protein atau lendir ikan gabus untuk pengobatan.

4. Memberi Racun
Racun yang dimaksud bukanlah seperti racun kimia yang memiliki dampak buruk bagi lingkungan dan ikan peliharaan lainnya. Kita akan memberikan racun dari bahan alami namun terbukti ampuh untuk melemahkan hama ikan gabus. Pemberian racun ini dilakukan saat tahap persiapan kolam dengan memberi ramuan herbal yang ramah lingkungan.

Beberapa jenis herbal yang dapat kita gunakan antara lain:
  • Akar tuba atau rotenone dengan dosis 10 kg per ha
  • Biji the atau saponin dengan dosis berkisar 150 – 200 kg per ha
  • Atau dengan bahan pembuat rokok yaitu tembakau atau nikotin dengan dosis 200 – 400 kg per ha
Langkah ini cukup ampuh untuk mencegah hama ikan gabus dan beberapa hama ikan lainnya hidup dalam kolam budidaya Anda. Namun perlu diketahui setelah pemberian racun herbal ini, Anda harus membersihkan kembali kolam sebersih mungkin agar efek racunnya tidak tersisa dan malah membahayakan ikan budidaya. Jangan lupa untuk mengeringkan kolam secara total sebelum diisi air kembali.

5. Meninggikan Permukaan Kolam
Jika Anda menemui salah satu kolam ikan budidaya telah tercemari dengan keberadaan hama ikan gabus, maka sebaiknya segera tangkapi ikan gabus tersebut agar tidak berpindah dan berkembang biak di kolam lain, atau Anda juga dapat membuat pematang yang lebih tinggi pada kolam budidaya yang sudah disusupi hama ikan gabus.

Dengan mempertinggi permukaan pematang kolam, ikan gabus dari saluran air atau kolam seberang tidak akan dapat melompat ke kolam budidaya kita.

6. Melakukan Pengecekan Rutin
Salah satu kegiatan yang tidak boleh kita lewatkan dalam menjaga kelangsungan budidaya ikan air tawar adalah mengadakan pengecekan rutin secara berkala. Pengecekan kolam secara kontinyu ini dimaksudan agar kita dapat mendeteksi lebih awal adanya serangan hama serta penyakit yang mungkin menyerang ikan budidaya kita.

Semakin dini dalam mengetahui sumber permasalahan, maka semakin efektif pula penanganannya. Bersihkan kolam dengan teratur agar ikan budidaya tidak terinfeksi berbagai penyakit berbahaya yang tentunya akan merugikan kita sebagai petani.

Jenis Penyakit Ikan Gabus

Penyakit yang sering menyerang ikan gabus adalah parasit yang disebabkan oleh organisme tingkat rendah seperti virus, bakteri, jamur, dan protozoa. Namun, jenis penyakit yang dibahas dalam buku ini adalah sebagai berikut:

Tabel 1. Jenis penyakit dan penyebabnya
NONAMA PENYAKITPENYEBAB
1.Bintik Putih
(White Spot)
Penyebabnya adalah jamur Ichthiopthirius multifiliis. Penularan penyakit ini dapat melalui air dan kontak langsung antar ikan.

Tabel 2. Penyakit dan gejala serangan
NONAMA PENYAKITGEJALA SERANGAN
1.
Bintik Putih
(White Spot)
- Timbul bintik-bintik putih pada bagian ekor, kepala, dan punggung.
- Gerakan lemah.
- Nafsu makan berkurang.

Pengobatan
Penyakit yang menyerang ikan gabus dapat diobati dengan menggunakan bahan kimia dan bahan alami. Secara rinci dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 3. Pengobatan dengan menggunakan bahan kimia
NONAMA PENYAKITPENGOBATAN DENGAN BAHAN KIMIA
1.Bintik putih
(White Spot)
1. Menggunakan Formalin untuk menghilangkan lendir dengan dosis 0,1 ppm atau 0,1 mg (0,1 ml) / liter air.

2.Menggunakan Malachite Green (MG) untuk membunuh Ichtthyoptirius multifulis dengan dosis 0,1 ppm atau 0,1 mg (0,1 ml) / liter air.


Tabel 4. Pengobatan dengan bahan alami
NONAMA PENYAKITPENGOBATAN DENGAN BAHAN ALAMI
1.Bintik putih
(White Spot)
1. Daun Sambiloto
- Dosis 10 lembar/10 liter air.
- Rendam selama 20 jam.

2. Mahkota Dewa
- Dosis 10 iris/2 liter air, direbus sampai sisa air sebanyak 1 liter dan dibiarkan sampai dingin.
Rendam selama 8 jam sampai ikan benar-benar sembuh.


DAFTAR PUSTAKA
  1. Anonim, 2002. Budidaya Ikan Air Tawar. Deputi Manegeristik Bidang Pendayagunaan dan Kemasyarakatan IPTEK. Jakarta.
  2. Djuanda, Tatang. 1981. Dunia Ikan. Armico. Bandung.
  3. Sentis Y. dan Syafei L.S, 2005. Buku Seri Kesehatan Ikan “Ikan Gabus Sehat Produksi Meningkat”. Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian, Jurusan Penyuluhan Perikanan, Bogor.





1 komentar:

  1. ayo segera bergabung dengan saya di D3W4PK
    hanya dengan minimal deposit 10.000 kalian bisa menangkan uang jutaan rupiah
    ditunggu apa lagi ayo segera bergabung, dan di coba keberuntungannya
    untuk info lebih jelas silahkan di add Whatshapp : +8558778142
    terimakasih ya waktunya ^.^

    BalasHapus