Sabtu, 06 Mei 2017

Penyakit Branchiomycosis pada Ikan



Branchiomycosis adalah penyakit cendawan internal yang bersifat per-akut, akut atau kronis pada beberapa jenis ikan air tawar termasuk sidat. Infeksi B. sanguinis biasanya hanya ditemukan pada pembuluh darah dan jarang menginfeksi lamella insang. Spora memproduksi hifa yang berkembang pada filamen dan di dalam pembuluh darah insang ikan, Insang mengalami nekrosis yang disebabkan oleh proses trombosis pada pembuluh darah di insang. Pada stadium lanjut, sering terlihat adanya garis berwarna merah gelap pada filamen insang. Garis tersebut adalah saluran darah yang tersumbat oleh hifa cendawan. (Pusat Karantina Ikan, 2012)
Penyebab : Branchiomyces sanguinis dan B. demigrans .

Bio – Ekologi Pathogen :
• Menginfeksi semua jenis ikan air tawar, dan target organnya adalah insang ikan (filamen dan pembuluh darah di lamella insang). Apabila jaringan dan/atau sel insang mengalami kematian atau lepas, maka spora jamur akan keluar dan menginfeksi inang lainnya.
• Suhu optimum pada kisaran 25 - 31 oC dengan masa inkubasi 2-4 hari (tergantung suhu air).
• Infeksi bersifat kronis hingga akut dengan mortalitas mencapai 100% dalam tempo yang relatif singkat (1-2 minggu).

Gejala klinis :
• Ikan bernafas dengan tersengal-sengal di permukaan air dan malas.
• Insang berwarna merah dan tampak adanya bercak-bercak putih (penetrasi hifa cendawan ke dinding pembuluh darah).
• Insang mengalami nekrosa berat, berwarna merah menghitam dan akhirnya membusuk (gill rot)

Diagnosa :
• Pengamatan secara mikroskopis terhadap keberadaan hifa cendawan dari organ filamen dan pembuluh darah di lamella insang ikan.
• Isolasi pada media cair dan/atau semi solid dan diidentifikasi secara morfometris. 



Gambar 1. Ikan rohita (Catla catla) yang terserang penyakit branchiomycosis, insang berwarna merah menghitam.



Gambar 2. Ikan mas (Cyprinus carpio) yang terserang Penyakit branchiomycosis, (lihat bagian insangnya)


Pengendalian :
• Menetralkan kadar keasaman dan/atau alkalinitas air melalui pengapuran.
• Mengisolasi ikan sakit dan/atau membuang ikan yang telah mati.
• Hifa cendawan yang masih terdapat di dalam pembuluh darah organ insang tidak dapat diobati, sedangkan sporanya yang ada dipermukaan tubuh ikan dapat diberantas dengan perendaman menggunakan beberapa desinfektan, antara lain:
- Kalium Permanganate (PK) pada dosis 1 gram/100 liter air selama 90 menit.
- Formalin pada dosis 100-200 ppm selama 1-3 jam.
- Garam dapur pada konsentrasi 1-10 promil (tergantung spesies dan ukuran) selama 10-60 menit.
- Methylene blue pada dosis 3-5 ppm selama 24 jam.

Sumber :
Donna Oc, Buku Saku Penyakit Ikan; milis-ipkani@googlegroups.com
http://gis.bkipm.kkp.go.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar