Senin, 26 April 2021

Pakan Ikan Buatan - Proses Pembuatan

Teknologi pembuatan pakan mengalami perubahan yang substancial dalam beberapa tahun terakhir. Enam puluh tahun yang lalu pencampuran bahan baku pakan dilakukan di lantai gudang dengan menggunakan sekop. Selanjutnya pencampuran bebarapa bahan pakan menggunakan tangan, kemudian pencampuran mekanis pencampuran kontinyu dan Sekarang pencampuran mengguynakan mesin yang dikontrol oleh komputer. Tetapi konsep dasar pencampuran tidak lepas dari pertimbangan “nutrisi yang berimbang”.
Proses pembuatan pakan secara berturut-turut adalah sebagai berikut :
- Penurunan ukuran partikel (penepungan)
- Pencampuran awal (pre mixing)
- Pelleting
- Pengemasan.
- Penyimpanan

Penurunan ukuran partikel dilakukan menggunakan mesin penepung yang disebut hamer mill. Mesin penepung ini dilengkapi dengan saringan sesuai ukuran partikel yang dikehendaki, biasanya ukuran saringan 2,5 , 5 dan 8 mm.



Dalam proses pembuatan pakan ikan terdapat 2 proses pencampuran, yaitu pencampuran bahan-bahan yang berjumlah kecil (pre mixing) dan pencampuran, semua komponen pakan. Bahan-bahan yang berjumlah kecil (mikro ingrident) antara lain; vitamin dan mineral-mineral yang esencial tapi diperlukan dalam jumlah yang sangat sedikit, sehingga diperlukan bahan pengisi yang berat jenisnya mendekati bahan-bahan mikro tadi.

Pencampuran bahan dengan mesin sederhana dapat digunakan mixer pembuat adonan roti, bahan diaduk sampai merata agar pelet yang dihasilkan memiliki kualitas yang sama pada setiap butirnya. Setelah bercampur menjadi adonan siap dicetak menjadi pelet.



Gambar 2. Mesin pencampur bahan (mixer) dan pencampuran dengan tangan

Pencetakan pelet menggunakan peralatan sederhana , sebagai contoh mesin pelet buatan lokal, mesin giling daging dapat juga menggunakan mesin briket batu bara. Besar kecilnya ukuran pelet sangat tergantung ukuran lubang cetakan, pada umumnya 1.5 , 2 dan 3 mm.

Pada peralatan sederhana ini semua bahan yang telah dicampur secara merata, selanjutnya ditambahkan air antara 25 – 30% atau bila bahan campuran bila dikepal membentuk gumpalan tidak lekas hancur, selanjutnya bahan dicetak menjadi pelet



Gambar 3. Pencetakan pelet dengan mesin sederhana dan pengeringan pelet

Proses pengemasan pakan meliputi penimbangan, pengemasan, perekatan, pengkodean dan penjahitan. Setelah dikeringkan pakan harus segera disimpan agar tidak mengalami kerusakan/ penurunan mutu. Disimpaan dalam karung yang diberi lapisan plastik pada bagian dalam karung (iner).

Contoh Proses Pembuatan Pakan Lele

1). Alat : - Mesin Penepung
- Mesin Pengayak
- Timbangan
- Mesin pencampur
- Mesin pencetak pelet
- mesin pengering
- Wadah plastik, panci/ember
- Sendok kayu- Kompor
- Tampah dan kertas sticker.

2). Bahan : - Jagung kuning
- Tepung ikan
- Bungkil kedelai
- Dedak
- kapur
- kanji atau CMC(cagbony Metytil celulose).

3). Langkah kerja
a.) Penghalusan bahan baku
- Setiap bahan digiling menggunakan mesin penepung
- Setelah digiling, setiap bahan baku diayak agar ukurannya seragam, bahan baku yang tertahan dapat dihaluskan kembali menggunakan mesin penepung.
- Simpan dalam wadah plastik dan diberi nama/label yang jelas. 

b.) Penimbangan bahan baku
- Sesuai dengan perhitungan terdahulu dalam lembar informasi, dapat diketahui
- berapa % bahan yang akan digunakan.
- Hitung berapa jumlah bahan yang akan digunakan, bila dalam praktikum ini akan dibuat 10 kg pakan (berat kering)
- Timbanglah sesuai dengan kebutuhan
- Simpan dalam wadah plastik dan beri nama yang jelas. 

c.) Pencampuran bahan baku
- Campurlah bahan yang sedikit dahulu, baru kemudian yang banyak
- Untuk pakan ikan lele seperti contoh, urutan pencapuran adalah : kapur, kedelai, tepung ikan, dedak dan tepung jagung.
- Campurlah dengan mixer yang tertutup.

d.) Pencetakan pakan
- Untuk mencetak pakan, baik berupa pelet, flake atau remahan, prinsipnya adalah sama, yaitu penambahan bahan perekat (binder) agar teksturnya kompak dan memiliki ketahanan dalam air untuk beberapa lama.
- Ketahanan dalam air untuk ikan berbeda-beda. Untuk ikan mas, nila dan ikan- ikan yang aktif pada saat diberi makan, maka ketahanannya cukup 1 jam. Sedangkan untuk pakan udang, harus lebih lama yaitu antara 2 – 3 jam sesuai dengan kebiasaan makannya.
- Siapkan binder yang di masak dengan air, sehingga berbentuk sepeti lem, kemudian sedikit-sedikit campuran bahan-bahan.
- Masukkan kedalam mesin pencetak, lalu dicetak dengan ukuran yang diinginkan.
- Untuk pakan yang berbentuik flake, adonannya digiling terlebih dahulu, baru dikeringkan menggunakan masin pengering.

e.) Pengeringan pakan
- Pada pabrik pakan skala besar, pada umumnya mesin pengering sudah terintegrasi dengan mesin pencetak, sedangkan pabrik pakan skala rumah tangga, pengeringannya dilakukan dengan tenaga surya.
- Pengeringan pelet dibawah sinar matahari, dilakukan pembalikan setiap 2 jam sekali. - Apabila kadar air pelet kurang lebih 10% yang ditandai dengan mudahnya pelet dipatahkan tapi tidak hancur, selanjutnya pelet diangkat dan dikemas


Referensi
  1. Abidin Nur, Zaenal Arifin. 2004. Nutrisi dan Formulasi Pakan Ikan. Departemen Kelautan dan Perikanan . Balai Besar Pengembangan Budidaya Air payau Jepara.
  2. Abidin Nur, 2005. Study And Analysis Of Feed and Nutrients For Sustainable Aquaculture Development : A country revew for Indonesia, Centre For Brackiswater Aquacultur Development Jepara, Central Java-Indonesia.
  3. Anonim. 2009. Manajemen Pakan., Upaya Meramu Pakan Ikan Tanpa Minyak dan Tepung Ikan. Informasi Teknologi-http :/www.dkp.go.id.
  4. IBM Suastika Jaya, 2010. Petunjuk Praktis Memproduksi Pakan Murah untuk Budidaya Ikan Air Tawar.
  5. Yoyo W, Rina H, Irma MH dan Yukisaya N. 2007. Nutrisi dan Bahan Pakan ikan Budidaya. Balai Budidaya Air Tawar Jambi. Freshwater Aquaculture Development Project, Jepan nternational Cooperation Agency.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar