Jumat, 23 April 2021

Pakan Ikan Buatan - Perbedaan Pakan Alami

Pakan merupakan salah satu faktor terpenting dalam keberhasilan pertumbuhan budidaya ikan. Untuk pemberian pakan pada ikan kalian bisa menggunakan pakan buatan dan pakan alami, Pakan Buatan Pakan buatan adalah pakan yang dibuat dengan formulasi dari campuran bahan-bahan baku berdasarkan pertimbangan pembuatnya. Dalam pembuatan pakan ikan, dapat mempertimbangkan kebutuhan nutrisi ikan, kualitas bahan baku, dan nilai ekonomis pakan. 
Pakan ikan adalah nama umum yang digunakan untuk menyebut makanan dimakan ikan untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan tubuhnya. Pakan ikan ada yang alami dan buatan.


Pakan Buatan 
Pakan buatan adalah pakan yang dibuat oleh manusia untuk ikan peliharaan yang berasal dari berbagai macam bahan baku yang mempunyai kandungan gizi yang baik sesuai dengan kebutuhan ikan dan dalam pembuatannya sangat memperhatikan sifat dan ukuran ikan. Pakan buatan dibuat untuk mengantisipasi kekurangan pakan yang berasal dari alam yang kontinuitas produksinya tidak dapat dipastikan. Dengan membuat pakan buatan diharapkan jumlah pakan yang dibutuhkan oleh ikan akan terpenuhi setiap saat.Pakan buatan adalah pakan yang sengaja dibuat dari beberapa jenis bahan baku dan memegang peranan penting dalam budidaya ikan, terutama pada pendederan dan pembesaran. 

Beberapa kriteria pakan buatan adalah:
1. Kandungan gizi, terutama protein harus sesuai kebutuhan ikan
2. Diameter pakan harus lebih kecil dari bukaan mulut ikan
3. Pakan mudah dicerna
4. Nutrisi pakan mudah dicerna
5. Kandungan abunya rendah

Pakan Alami 
Pakan alami merupakan pakan tersedia di alam dan mudah dicerna biasanya digunakan sebagai pakan benih ikan yang memiliki pencernaan yang belum sempurna, selain itu pakan alami merupakan pakan yang baik untuk benih karena dalam proses pembenihan pakan alami mampu mencegah sintasan yang tinggi pada benih ikan. Salah satu pakan alami yaitu Cacing sutera (Tubifex sp) yang sangat disukai oleh ikan air tawar terutama benih ikan, cacing sutera memiliki kandungan protein yang tinggi sehingga sangat sangat baik bagi pertumbuhan benih ikan air tawar. Kandungan nutrisi cacing sutera yaitu 54,725% protein, 13,770% lemak, 22,250% karbohidrat. Pakan ikan yang alami umumnya merupakan mikrorganisme atau jasad renik yang hidup di dalam air seperti plankton. Ketersediaan pakan alami merupakan faktor yang berperan penting dalam mata rantai budi daya ikan, terutama pada stadia benih.

Berikut beberapa keunggulan pakan ikan alami:
1. Punya nutrisi tinggi
2. Mudah dibudidayakan
3. Punya ukuran yang relatif sesuai dengan bukaan mulut ikan
4. Punya gerakan yang merangsang ikan untuk memangsanya
5. Tidak menimbulkan pencemaran pada media pemeliharaan ikan

Pada praktiknya, baik pakan alami dan pakan buatan diberikan kepada ikan dengan dosis 3-5% dari bobot ikan per hari. Pemberian pakan dilakukan 3x sehari. Karena pakan merupakan unsur terpenting dalam menunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan.

Dalam usaha budidaya, konversi yang efisien dalam memberi makan ikan sangat penting bagi pembudidaya ikan, sebab pakan merupakan komponen yang cukup besar dari total biaya produksi. Bagi pembudidaya ikan, pengetahuan tentang gizi bahan baku dan pakan merupakan sesuatu yang sangat kritis sebab pakan dapat memakan biaya 50% - 60% dari biaya produksi secara keseluruhan.

Tujuan pemberian pakan pada ikan adalah menyediakan kebutuhan gizi untuk kesehatan yang baik, pertumbuhan dan hasil panenan yang optimum, produksi limbah yang minimum dengan biaya yang minimal untuk memperoleh keuntungan yang maksimum. Pakan yang memiliki nilai gizi dan fisik yang berkualitas merupakan kunci untuk mencapai tujuan-tujuan produksi dan ekonomis dalam budidaya ikan. Dengan demikian, pengetahuan tentang gizi dan bahan pakan ikan sangat penting dalam usaha budidaya ikan (aquaculture) untuk mendapatkan produktivitas yang optimal.

Dalam pembuatan pakan ikan, berbagai jenis pakan buatan didasarkan pada bentuk atau struktur. Pelet merupakan salah satu bentuk pakan ikan yang dipadatkan, dikompakkan melalui proses mekanik. Salah satu permasalahan dalam pakan pelet adalah bentuknya yang cepat rusak, rapuh dan patah selama produksi, untuk mengatasi hal tersebut perlu penambahan bahan perekat. Bahan perekat yang dapat digunakan antara lain; agar-agar/rumput laut, gelatin, tepung terigu, tepung sagu, tepung tapioka, CMC, dan putih telur (Herry, 2008). Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis bahan perekat yang efektif dan efesien dalam pembuatan pakan ikan.

Pakan yang memiliki pertimbangan yang baik, akan menghasilkan pakan buatan yang disukai oleh ikan, tidak mudah hancur dalam air dan aman bagi ikan. Pakan buatan yang dibuat untuk proses pembesaran maupun pembenihan harus memenuhi kebutuhan gizi ikan. Pakan buatan diolah dengan campuran dari bahan-bahan baku yang memiliki mutu yang baik dan dibuat dalam bentuk tertentu sehingga tercipta daya terhadap pakan buatan tersebut. 

Pembutan pakan buatan hal pertama yang dilakukan yaitu mengetahui jumlah nutrisi yang dibutuhkan oleh ikan, karena setiap spesies ikan memiliki zat gizi pakan yang berbeda-beda tergantung pada ukuran dan keadaan lingkungan hidup tersebut. Nilai nutrisi pakan dapat dilihat dari komposisi gizinya seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. 

Dalam pembutan pakan memilih bahan baku pakan sangat penting dilakukan. Bahan-bahan tersebut harus memenuhi beberapa syarat, yaitu mempunyai nilai gizi yang tinggi, mudah diperoleh dan harga relatif murah, mudah diolah, tidak mengandung racun, tidak merupakan makanan pokok manusia, sehingga tidak menimbukan persaingan. 


Referensi
  1. Anggorodi, R., 1979. Ilmu Makanan Ternak Umum Gramedia, Jakarta, 1979
  2. Rasyaf, M. 1990, Bahan Makanan Unggas di Indonesia Kanisius, Yogyakarta, 118 hal.
  3. Afrianto, Eddy; dan Evi L. 2005. Pakan ikan: pembuatan, penyimpanan, pengujian, pengembangan. Yogyakarta: Kanisius.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar