Selasa, 27 April 2021

Pakan Ikan Buatan - Budidaya Ikan Nila

Salah satu faktor yang berperan penting dalam proses pertumbuhan ikan merupakan pakan ikan. Pertumbuhan ikan dapat berjalan optimal apabila jumlah pakas, kualitas dan kandungan nutrisi terpenuhi dengan baik.Dalam budidaya ikan, tidak ada yang lebih penting selain pemberian pakan yang baik dan memaksimalkan tingkat konsumsi pakan. Jika tidak ada pakan yang dikonsumsi, ikan tidak akan mengalami pertumbuhan, bahkan akan mengalami kematian. Apabila pakan yang dikonsumsi kurang memadai, maka akan membuat ikan tidak mampu mempertahankan kesehatannya.

Budidaya Ikan Nila
Budidaya ikan nila cukup mudah. Ikan nila masih satu kerabat dengan ikan mujair. Kedua ikan ini mempunyai kemiripan sifat. Mudah berkembang biak dan memiliki kemampuan adaptasi yang baik.Ikan nila termasuk hewan pemakan segala atau omnivora. Makanan alaminya plankton, tumbuhan air dan berbagai hewan air lainnya.

ada beberapa faktor penting yang harus diperhatikan sebelum budidaya ikan nila, yakni pemilihan benih, persiapan kolam, pemberian pakan, hingga penanganan penyakit.

1. Memilih Benih Ikan Nila
Untuk meningkatkan keberhasilan budidaya ikan nila, pemilihan benih merupakan faktor penting dalam pembudidayaan. Agar menghasilkan hasil yang maksimal sebaiknya gunakan benih ikan berjenis kelamin jantan, dikarenakan pertumbuhan ikan nila jantan 40% lebih cepat dari pada ikan nila betina.

Jika dibandingkan dengan ikan nila campuran, budidaya ikan nila secara monosex (berkelamin semua) lebih produktif. Karena ikan nila memiliki sifat gampang memijah (melakukan perkawinan). Sehingga apabila budidaya dilakukan secara campuran, energi ikan akan habis untuk memijah dan pertumbuhan bobot ikan sedikit terhambat.

2. Persiapan Kolam Budidaya Ikan Nila
Kolam dikeringkan dengan cara dijemur yang dilakukan selama 3-7 hari. Untuk patokan, apabila permukaan tanah terlihat retak-retak menandakan penjemuran sudah cukup, tetapi jangan sampai membatu, dan apabila diinjak masih meninggalkan jejak kaki kira-kira 1-2 cm.

Kemudian permukaan tanah dibajak atau dicangkul sedalam kurang lebih 10 cm. Dari dasar kolam bersihkan sampah, kerikil dan kotoran lainnya. Kolam yang telah dipakai biasanya memiliki tingkat keasaman tinggi (pH rendah), kurang dari 6, sedangkan kondisi pH optimal untuk melakukan pembudidayaan ikan nila ada pada kisaran 7-8. Untuk menetralkannya dapat dilakukan dengan pengapuran dolomit atau kapur pertanian. Untuk pH tanah 6 sebanyak 500 kg/ha, untuk pH tanah 5-6 sebanyak 500-1500 kg/ha, untuk pH tanah 4-5 sebanyak 1-3 ton/ha. Kapur diaduk secara merata. Usahakan agar kapur bisa masuk ke dalam permukaan tanah sedalam 10 cm. Kemudian diamkan selama 2-3 hari.

Selanjutnya pemupukan. Gunakan pupuk organik sebagai pupuk dasar. Pemberian pupuk organik berfungsi untuk mengembalikan kesuburan tanah. Dosisnya sebanyak 1-2 ton per hektar. Pupuk ditebar merata di dasar kolam. Biarkan selama 1-2 minggu. Kemudian bila dipandang perlu bisa ditambahkan pupuk kimia berupa urea 50-70 kg/ha dan TSP 25-30 kg/ha, diamkan 1-2 hari.

Kolam digenangi dengan air. Pengairan dilakukan secara bertahap. Alirkan air ke dalam kolam sedalam 10-20 cm. Diamkan selama 3-5 hari. (sinar matahari menembus dasar kolam dengan sempurna, agar memberikan kesempatan pada ganggag atau organisme air lainnya tumbuh.)

Setelah itu isi kolam hingga ketinggian air mencapai 60-75 cm.Kolam yang telah sudah diisi air sedalam 60-75 cm siap untuk ditebari benih ikan nila. Padat tebar untuk budidaya ikan nila sebanyak 15-30 ekor/m2 kolam tanah. Dengan asumsi, apabila ukuran benih sebesar 10-20 gram/ekor maka akan dapat dipanen dengan ukuran 300 gram/ekor. Hendaknya melewati tahap adaptasi terlebih dahulu sebelum benih ditebar agar benih ikan terbiasa dengan kondisi kolam.

Pemeliharaan Budidaya Ikan Nila
Setelah semua persiapan dan benih sudah ditebarkan ke dalam kolam , langkah selanjutnya adalah merawat ikan hingga usia panen. Terdapat tiga hal yang paling penting dalam pemeliharaan budidaya ikan nila yaitu pengelolaan air, pemberian pakan dan pengendalian hama penyakit.

1. Pengelolaan air
Agar pertumbuhan budidaya ikan nila maksimal, kualitas air kolam juga harus dipantau. Kandungan oksigen dan pH air merupakan parameter penentu kualitas air. Dapat juga dilakukan pemantauan kadar CO2, NH3 dan H2S bila memungkinkan.

Bila kandungan oksigen dalam kolam menurun, dapat dilakukan dengan memperbesar aliran debit pada air perderas sirkulasi air. Bila kolam sudah banyak mengandung NH3 dan H2S dengan ditandai bau busuk, segera lakukan penggantian air.

Caranya dengan mengeluarkan air kotor sebesar ? nya, kemudian menambahkan air baru. Pada kolam seluas 100 m2 atur debit air sebesar 1 liter/detik dalam keadaan normal.

2. Pemberian Pakan
Pengelolaan pakan sangat penting dalam pembudidayaan ikan nila. Biaya pakan merupakan komponen biaya paling besar dalam pembudidayaan ikan nila. Berikan pakan berupa pelet dengan kadar protein 20-30%. Dapat juga membuat sendiri seperti pada sub bab di atas yaitu cara membuat pakan ikan nila dari dedak.

Setiap harinya Ikan nila membutuhkan pakan sebanyak 3% dari bobot tubuhnya. Pemberian pakan dapat dilakukan pada pagi dan sore hari. Setiap dua pekan sekali, ambil sampel ikan nila secara acak dan timbang bobotnya, kemudian sesuaikan jumlah pakan yang harus diberikan.
Apa itu Pakan buatan?

Pakan buatan adalah pakan yang dibuat dengan formulasi tertentu berdasarkan pertimbangan pembuatanya. Pembuatan pakan sebaiknya didasarkan pada pertimbangan kebutuhan nutrisi ikan, kualitas bahan baku, dan nila ekonomis. Dengan pertimbangan yang baik maka akan menghasilkan pakan buatan yang disukai ikan, yang mana tidak mudah hancur di dalam air, dan aman bagi ikan.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan dan pemberian pakan terhadap pakan ikan peliharaan, yaitu :
  • Berapa banyak kandungan energi dari pakan buatan tersebut yang dapat dimanfaatkan oleh ikan.
  • pakan buatan tidak dikonsumsi akan menambah kandungan bahan organik di kolam sehinga dapat menimbulkan masalah-masalah ketersediaan oksigen, penyakit, maupun senyawa toksik.
  • Kualitas dan cara pemberian pakan dapat memengaruhi jumlah pakan buatan yang akan di konsumsi oleh ikan.
Perhitungan Dosis Pakan Budidaya Ikan Nila :
Dalam satu kolam terdapat ikan nila yang berukuran 10-20 gram/ekor, dengan jumlah 1500 ekor
Rata-rata bobot ikan adalah (10+20)/2 = 15 gram/ekor.
Perhitungan pakannya adalah 15 x 1500 x 3% = 675 gram = 6,75 kg per hari
Cek bobot ikan setiap dua pecan untuk menyesuaikan jumlah pakan.

Pakan Buatan Ikan Nila
Ada dua jenis pakan yang biasa diberikan pada ikan nila yaitu pakan alami dan pakan ikan buatan. Benih ikan nila sangat menyukai pakan alami, berupa zooplankton seperti rotifer, moina dan daphnia dan phitoplankton tumbuhan berupa alga dan lumut, upaya menumbuhkan pakan alami dilakukan dengan menambahkan pupuk organik pada saat persiapan kolam pemeliharaan. Jumlah pupuk yang diperlukan sangat tergantung pada tingkat kesuburan lahan, tetapi pada umumnya dosis pupuk organik adalah 250-500 Gram/m.

Pakan buatan yang diberikan harus memenuhi kebutuhan gizi yang optimal bagi pertumbuhan ikan. Pakan yang digunakan sebaiknya sesuai dengan SNI Ikan Nila dan harus terdaftar pada DJPB untuk budidaya ikan nila. Kandungan nutrisi pakan buatan di sajikan pada tabel di bawah ini :

Kandungan Nutrisi pakan buatan untuk ikan nila sesuai dengan SNI
NoJenis UjiSatuan (as feed)Pendedran
1Kadar air, maksimal%12
2Kadar abu, maksimal%13
3Kadar protein, minimal%30
4Kadar lemak, minimal%5
5Kadar serat kasar, maksimal%6
6Non protein nitrogen, maksimal%0,2
7Diameter pakan%1-2
8Kestabilan dalam air, min%90/12
9Kandungan mikroba :
– AflatoxinPpb<50
– SalmonellaKol/gNeg
10Kandungan total pospor, maks%1,2
11Kandungan antibiotikMg/kg0
– Nitrofuran
– Ronidozol
– Dapson
– Chloramphenicol
– Cholichicin
– Chlorpromazone
– Trichlorfon
– Dimetildazole
– Metrodazole
– Aristolochia spp
Banyaknya pakan pada induk yang diberikan sebesar 3% – 5% dari berat biomassa per-hari rata-rata ikan di hitung dengan cara menimbang 10 ekor induk yang diambil secara acak , kemudian berat tersebut dibagi 10. Berat rata-rata diperoleh dikalikan dengan estimasi jumlah seluruh ikan didalam kolam.

Pakan Nila dari Dedak
Untuk mengurangi pengeluaran dalam pengadaan pakan, pengusaha ikan banyak yang membuat pakan ikan sendiri. Selama bahan bahan baku pakan mudah ditemukan dan murah, usaha membuat pakan merupakan pilihan yang tepat.

Dedak halus dan bekatul baik untuk pakan ikan kedua bahan tersebut berfungsi sebagai pakan ikan, pakan mikroorganisme dan zooplankton sehingga secara tidak langsung menambah kesuburan kolam. Dedak merupakan hasil gilingan dari sisa padi yang biasanya berbarengan dengan bekatul, warnanya kecoklatan dengan bau yang khas. Biasanya dedak ini digunakan untuk campuran pakan lainnya.

Pakan dedak adalah pakan hewan ternak yang sudah tidak asing lagi. Dedak sendiri merupakan hasil limbah dari pengolahan gabah. kandungan nutrisi yang dimiliki dedak mengandung protein kasar 13,5%, lemak kasar 0,6%, serat kasar 13,6%, dan sisanya bahan kering. Hal tersebut membuat dedak cocok untuk pakan ikan nila.

Cara Membuat Pakan Ikan Nila dari Dedak
Bahan – bahan :
  1. 60 gram Tepung ikan
  2. 44 gram Tepung terigu
  3. 4 gram Tepung benawa
  4. 16 gram Tepung jagung
  5. Bungkil kacang kedelai 20 gram
  6. 52 gram dedak halus yang sudah digiling dengan mesin giling sekam menjadi bekatul untuk pakan ternak
  7. Mineral 0,10 gram
  8. Vitamin 3 gram
Alat yang digunakan :
  1. Mesin / alat manual penggiling daging atau mesin pengiling kerupuk.
  2. Oven kue.
  3. Baskom
Cara Pembuatan Pakan Ikan Nila Dari Dedak :
  1. Campurkan semua bahan kedalam baskom, aduk hingga merata.
  2. Bila sudah tercampur. Tambahkan air panas sebanyak 70-80% dari jumlah total campuran bahan.
  3. Tuangkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai merata hingga menjadi adonan berbentuk pasta.
  4. Kemudian masukkan adonan tersebut ke dalam mesin pencetak pelet. Jika tidak memiliki mesin pencetak pellet, dapat menggunakan semacam gilingan daging atau pembuaan kerupuk. Yang memiliki diameter ukuran atau garis tengah dapat diatur sesuai keinginan yakni 4-5 militer.
  5. Potong-potong pelet tersebut sepanjang 2 cm, dan keringkan. Dalam pengeringan ini bisa menggunakan bantuan cahaya sinar matahari atau dapat menggunakan oven kue.
  6. Apabila pelet sudah benar-benar kering, pellet siap digunakan.

3. Pengendalian Hama dan Penyakit
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ikan nila merupakan ikan yang tahan banting. Penyakit ikan nila tidak banyak mengkhawatirkan pada situasi normal. Tetapi apabila budidaya ikan nila sudah dilakukan secara intensif dan massal, resiko serangan penyakit harus diwaspadai.

Penyebaran penyakit pada ikan sangat cepat, khususnya untuk jenis penyakit infeksi yang menular. Media penularannya biasanya melewati air. Jadi bisa menjangkau dan menyebar satu atau lebih kawasan kolam.

Pemanenan Budidaya Ikan Nila
Waktu yang diperlukan dalam budidaya ikan nila mulai dari penebaran benih sampai panen mengacu pada kebutuhan pasar. Ukuran ikan nila berkisar 300-500 gram/ekor untuk pasar domestik. Untuk mendapatkan ikan nila berukuran menjadi 300-500 gram dari memelihara ikan nila dari ukuran 10-20 gram dibutuhkan waktu sekitar 4-6 bulan.


Referensi:
1. Abidin Nur, Zaenal Arifin. 2004. Nutrisi dan Formulasi Pakan Ikan. Departemen Kelautan dan Perikanan . Balai Besar Pengembangan Budidaya Air payau Jepara.

2. Abidin Nur, 2005. Study And Analysis Of Feed and Nutrients For Sustainable Aquaculture Development : A country revew for Indonesia, Centre For Brackiswater Aquacultur Development Jepara, Central Java-Indonesia.

3. Anonim. 2009. Manajemen Pakan., Upaya Meramu Pakan Ikan Tanpa Minyak dan Tepung Ikan. Informasi Teknologi-http :/www.dkp.go.id.

4. IBM Suastika Jaya, 2010. Petunjuk Praktis Memproduksi Pakan Murah untuk Budidaya Ikan Air Tawar.

5. Yoyo W, Rina H, Irma MH dan Yukisaya N. 2007. Nutrisi dan Bahan Pakan ikan Budidaya. Balai Budidaya Air Tawar Jambi. Freshwater Aquaculture Development Project, Jepan nternational Cooperation Agency.

6. http://ikannila.com/Sahwan M. F., 1999. PAKAN IKAN DAN UDANG (Formulasi, Pembuatan, Analisis Ekonomi). Penebar Swadaya, Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar