Minggu, 25 April 2021

Pakan Ikan Buatan - Memilih Bahan Baku

Ikan dapat tumbuh optimal jika memperoleh makanan yang cukup dan gizi seimbang. Zat gizi bagi ikan diperlukan untuk menghasilkan tenaga, mengganti sel-sel rusak dan untuk pertumbuhan. Zat-zat gizi yang dibutuhkan antara lain : Protein, Lemak, Karbohidrat, vitamin, mineral dan air. Pakan merupakan salah satu faktor penunjang perkembangan budidaya ikan (baik ikan air tawar, ikan air payau, maupun ikan laut). Pakan sangat dibutuhkan oleh ikan sejak awal (mulai hidup) dari ukuran larva (burayak), dewasa sampai ukuran induk.
Memilih Bahan Baku Spesifik Lokasi

Kebutuhan Gizi Ikan
Pakan yang memiliki keseimbangan protein, lemak, dan serat untuk kebutuhan ikan tertentu akan memacu pertumbuhan ikan yang cepat besar, akan tetapi bila nutrisi yang dibutuhkan ikan kurang maka pertumbuhan ikan akan lambat berakibat pada biaya dan waktu panen yang cukup lama.
Kebutuhan gizi bagi ikan adalah untuk kelangsungan hidup ikan, kemudian untuk pertumbuhannya. Dalam meningkatkan hasil produksi ikan secara sangat perlu diberikan pakan yang berkualitas tinggi, artinya pakan ikan yang diberikan mencukupi kebutuhan nutrisi (gizi) ikan dan bermutu baik. Mengenal kebutuhan nutrisi ikan merupakan landasan dalam pembuatan pakan ikan, setiap ikan membutuhkan nilai gizi (protein, lemak, dan serat) yang berbeda.

Protein : merupakan sumber tenaga dan pertumbuhan paling utama bagi ikan. Kebutuhan protein 20-60%, optimum 30-36% dan kurang dari 6 % tidak tumbuh).
Lemak : sumber tenaga (kebutuhan 4-18%)
Karbohidrat : sumber tenaga
Vitamin : sebagai katalisator/pemacu terjadinya metabolisme, jumlahnya sedikit tapi jika kekurangan akan terjadi gangguan dan penyakit.

Bahan Baku Pilihan
Pada kegiatan usaha budidaya ikan, kebutuhan pakan ikan adalah hal mutlak yang harus dipenuhi, namun demikian factor pakan menjadi hal yang sangat membebani pembudidaya, karena harga pakan ikan buatan atau pellet ikan yang begitu mahal. Oleh karena itu, membuat pakan ikan/pellet ikan sendiri adalah keputusan yang sangat baik untuk menekan modal usaha budidaya ikan. Pakan Buatan (pellet) adalah makanan yang di ramu dari beberapa macam bahan yang diolah dan menjadi bentuk khusus sesuai standar gizi yg dibutuhkan ikan.

Pada kegiatan pembuatan pakan ikan/pellet ikan hal-hal yang perlu diperhatikan adalah pemilihan bahan baku. Pada proses pembuatan pakan ikan/pellet ikan yang terpenting yaitu bahwa bahan-bahan pakan ikan haruslah:
  • Bergizi tinggi
  • Mudah didapat
  • Mudah dibuat
  • Harga relatif murah
  • Tidak menagandung racun
  • Bukan merupakan makanan pokok manusia
Nilai nutrisi bahan-bahan hewani lebih baik dibandingkan dengan bahan nabati, karena selain kandungan proteinnya lebih tinggi, juga lebih mudah dicerna oleh ikan. Bahan pakan ikan sebagai sumber protein nabati kebanyakan berasal dari biji-bijian dan daun-daunan yang banyak mengandung serat kasar, diantaranya adalah tepung jagung, dedak, tepung tapioka, tepung sagu, tepung biji-bijian dan tepung daun-daunan. Sedangkan sebagai sumber protein hewani biasanya berasal dari : tepung ikan, tepung tulang, tepung darah, dan tepung bekicot.

Berikut beberapa informasi nilai gizi penting dari bahan-bahan baku yang banyak terdapat dilingkungan sekitar kita (spesifik lokasi) yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ikan (pellet ikan) dan memiliki nilai gizi yang cukup baik. Untuk mengetahui nilai gizinya, kita harus melakukan pemeriksaan kimia dan laboratorium, tapi bagi para pekerja praktek dilapangan/pembudidaya tidak perlu melakukan pemeriksaan, melainkan cukup dengan melihat daftar komposisinya yang merupakan hasil penelitian para ahli, meskipun tidak tepat benar namun sudah cukup dijadikan bahan acuan.

Bahan baku sumber hewani.

1. Tepung Ikan
  • Protein 22,65%
  • Lemak 15,38%
  • Karbohidrat -
  • Abu 26,65%
  • Serat 1,80%
2. Tepung Rebon
  • Protein 59,4%
  • Lemak 3,6%
  • Karbohidrat 3,2%
  • Abu -
  • Serat -
3. Tepung Benawa/anak kepiting laut
  • Protein 23,38%
  • Lemak 25,33%
  • Karbohidrat 0,06%
  • Abu 31,41%
  • Serat 11,82%
4. Tepung Kepala Udang
  • Protein 53,74%
  • Lemak 6,65%
  • Karbohidrat 0%
  • Abu 7,72%
  • Serat 14,61%
5. Tepung Darah
  • Protein 71,45%
  • Lemak 0,42%
  • Karbohidrat 13,12%
  • Abu 5,45%
  • Serat 7.95
6. Tepung Kepompong Ulat Sutera
  • Protein 46,74%
  • Lemak 29,75%
  • Karbohidrat -
  • Abu 4,86%
  • Serat 8,89%
7. Tepung Anak Ayam
  • Protein 61,56%
  • Lemak 27,30%
  • Karbohidrat -
  • Abu 2,34%
  • Serat -
8. Tepung Tulang
  • Protein 25,54%
  • Lemak 3,80%
  • Karbohidrat -
  • Abu 61,60%
  • Serat 1,80%
9. Tepung Bekicot
  • Protein 54,29%
  • Lemak 4,18%
  • Karbohidrat 30,45%
  • Abu 4,07%
  • Kapur 8,3%
  • Fosfor 20,3%
10. Tepung Cacing Tanah
  • Protein berkisar 72%
  • Asam amino esensial cukup lengkap
  • 11. Tepung Artemia
  • Protein berkisar 42%
  • Lemak berkisar 20%
  • Asam amino esensial cukup lengkap
12. Ampas minyak hati ikan
  • Protein 25,08%
  • Lemak 56,75%
  • Karbohidrat -
  • Abu 6,60%
  • Serat -
13. Telur Ayam/Itik
  • Protein 12,8%
  • Lemak 11,5%
  • Karbohidrat 0,7%
  • Abu -
  • Serat -
14. Tepung Susu Tak berlemak/Skim
  • Protein 35,6%
  • Lemak 1,0%
  • Karbohidrat 52,0%
  • Abu -
  • Serat -
15. Silase Ikan
  • Protein 18-20%
  • Lemak 1-2%
  • Karbohidrat -
  • Abu 4-6%
  • Serat -
  • Kapur 1-3%
  • Fosfor 0,3-09%
Bahan Baku Sumber Nabati

1. Dedak
  • Protein 11,35%
  • Lemak 12,15%
  • Karbohidrat 28,62%
  • Abu 10,5%
  • Serat 24,46%
2. Dedak Gandum
  • Protein 11,99%
  • Lemak 1,48%
  • Karbohidrat 64,75%
  • Abu 0,64%
  • Serat 3,79%
3. Cantel atau Sorgum
  • Protein 13,0%
  • Lemak 2,05%
  • Karbohidrat 47,85%
  • Abu 12,6%
  • Serat 13,5%
4. Ampas Tahu
  • Protein 23,55%
  • Lemak 5,54%
  • Karbohidrat 26,92%
  • Abu 17,03%
  • Serat 16,53%
5. Bungkil Kelapa
  • Protein 17,09%
  • Lemak 9,44%
  • Karbohidrat 23,77%
  • Abu 5,92%
  • Serat 30,4%
6. Bungkil Kacang Tanah
  • Protein 47,99%
  • Lemak 10,9%
  • Karbohidrat 25,0%
  • Abu 4,8%
  • Serat 3,6%
7. Biji Kapuk atau Randu
  • Protein 27,4%
  • Lemak 5,6%
  • Karbohidrat 18,6%
  • Abu 7,3%
  • Serat 25,3%
8. Biji Kapas
  • Protein 19,4%
  • Lemak 19,5%
9. Tepung Terigu
  • Protein 8,9%
  • Lemak 1,3%
  • Karbohidrat 77,3%
  • Abu 0,06%
  • Serat -
10. Tepung Kedelai
  • Protein 39,6%
  • Lemak 14,3%
  • Karbohidrat 29,5%
  • Abu 5,4%
  • Serat 2,8%
11. Tepung Daun Lamtoro
  • Protein 36,82%
  • Lemak 5,4%
  • Karbohidrat 16,08%
  • Abu 1,31%
  • Serat 18,14%
12. Tepung Daun Turi
  • Protein 27,54%
  • Lemak 4,73%
  • Karbohidrat 21,30%
  • Abu 20,45%
  • Serat 14,01%
13. Tepung Daun Ketela Pohon
  • Protein 34,21%
  • Lemak 4,6%
  • Karbohidrat 14,69%
  • Abu -
  • Serat -
Hal yang perlu diperhatikan dari bahan-bahan baku pakan buatan yang dapat dipilih tersebut, ada beberapa bahan baku yang secara alami memang mengandung racun. Contohnya biji kapas yang mengandung racun gosipol, biji kedelai dan juga kacang tanah mengandung lektin, atau daun lamtoro yang mengandung mimison, namun kondisi pada bahan tersebut dapat dihilangkan melalui pemerasan, pemasakan dan juga dengan membatasi jumlah pemakainnya. Selamat mencoba, memilih dan memanfaatkan bahan-bahan baku yang ada disekitar kita, semoga bermanfaat.

Referensi
  1. Murtidjo, B. A. 2001. Pedoman meramu pakan ikan. Yogyakarta: Kanisius. Nasution, Emma Z. 2006. Studi pembuatan pakan ikan dari campuran ampas tahu, ampas ikan, darah sapi potong, dan daun keladi yang disesuaikan dengan standar mutu pakan ikan. Jurnal Sains Kimia. Vol.10. No. 1.
  2. Prasetya, B. 2015. Panduan praktis pakan ikan konsumsi. Jakarta: Penebar Swadaya.
  3. Setyono, B. 2012. Pembuatan pakan buatan. Kepanjen, Malang: Unit Pengelola Air Tawar. Subekti, Endah. Ketahanan pakan ternak indonesia. Jurnal Ilmu Pertanian. Vol. 5.No. 2. Hal: 63-71.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar