Senin, 26 September 2022

Ikan Bawal - Proses Pelaksanaan Pembenihan

Budidaya air tawar yaitu budidaya ikan air tawar seperti ikan mas, ikan lele, terutama ikan bawal dan lain – lain. Ikan terbebut mempunyai kadar protein yang tidak berbeda jauh akan tetapi kadungan proteinnya pun semuanya tinggi.Hal ini disebabkan karena ikan bawal air tawar rasa dagingnya yang enak dan mudah di dapatkan dipasar selain harganya pun ekonomis. Budidaya bawal harus memperhatikan kualitas air, penyakit dan terutama daya tahan dari ikan bawal tersebut. untuk memperoleh daya tahan yang kuat ikan memerlukan pakan yang cukup dan mempunyai nutrisi seimbang.

Pembenihan
Pada ikan bawal air tawar (Colosoma macropomum), teknik pembenihan yang umum diterapkan oleh para pembenih adalah secara semi -buatan, dimana induk jantan dan betina sebelum memijah terlebih dahulu dirangsang dengan menggunakan hormon hipofisa atau hormon buatan (ovaprim), sedangkan pemijahannya terjadi secara alami (memijah sendiri).

Induk ikan bawal tawar (Colosoma macropomum) yang siap dipijahkan adalah induk jantan dan betina yang mempunyai berat lebih minimal 2,0 kg, dimana induk-induk tersebut masing-masing telah matang gonad (kelamin).

Alat dan Bahan
Alat
1. Seser Diameter 40 cm 2 Untuk menangkap ikan
2. Kertas lakmus Kertas asam basa berwarna 44 Untukmengukur asam basa
3. Ember Diameter 30 cm 2 Untuk penampungan sementara ikan dan sipon
4. Botol DO 6 Penampungan sample air
5. Thermometer 1 Pengukuran Suhu air
6. Bak pemijahan 2 x 1 meter 2 Pemijahan ikan
7. Bak larva 2,5 x 2meter 1 Perawatan larva
8. Bak penetasan Kerucut diameter 60 cm dan tinggi 1 m 2 Penetasan telur bawal
9. DO meter 1 Penukuran oksigen terlarut
10. Plankton net 1 Menyaring plankton
11. Mikroskop 1 Mengamati jenis plankton

Bahan
1. Ikan Bawal Jantan Ikan yang matang gonad 1 Bahan Hibridisasi
2. Ikan Bawal hitam betina Ikan yang matang gonad 2 Bahan Hibridisasi
3. Artemia Ukuran 20 mm 100 gram Pakan untuk larva
4. Hivrofit Pakan tepung 10 kg Pakan untuk pendederan

Skenario Pelaksanaan
Tahap – tahap pengelolaan pelaksanaan kegiatan on farm yang dilaksanakan di hatchery dan kolam 

1. Persiapan wadah pemijahan dan pembenihan.
Persiapan wadah bertujuan untuk mencegah terjadinya penyakit pada ikan. Wadah yang bersih akan terhindar dari pertumbuhan berbagai jenis penyakit.
  • Membersihkan wadah pemijahan, pembenihan dan pembenihan. Pembersihan bak dilakukan dengan cara menyikat bagian bak yang kotor dan bayak terdapat lender ikan. Bak yang kotor dapat menyebabkan tumbuhnya bakteri dan lendir ikan akan mengakibatkan tubuhnya jamur.
  • Pengeringan wadah pemijahan, penetasan dan pembenihan. Pengeringan dilakukan untuk menguapkan senyawa – senyawa beracun dan mematikan bakteri yang ada dalam bak.
  • Persiapan alat – alat. Persiapan alat – alat seperti alat kualitas air, alat lab, aerasi, alat penutup pemijahan dan hitter.
  • Pengisian air. Pengisian air dilakukan pada saat setelah pengeringan minimal 1 hari. Dan pengisian wadah pemijahan tidak boleh terlalu penuh agar induk ikan tidak loncat ke luar wadah.
  • Pemasangan aerasi dan hitter.
Pengelolaan induk
Pengelolaan induk dilakukan untuk mendapatkan calon induk yang sudah siap memijah dan mendapatkan hasil anakan yang baik dan berkualitas. Tahap nya antara lain adalah

Pemilihan calon induk
  • Tidak memiliki morfologi yang cacat. Mempunyai morfologi yang lengkap tidak ada yang rusak ataupun kehilangan bagian organ tubuh luarnya seperti sirip dan tubuh luka yang akibat dari hasil inbreeding.
  • Tidak dalam keadaan stress. Pencarian ikan yang tidak stress dimaksudkan agar ikan mau memijah, jika ikan dalam keadaan stress maka ikan akan menolak untuk memijah.
  • Matang gonad. Matang gonad sangat penting dalam pemijahkan, ikan yang matang gonad akan menentukan kualitas telur dan sperma.
  • Tidak sakit. Diharapkan ikan tidak keadaan sakit, karena pada saat sakit ikan akan cenderung menstabilkan tubuhnya dan banyak berdiam diri. Jika ikan sakit diharapkan untuk di pisahkan dan di rawat terlebih dahulu hingga sehat keembali.
Seleksi induk jantan dan betina
Jantan
  • Perutnya lebih langsing dibandingkan dengan betina.
  • Bila bagian perut di stripping secara manual dari perut ke arah anus akan mengeluarkan cairan putih kental (sperma).
  • Gerakannya lincah.
Betina
  • Gerakannya lambat dibandingan jantan.
  • Perutnya lebih gembung dan lunak.
Pemberian pakan induk
Pemberian pakan 1 kali sehari at libitum.
Untuk mengasilkan anak yang baik, ikan diberi pakan untuk mendapatkan energi, dari energi ikan tersebut digunakan oleh ikan untuk proses perkembangan gonad dan kesehatan telur.

Pemberian pakan jenis tenggelam.
Jenis pakan yang digunakan pakan tenggelam dikarenakan ikan bawal menyukai jenis pakan tenggelam dan ikan bawal berenang di dasar permukaan..Pemberokan induk jantan dan betina

Pemberokan dilakukan 1 hari sebelum pemijahan.
Pemberokan dilakukan untuk membakar lemak dalam tubuhnya terutama pada gonad ikan hal tersebut untuk memudahkan ikan dalam mengeluarkan telur yang banyak dan tidak banyak telur yang tertinggal dalam gonad.

Pemijahan induk

Penyuntikan hormon ovaprim pada induk.
Penyuntikan dilakukan untuk merangsang ikan agar mau memijah. Dikarenakan di alamnya ikan bawal hanya mau memijah pada musim hujan dan terdapat rumput – rumputan untuk tempat telurnya tersebut.0,5 ml ovaprim dan 2 ml aquabides pada induk betina. 0,25 ml ovaprim dan 2 ml aquabides pada induk jantan. Dosis yang tercantum pada label ovaprim yaitu 0,5 ml / kg induk. Jadi setiap induk perkilo akan akan di suntukan per 0,5 ml ovarim dengan campuran air aquades yang steril. Pemberian aquabides pun harus benar – benar steril jika menggunakan aquabides yang kotor akan berpengaruh terhadap tubuh ikan, bisa menyebabkan ikan akan sakit.

Penyatuan induk jantan dan betina pada wadah. Penyatuan dilakukan ketika induk sudah di suntik. Ikan akan memijah sekitar 10 – 12 jam.

Pemasangan aerasi. 
pemasangan aerasi untuk mensuplai oksigen

Penutupan wadah pemijahan.
Pentutupan wadah agar ikan mau memijah dikarenakan ikan hanya mau memijah pada keadaan gelap dikarenakan ikan bawal hidup di dasar perairan.

Penetasan telur dan pemeliharaan larva.
Mengkondisikan suhu air.Penggunaan Suhu 26 – 30°

Kondisi suhu yang normal adalah 27 – 30 oC untuk ikan bawal tubuh berkembang.

Pemindahan Telur ke bak penetasan.
Pemindahan telur ke bak penetasan untuk mencegah terjadinya induk betina memakan telurnya dan terjadinya penumpukan telur yang menyebabkan telur sulit menetas.

Pemberian pakan alami
Pengecekan kuning telur
Pengecekan kuning telur merupakan proses untuk menentukan pemberian pakan terhadap ikan tersebut.

Penetasan Artemia
Penetasan artemia dilakukan ketika usia ikan 4 hari atau ketika 1 hari sebelum kuning telurnya habis.

Pemberian pakan artemia.
pemberian artemia merupakan pakan yang sesuai atau lebih kecil dengan ukuran bukaan mulut ikan dan mempunyai protein yang sesuai untuk ukuran larva bawal.Pemberian pakan dilakukan 2 kali sehari.. Isi lambung yang kosong pada 6 jam setelah pemberian pakan dan ikan bawal bersifat diurnal pemberian pakan dilakukan 2 kali sehari pagi dan sore hari.

Pengelolaan kualitas air
Mengukur pH, Suhu , Amoniak , dan kadar oksigen air.
Pengukuran kualitas air dilakukan seminggu 1 sekali kecuali suhu yang dilakukan setiap hari.

Pengendalian Hama dan Penyakit
Membersikan bak penetasan.
Pengendalian penyakit dengan membersikan bak penetasan dan mengendapkan air tersebut.

Mensterilkan sekitar bak penetasan.
Mensterilkan bak dari kotoran dan sampah daun ataupun serangga agar mencegah penyakit masuk ke wadah.

Menutup bagian atas wadah.
Penutupan agar mencegah masuknya benda asing ke dalam wadah dan pengaturan suhu agar tetap stabil.Perhitungan jumlah telur.Menimbang berat induk betina sebelum dan sesudah ovulasi.

Menimbang sample telur.
Menghitung telur.
Jumlah sample / berat sample = jumlah telur / (berat induk betina sebelum dipijahkan – sesudah dipijahkan).Pemeliharaan benih

Persiapan wadah kolam.
Pengeringan
Pengeringan dilakukan selama 2 – 4 hari sehingga air dan senyawa – senyawa beracun seperti ammonia akan hilang dan menguap akan tetapi jika tanah terlihat retak – retak setelah pengeringan itu sudah menandakan kolam siap di lakukan pembalikan agar racun yang dibawah tanah bisa hilang dan kering.

Pebersihan rumput / tanaman
Pembersihan rumput dilakukan untuk mencegah terjadinya hama yang menyerang larva. Lakukan pembersihan rumput jangan biarkan yang tersisa. Biasanya berada di rumput , kodok, kini – kini dll. Lakukan pengecekan juga terhadap jika ada lubang – lubang di dinding kolam hal tersebut biasanya ada belut yang berada di dinding kolam cara membasmi belut dengan cara memancingnya ataupun memberi kapur.

Perawatan dinding kolam.
Perawantan dinding beton yang dilakukan adalah menempelkan tanah kepada yang di dasar kolam ke dinding beton ataupun jika terjadi bocor lakukan penanmbalan dengan cara memakai plastic pada dinding – dinding kolam tersebut. cara pemaangan usahan rata dengan dinding kolam bawahnya buat betuk lengkungan dan timpa dengan tanah atasnya ditusuk dengan apapun untuk penyanggah bagian atas

Pembalikan Tanah dan Pengapuran
Pembalikan tanah setelah peneringan agar ammonia yang berada dibawah tanah bisa menguap dan pembalikan sebaikan dengan dicampur dengan kapur juga agar kapur benar – benar meresap ke tanah dan mencegah timbulnya penyakit dalam kolam tersebut. kapur berfungsi sebagai menetralkan tanah yang asam akibat dari ammonia hasil dari kotoran ikan tersebut.

Pengeringan ke 2
Setelah pembalikan dan pengarungan dilakukan Pengeringan kedua dilakukan agar kolam benar – benar hilang dari segala penyakit dan hama yang menyerang larva ikan tersebut.

Pemberian pupuk
Pemberian dilakukan untuk membuat pakan alami yang berupa plankton yang mempunyai kandungan nutrisi yang tidak ada dipakan buatan. Sehingga pembelian pakan tidak terlalu banyak. Pengapuran bisa dilakukan dengan menebar pupuk ke seluruh permukaan tanah ataupun dengan merendam karung yang berisi pupuk tersebut.

Pengisian Air
Pengisian air dilakuna jika tanah kolam benar – benar kering terlihat retak – retak usahakan kolam pas pada saat retak retak lansung di isi air jangan terlalu lama pengeringan enggakibatkan tumbuhnya tanaman ataupun rumput dikolam sehingga menyebabkan terjadinya tempat sarang hama.

Pengecekan plankton
Pengecekan plankton sangat penting untuk pakan dari ikan itu sendiri, pengecekan dilakukan dengan bisa melakukan secara mata telanjang atauun mikroskop. Jika menggunakan mata telanjang bisa dengan mengambil gelas kemudian biarkan air tersebut jenuh / datar akan terlihat ada yang melayang itu lah plankton jika menggunakan mikroskop hasil akan lebih jelas dengan melihat klasifikasi plankton tersebut.

Penebaran larva
  • Persiapan paking.
  • Pengangkutan dan transporasi ke kolam .
  • Padat penebaran larva 100 – 150 ekor / m2.
Penebaran larva ikan dilakukan setelah tumbuh plankton, penebaran dilakukan sebaiknya di aklimatisasi (samakan suhu air dan suhu kantong plastik ikan). Lakukan penebaran jika suhu air benar-benar sama di kolam dan plastik kantong, lakukan penebaran berbeda titik agar larva menyebar merata.

Pengelolaan kualitas air
Mengukur pH, Suhu , Amoniak , dan kadar oksigen air.

Pemberian pakan
  • Pemberian pakan 2 kali sehari.
  • Pemberian pakan hivrofit.
Pengamatan Pertumbuhan
  • Pengambilan sample 1 minggu sekali.
  • Pengukuran laju pertumbuhan
  • Pengamatan dilakukan dibawah mikroskop.
Pemanenan dan penjualan benih
  • Pencarian informasi pasar.
  • Transaksi harga benih.
Panen
  • Penangkapan benih.
  • Mengeringkan kolam.
  • Menangkap benih.
  • Pindahkan ke hapa.
  • Penghitungan benih.




Referensi
  1. Arie, U. 2000. Budidaya Bawal Air Tawar Untuk Konsumsi dan Hias. Penebar Swadaya. Jakarta. 80 hal.
  2. Bagjariani, Astrid. 2013. Analisis Risiko Produksi Pembenihan Ikan Bawal Air Tawar (Colossoma macropomum) (Studi Kasus Pada Usaha Perikanan H.Ijam di Desa Cikupa, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor). Skripsi. Departemen Agribisnis. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. IPB. Bogor.
  3. Djarijah AS. 2001. Budidaya Ikan Bawal. Kanisius: Yokyakarta.
  4. Kardana, D., K. Haetami dan U. Subhan. 2012. Efektivitas Penambahan Tepung Maggot dalam Pakan Komersial Terhadap Pertubuhan Benih Ikan Bawal Air Tawar (Colossoma macropomum). Jurnal Perikanan dan Kelautan, 3 (4): 177-184.
  5. Mahyuddin. 2011. Usaha pembenihan ikan bawal diberbagai wadah. Jakarta. Penebar Swadaya.
  6. Taufiq, taufiq. Firdus firdus dan Iko Imelda Arisa. 2016. Pertumbuhan Benih Ikan Bawal Air Tawar (Colossoma macropomum) pada Pemberian Pakan Alami yang Berbeda. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan dan Perikanan, Unsyiah. Volume 1. No. 3 : 355-365.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar