Selasa, 28 Januari 2020

Pakan Ikan Alami - Budidaya Cacing Darah


Cacing darah (Larva chironomus sp) merupakan salah satu jenis pakan ikan yang tentunya sudah sangat dikenal terutama oleh para feeding atau pembudidaya ikan. Cacing darah merupakan makanan favorit terutama untuk jenis ikan cupang sebagaimana cara budidaya ulat hongkong . Cacing darah atau yang lebih dikenal dengan sebutan bloodworm merupakan pakan alami bagi ikan. Banyak yang kemudian menyalah artikannya sebagai cacing sutera yang tentunya sudah lebih populer. Cukup wajar memang sebab keduanya memiliki warna tubuh yang sama-sama merah.
Namun, pada faktanya keduannya merupakan jenis yang berbeda. Cacing darah berasal dari larva serangga ordo diptera atau nyamuk chironomus. Nyamuk ini meeuoakan nyamuk pengisap madu bunga atau nektar dan bukan penghisap darah. Jenis nyamuk ini juga tidak menggigit sebagaimana nyamuk lainnya. Sehingga dengan demikian tentunya keduanya berbeda meskipun sekilas secara penampakam keduanya sama. Dan bahkan kadang banyak yang kerap salah mengartikan .

Apa itu cacing darah?
Ketika Anda memilih cacing darah atau bloodworm di toko, biasanya ada dua jenis yang ditawarkan, yaitu bentuk cacing dan bentuk larva.

Cacing darah paling umum yang Anda temukan di toko ikan adalah Chironomidae. Ini sebenarnya bukan cacing, tetapi sebaliknya mereka adalah tahap larva dari lalat midge. Jenis cacing darah lainnya berasal dari genus Glycera. Meskipun keduanya sangat aman untuk cupang Anda, Chironomidae jauh lebih mudah untuk dikembangbiakkan. Di sisi lain glycera hanya tumbuh di kondisi laut.
Jenis cacing darah untuk cupang

Ada tiga pilihan cacing darah yang dijual di pasaran: beku, beku-kering, atau hidup. Setiap jenis memiliki manfaatnya, namun mereka juga memiliki kelemahan. Saat memilih, Anda harus mempertimbangkan nilai gizi dan kemudahan penyimpanannya.
Cacing darah hidup



Cacing darah hidup jelas merupakan cacing darah dalam bentuk paling alami. Mereka sedikit lebih mahal, tetapi memiliki beberapa manfaat besar. Salah satu manfaatnya adalah membangkitkan naluri berburu ikan cupang. Mode berburu ini bagus karena merangsang otak cupang dan mencegah mereka bosan.

Tidak seperti cacing darah beku dan kering, cacing darah hidup juga mengandung lebih banyak nutrisi karena mereka masih dalam bentuk paling murni. Cacing darah hidup adalah makanan yang ideal jika Anda berencana untuk membiakkan cupang Anda. Kehadiran cacing darah membuat cupang berpikir saatnya untuk kawin karena kelimpahan makanan sering terjadi selama musim kawin.
Namun, ada juga kerugian menggunakan cacing darah hidup.

Jika Anda tidak memiliki akuarium besar, maka jumlah yang Anda beli di toko akan terlalu banyak untuk dimakan oleh cupang Anda. Anda hanya dapat menyimpannya selama 2-3 hari di lemari es.

Selain memiliki masa simpan yang sangat singkat, mereka juga memiliki risiko lebih tinggi menjadi kontaminan. Tidak seperti cacing beku-kering dan beku di mana kontaminan biasanya sudah terbunuh selama proses pembuatannya, cacing darah hidup dapat membawa bakteri dan parasit yang dapat menginfeksi cupang Anda.

Cara paling aman untuk memberikan cacing darah hidup
Karena risiko infeksi menggunakan cacing darah, penting bagi Anda untuk memberikan cacing darah dengan cara yang paling aman untuk cupang Anda. Salah satu caranya adalah dengan membeli dari penjual yang memiliki reputasi baik. Kedua, pastikan Anda membilas cacing darah sebelum memasukkannya ke akuarium. Ini akan membantu menghilangkan kotoran yang mungkin membawa bakteri dari cacing darah.

Terakhir, jangan pernah menambahkan air dari kantong cacing darah ke akuarium. Ini adalah cara yang sangat keliru yang dapat mengirimkan parasit dan bakteri langsung ke dalam akuarium.
Cacing darah beku-kering



Selain membeli cacing darah hidup, Anda juga dapat memilih jenis beku-kering. Cacing darah beku-kering sangat bagus karena mudah disimpan dan digunakan. Setelah Anda memilikinya, mereka akan bertahan lama. Anda hanya perlu mencelupkannya ke dalam air dan membiarkannya mengembang kembali ke ukuran penuhnya.

Kelebihan lain dari pakan jenis ini adalah bisa mengambang di bagian atas akuarium untuk waktu yang cukup lama. Jadi Anda tidak perlu khawatir mereka akan tenggelam ketika cupang Anda tidak bisa melihatnya.

Namun, jenis ini juga memiliki kelemahan. Dibandingkan dengan makanan hidup dan makanan beku, mereka memiliki nilai gizi yang sangat sedikit. Sebagian besar nutrisi di dalamnya hilang ketika diproses menjadi pakan beku-kering. Selain itu, biasanya ada dua jenis cacing darah beku-kering yang dapat Anda beli, grade A dan grade B. Grade A jauh lebih baik dan itulah yang harus Anda pilih untuk cupang Anda.
Cacing darah beku



Terakhir, Anda juga dapat memilih untuk memberi makan cacing darah beku pada cupang Anda. Cacing darah beku adalah jalan tengah yang baik antara cacing darah beku-kering dan cacing darah hidup. Mereka dapat disimpan untuk waktu yang lama tetapi masih memiliki jumlah nutrisi yang relatif baik di dalamnya.

Anda dapat menyimpan cacing darah beku selama 6 bulan. Cara ini sangat efisien dan hemat. Cacing darah beku juga jauh lebih kecil kemungkinannya untuk membawa bakteri, penyakit, dan parasit karena semua itu sudah terbunuh selama proses pembekuan.

Pastikan untuk tidak memberi ikan seluruh cube/kubus sekaligus. Anda harus membelah kubus menjadi potongan-potongan yang lebih kecil dan memastikan kubus tersebut mencair. Untuk meminimalkan kemungkinan kontaminasi setelah Anda mencairkan cacing darah, pastikan Anda tidak menambahkan air apa pun yang ada di dalamnya ke dalam akuarium ikan Anda.

Saat memberikan cacing darah beku ke cupang, jangan meninggalkannya terlalu lama di dalam akuarium. Ini sering terjadi ketika orang tidak tahu berapa banyak yang harus diberikan pada ikan mereka. Pakan pun yang belum dimakan setelah dua menit harus dikeluarkan jika akuarium Anda hanya berisi cupang.

Semakin sering Anda melakukan ini, semakin cepat Anda dapat secara efektif mengukur takaran makan cupang Anda.

Cara pemberian cacing darah untuk ikan cupang

Takaran cacing darah
Cupang Anda akan terus makan jika Anda terus memberi mereka kesempatan. Bahkan ketika mereka sudah kenyang, mereka akan tetap makan. Jadi penting bagi Anda untuk tidak memberi makan terlalu banyak pada cupang Anda.

Memberi makan cupang 1-2 cacing darah sudah cukup. Dan jika Anda memberi mereka lebih dari ini, ikan berisiko sembelit/konstipasi. Banyak orang yang memberi makan cacing darah beku pada cupang melakukan kesalahan dengan menjatuhkan seluruh kubus sekaligus.

Cupang Anda tidak hanya akan makan lebih banyak dari yang dia bisa, tetapi apa pun yang tersisa di akuarium akan mulai membusuk dan menyebabkan lonjakan amonia. Jadi pastikan Anda tidak pernah memasukkan terlalu banyak makanan.
Frekuensi pemberian cacing darah

Banyak orang memberi makan cacing darah untuk cupang mereka setiap hari. Dan ini sebenarnya tidak baik. Cacing darah bagus untuk camilan, tetapi terlalu kaya untuk menjadi makanan pokok cupang. Mereka mengandung terlalu banyak lemak dan protein di dalamnya.

Sebagai aturan praktis, Anda hanya perlu memberi makan cupang dengan cacing darah sekali atau dua kali per minggu. Variasikan makanan cupang dengan pakan lain.
Dampak kelebihan pemberian cacing darah

Seperti disebutkan sebelumnya, ada sejumlah alasan mengapa Anda tidak boleh memberikan cacing darah pada cupang secara berlebihan.
Sembelit dan gangguan gelembung renang

Salah satu alasan terbesar untuk tidak memberikan cacing darah terlalu banyak adalah karena Anda akan meningkatkan kemungkinan cupang sakit. Penyakit gelembung renang dan sembelit sangat umum terjadi pada cupang. Dan meski ini biasaya bisa sembuh sendiri, masih ada kemungkinan bahwa cupang tidak dapat pulih dengan baik.
Lonjakan amonia

Selain membuat cupang sakit, jika Anda memberi cacing darah terlalu banyak maka ada kemungkinan lonjakan amonia di akuarium Anda. Lonjakan amonia terjadi ketika bakteri menguntungkan tidak dapat mengonsumsi amonia dengan cepat karena jumlahnya yang terus meningkat. Dan makanan yang busuk turut menciptakan lonjakan amonia.

Jika ada lonjakan amonia, maka cupang Anda akan mulai menderita keracunan amonia yang dapat dengan cepat menjadi fatal.
Resiko penyebaran penyakit

Jelas, semakin banyak cacing darah yang Anda tambahkan ke akuarium, semakin besar kemungkinan penyakit akan ditularkan. Meski kemungkinan cupang Anda terkena penyakit cacing darah tidak besar, Anda sebaiknya jangan ambil risiko.
Boros uang

Dan terakhir, jika Anda memasukkan terlalu banyak cacing darah ke dalam akuarium sekaligus, Anda hanya membuang-buang uang. Cupang tidak akan bisa memakan semuanya dan nantinya Anda harus mengambil dan membuangnya. Mubadzir kan?

Meskipun cacing darah bisa menjadi makanan yang enak untuk cupang Anda, pastikan Anda tidak berlebihan memberikannya. Nah sekarang Anda sudah tahu kan kelebihan dan kekurangan memberi makan cupang dengan cacing darah!Secara habitat tentunya cacing darah dapat dengan mudah ditemui di perairan yang tergenang. Sebagaimana kita katahui bahwa nyamuk sendiri sangat menyukai perairan yang tergenang. Larva nyamuk Chironomus sp ini dapat dibedakan dengan larva nyamuk lainnya, nyamuk chironomus amat gemar meletakkan telurnya di dasar permukaan air. Potensi usaha budidaya cacing darah cukup menjanjikan sebagaimana cara budidaya semut rangrang dlam media toples , berikut 5 Cara Budidaya Cacing Darah paling mudah.

1. Pembibitan Cacing Darah


Tahap awal budidaya cacing darah adalah pembibitan sebagaimana cara pembibitan madu klanceng . Pada tahap ini anda dapat memperoleh bibit dengan mudah dengan membelinya di pasar atau toko penjualan bibit. Pastinya banyak yang menjual bibit cacing darah sebab budidaya cacing darah sudah cukup marak dilakukan.

Anda bisa mendapatkan bibit cacing darah dengan mudah di lokasi persawahan dengan mudah. Namun, tentunya kualitas bibit bervariasi, padahal untuk mendapatkan hasil budidaya yang maksimal tentunya harus menggunakan bibit yang berkualitas. Kriteria bibit cacing darah berkualitas meliputi hal berikut :
  • Bibit cacing berkualitas ditunjukkan dengan daya tahan hidup yang tinggi.
  • Bibit cacing darah biasanya tenggelam dibawah permukaan air seperti rambut-rambut yang kusut.
  • Cacing aktif bergerak dan memiliki pergerakan yang maksimal.
  • Pisahkan antara cacing dan bagian ari cacing kemudian pindahkan kewadah air yang bersih.
  • Proses ini disebut dengan proses karantina hal ini dilakukan untuk menghindarkan cacing darah dari kontaminasi bakteri.
  • Proses karantina biasanya memakan waktu 2-3 hari, selama waktu tersebut sebaiknya air dalam wadah selalu dialiri air dengan aliran rendah.
  • Pastikan bahwa air didalam wadah selalu mengalir untuk bisa menyediakan oksigen yang baik.
  • Jika kadar oksigen di dadal wadah berkurang maka tambahkan aerator kendalam wadah.
2. Pembuatan Media Perkembangbiakan

Tahap selanjutnya yaitu mempersiapkan media perkembangbiakan sebagaimana dalam cara budidaya dan pembesaran kepiting . Pada tahap ini anda bisa memilih salah satu jenis media, yakni ingin mengembangbiakan di media lumpur atau juga media air. Namun, lebih mudah jika dikembangbiakan menggunakan dengan media air sebab pastinya akan lebih mudah mendapatkan media air berkualitas ketimbang media lumpur.

Berikut tahapan pembuatan media perkembangbiakan cacing darah :
  • Persiapkan nampan atau box berukuran besar.
  • Gunakan air bersih yang berkualitas baik.
  • Kondisikan air didalam wadah selalu mengalir, sehingga anda tidak perlu terus erusan melakukan penggantian air.
  • Susun nampan dengan rapi agar aliran air dapat mengalir lancar dan tidak macet.
  • Letakkan saluran air pada bagian rak nampan paling atas, dan lakukan hal yang sama untuk rak dibawahnya.
3. Pemindahan Bibit


Setelah media siap, maka tahapan selanjutnya adalah melakukan pemindahan bibit sebagaimana cara budidaya ulat kandang pakan burung . Pemindahan dilakukan dengan hati-hati sebab tentunya jika dilakukam dengan sembarangan maka akan dapat merusak kualitas bibit. Selain itu pemindahan harus dilakukan secara tepat agar bibit tidak mati saat dipindahkan.

Langkah pemindahan bibit dapat dilakukan denhan cara berikut :
  • Siapkan sendok atau jaring kecil sebagai alat bantu untuk proses pemindahan bibit.
  • Lakukan pemindahan dengan hati-hati agar tanaman tidak mengalami stres.
  • Jangan langsung memegang bibit cacing darah, namun gunakan alat yang ada, sebab kontak dengan tangan dengan suhu tubuh dapat mengagalkan proses budidaya dan menyebabkan binit terkontaminasi.
  • Lakukan pemindahan bibit dengan cepat agar binit tidak mengalami stres.

4. Perawatan dan Pemeliharaan


Perawatan dan pemeliharaan pada budidaya cacing darah ini meliputi beberapa hal sebagaimana cara budidaya kutu air dengan susu , antara lain sebagai berikut :
Kondisi Air
Tahap pertama adalah perhatikan kondiai air yang ada didalam wadah. Kondisi air harus dijaga sebersih mungkin, sebab cacing darah membutuhkan air yang bersih untuk menghasilkan kualitas panen yang baik. Pastikam bahwa aliran air lancar dan tidak tersendat atau macet. Sebab air yang macet akan dapat menggurangi kadar oksigen yang ada di dalam air. Kekurangan oksigen dapat menyebabkan masalah yang serius dalam budidaya cacing darah.
Pemberian Pakan
Tentunya agar tetap bertahan hidup cacing darah membituhkan makanan untuk bisa terus melakukan proses peekembangbiakannya. Tentunya pakan yang diberikan juga tidak sembarangan sebab membutuhkan penanganan yang khusus. Sebagai sumber nutrisi bagi cacing darah, berikut jenis dan 

Cara pemberian pakan yang baik :
  • Pakan yang diberikan dapat berupa pakan organik cacing darah yang sudah difermentasikan.
  • Tekstur pakan haruslah lembut, lembek dan mudah dihancurkan.
  • Anda juga bisa memberikan pakan ampas tahu yang tentunya sudah difermentasi.
  • Selain kandungan protein yang tinggi, ampas tahu ini juga memiliki jamur yang sangat disukai dan bermanfaat baik bagi tambahan nutrisi cacing darah.
  • Tanbahkam tepung ikan yang tentu dapat dengan mudah anda temukan di pasar.
  • Pemberian pakan dilakukan sampai dengan cacing darah berumur 10-12 hari setelah pemindahan bibit tanaman.
  • Setelah lewat dari umur tersebut maka pakan dapat diganti dengan jenis pakan sayuran dan kotoran ayam yang sudah difermentasikan.
5. Pemanenan
Tahapan akhir dalam budidaya adalah pemanenan sebagaimaba cara budidaya lobster hias didalam akuarium . Tentunya yang diharapkan adalah panen dengan kuantitas banyak dan kualitas yang terbaik. Sebagai pakan ikan tentunya cacing darah diberikan dalam keadaan hidup, pastinya dibutuhkan penanganan khusus untuk mendapatkan kualitas terbaik. Tahapan pemanenan dilakukan melaui tahapan sebagai berikut :
  • Usia ideal panen untuk budidaya cacing arah adalah 70-75 hari setelah pemindahan bibit.
  • Pemanenan dilakukan dengan cara mengurangi jumlah koloni yang ada di dalam wadah.
  • Siapkan kain gelap yang dapat menutip seluruh permukaan nampan.
  • Pastikan setiap wadah nampan tertutup dengan sempurna.
Jika tidak memiliki kain gelap maka cukup letakkan napan dalam ruangan gelap selama 5-6 jam.
Selanjutnya pisahkan dengan hati-hati Dan gunakan jaring atau sendok untuk memanen cacing darah.
Simpan hasil panen di dalam air bersih dan segera jual agar kualitasnya tetep terjaga.


Sumber : 

Rahmah, N.A., 2019; https://paktanidigital.com/artikel/lakukan-5-tips-ini-untuk-budidaya-cacing-darah/

............., 2019 ; https://gerava.com/cacing-darah-untuk-ikan-cupang-jenis-manfaat-dan-kerugian/


2 komentar:

  1. Numpang promo ya Admin^^
    ajoqq^^com
    mau dapat penghasil4n dengan cara lebih mudah....
    mari segera bergabung dengan kami.....
    di ajopk.club....^_~
    segera di add Whatshapp : +855969190856

    BalasHapus
  2. Do you realize there's a 12 word phrase you can speak to your partner... that will trigger deep feelings of love and instinctual appeal for you buried within his heart?

    Because hidden in these 12 words is a "secret signal" that triggers a man's instinct to love, cherish and guard you with all his heart...

    ====> 12 Words Who Trigger A Man's Desire Instinct

    This instinct is so built-in to a man's brain that it will drive him to work better than ever before to love and admire you.

    Matter-of-fact, triggering this powerful instinct is absolutely mandatory to having the best possible relationship with your man that the moment you send your man one of these "Secret Signals"...

    ...You will immediately find him expose his heart and soul to you in such a way he's never expressed before and he will recognize you as the one and only woman in the world who has ever truly interested him.

    BalasHapus