Sabtu, 23 Oktober 2021

Ikan Gabus - Manfaat Albumin

Umumnya orang Banjarmasin sangat menyukai ikan Haruan (Channa Striata) atau Gabus atau Snake Head Fish yang biasanya dijadikan sebagai lauk pada makan nasi kuning atau katupat Kandangan (makanan khas Kalsel). Rupanya memang jelek, meski begitu, rasa dan gizinya tak kalah dengan ikan salmon. Ikan gabus mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional, bahkan pasar modern. Sayangnya, belum banyak orang yang menjadikan ikan gabus sebagai lauk favorit. Padahal selain rasanya lezat, ikan gabus juga memiliki manfaat yang sangat besar untuk kesehatan.
Kandungan gizi ikan Gabus
Soal kandungan gizi, semua jenis ikan adalah sumber protein yang sangat baik. Namun ikan gabus diketahui sebagai ikan yang kandungan gizinya lebih banyak dari jenis ikan lain. Kandungan protein ikan gabus sebesar 25,5%, dimana yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kadar protein dari ikan bandeng (20,0%), ikan mas (16,0%), ikan kakap (20,0%), maupun ikan sarden (21,1%) (Anonymous, 1996).

Berdasarkan hasil riset Prof. Dr. Ir. Eddy Suprayitno, MS, dari Fakultas Perikanan Brawijaya Malang mengungkapkan, kandungan protein albumin pada ikan gabus paling tinggi di bandingkan dengan sumber protein albumin yang lain yaitu 62,24 g/kg, sedangkan pada ikan lain, atau daging dan telor hanya rata-rata 10g/kg.

Berdasarkan hasil penelitian ikan gabus memiliki kandungan = 79,5%, Albumin = 30,5%, Mineral = 5,95%, Kadar Air = 2, 84% kandungan semuanya ini sangat baik bagi kesehatan tubuh. Kandungan protein ikan gabus lebih tinggi daripada bahan pangan yang selama ini di kenal sebagai sumber protein seperti telur, daging ayam, maupun daging sapi, termasuk jenis ikan yang ada. Nilai cerna protein ikan gabus juga sangat baik, yaitu mencapai lebih dari 90%. Sehingga sangat mudah diserap/dicerna oleh bayi, balita, lansia, dan pasien penyakit degeneratif.

Apa itu Albumin itu ?
Albumin merupakan bagian penting dari protein yang sangat penting untuk tubuh. Tubuh kita terdiri dari 60% plasalbumin. Albumin berada di dalam darah dan berfungsi mengatur keseimbangan air dalam sel, memberi gizi pada sel, dan mengeluarkan produk buangan. Selain itu albumin juga berfungsi mempertahankan pengaturan cairan dalam tubuh.

Khasiat dan Kegunaan Ikan Gabus
1. Meningkatkan kadar Albumin dan daya tahan tubuh
2. Mendukung pertumbuhan anak
3. Mempercepat proses penyembuhan pasca operasi.
4. Mempercepat penyembuhan luka dalam / Luka luar
5. Membantu proses penyembuhan pada penyakit :
- Hepatitis
- TBC / Infeksi Paru
- Nephrotic Syndrome
- Tonsilitis
- Thypus
- Diabetis Melitus
- Patah Tulang
- Gastritis
- HIV
- Sepsis
- Stroke
- Thalasemia Minor
6. Menghilangkan Oedem (pembengkakan)
7. Memperbaiki gizi buruk pada bayi, anak dan ibu hamil
8. Membantu penyembuhan Autis

Bila kadar albumin rendah, maka protein yang dikonsumsi akan pecah. Pada orang yang kekurangan albumin, misal pada penyakit TBC, maka obat yang diminum daya kerjanya kurang maksimal. Sedangkan pada anak-anak yang sedang berada di fase golden age (1-5 tahun), kekurangan albumin sangat mengganggu pertumbuhan otaknya. Semakin sedikit albumin, pertumbuhan sel di otak akan semakin sedikit. Sel yang sedikit membuat anak tak tumbuh lebih cerdas.

AYO, BERIKAN IKAN GABUS!
Konsumsi ikan gabus sebaiknya mulai dibiasakan sejak balita. Karena ikan gabus ini juga mempunyai kandungan vitamin A yang tinggi mampu meningkatkan daya tahan tubuh sehingga ketika anak mengkonsumsi ikan gabus dengan takaran yang sudah dianjurkan, maka bisa meningkatkan kekebalan tubuhnya dan anak akan tumbuh sehat dan jarang sakit.

Albumin bukan hanya dibutuhkan pasien yang sedang menjalani operasi, tetapi juga anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Bila kadar albumin rendah, maka protein yang dikonsumsi akan pecah. Pada orang yang kekurangan albumin, misal pada penyakit TBC, maka obat yang diminum daya kerjanya kurang maksimal. Sedangkan pada anak-anak yang sedang berada di fase golden age (1-5 tahun), kekurangan albumin sangat mengganggu pertumbuhan otaknya. Semakin sedikit albumin, pertumbuhan sel di otak akan semakin sedikit. Sel yang sedikit membuat anak tak tumbuh lebih cerdas.

Mendukung pertumbuhaan balita
Kekurangan albumin bisa terjadi pada tubuh manusia, yang suatu kondisi yang disebut dengan hipoalbumin. Hal ini bisa menyebabkan nutrisi tidak bisa diedarkan dengan baik keseluruh tubuh, sehingga bagi anak bisa menyebabkan terhambatnya pertumbuhan, perkembangan otak yang tidak maksimal, penurunan kekebalan tubuh hingga menyebabkan anak mudah sakit.
• Sebuah penelitian menunjukkan bahwa balita yang mengonsumsi ikan gabus secara teratur memiliki kadar albumin jauh lebih tinggi, dan mengalami peningkatan berat badan dan kadar hemoglobin darah secara nyata.
• Albumin sangat dibutuhkan untuk perkembangan otak, terutama bagi balita yang berada pada fase emas pertumbuhan (golden age). Dengan demikian, memberinya makan ikan gabus bisa membantu mencegah masalah anak yang kurang cerdas.
• Kadar albumin yang normal antara 3,5-4,5 g/dl, dan ketika kurang dari 2,2 g/dl bisa menyebabkan masalah pada tubuh. Hal seperti ini bisa terlihat pada anak yang mengalami keterlambatan pertumbuhan, padahal jika diperhatikan sebenarnya tak pernah kekurangan makan atau gizi. Jika hal ini terjadi terus-menerus, anak akan mengalami gangguan pertumbuhan yang bisa menyebabkan kurus atau seperti anak yang kurang gizi.

Dalam keadaan normal terdapat 3 sampai 5 g albumin dalam setiap 100 ml darah. Kadar albumin yang kurang dari 2,2 g/dl menunjukkan masalah pada tubuh. Umumnya masalah gizi yang diderita anak-anak bukan hanya disebabkan oleh asupan yang kurang, tetapi juga karena zat gizi yang berhasil dibawa oleh darah sangat sedikit, sehingga tidak bisa memberi gizi pada sel. Kasus seperti ini sering ditemukan pada anak-anak yang mempunya kebiasaan makan banyak dan cukup bergizi, tetapi pertumbuhannya sangat lambat. Banyak orang tua yang kemudian mengaitkan lambatnya pertumbuhan anak dengan gejala cacingan. Padahal, penyebab utamanya adalah kekurangan albumin.

Mudahnya membuat Ekstrak Albumin dari ikan Gabus
Membuat ektrak ikan gabus dengan cara sederhana, dapat dilakukan sendiri dirumah tangga. Bagi mereka yang belum bisa mengkonsumsi makanan berat, dapat merebus ikan gabus hingga seluruh sarinya keluar. Sari ikan tersebut disaring dan dikonsumsi seperti air minum. Agar tidak berbau amis, sari kaldu ikan gabus dapat juga dicampur denga jeruk nipis.

Ikan gabus sebaiknya disajikan dengan cara direbus, dikukus, ataupun dibuat sup. Ikan gabus yang digoreng atau dibakar memang lebih nikmat tapi nilai gizinya turun disamping ada bahaya lain yaitu racun karsinogenik yang dapat mengganggu kesehatan tubuh. Selain itu, menggoreng biasanya dilakukan dengan minyak berlebih, ini dapat meningkatkan kadar lemak pada ikan.

Nah, kini Anda tak perlu ragu untuk menyajikan ikan gabus sebagai menu harian keluarga. Selain menyehatkan dan kaya protein, masakan ikan bagus juga lezat disajikan sebagai masakan ikan utuh atau olahan seperti otak-otak, bakso, atau pempek haruan.

Referensi
  1. Andarwulan, N., Kusnandar, F., dan Herawati. 2011. Analisis Pangan. Dian Rakyat: Jakarta.
  2. Carvalo, J.N. 1998. Studi Profil Asam Amino dan Mineral Zn pada Ikan Gabus dan Ikan Tomang. Fakultas Perikanan UB. Malang.
  3. Makmur, S.M.F. Rahardjo, dan Sutrisno Sukimin. 2003. Biologi Reproduksi lkan Gabus (Channa striato Btoch) di Daerah Banjiran Sungai Musi Sumatera Selatan. Jurnal Iktiotogi Indonesia, 3.7:57-67.
  4. Ardianto, D. 2015. Buku Pintar Budidaya Ikan Gabus. Yogyakatra: FlashBooks
  5. Asfar, M. Tawali, A.B. Mahendradatta M. 2014. Potesi Ikan Gabus (Channa striata) Sebagai Sumber Makanan Kesehatan. Makassar: Jurnal Teknologi Industri Universitas Hasanuddin.
  6. Murdani, H. Supriadi, S. Lestari, S. 2016. Kualitas Ikan Gabus (Channa striata) Asap yang Dibuat dengan Alat dan Sumber Asap yang Berbeda. Jurnal Tekhnlogi Hasil Perikanan.
  7. Santoso, A.H. 2009. Uji Potensi Ekstrak Ikan Gabus (Channa striata) sebagai Hepatoprotector pada Tikus yang diinduksi dengan Parasetamol. Institut Pertanian Bogor: Bogor



Tidak ada komentar:

Posting Komentar