Selasa, 29 Maret 2022

Ikan Hias Mas Koki - Membedakan Jantan & Betina

Membedakan jenis kelamin binatang sebetulnya cukup mudah. Kita dapat membedakan jenis kelamin mereka dengan mata telanjang, misalnya saja kangguru. Kangguru jantan dan betina dapat dibedakan dari kantung yang dimilikinya. Namun, ini tidak berlaku pada binatang lainnya, salah satunya ikan koki.

Ikan koki adalah binatang yang jenis kelaminnya dimorfik. Namun, untuk membedakan ikan koki jantan dan betina butuh waktu lama. Sebagian orang bahkan melihat semua ikan koki adalah sama. Namun, ada beberapa metode yang bisa kamu terapkan untuk mengidentifikasi ikan koki jantan dan betina.


1. Periksa Insang Ikan
Cara pertama untuk mengetahui ikan koki jantan atau betina adalah dengan melihat bagian tutup insang. Perhatikan apakah pada tutup insang ikan terdapat bintik-bintik kecil berwarna putih. Bintik putih tersebut menyerupai butir garam dan terasa kasar jika disentuh.

Bintik putih yang muncul tersebut biasanya terlihat pula di bagian depan sirip depan dan di bagian sisik di seluruh tubuh ikan koki. Apabila ikan koki terdapat bintik putih seperti itu dapat dipastikan bahwa ikan koki tersebut jantan.

Perlu diingat jika terkadang bintik putih ini disangka penyakit gatal, atau bintik putih yang disebabkan penyakit. Namun, ukuran bintik-bintik gatal pada ikan berbeda dengan bintik putih yang muncul di masa musim kawin. Bintik gatal ini biasanya berukuran lebih besar dari bintik ikan koki jantan.

Beberapa orang beranggapan bahwa bintik putih ini adalah daya tarik untuk menarik perhatian ikan koki betina pada musim kawin. Yang lain berpendapat bahwa bintik tersebut adalah senjata bagi ikan untuk melindungi diri dari koki jantan lain.
2. Amati Bentuk Penampakan Anus Ikan
* sumber: cafishvet.com

Lubang kotoran pada ikan berfungsi untuk mengeluarkan kotoran dari sisa makanan yang dikonsumsi ikan dan tempat mengeluarkan telur ikan. Lubang ini terletak di bawah sirip anus ikan. Anus ikan koki jantan dan betina sangat berbeda. Dari bentuknya saja kamu dapat mengenali perbedaannya. Hal itu disebabkan perbedaan fungsi dari anus tersebut. Pada ikan koki betina nantinya akan menghasilkan telur-telur yang dapat berkembang biak. Sedangkan ikan koki jantan hanya dipergunakan untuk membuang kotoran saja.

Ikan koki betina mempunyai anus yang bulat yang dapat dilihat dari samping ikan. Ketika musim bertelur lubang tersebut menonjol keluar dan berwarna putih. Sementara itu, ikan koki jantan mempunyai lubang yang lebih panjang dari betina dan bentuknya sedikit lebih menekuk. Bentuknya bisa terlihat samar. Orang yang telah paham anatomi ikan koki dapat mengetahui dengan pasti bahwa bentuk tersebut adalah ciri-ciri ikan koki jantan.

3. Pelajari Bentuk Tubuh

* sumber: p2.piqsels.com

Ada cara lain yang bisa kamu praktekkan untuk mengetahui jenis ikan koki jantan atau betina, yaitu dengan mengamati dan mempelajari bentuk tubuh ikan. Cara ini mungkin saja lebih rumit dibandingkan dengan mengamati lubang anus ikan seperti yang dijelaskan di atas. Hal tersebut terjadi karena perbedaan cara memberi makan pemilik ikan. Namun, yang pasti dari semua itu adalah ikan koki betina memiliki tubuh yang lebih pendek dan lebih bulat pada bagian perut.

Ketika musim bertelur tiba, bagian perut ikan akan lebih montok dan gemuk karena telur di dalamnya. Bentuknya yang bulat tersebut mirip pangsit. Tubuh ikan koki betina biasanya akan terlihat lebih dalam ketika memasuki masa-masa melahirkan. Terkadang tubuh mereka tampak lebih condong ke satu sisi. Tapi, perlu kamu ketahui bahwa perut kembung pada ikan bisa pertanda ikan terinfeksi bakteri. Jadi, jika ikan terlihat kembung perutnya kamu harus periksa lebih teliti apakah ikan tersebut sakit atau sedang bertelur. Sementara itu, ikan koki jantan mempunyai ukuran yang lebih ramping dan panjang pada bagian perutnya. Beberapa jantan terlihat punya garis yang memanjang di bawah perutnya.

4. Perhatikan Bentuk dan Ukuran Sirip

* sumber: www.piqsels.com

Jika memungkinkan, perhatikan bagian perut bawah ikan koki untuk mengetahui apakah di bagian tersebut terdapat garis tengah yang lurus memanjang dari belakang sirip ke bagian anus ikan. Jika kamu menemukan garis tersebut, bisa dipastikan itu adalah ikan koki jantan. Sementara ikan koki betina, garis tersebut akan terlihat samar bahkan tidak terlihat garis sama sekali. Sirip depan ikan koki jantan seringkali lebih panjang dan lebih ramping dari pada sirip dengan betina. Sirip depan ini lebih tebal. Jika diperhatikan sirip bawah ikan koki betina yang berada di dekat lubang anus tampak lebih tebal dibanding sirip bawah jantan.

5. Kenali Perilaku Birahi Ikan
Yang paling mudah membedakan ikan koki jantan dan betin adalah dengan mengamati perilaku ikan ketika memasuki masa kawin. Di masa ini ikan koki jantan lebih agresif. Ikan koki jantan akan mengejar koki betina di sekitar kolam atau akuarium dan si jantan akan membuntuti betina bahkan terkadang terlihat mendorong-dorong betinanya. Koki jantan juga akan berusaha mendorong betina ke dinding akuarium atau ke tumbuhan untuk memaksanya kawin.

Selain pada masa kawin, kamu dapat membedakan ikan koki jantan dan betina dengan cara memasukan dua jenis ikan dalam satu wadah. Perhatikan perilaku kedua ikan tersebut. Biasanya ikan koki jantan dalam akuarium mengejar ikan koki betina dengan agresif. Sedangkan ikan koki betina hanya akan bersikap acuh dengan kehadiran ikan koki jantan. Metode ini adalah yang paling mudah diterapkan untuk mengidentifikasi jenis kelamin ikan koki.

6. Memahami Kedewasaan Ikan
Memahami perbedaan ikan koki jantan dan betina akan muncul ketika ikan koki mencapai usia dewasa. Munculnya tanda perbedaan tersebut memakan waktu lama bahkan bisa mencapai kurang lebih satu tahun. Tetapi tingkat kedewasaan ikan akan berbeda tergantung pada jenis ikan dan jenis kelaminnya.

Beberapa ikan koki jantan akan mencapai usia dewasa sebelum menjelang usia 9 bulan. Sementara ikan koki betina bisa lebih lama, yakni usia tiga tahun untuk mencapai usia dewasa. Menganalisa DNA ikan untuk mengidentifikasi jenis kelamin rasanya mustahil. Namun, jika kamu ingin meningkatkan peluang untuk memiliki ikan koki jantan dan betina, cara terbaik adalah dengan membeli setidaknya enam ikan koki sehat dari jenis yang sama. Statistik menyatakan bahwa ada 98% peluang dari enam ikan tersebut terdapat satu ikan berjenis kelamin berbeda.

7. Yang Perlu Diperhatikan dari Kondisi Ikan
Cara-cara di atas tersebut hanya berlaku bagi ikan koki yang sehat terawat. Sebab ikan koki yang tidak sehat tidak mempunyai ciri-ciri tersebut ketika musim kawin. Makanya, akan sulit mencari tahu jenis kelamin ikan koki jika ikan tersebut sedang dalam keadaan sakit. Oleh sebab itu, penting untuk memastikan kondisi ikan ketika ikan sedang sakit. Misalnya saja ketika ingin mengidentifikasi pada masa musim kawin. Jelas ini akan sulit tidak sulit. Pada musim kawin, ikan koki jantan yang tidak sehat tidak akan memiliki bintik putih pada tutup insang. Sementara itu, pada ikan koki betina yang tidak sehat bagian anusnya tidak akan terlihat cembung.

Ciri lain pun terjadi pada bentuk dan ukuran ikan. Ikan koki yang tidak sehat dapat membuyarkan dugaan. Ikan koki kurus bisa saja disangka ikan koki jantan karena sebelumnya informasi yang didapat menerangkan bahwa ikan koki jantan mempunyai ukuran tubuh yang lebih kecil dari koki betina.

Padahal bisa saja kamu mendapat ikan koki betina yang tidak diberi makan cukup. Di sisi lain, kamu mungkin telah mempelajari bahwa perut yang buncit adalah tanda-tanda ikan koki betina, tapi bisa saja bahwa itu adalah gejala yang terjadi karena infeksi bakteri di dalam perut ikan.

Nah, agar mendapatkan hasil yang akurat mengenai cara membedakan ikan koki jantan dan betina, terlebih dahulu pastikan kondisi ikan koki. Baru setelahnya kamu dapat menerapkan langkah-langkah yang telah disebutkan di atas. Langkah ini pasti akan sangat penting pada proses pengembangbiakan ikan koki. Biar tidak salah, yuk amati lebih teliti. Demikian informasi di atas. Semoga membantu.


Referensi
  1. Amri, K., dan Khairuman.2008. Buku Pintar Budidaya 15 Ikan Konsumsi.Agro Media Pustaka.Jakarta.
  2. Effendie, M. I. 2002. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusantara: Yogyakarta. 163 halaman.
  3. Gusrina. 2012. Genetik dan Reproduksi Ikan. Deeppublish.Yogyakarta. 254 hlm
  4. Hardjo,  B.  2004.Pemijahan  Ikan  Mas  Secara  Alami.Agro  Media  Pustaka. Jakarta.
  5. Hisomudin, dkk., “Permasalahan Maskoki dan Solusinya”, Penebar Swadaya, 2003



Tidak ada komentar:

Posting Komentar