Selasa, 16 Januari 2018

Budidaya Ikan Tauman

Hasil gambar untuk Budidaya Ikan Toman

Ikan Tauman/Toman sebagai ikan predator, cukup terkenal di masyarakat kalimantan
jenis ikan Tauman hidup didaerah perairan tawar, terutama di Rawa dan Danau.
Sebagai ikan predator, Tauman menempati posisi Top predator dalam siklus rantai makanan.

Di Provinsi kalimantan Tengah, ikan Tauman dipelihara/dibudidayakan dalam Keramba oleh petani Nelayan yang berdiam di bantaran Sungai, terutama sungai dengan tingkat keasaman tinggi, yang ditandai dengan warna air coklat kehitaman seperti air Teh.

Bibit Tauman yang dibesarkan dalam Keramba, merupakan bibit tangkapan dari alam, hal ini dikarenakan selama ini belum adanya bibit yang dihasilkan dari pembibitan yang dilakukan oleh pembudidaya ataupun dari balai benih ikan (BBI).

Desa Jurubanu, Kecamatan Paju Epat Kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah, sebagai salah satu Desa yang mana masyarakatnya melakukan usaha pembesaran Tauman.

Bibit Tauman atau sering disebut 'Anakan' yang dibeli oleh pembudidaya, biasanya seukuran batang rokok dari nelayan dengan kisaran harga Rp.500 - Rp.800.


Pakan Anakan Tauman berupa Ikan Rucah segar yang dicincang, kemudian digiling dengan gilingan Daging/gilingan Bumbu. Pemberian pakan ikan rucah yang digiling ini dilakukan hingga anakan dirasa sudah cukup besar untuk diberikan pakan ikan rucah yang dicincang.
Frekuensi pemberian pakan yang biasa dilakukan oleh pembudidaya ikan tauman sebanyak 1 x sehari.

Anakan Tauman biasanya dibesarkan terlebih dahulu, dalam keramba khusus yang diberi Hapa atau Keramba 'Tudung Saji' yang dimodifikasi sedemikian rupa oleh pembudidaya , sebelum dipindahkan ke dalam Keramba yang lebih besar.

Padat Penebaran dalam Keramba ukuran 3 x 3 m bisa mencapai 1000 ekor bahkan lebih.
Lama waktu pembesaran hingga 8 bulan, dengan rata-rata panen 0.8 Kg/ekor dengan harga jual Rp.18.000 - Rp.20.000/Kg. Biasanya pembudidaya melakukan panen secara sekaligus, hingga produksi bisa mencapai 1 ton/panen

Kendala utama dalam pembesaran ikan Tauman ini yaitu ketersedian pakan berupa ikan rucah segar yang terkadang susah didapat apabila diluar musim tangkap, penurunan kualitas air secara mendadak atau dikenal dengan istilah 'Bangai'.

Sumber : Didik Kariadi, S.Pi Penyuluh Perikanan Kab. Barito Timur; Materi Penyuluhan Spesifik Lokasi; http://mfcepusluh.bpsdmkp.kkp.go.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar