Minggu, 30 Agustus 2020

Budidaya Ikan Lele - Sistem Biona

Masyarakat Malang Kembangkan Budi Daya Lewat “Biona” – Suara Investor
Ikan lele dumbo adalah ikan air tawar yang banyak dibudidayakan di hampir seluruh Indonesia. Hal ini disebabkan ikan lele memiliki kelebihan. Yaitu, pertumbuhan cepat, perawatan relatif mudah, merupakan komoditas unggulan, dan memiliki prospek pasar yang bagus. Meningkatnya produksi ikan lele telah menghasilkan beberapa teknologi budidaya untuk efesiensi lahan dan air.

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Fishedupark Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) berupaya memberikan sumbangsih dan kontribusi kepada masyarakat yang ingin belajar dalam dunia perikanan. Salah satunya dengan mengadakan pelatihan budi daya ikan lele sistem bio natural (Biona) dan akuaponik.

Kegiatan bertema 'The Real Urban Farming' itu berlangsung di Laboratorium Perikanan UMM. Dosen Perikanan UMM, Ganjar Adhy Wirawan, mengatakan peserta mendapat edukasi dan bukti mengenai konsep real urban farming yang berisi cara budi daya lele sistem biona.

Kemudian juga pembenihan lele berdasarkan standar Cara Pembenihan Ikan Yang Baik (CPIB) dan juga praktik persiapan media air serta akuaponik. Menurut Ganjar, konsep urban farming perlu disosialisasikan dan diaplikasikan saat ini.

Sebab, masyarakat sudah mulai mengalami pergeseran produktivitas di era milenial kini. Apalagi masyarakat muda Indonesia juga sudah mulai kurang berminat pada sektor perikanan. "Padahal di negara lain, hal ini justru sedang mengalami peningkatan," ujar Ganjar.

Saat ini, dia melanjutkan, pemanfaatan lahan-lahan terbatas di perkotaan juga menjadi alasan berkurangnya minat perikanan. Untuk itu, masyarakat dituntut kreatif dan maksimal dalam memanfaatkan lahan sempit serta air yang terbatas agar dapat diolah dengan baik.

Dari masalah ini, konsep urban farming dianggap menjadi salah satu jawaban tepat. Pada kesempatan sama, peserta pelatihan, Fadhilah Purna Agustin, mengaku merasa sangat tertarik dan terinspirasi dengan adanya kegiatan ini.

Hal ini utamanya dalam strategi pemanfaatan lahan yang tersedia. "Saya sangat tertarik dengan sistem Biona dan akuatik ini, karena saya ingin memanfaatkan kolam yang saya punya."

Selain itu, dengan adanya kegiatan ini, ia menjadi kian paham mengenai sistem budi daya produk perikanan, manajemen pakan, dan edukasi-edukasi lainnya.

Budi daya lele dengan sistem biona yang dinilai lebih menguntungkan karena padat tebar ikan tinggi dan tidak perlu mengganti air sehingga memudahkan peternak. Dosen Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM Riza Rahman Hakim mengatakan implementasi sistem ini dilaksanakan di Desa Parangargo, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

“Sistem biona yaitu sistem budi daya lele menggunakan kolam terpal dengan merekayasa lingkungan perairan di kolam budi daya agar kondisinya mirip dengan lingkungan perairan di habitat aslinya, sehingga ikan lele bisa hidup nyaman di kolam tersebut,” ungkapnya di Malang, Kamis (30/7/2020).

Menurut Riza, dibandingkan dengan budi daya tradisional atau konvensional, sistem biona ini memiliki banyak kelebihan, yakni bisa padat tebar tinggi. Jika biasanya pada budi daya tradisional per satu meter kubik kolamnya rata-rata hanya di isi 200 ekor lele, dengan sistem biona kolam bisa di isi 500-1000 ekor lele per satu meter kubik. Keunggulan lainnya adalah air tidak perlu diganti sampai ikan lele dipanen.

Ketua Pengabdi, Prof.Yus Mochamad Cholily,menyatakan, masih banyak aktivitas lanjutan yang nantinya akan dilakukan di antaranya kolam lele juga akan dibuat berbantuan solar cell guna mengurangi beban listrik akibat pemanfaatan sistem aerasi (penambahan oksigen) kolam.

Program jangka panjangnya, juga perlu pengelolaan pasca panen serta pembuatan pakan pelet dalam mendukung program ini secara utuh.

Program percontohan sistem budi daya ikan lele dilakukan Tim Dosen Universitas UMM melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) dalam konteks pemberdayaan yang didanai Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia.(K24)

Panduan Membuat Kolam Ternak Lele Dengan Sistem Biona. 
Sebagai negara maritim tentunya kegiatan budidaya ikan sudah menjadi prioritas dalam kegiatan sehari-hari. Usaha ini tentunya dapat meraup keuntungan yang cukup besar pula. Salah satunya ialah dengan budidaya lele secara higenis dengan sistem biona. Biona sendiri ialah singkatan dari Bio Natural.

Sistem yang pertama kali dicetuskan oleh salah satu dosen perikanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bernama Riza Rahman Hakim. Sistem budidaya ini juga tengah dikembangkan menjadi bionic yakni gabungan dari biona dan aquaponic.

Mindset seseorang dalam melihat ikan lele ialah selalu jorok. Karena lingkungan atau habitatnya yang sering kali tidak bisa ditolerir. Seperti pada tempat berlumpur, selokan bahkan sapiteng.

Sebab ikan lele memiliki batas tolelir yang cukup tinggi terhadap lingkungan tempat ia tinggali. Di samping itu lele ternyata mengandung protein yang tinggi. Namun, sejak ditemukannya sistem biona ini perlahan dengan pasti dapat merubah pikiran orang tentang ikan lele. Budidaya dengan sistem ini bisa dilakukan di rumah dengan lahan yang sempit sekalipun.

Panduan Membuat Kolam Ternak Lele Dengan Sistem Biona

Berikut ialah caranya :
  1. Menyiapkan wadah budidaya berupa kolam terpal dengan ukuran diameter 1 m atau disesuaikan dengan lahan yang tersedia.
  2. Mencari bibit ikan lele yang berkualitas.
  3. Padat tebar ikan pada kolam disesuaikan dengan ukuran kolam. Pada kolam terpal dengan diameter 1 bisa diisi ikan lele sebanyak 500-1000 ekor per kolam. Pada diameter 2 kolam dapat menampung sekitar 3000 ekor.
  4. Pengisian kolam dengan media air yang sudah mengalami perlakuan. Diantaranya ialah memberikan pemberian garam, tetesan tebu, dan probiotik yang berfungsi sebagai pengurai bahan organik agar tidak menjadi bahan yang berbahaya bagi ikan lele. Hal ini dilakukan 7 hari sebelum menebar bibit ikan lele.
  5. Pemberian pakan bisa disesuaikan dengan waktu yang telah ditentukan seperti pada pagi hari, siang hari, dan sore hari. Pakan yang digunakan pun haruslah pakan pabrik atau biasa disebut popan. Tidak dianjurkan untuk memberi makan ikan lele dengan sisa pakan atau kotoran. Hal ini bisa tentunya membuat lele menjadi tidak higenis.
  6. Membuat pipa dengan lubang untuk tanaman seperti selada air, sawi dan sebagainya. Tidak lupa memberi pompa air kecil untuk menyirkulasi air yang berada di dasar kolam sebagai nutrisi bagi tumbuhan-tumbuhan aquaponic. Sebab dasar kolam akan dipenuhi dengan amonia dari sisa pakan dan kotoran dari ikan lele.
Keunggulan Sistem Biona

Keunggulan dari sistem ini ialah:
  1. Memberikan hasil berupa ikan lele yang higenis.
  2. Kolam budidaya disinyalir tidak berbau.
  3. Memanfaatkan lahan yang kosong dengan baik.
  4. Memanfaatkan kotoran ikan sebagai nutrisi bagi tumbuhan.
  5. Sistem ini juga mampu untuk menghemat air karena adanya sirkulasi nyata dalam ekosistem tersebut.
Kekurangan Sistem Biona
  1. Ternyata ada kekurangan dari sistem budidaya lele ini, yakni:
  2. Waktu panen yang lebih lama dibandingkan dengan sistem tradisional. Setidaknya membutuhkan waktu 3 bulan untuk memanen ikan lele tersebut.
  3. Tingkat resiko kematian pun cukup tinggi berkisar 70-80%. Hal ini cukup baik mengingat ikan lele bersifat kanibal. 


Wasekjend Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IPI, Yant Subiyanto, mengatakan, sistem biona merupakan pembudidayaan lele dengan bantuan bakteri matrik yang sangat membantu pelaku ternak lele. Khususnya lahan untuk pemeliharaan yang biasa menggunakan kolam yang luas, sekarang cukup area yang sempit. "Bahkan, dengan biaya yang jauh lebih murah dibanding dengan kolam tradisional ataupun beton," katanya, Rabu (2/11/2016). Menurutnya, kolam buatan dengan diameter dan tinggi 1 meter, dapat digunakan untuk memelihara 1.000 ekor lele.

Sementara kolam 2 meter tinggi 1 meter, dapat untuk memeliharan sampai dengan 3.000 ekor lele.
Program ini sejalan dengan gerakan ajakan pemerintah untuk gemar makan ikan. "Maka perlu peningkatan kapasitas hasil dari para pelaku ternak lele," katanya.

"Dengan kondisi sekarang, perkembangan pemukiman semakin meluas, lahan-lahan perikanan sudah semakin banyak berkurang,dan adanya daerah tertentu yang air sebagai media pemeliharaan ikan mengalami kesulitan saat musim kemarau," katanya. Sistem Biona, lanjut dia, merupakan jawaban dari kesulitan tersebut.


Referensi: 
  1. .........., 2020; https://surabaya.bisnis.com/read/20200730/531/1273235/umm-perkenalkan-budi-daya-ikan-lele-dengan-sistem-biona
  2. .......... 2020; https://www.osttrading.com/sistem-biona/

1 komentar:

  1. Numpang promo ya Admin^^
    ajoqq^^cc
    mau dapat penghasil4n dengan cara lebih mudah....
    mari segera bergabung dengan kami.....
    di ajopk.biz...^_~
    segera di add Whatshapp : +855969190856

    BalasHapus