Kamis, 17 Februari 2022

Ikan Hias Discus - Tips Memelihara

Ikan diskus (Symphysodon sp) merupakan salah satu komoditas ikan hias air tawar yang memiliki strain dan varietas bervariasi. Namun dalam pemeliharaannya ikan diskus termasuk ikan yang sulit untuk dibudidayakan dikarenakan masih rendahnya tingkat keberhasilan dalam pemeliharaan ditunjang dengan tingkat pertumbuhan diskus yang sangat lambat
Diskus tergolong dalam keluarga Cichlidae dari genus symphysodon, yang secara harfiah berarti ‘having teeth in the middle of the jaw’ atau ‘memiliki gigi di tengah rahang’ (Bernd D, 1986 dalam Indarta D, 2002). Habitat asli ikan diskus berasal dari pedalaman rimba Amazon. Ikan ini telah berhasil diidentifikasi sejak tahun 1840 oleh seorang ichthyologist berkebangsaan Austria bernama Dr. Johan Jacob Heckel dan diperkenalkan kepada publik sekitar 90 tahun kemudian

Ikan discus merupakan ikan hias akuarium yang harganya lumayan mahal. Tapi sangat banyak disukai oleh pencinta ikan hias karena bentuknya lucu, warna warni. Cara berenangnya yang anggun merupakan ciri khas ikan ini. Ikan discus ini termasuk spesies ikan chiclid yang berasal dari sungai Amazon. Tidak semua orang bisa merawat ikan jenis ini.

Jadi jika anda memutuskan ingin memelihara ikan jenis discus ini, harus lebih dahulu mengetahui cara memelihara ikan discus yang baik dan benar agar ikan tersebut bisa bertahan lama.

Mengapa demikian? Karena jika salah dalam perawatannya maka akan menyebabkan kematian yang cepat pada ikan. Bentuk ikan ini gampang dikenali, yaitu berbentuk pipih seperti cakram, coraknya seperti batik, warnanya cerah.

Tips Memelihara Ikan Discus

Ikan discus ini cepat stres, sehingga membuatnya gampang sakit. Anda bisa mencegahnya dengan melakukan perawatan yang intensif seperti :
  • Membuat akuarium yang cukup luas, idealnya adalah bisa menampung standar 200 liter air untuk kuantiti 4 ekor ikan discus
  • Menjaga suhu di akuarium ikan discus diantara 27-320C, karena iklim tropis di Indonesia dibutuhkan suhu seperti itu. Ini juga berkaitan dengan penerangan yang cukup yang dibuat dalam akuarium, dimana penerangan juga berpengaruh pada suhu, sehingga harus diperhatikan dalam mengatur suhu nya. Suhu dalam akuarium itu membutuhkan alat yaitu Heater (pemanas), jadi alat ini wajib anda miliki.
  • Kebersihan akuarium. Ini sangat dibutuhkan untuk kesehatan ikan discus. Sebaiknya anda mengganti air dalam akuarium 2 kali dalam seminggu, atau paling telatnya 1 kali seminggu. Karena salah satu penyebab ikan stres adalah kalau akuariumnya kotor. Tidak perlu terus-terusan menguras air semuanya, tetapi sesekali cukup dengan cara mengganti sepertiganya dengan air baru yang bersih.
  • Memberikan pakan yang benar merupakan salah satu faktor penting dalam hal cara memelihara ikan discus ini. Karena tidak gampang memberikan makanan sehat pada ikan jenis ini. Ada 2 jenis makanan untuk ikan discus yaitu makanan alami dan buatan manusia. Makanan buatan yang komersial alias hasil pabrikan, sebaiknya tidak terlalu banyak, dan dikombinasikan dengan makanan alami, agar pertumbuhannya lebih bagus.
Ikan jenis ini senang berkelompok, jadi jika ingin memeliharanya, jangan hanya 1 ekor, beli beberapa ekor sekalian. Sistem berkelompok dan interaksi diantara ikan ini akan membentuk karakter asli mereka.

Jangan mengganti makanan ikan discus secara mendadak. Karena akan membuat ikan menjadi kaget. Dan berikanlah makanan ikan discus sedikit demi sedikit, yang penting harus habis, jangan bersisa.

Hal ini supaya tidak menimbulkan sampah di akuarium. Karena bentuknya yang kecil membuat ikan discus tidak bisa makan terlalu banyak.

Mengetahui Ciri-Ciri Ikan Discus yang Sedang Sakit


Anda juga harus mengetahui ciri-ciri ikan discus yang sedang stress atau sakit. Tujuannya agar anda cepat mengambil tindakan pengobatan terhadap ikan tersebut. Beberapa ciri-ciri ikan yang sakit seperti:
  1. Warnanya kurang cerah, agak hitam, ada semacam garis vertikal di tubuhnya yang sangat terlihat beda dari biasanya, badannya lebih kurus dari biasanya.
  2. Ada semacam tanda cacat, seperti bintik putih, yang kemungkinan terkena senggol akar di akuarium.
  3. Matanya agak buram, tidak cerah, dan sedikit menonjol keluar, hal ini disebabkan air akuarium yang kotor.
  4. Melakukan gesekan-gesekan ke benda disekelilingnya, seperti merasa gatal, karena terserang kutu air, jamur, atau bakteri sejenisnya. Aslinya discus kalau berenang itu adalah tenang dan anggun.
  5. Spot hitam dibagian kepala dan sirip ikan discus, yang sebetulnya itu adalah ciri genetis, tapi sering sekali itu mengartikan bahwa ikan discus sedang bermasalah karena pengaruh warna merah atau lampu jenis UV yang diterapkan di akuarium.Jadi apabila anda sudah menemukan gejala-gejala diatas, anda harus cepat memperbaikinya, misalnya mengganti air akuarium, mengganti lampu penerangan, dan lain-lain.
Awalnya mungkin sulit dan repot untuk mempraktekkan cara memelihara ikan discus ini. Tapi lama kelamaan, anda akan terbiasa dan mahir melakukannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar