Kamis, 17 Februari 2022

Ikan Hias Discus - Penyakit yang Umum Menyerang

Ikan yang berbentuk seperti kue dadar ini di lengkapi dengan keindahan warna dan bentuk tubuhnya. Jika pada umumnya ikan hias mempunyai bentuk tubuh memanjang, diskus tidaklah demikian. Bentuk diskus unik seperti cakram atau kue dadar oleh karena itu disebut dengan nama discus. Warnanya sangat unik dan menarik sesuai dengan strain dan keturunannya. Bentuk badannya pipih tipis dan bundar mirip ikan bawal dengan corak warna tubuh menarik dan memiliki keragaman warna layaknya ikan hias air tawar lainnya. Terkadang memiliki corak warna batik di seluruh tubuhnya. Memiliki sirip yang lengkap. Sirip ventralnya panjang dan menjuntai. Bentuk badan pipih dan seperti lingkaran jika dilihat dari samping. Pola warna disepanjang tubuhnya berupa gari-garis pendek dengan warna garis berbeda-beda sesuai dengan jenisnya.

Bentuk tubuh genus Symphysodon adalah pipih dan melebar. Namun yang membedakan dengan golongan cichlide lainnya adalah selain pipih, ikan genus ini juga membulat atau cenderung seperti lingkaran. Ikan Discus mempunyai variasi warna yang menakjubkan. Selain variasi warna, adanya variasi corak tubuh membuat ikan ini semakin berkelas. Ikan hidup mempunyai life time yang cukup lama yakni 10 tahun jika kondisi air bagus dan tidak terserang penyakit. Menurut RSNI suhu yang baik untuk pemeliharaan diskus berkisar 25-30° C. Sementara kisaran kualitas air seperti keasaman (pH) cukup lebar sekitar 5-6,5 dan kekerasan air lunak antara 3-5° dh.

Tingkat Kelangsungan Hidup
Kelangsungan hidup secara langsung dipengaruhi oleh lingkungan perairan. Berdasarkan Effendi (1978) kelangsungan hidup dihitung dengan membagi jumlah benih yang hidup pada suatu akhir periode dengan jumlah benih ikan yang hidup pada awal periode, sedangkan mortalitas adalah kematian yang terjadi pada suatu populasi organisme yang dapat menyebabkan turunnya populasi (Royce, 1973). Kelangsungan hidup dan metabolisme ikan akibat perubahan salinitas bergantung pada dua hal, yaitu: (1) kemampuan cairan tubuh untuk berfungsi seminimal mungkin dengan waktu yang singkat pada kisaran osmotik internal dan konsentrasi ion tidak normal yang tumbuh secara mendadak, serta (2) kemampuan cairan tubuh yang bekerja seminimal mungkin dan pengembalian tekanan osmotik kembali ke normal (Holliday, 1969).

Discus dapat juga diserang penyakit lantaran mutu air yang jelek atau pakan yang membawa penyakit. Menurut pemicunya, penyakit yang menyerang discus dibagi jadi 2 jenis, yakni penyakit Parasiter serta non parasiter.

1. Penyakit Parasiter
Penyakit parasiter yaitu penyakit yang timbul lantaran parasit. Perumpamaan penyakit ini yaitu :

a. Gill Worm atau Penyakit Insang
Penyakit insang ini menyerang di bagian insang ikan, hingga menyebabkan ikan tak dapat bernafas atau mengap-mengap. Obat yang umum dipakai untuk menangani penyakit insang yaitu dengan memakai larutan formalin 35-40%, garam dapur (NaCI), atau PK (Kalium permanganat).

b. NDD (New Discus Disease)
Penyakit NDD juga di kenal dengan nama discus plague atau velvet. Penyakit ini dikarenakan oleh komplikasi sebagian bakteri serta virus. Pemicu penyakit NDD bakal menembus lendir pertahanan discus lalu mengambil sari makanan dari beberapa sel kulit yang rusak serta mengambil cairan badan. Mengakibatkan discus jadi lemas serta lalu mati. 
Penyakit ini bisa diobati dengan cara-cara, yakni : 
  • Memakai larutan PK dengan dosis 0, 6 g per 100 liter air
  • Gabungan 1, 5-2 g chloramfenicol (antibiotik), 0, 2-0, 3 acriflavine (antiprotozoa), serta 3-4 sendok makan garam dapur.
  • Gabungan 2 g oxytetracyclin, 0, 2-0, 3 g acriflavine, serta 3-4 sendok makan garam dapur,
  • Gabungan 4 g neomycin sulphate, 250 mg nitrofuratoin atau makrofuran, serta 3-4 sendok makan garam dapur.
  • Gabungan 1 g ciprofloxacin, 11 tete copperformalin (antiprotozoa), serta 3-4 sendok makan garam dapur.
c. White Spot
White spot adalah penyakit yang dihadapi hampir seluruh type ikan. Penyakit white spot ditandai oleh timbulnya bintik putih pada ekor, sirip, permukaan badan, mata, atau insang. White spot bisa menyerang discus lantaran mutu air yang buruk. Langkah mengatasi penyakit ini bisa dikerjakan dengan ganti air tiap-tiap hari serta menambah suhu air sampai 33oC, atau mungkin dengan menggunkan 0, 3 g acriflavine untuk tiap-tiap 100 liter air atay blitz ich seperti takaran yang tercantum.

2. Penyakit Nonparasiter
Penyakit nonparasiter yaitu penyakit yg tidak dikarenakan oleh parasit, umpamanya lantaran kekurangan oksigen, terlampau banyak makan, persoalan nutrisi, keracunan obat, atau pergantian pH. Di bawah ini yaitu sebagian penyakit nonparasiter yang umum menyerang discus.

a. Iritasi air
Perubahan air yang mendadak bisa menyebabkna iritasi air. Penyakit ini ditandai oleh rusaknya ujung sirip atau ekor. Untuk menangani penyakit ini baiknya penggantian air akuarium dikerjakan dengan cara perlahan, yakni dengan ganti ¾ air lama dengan air baru.

b. Keracunan obat
Keracunan obat berlangsung lantaran pemberian obat yang melebihi dosis atau obat yang telah kadaluarsa. Mengakibatkan penyakit yang terkena discus makin kronis. Untuk menghindar penyakit ini baiknya pemberian obat seperti dosis yang disarankan.

c. Kekurangan Oksigen
System aerasi yg tidak cukup dan populasi ikan yang terlampau padat bisa mengakibatkan ikan alami kekurangan oksigen. Cirinya yaitu pernapasan ikan jadi memburu serta mengap-mengap. Penanggulangannya yaitu ganti system aerasi atau kurangi kepadatan ikan.

d. Terlampau banyak makan
Discus yang terlampau banak makan bakal mengakibatkan perutna menggelembung serta sulit buang air. Penyakit ini bisa ditanggulangi dengan menambah suhu air sampai meraih 33oC atau mungkin dengan memberikan 5 sendok makan garam untuk tiap-tiap 100 liter air.

c. pH shock
Pergantian derajat keasaman atau pH air bisa menyebabkan pH shock mengakibatkan discus kehilangan keseimbangan. Langkah menangani pH shock yaitu dengan ganti air akuarium dengan air yang pH –nya seperti (6, 3-6, 8), lalu di beri 5 sendok makan garam dapur serta 1 g acriflavine atau methylene blue untuk tiap-tiap 100 liter air.

Selain itu, ada beberapa poin penyebab ikan discus gampang sekali mati yang mungkin belum diketahui oleh kalian. Poin ini juga penting buat yang ingin memulai memelihara ikan discus.

1. Air
Peliharalah air di dalam aquarium kalian. Kenapa air ? Air merupakan salah satu penyebab ikan discus gampang mati. Karena jika ingin memelihara ikan discus sebaiknya kalian peliharalah terlebih dahulu air aquarium kalian. Karena ikan discus sensitif sekali dengan parameter air seperti kualitas air, suhu air dan lain-lainnya.

Air yang aman dan ideal untuk ikan discus ialah ph 6,5 sampai 7. Jika di bawah 6 ikan discus akan mudah stress dan jika di atas 7 ikan discus bisa saja beradaptasi namun ph air diatas 7 tidak memnungkinkan untuk breeding ikan discus. Sedangkan suhu aquarium yang cocok untuk ikan discus ialah 28 derajat hingga 31 derajat celcius. Peliahara air dan coba stabilkan parameter air di rumah kalian. Jika air di rumah kalian stabil, boleh kalian mencoba memelihara ikan discus.

Siapkan juga air endapan yang digunakan untuk pergantian air. Kalian wajib melakukan pergantian air minimal sebulan sekali.

2. Siapkan Aquarium Karantina
Sebelum membeli ikan discus hal kedua yang perlu kalian perhatikan ialah menyiapkan aquarium lain untuk karantina ikan discus. Fungsi karantina ikan discus ialah untuk beradaptasi dan mengobati stress pada ikan serta bakteri yang menempel di aquarium lama. Sehingga pada saat dimasukan ke akuarium kalian ikan discus terbebas dari penyakit dan terbebas dari stress.

Hal ini dilakukan pada saat membeli ikan discus baru atau ada ikan discus yang sakit. Untuk kasus ikan discus yang sakit biasanya di karantina terpisah menggunakan obat ikan tergantung jenis penyakitnya.

Penyebab ikan discus berguguran ialah tidak adanya aquarium karantina dan membiarkan discus yang sakit digabung dengan dscus lainnya. Sehingga jamur atau penyakit discus dari discus yang terjangkin menular ke ikan discus lainnya

3. Kenali Penyakit Ikan Discus
Kenali penyakit-penyakit ikan discus serta bagaimana cara penangannya yang tepat. Penyakit ikan discus antara lain velvet, bloating, jamur, cloud eye, berak putih, New discus disease(NDD) dan white spot. Sudah banyak sekali obat ikan discus yang beredar di internet, kalian bisa cari sendiri obat untuk jenis penyakit penyakit di atas. Banyak sekali yang salah dalam penanganan ikan discus sakit juga merupakan salah satu penyebab ikan discus mati.

4. Aquarium Utama / Main Tank
Persiapkan aquarium utama yang akan ditempati ikan discus kalian. Pastikan aquarium sudah memenuhi syarat memelihara ikan discus. Aquarium ikan discus wajib memiliki heater jika air dirumah kalian dingin, filter untuk cycling air di aquarium kalian dan juga jangan lupa pompa udara agar air di aqaurium kalian banyak mengandung oksigen.

Aquarium yang sudah siap dan sudah cycling dalam hal air dan filter dapat menghindari penyebab ikan discus mati pada saat baru datang atau dimasukan ke aquarium.

5. Beli Ikan Discus
Belilah ikan discus yang sehat dan memiliki riwayat hidup yang terhindar dari penyakit. Hal tersebut hanya bisa ditanyakan langsung ke penjualnya. Jika kalian membeli ikan discus baru dengan keadaan sakit. Ikan discus yang kalian beli bisa menulari ikan discus yang sehat di rumah kalian.

6. Tankmate Yang Tepat
Pilihlah jenis tankmate untuk ikan discus yang tidak agresif karena apabila agresif ikan discus akan mudah stress dan lama-lama menghitam dan mati.

7. Pakan Bersih
Pilihlah pakan yang bersih terhindar dari jamur. pakan yang tidak bersih dapat menimbulkan penyakit jamur dan bloating pada ikan discus.




Referensi
  1. Eni Kusrini dan Bambang Priono, 2011, Balai Riset Budidaya Ikan Hias, Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya, Media Akuakultur Volume 6 Nomor 1 Tahun 2011, http://ejournal-balitbang.kkp.go.id/index.php/ma/article/view/539
  2. Lesmana, D.S. & Dermawan, I. 2001. Budidaya Ikan Hias Air Tawar Populer. Penebar Swadaya, 159 hlm.
  3. Lingga, P. & Susanto, H. 1986. Ikan Hias Air Tawar. Penebar Swadaya, 236 hlm.
  4. Zein, H.M. 2010. Budidaya Discus dengan Artificial Food, 4 hlm.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar