Rabu, 25 Februari 2015

Hama Udang dan Pengendaliannya




Hama adalah hewan yang menimbulkan ganguan pada udang, dan menyebabkan kerugian.  Hama udang dapat dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu:

I.       HAMA
A. Golongan Hama Predator (pemangsa)
Golongan hama pemagsa (Predator) merupakan golongan yang sangat merugikan karena memagsa udang secara langsung, yang termasuk golongan ini adalah :
-        Golongan Ikan Buas
Golongan ikan buas yaitu : kakap (Lates Colcalifer), payus atau bandeng lelaki (Elops hawaiensis), kuro (Polynemus Sp), kerong-kerong (therapon Spp), mayung atau keting (Arius maculates), belut (Synbranchus bengalensis).
-        Ketam-ketaman  
Golongan predator  ketam – ketaman yakni kepiting, (Scyla serata ), ketam bulum (sesarma SP)
-     Ular yang antara lain adalah: ular kadut (cereberns rhynchops).
-     Burung
Bangsa burung antar lain adalah: Burung blekok (Ardeola rallloides  speciosa ), cagak (Ardea cinerea rectirostris), Pecuk gagakan (Phalocrocoray corbo simensis), Pucuk ulo (Anhinga rufa melanogaster).
B. Golongan Hama Penyaing (Kompetitor))
Golongan hama penyaing merupakan hama yang dapat menyaingi udang dalam hidupnya, baik  mengenai makanan maupun tersedianya oksigen di dalam tambak. Yang termasuk golongan ini adalah : Ikan liar yaitu  Mujair (Tilapia mossambica), Belanak (Bugil Spp), Pernet (Aplocheilus javanicus), Rekret (Ambassis gynocephalus), dan Siput yaitu Trisipan (Cerithidea alata), Cerithidea djariensis dan Cerithidea autodorata, Larva nyamuk Cyronomas longilobus, jenis udang yaitu udang kecil kecil Cardina dentaculata, jenis ketam yaitu seasorina SP.
C.   Golongan Hama Pengganggu
Hama jenis ini merupakan hama yang suka merusak lingkungan tambak yaitu merusak pematang tanah dasar dan pintu air, yang termasuk golongan ini adalah:
Bangsa udang yang suka membuat lubang – lubang di pematang  sehingga dapat mengakibatkan bocoran. Udang tanah (Thallasina anomala), udang kecil - kecil (Cardina  dentaculata), ini juga suka membuat lubang – lubang di pematang. Hewan – hewan pengerek kayu pintu air seperti remis pengerek (Teredo navalis) dll. Tritip (Belanus SP), dan tiram (Crossostrea Sp) yang suka menempel pada bangunan – bangunan pintu air tambak.

II.     PENANGGULANGAN HAMA
A.    Cara penanggulangannya dan upaya pemberantasan hama tambak dikenal dengan dua cara yaitu: Pemberantasan Secara Mekanis
Pemberantasan cara mekanis yaitu cara pemberantasan yang dilakukan pada saat pengeringan rehabilitasi tambak, dengan cara mencari, menangakap, dan mematikannya, namun untuk tambak yang sukar dikeringakan maka alterantif lain adalah dengan cara kimiawi.
B.   Pemberantasan Secara Kimiawi
Pemberantasan secara kimiawi yaitu suatu cara pemberantasan yang umum dilakukan yaitu dengan bantuan racun nabati dan pestisida yang dianjurkan.
Penggunaan racun nabati untuk pemberantasan hama tambak biasanya berupa perasan (ekstrak), sebagai contoh adalah rotenon (C23H22 O6) dan saponim, yang  merupakan pestisida  yang bersifat selektif yang pada dosis tertentu bahan tersebut mematikan ikan tetapi tidak mematikan udang yang dibudidyakan.
Rotenone yang terdapat di dalam akar tuba (Dierrisellipica) di anggap yang paling efektif untuk memeberantas benih ikan buas. dan ikan buas yang memangsa udang daya racunnya lebih sempurna apabila salinitas (kadar garam) air tambak  rendah, sehingga diperlukan dosis yang lebih rendah.
Cara pengolahan :
§  Akar tuba yang kering yang telah di timbang sesuai dengan kebutuhan dipotong kecil-kecil, direndam dalam air selama sehari semalam.
§  Kemudian ditumbuk apabila sudah hancur kemudian direndam dalam air dan diperas sampai air perasan menjadi putih.
§  Kemudian saring ampasnya, dan diambil air yang berwarna putih seperti susu dan berbau tajam (ekstrak) yang kemudian  langsung dapatlangsung digunakan.
Cara Pemberantasannya
ü Setelah selesai tahap reklamasi, maka tambak diisi dengan air dengan ketinggian 30-40 cm.
ü Dipercikan secara merata ke seluruh air dengan dosis 10 kg/Ha.
ü Aplikasi yang tepat adalah pada waktu pagi hari
ü Pengaruh akar tuba akan hilang setelah 2-5 hari.
ü Setelah satu minggu sudah siap untuk ditaburi benur















Tidak ada komentar:

Posting Komentar