Dalam berbagai kegiatan masyarakat, dibutuhkan wadah yang sesuai dan dapat menampung semua keinginan dan kebutuhan anggotanya. Lembaga yang ada di masyarakat, khususnya di masyarakat perikanan yang dapat menampung dan menyalurkan berbagai kegiatan yang dapat menunjang kehidupan pelaku perikanan adalah koperasi perikanan.
Tampilkan postingan dengan label Penumbuhan dan Pengembangan Kelompok Perikanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penumbuhan dan Pengembangan Kelompok Perikanan. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 07 Maret 2020
Kelembagaan Pelaku Utama - Penilaian Kelas
Kelompok Pelaku Utama/Usaha Perikanan adalah kumpulan Pelaku Utama/Usaha yang mempunyai aktivitas dibidang perikanan yang tumbuh berdasarkan keakraban, keserasian, serta kesamaan kepentingan dalam memanfaatkan sumberdaya perikanan untuk bekerjasama meningkatkan produktivitas usaha dan kesejahteraan anggotanya.
Kelembagaan Pelaku Utama - Tahapan Pengembangan Kelompok
Umumnya kelompok-kelompok yang ada di masyarakat, tumbuh dan berkembang didasarkan atas adanya kepentingan dan tujuan bersama, sedangkan kekompakan kelompok tersebut tergantung pada faktor pengikat yang dapat meningkatkan keakraban individu-individu yang menjadi anggota kelompok. Pelaku utama atau pelaku usaha perikanan diharapkan dapat mandiri dalam arti mampu merumuskan masalah, mengambil keputusan, merencanakan, melaksanakan kegiatan dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang dilakukan. Tumbuhnya kemandirian tersebut diharapkan dapat dilakukan melalui kelompok. Bila semua anggota kelompok masyarakat secara sadar sepakat untuk mengikuti anjuran dan merasakan manfaat dari kegiatan berkelompok, maka langkah selanjutnya adalah berupa bimbingan-bimbingan.
Kelembagaan Pelaku Utama - Administrasi Kelompok
Pengertian Administrasi
Administrasi merupakan segenap rangkaian usaha bersama yang dilaksanakan sekelompok orang dalam wadah organisasi untuk mencapai suatu tujuan”
Kelembagaan Pelaku Utama - Pengelolaan Kelompok
Umumnya kelompok-kelompok yang ada di masyarakat, tumbuh dan berkembang didasarkan atas adanya kepentingan dan tujuan bersama, sedangkan kekompakan kelompok tersebut tergantung pada faktor pengikat yang dapat meningkatkan keakraban individu-individu yang menjadi anggota kelompok. Pelaku utama atau pelaku usaha perikanan diharapkan dapat mandiri dalam arti mampu merumuskan masalah, mengambil keputusan, merencanakan, melaksanakan kegiatan dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang dilakukan. Tumbuhnya kemandirian tersebut diharapkan dapat dilakukan melalui kelompok.
Jumat, 06 Maret 2020
Kelembagaan Pelaku Utama - Proses Penumbuhan
Kelembagaan Pelaku Utama - Penumbuhan Kelompok Perikanan
Penyuluh perikanan dalam tugasnya sebagai pembina dan pendamping pelaku utama di lapangan, salah satu tugasnya adalah menumbuhkan, membina dan mengembangkan kelompok pelaku utama dan usaha perikanan. Tulisan berikut ini untuk menyegarkan kembali tentang pengertian kelompok dan bagaimana langkah-langkahnya dalam penumbuhan kelompok.
Kelembagaan Pelaku Utama - Pembinaan dan Penguatan Kelompok
Kelompok pelaku utama perikanan merupakan wadah kebersamaan para pelaku utama di bidang perikanan dalam upaya untuk mencapai pelaku utama yang tangguh, yaitu yang mampu mengambil keputusan dan tindakan secara mandiri dalam upaya memecahkan masalahnya sendiri, menghadapi tantangan dan mengatasi kendala yang ada. Dengan demikian kelompok memiliki peran antara lain sebagai media komunikasi dan dan pergaulan sosial yang wajar, lestari dan dinamis, basis untuk mencapai pembaharuan yang merata serta pemersatu aspirasi yang murni dan sehat. Selain itu, kelompok menjadi wadah yang efektif dan efisien untuk belajar serta bekerjasama dan dapat menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya.
Minggu, 06 Agustus 2017
Penilaian Kesehatan Keuangan Kelompok Perikanan
Pengertian
Penilaian kesehatan keuangan kelompok adalah alat untuk melihat makna hubungan dari berbagai posisi keuangan kelompok, serta merupakan hasil dari pencerminan pengelolaan keuangannya sekaligus sebagai alat kendali.
Pembentukan & Penumbuhan Kelompok Perikanan
Pokdakan (Kelompok Pembudidaya Ikan) adalah kumpulan para pembudidaya ikan yang terbentuk dan tumbuh atas dasar adanya kepentingan bersama dengan rasa saling percaya, keserasian dan keakraban untuk bekerjasama dalam rangka memanfaatkan sumberdaya, mengembang kan usaha, dana, untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
Manajemen Kelompok Perikanan
Dinamika Kelompok Perikanan
Dinamika Kelompok
Dinamika
Dalam Santoso (2004) dijelaskan bahwa; dinamika berarti tingkah laku warga yang satu secara langsung mempengaruhi warga yang lain secara timbal balik. Jadi, dinamika berarti adanya interaksi dan interpedensi antara anggota kelompok yang satu dengan anggota kelompok yang lain secara timbal balik dan antara anggota dengan kelompok secara keseluruhan.
Dalam Santoso (2004) dijelaskan bahwa; dinamika berarti tingkah laku warga yang satu secara langsung mempengaruhi warga yang lain secara timbal balik. Jadi, dinamika berarti adanya interaksi dan interpedensi antara anggota kelompok yang satu dengan anggota kelompok yang lain secara timbal balik dan antara anggota dengan kelompok secara keseluruhan.
Penumbuhan Kelompok Perikanan
Penyuluhan Perikanan merupakan proses pembelajaran dalam rangka peningkatan kapasitas kemampuan sasaran penyuluhan perikanan yakni para pelaku utama dan/atau pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan untuk mengorganisasikan dirinya dalam mengembangkan bisnis perikanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya dengan tetap memperhatikan pelestarian fungsi lingkungan hidup.
Senin, 08 Februari 2016
Metode Penumbuhan & Pembinaan Kelompok Kelautan Perikanan
Pembinaan kelompok perikanan dan nelayan dalam penyelenggaraan penyuluhan perikanan merupakan suatu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap (PKS) pelaku utama dan pelaku usaha sehingga lebih meningkatkan kemampuan dan kemandirian didalam mengelola usaha perikanan dan penangkapan ikan dilaut. Agar pembinaan pelaku utama dan pelaku usaha dibidang perikanan dan nelayan di tingkat lapangan melalui pendekatan kelompok dengan tujuan berdaya guna dan berhasil guna, maka diperlukan adanya satu gerak, satu bahasa, dan satu pengertian dalam pelaksanaan penyelenggaraan penyuluhan perikanan.
Analisis Dinamika Kelompok
Keadaan yang tidak stabil dalam kelompok sosial akan menyebabkan konflik di dalamnya dan mengacaukan dinamika kelompok. Hal ini menjadi ancaman bagi keberhasilan pencapaian tujuan sebuah asosiasi dan perlu segera dilakukan analisis yang dapat menjadi dasar dalam penyelesaian masalah. Analisis terhadap dinamika kelompok sosial akan menunjukkan pergerakan yang terjadi di dalamnya melalui analisis perilaku kelompok dan anggotanya dalam mencapai tujuannya.
Gapokkan (Gabungan Kelompok Perikanan)
Gapokkan (Gabungan Kelompok Perikanan) - Kelompok Binaan Kementerian Perikanan Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia
Berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor KEP.14/MEN/2012 Tentang Pedoman Umum Penumbuhan dan Pengembangan Kelembagaan Pelaku Utama Perikanan memustuskan pembentukan Gapokkan (Gabungan Kelompok perikanan).
Peran dan Fungsi Kelembagaan/Kelompok Pelaku Utama Perikanan
Kelembagaan (kelompok) pelaku utama perikanan adalah kumpulan para pelaku utama yang terdiri dari nelayan, pembudi daya ikan, dan pengolah ikan yang terikat secara informal atas dasar keserasian dan kebutuhan bersama serta di dalam lingkungan pengaruh dan pimpinan seorang ketua kelompok pelaku utama kelautan dan perikanan.
Materi dan Metode Penyuluhan
1. Materi Penyuluhan
Materi penyuluhan adalah bahan penyuluhan yang akan disampaikan oleh para penyuluh kepada pelaku utama dan pelaku usaha dalam berbagai bentuk yang meliputi informasi, teknologi, rekayasa sosial, manajemen, ekonomi, hukum, dan kelestarian lingkungan.
Prinsip Dasar Penumbuhan Kelompok Perikanan
Penumbuhan Kelompok Pelaku Utama Perikanan
A. Unsur-Unsur Yang Perlu Diperhatikan dalam Penumbuhan Kelompok:
1. Adanya saling mengenal dengan baik antara sesama anggotanya, akrab, dan saling percaya mempercayai.
2. Mempunyai pandangan dan kepentingan yang sama dalam berusaha
3. Memiliki kesamaan dalam hal: tradisi/ kebiasaan, pemukiman, jenis usaha, hamparan, jenis alat tangkap/kapal dan lain-lain.
4. keanggotaan setiap kelompok berkisar 5-25 orang.
5. Memiliki motivasi untuk berkembang
Langganan:
Postingan (Atom)
