Minggu, 31 Juli 2022

Ikan Mujair - Budidaya di Kolam dan Aquarium

Sebelum memulai membuka usaha ternak mujair sebagi ikan konsumsi, ketahui dulu tahapan-tahapan menentukan dan membuat lokasi serta kolamnya.
Persiapan Budidaya Ikan Mujair

Memilih Tempat Budidaya Ikan Mujair
Tanaha yang kita pilih sebagai tempat pembuatan kolam pemeliharaan ikan air tawar seharusnya tanah yang subur atau setidaknya tanah yang dapat di suburkan dan dekat dengan sumber air, sedangkan tanah-tanah yang terdiri dari cerdas atau tanah berpasir tidak baik di buat sebagai tempat pemeliharaan ikan air tawar seperti mujair.

Persyaratan tempat Budidaya Ikan Mujair yang perlu di ketahui adalah.
a. Ketersediaan sumber air
b. Jenis tanah dan kemiringan
c. Kualitas air
d. Persyaratan sosial ekonomi.
- Ketersediaan lokasi.
- Tenaga kerja
- Sarana dan prasarana
- Kondisi masyarakat

e.Persyaratan nonteknis
- Keterlindungan
- Keamanan lokasi

Pembuatan tempat budidaya ikan mujair

Budidaya Ikan Mujair di Kolam
Ada dua syarat pembuatan kolam.
- Saluran pemsukan air yang gunanya adalah memasukkan air kedalam kolam
- Saluran pengeluaran air, biasanya saluran pengeluaran air ini di buat dua buah yang satu di buat atau di pasang pada permukaan kolam sesuai dengan tinggi kolam yang di inginkan.

Jenis-jenis kolam yang perlu di persiapkan sangat tergantung kepada sistem Budidaya Ikan Mujair.
  • Kolam Tradisional, kolam yang di gunakan adalah kolam tanah yaitu kolam yang keseluruhan bagian kolamnya terbuat tanah.
  • Kolam Semi intensif, kolamnya yang terbuat dari tembok sedangkan dasar kolamnya terbuat dari tanah
  • Kolam Intensif, kolam yang keseluruhan bagian kolam terdiri dari tembok.

Jenis-jenis kolam yang di butuhkan untuk membudidayakan ikan mujair.
  • Kolam penetasan adalah kolam yang khusus di buat untuk menetaskan telur ikan.
  • Kolam peemeliharaan benih adalah kolam yang di gunakan untuk memelihara benih ikan sampai ukuran siap jual.
  • Kolam pemberokan adalah kolam yang di gunakan untuk menyimpan induk-induk ikan yang akan di pijahkan atau ikan yang akan di jual.
Kolam yang akan di gunakan untuk membudidayakan ikan sebaiknya.
1.Pematang kolam
Di buat untuk menahan massaair di dalam kolam agar tidak keluar dari dalam kolam.

2.Dasar kolam dan saluran dasar kolam
Untuk budidaya ikan ini di buat miring ke arah pembuangan air, kemiringan dasar kolam berkisar antara 1-2% yang artinya dalam setiap 100 m panjang dasar kolam ada perbedaan tinggi sepanjang 1-2 m.

3.Pintu air
Kolam yang baik harus memiliki pintu pemasukan air dan pintu pengeluaran air secara terpisah. Letak pintu pemasukan dan pengeluaran air sebaiknya berada di tengah-tengah sisi kolam terpendek agar air dalam kolam dapat berganti seluruhnya.

a.Bak selain kolam, anda juga dapat menggunakan bak.
Berdasarkan proses budidaya ikan mujair, jenis bak yang akan di gunakan di sesuaikan dengan skala produksi budidaya dan hampir sama dengan kolam di mana dapat di kelompokkan menjadi bak pemijahan, bak penetasa, dan bak pemeliharaan dan bak pemberokan.

Budidaya Ikan Mujair di Akuarium
Akuarium juga dapat di gunakan untuk budidaya ikan mujair, terutama pada proses kegiatan pembenihan ikan.

Ada beberapa langkah yang harus di perhatikan dalam memotong kaca.
1. Letakkan lembaran kaca pada meja kerja, meja kerja harus dalam keadaan datar dan bersih.
2. Ukuran kaca yang akan di potong ini di sesuaikan dengan bentuk akuariumyang akan di buat.
3. Untuk memotong kaca gunakan alat pemotong kaca yang banyak di jual di toko besi.
4. Setelah kaca terpotong, bagian pinggir dari potongan-potongan kaca harus di haluskan dengan garinda atau batu asahan karborondum.

Mempersiapkan tempat budidaya ikan mujair.

Tahapan-tahapan yang harus di lakukan

1. Pengeringan
Pengeringan dasar kolam di butuhkan oleh ikan agar bakteri pembusuk yang dapat menyebabkan ikan sakit, racun sisa dekomposisi selama budidaya terbuang.

2. Perbaikan pematang
Untuk mencegah kebocoran kolam. Kebocoran kolam dapat di akibatkan oleh binatangair seperti belut, kepiting dan hewan air lainnya.

3. Pengolahan dasar kolam
Dilakukan pada kolam tradisional dan kolam semi intensif dimana dasar kolam berupa tanah.

4.Pengapuran
Sebaiknya di lakukan setelah pngolahan tanah.pada saat tanah di balikkan dan sambil menunggu kering tanah dasar, penebaran kapur dapat dilakukan.

5. Pemupukan
Bertujuan untuk meningkatkan kesuburan kolam, memperbaiki struktur tanah dan menghambat peresapan air pada tanah-tanah yang porous serta menumbuhkan phytoplankton dan zooplankton yang di gunakan sebagai pakan.

6. Pengairan
Kolam yang telah di keringkan, di kapur dan di pupuk tersebut lalu di airi agar pakan almi di kolam tersebut tumbuh dengan subur. Pengairan ini harus dilakukan minimal 4-7 haru sebelum larva/benih ikan di tebar ke dalam kolam pemeliharaan agar pakan alami tumbuh dengan sempurna.

Hal-hal yang harus dilaksanakan dalam pengolaan kolam induk ikan mujair ini.

1. Prsiapan wadah
Wadah mempunyai pematang kokoh dan tidak bocor, pintu pemasukan, serta pintu pengeluaran yang di pasang saringan.

2. Pengairan
Untuk menjaga kondisi lingkungan bagi induk sesuai dengan persyaratan yang di butuhkan yaitu perairan subur, cukup tersedia oksigen terlarut.

3. Pengendalian gulma air
Tanaman air yang dapat mengganggu lingkungan hidup ikan antara lain adalah eceng gondok dan kiambang, bila populasinya banyak sampai menutupi permukaan air, maka proses di fusi oksigen ke dalam air proses fotosintesis phytoplankton dapat terganggu sehingga oksigen terlarut akan menurun.

Persiapan bak Budidaya Ikan Mujair.
1. Sanitasi wadah
Wadah yang akan di gunakan untuk budidaya ikan sebelum di gunakan di bersihkan dari kotoran yang menempel, agar tidak terdapat sisa-sisa kotoran yang bisa menyebabkan pembawa penyakit.

2. Perbaikan wadah
Sebelum wadah digunakan dilakukan pemeriksaan apakah bak tersebut siap untuk di gunakan untuk budidaya ikan.

3. Perbaikan instalasi udara
Para wadah budidaya ikan yang menggunakan bak biasanya menggunakan alat bantu untuk meningkatkan kelarutan oksigen di dalam wadah budidaya dengan menggunakan aerator ataupun blower.

4. Perbaikan instalasi air.
Para budi daya ikan menggunakan wadah bak biasanya tidak mempunyai pipa pemasukan air seperti di kolam, pada bak pintu pemasukan air merupakan kran air yang di masukkan ke dalam bak budidaya.

Ikan mujair dapat berkembang biak sepanjang tahun secara alamiah di daera tropis. Kematangan telur di kolam dapat di capai umur 5-6 bulan.

Proses pemijahan di mulai dengan pembuatan sarang oleh ikan jantan berupa lekukan berbentuk bulat dengan diameter sebanding seukuran tubuhnya di dasar perairan dalam daerah teritorial. Ikan betina yang siap memijah akan mengeluarkan telur di lubang yang telah di siapkan oleh jantan dan telur-telur tersebut akan di buahi oleh ikan jantan. Setelah telur di buahi, telur tersebut akan di kumpulkan oleh ikan betina dan di erami di dalam mulut sampai menetas. Lama pengeraman di dalam mulut berkisar antara 1-2 minggu tergantung suhu air tempat di lakukannya pemijahan.

Setelah larva di lepas oleh induk betina, larva-larva tersebut akan kembali ke dalam mulut induk betina apabila ada bahaya yang mengancam. Yang kerap di lakukan adalah pertama dengan membiarkan induk betina melakukan pengeraman telur hingga menetas dan memelihara larva sampai telur terserap habis di dalam mulut.

Teknik yang kedua adalah dengan melakukan pemanenan telur yaitu dengan cara memeriksa induk-induk betina yang sedang mengerami telur di dalam mulut dan mengoleksi telur-telur tersebut untuk diinkubasikan, serta di teteskan di dalam wadah yang telah di siapkan. Umumnya induk betina yang sedang mengerami telur di dalam mulut yang mengembung dan lebih agresif menyerang ikan lainnya yang mendekatinya.

Budidaya Ikan Mujair - Pemijahan
1. Induk
Dalam usaha pembenihan, jumlah induk yang harus di sediakan harus sesuai dengan rencana kapasitas produksi benih berdasarkan skala usaha yang akan di lakukan.

2.Perawatan induk
Calon induk atau induk selama pemeliharaan harus di beri pakan yang bermutu tinggi dengan jumlah yang cukup agar sehat dan dapat menghasilkan telur dengan kualitas yang baik.

3. Pemasangan induk jantan dan betina
Secara teoritis, ikan mujair dapat dipijahkan secara alami, semi buatan dan buatan. Pemijahan secara alami adalah pemijahan tanpa dilakukan pemberian rangsangan hormonal. Pemijahan semi buatan adalah pemijahan dengan proses rangsangan hormonal akan tetapi proses ovulasidan pembuahannya dilakukan secara buatan.

Perawatan larva atau benih
Pendederan atau pemeliharaan larva ikan mujair dilakukan setelah telur-telur hasil pemijahan menetas. Kegiatan ini dilakukan pada kolam pendederan yang sudah siap menerima anak ikan dimana kolam tersebut dikeringkan terlebih dahulu serta di bersihkan dari ikan-ikan liar.

Dalam menentukan jenis pakan ikan mujair yang tepat harus di perhatikan.
- Perkembangan bukaan mulut larva agar dapat menetapkan pakan yang tepat, pada umur berapa jenis pakan dan ukuran pakan.
- Kemampuan mencerna larva sangat dipengaruhi oleh enzim pencerna, produksi enzim di dalam tubuh larva yang di tentukan oleh kalenjer enzim belum sempurna.
- Pada fase larva mata belum berkembang secara sempurna sehingga untuk mendeteksi keberadaan pakan di dalam media pemeliharaan sangat terbatas.

Pemeliharaan benih untuk tujuan kelamin jantan

Tahapan yang dilakukan adalah sebagai berikut.
- Pembuatan pakan berhormon, dengan cara mencampurkan sebanyak 60 mg mt ke dalam alkohol 95-100% sebanyak 200 ml.
- Benih yang di gunakan harus berukuran kurang dari 9 mm supaya efektif beralih kelamin.
- Kepadatan benih sekitar 3000-4000 ekor per m3 dalam hapa atau bak.
- Masa pemeliharaan selama 3-4 minggu.
- Keberhasilan pengalihan kelamin sebesar 95-100%, sangat tergantung dari intensitas pemeliharaan.
a.Pemberian pakan ikan mujair
Larva yang baru menetas masih mempunyai cadangan makanan berupa kantung kuning telur. Cadangan makanan ini baru habis di serap oleh larva pada hari ke 4, sehingga sampai hari ke 4 larva tidak perlu di beri makan. Pada hari ke 5 larva sudah memerlukan pakan dari luar. Karena ukuran ikan masih kecil makan pakan yang baik adalah pakan yang sesuai dengan bukaan mulut ikan.

b.Pengelolaan air
Selama pemeliharaan ikan, air dalam akuarium akan di kotori oleh sisa pakan dan kotoran yang dikeluarkan oleh ikan. Kotoran yang terlalu banyak dalam media pemeliharaan akan menurunkan kualitas air dan dapat mengganggu kehidupan ikan sehingga perlu di bersihkan.

Panen benih
Setelah larva mencapai ukuran benih dilakukan pemanenan untuk di pindahkan ke tempat pemeliharaan selanjutnya. Panen dilakukan dengan cara mengurangi volume air dalam akuarium pemeliharaan sebanyak 50%. Benih ikan sudah cukup besar dan seringkali ukurannya tidak seragam. Untuk mendapatkan ukuran ikan yang seragam dilakukan seleksi ukuran atau grading.

Hal-hal dalam penanganan benih saat panen.
a. Benih ikan harus di pilih yang sehat dan bebas dari penyakit, parasit dan tidak cacat.
b. Air yang di pakai media pengangkutan harus bersih, sehat, bebas hama dan penyakit serta bahan organik lainnya.
c. Sebelum di angkut benih ikan harus di berok dahulu selama beberapa hari.
d. Berdasarkan lama/jarak pengiriman, sistem pengangkutan bnih terbagi menjadi 2.
-Sistem terbuka
-Sistem tertutup.

Cara pengemasan benih ikan yang di angkut dengan kantong.
a. Masukkan air bersih ke dalam kantong plastik
b. Hilangkan udara dengan menekan kantong plastik ke permukaan air
c. Alirkan oksigen dari tabung di alirkan ke kantong plastik sebanyak 2/3 volume keseluruhan rongga
d. Kantong plastik lalu di ikat.
e. Kantong plastik di masukkan ke dalam dos dengan posisi membujur atau di tidurkan.

Adapun cara pngiriman melalui udara menggunakan pesawat.
- Benih ikan yang telah di berok dan siap di packing
- Box styrofoam standar pesawat ssiap diisi benih.
- Proses penutupan box dengan plastik bening, untuk menjaga oksigen dan air tidak bocor selama perjalanan.

4. Pemeliharaan pembesaran ikan mujair

a. Pembesaran tradisional
Pembesaran ikan yang hanya mengandalkan pakan alami yang terdapat dalam kolam budidaya.

b. Pemeliharaan secara ekstensif
Digunakan relatif cukup besar dari 200 m2, kepadatan ikan relatif rendah dan pakan yang di berikan hanya mngandalkan pakan yang tumbuh dari kolam

c. Pembesaran semi intensif
Pembesaran ikan yang lebih mengutamakan pakan alami yang terdapat pada kolam dan di beri pakan tambahan yang tidak lengkapp kandungan gizi dari pakan tersebut.

d. Pembesaran intensif
Pembesaran ikan yang dalam proses pemeliharaannya mengandalkan pakan buatan dalam pemberian pakannya serta di lakukan pada wadah yang terbatas dengan kepadatan maksimal.

5. Memantau pertumbuhan benih ikan
Jumlah ikan di dalam suatu kolam itu, apabila di hitung semua maka jumlah populasinya di ketahui. Sebaiknya tentukan titik yang di perkirakan bisa mewakili populasi, dengan secara acak.

6. Mengukur pertumbuhan benih
Pertumbuhan ikan dipengaruhi oleh faktor dalam dan luar ikan.

7. Kesehatan benih ikan
Kesehatan benih ikan berpengaruh besar terhadap pertumbuhan. Karena jika ikan sakit tersebut akan di gunakan sebagai pngganti sel-sel yang rusak, serta anti toksin kkebalan tubuhnya akan melawan penyakit yang ada.

8.Keseragaman ukuran benih ikan
Ukuran benih ikan secara keseluruhan jelas akan mempengaruhi produksi total.

9. Pengelolaan kualitas air
Kualitas air mempunyai 3 faktor yaitu faktor fisika, kimia, dan biologi. Di antaranya;

a. Suhu air
Suhu air merupakan faktor penting yang harus di perhatikan karena dapat mempengaruhi laju metabolisme dalam tubuh ikan.

b. Volume air
Pertumbuhan ikan mujair yang di pelihara dalam air mengalir lebih cepat daripada yang di pelihara dalam air tergenang.

c. Kadar oksigen terlarut
Oksigen yang di butuhkan ikan yang hidup di dalam air tersebut dengan oksigen terlarut. Ikan mujair merupakan ikan yang tahan terhadap kekurangan oksigen terlarut dalam air.

d. Pencemaran lingkungan
Ikan mujair yang dipelihara pada musim kemarau banyak yang mati. Hal ini di akibatkan oleh pengaruh secara tidak langsung dari sinar matahari yang dapat meninggalkan keasaman perairan.

e. Kadar garam
Ikan mujair mempunyai toleransi salinitas yang cukup luas, tetapi pertumbuhan ikan mujair pada kadar garam lebih dari 30% akan terhambat.

Pemanenan ikan mujair dapat dilakukan dengan cara.

1. Panen sebagian atau panen selektif
Dilakukan pada pengeringan kolam, ikan yang akan di panen di pilih dngan ukuran tertentu. Ukuran benih yang akan di panen tergantung dari permintaan konsumen. Pemanenan dilakukan dengan menggunakan waring yang di atasnya telah di taburi umpan.

2. Panen total Ikan Mujair
Panen total dilakukan untuk menangkap ikan hasil pembesaran. Umumnya umur ikan mujair yang di panen berkisar antara 5 bulan dengan berat berkisar antara 30-45 gram/ekor. Panen total dilakukan dengan caramengeringkan kolam, hingga ketinggian air tinggal 10-20 cm. Petak penangkapan di buat seluas 1 m persegi di depan pintu pengeluaran, sehingga memudahkan dalam penangkapan ikan.

3. Penanganan ikan hidup Ikan Mujair
a. Dalam pengangkutan gunakan air yang bersuhu rendah sekitar 20 derajat c.
b. Waktu pengangkutan hendaknya pada pagi hari atau sore hari
c. Jumlah kepadatan ikan dalam alat pengangkutan tidak terlalu padat
d. Penanganan ikan segar.

Beberapa faktor penyebab kerusakan ikan air tawar
1. Kadar air cukup tinggi yang menyebabkan mikroorganisme mudah tumbuh dan berkembang biak.
2. Secara alami, ikan mengandung enzim yang dapat menguraikan protein menjadi putresin.
3. Lemak ikan mengandung asam lemak tidak jenuh ganda yang sangat mudah mengalami proses oksidasi atau hidrolisis yang menghasilkan bau tengik.
4. Ikan mempunyai susunan jaringan sel yang lebih longgar, sehingga mikroba dapat dengan mudah menggunakannya sebagai media pertumbuhan.

a. Pendinginan
Cara yang paling mudah dalam mengawetkan ikan dengan pendinginan adalah menggunakan es sebagai bahan pengawet, baik untuk pengawetan di atas kapal maupun setelah di daratkan, yaitu ketika tempat lelangan.

b. Pembekuan
Untuk mendapatkan umur simpan yang panjang ikan harus di bekukan dengan menggunakan alat pembeku dan kemudian di simpan beku dalam cold storage.

c. Pengurangan kadar air
Apabila pendinginan atau pembekuan tidak dapat di lakukan karena listrik atau es tidak tersedia, ikan dapat di awetkan dengan mengurangi kadar airnya.

Ikan segar merupakan produk yang cepat turun kualitasnya. Hal yang perlu di perhatikan untuk mempertahankan kesegaran.
a. Penanganan harus di lakukan hati-hati agar ikan-ikan tidak luka
b. Sebelum di kemas, ikan harus di cuci agar bersih dan lendir
c. Wadah pengangkutan harus bersih dan tertutup. Untuk pengangkutan jarak dekat, dapat di gunakan daun pisang.
d. Ikan di letakkan di dalam wadah yang di beri es dengan suhu 6-7 derajat c.




Referensi:
  1. Amri, K dan Khairuman. 2002. Buku Pintar Budidaya 15 Ikan Konsumsi. Jakarta: Agromedia
  2. Khairuman, 2002. Budidadaya Air Tawar. Kanisius. Yogyakarta
  3. Prahasta,  Arief.  2009.  Budidaya  Usaha  Pengolahan  Agribisnis  Ikan  Mujair. Bandung: Pustaka Grafika.
  4. Rahardjo,2004. Avertebrata Air. Penebar Swadaya. Jakarta.
  5. Sugiarti, Ir. 1988. Teknik Pembenihan Ikan Mujair dan Nila Penerbitan CV Simpleks (Anggota IKAPI) Jakarta



Tidak ada komentar:

Posting Komentar