Kamis, 17 Februari 2022

Ikan Hias Discus - Analisa Usaha Budidaya


Ikan Diskus Symphysodon sp. merupakan salah satu komoditas ikan hias air tawar yang memiliki nilai jual yang tinggi. Disamping itu, tiga perempat bagian dari negara Indonesia merupakan perairan yang luas dan jumlah ikan hias air tawar Indonesia diperkirakan sekitar 400 spesies dari 1.100 spesies ikan hias yang ada di seluruh dunia (DKP, 2008). Salah satu dari spesies tersebut adalah ikan Diskus Symphysodon sp.

Diskus tergolong dalam keluarga Cichlidae dari genus symphysodon, yang secara harfiah berarti ‘having teeth in the middle of the jaw’ atau ‘memiliki gigi di tengah rahang’ (Bernd D, 1986 dalam Indarta D, 2002). Habitat asli ikan diskus berasal dari pedalaman rimba Amazon. Ikan ini telah berhasil diidentifikasi sejak tahun 1840 oleh seorang ichthyologist berkebangsaan Austria bernama Dr. Johan Jacob Heckel dan diperkenalkan kepada publik sekitar 90 tahun kemudian. Pada awalnya ikan diskus hanya memiliki empat varietas yang ditemukan yaitu Heckel Diskus (Symphysodon discus heckel), Brown Diskus (Symphysodon aequifasciata axelrodi), Green Diskus (Symphysodon aequifasciata aequifasciata) dan Blue Striated Diskus (Symphysodon aequifasciata haraldi)

Keanggunan dan pesona yang dimiliki oleh ikan ini menjadi sumber daya tarik kepada masyarakat. Keindahan ini tidak hanya tampak pada sosok, corak dan warnanya saja tetapi telihat juga pada gerak gerik ikan ini. Salah satu penyebab kelanggengan diskus adalah sangat dimungkinkannya penciptaan aneka varietas atau strain baru terhadap ikan ini. Kekayaan strain ikan menjadi salah satu daya tarik diskus.

Hal tersebut menjadi penyebab terciptanya jalur perdagangan antarnegara, sehingga diskus tergolong sebagai komoditas yang layak diperhitungkan. Berbagai ajang pameran dan kontes berskala international juga kerap digelar, yang menyebabkan minat masyarakat dunia terhadap diskus semakin bertambah. Untuk didalam negeri, harga diskus dengan ukuran 3,29 cm (1 3/4inch) berkisar antara Rp 15.000-20.000/ekor, sedangkan untuk ikan yang telah berukuran 5,08 cm (2inch) dapat mencapai kisaran antara Rp 20.000-30.000/ekor. Harga ikan diskus di tingkat eksportir mencapai $25.00-40.00/ekor untuk ikan ukuran 1inch, sedangkan pada ikan yang berukuran 2inch berkisar antara $30.00-60.00/ekor (GwynnbrookFarm, 2011).

Permintaan yang tinggi terhadap diskus menyebabkan berbagai pihak untuk melakukan budidaya dan mengembangkan varietas ikan ini. Namun demikian meningkatnya permintaan tersebut belum didukung oleh produksi yang memadai. Hal ini disebabkan karena masih rendahnya tingkat keberhasilan budidaya ikan hias (Lingga dan Susanto, 1996). Selain itu tingkat pertumbuhan ikan diskus juga sangat lambat menjadi salah satu faktor kendala yang dihadapi oleh para pembudidaya.

Peluang Usaha Budidaya Ikan Hias Discus
Ikan hias air tawar Discus, memiliki karakter berwarna-warni, anggun dan karismatik dan sangat menarik perhatian kolektor ikan. Ikan discus dalam perawatannya sangat membutuhkan perhatian khusus dibandingkan dengan ikan akuarium lainnya. Persyaratan dasarnya adalah media yang besar dan air bersih yang stabil.

Perawatan intensif ikan hias ini banyak menjadi hambatan para pembudidaya ikan hias air tawar, sehingga inilah kesempatan bagi anda yang serius dan memiliki jiwa pembudidaya yang stabil untuk selangkah lebih maju dibandingkan pembudidaya ikan hias lainnya.

Berikut beberapa info mengenai cara merawat discus bagi pemula:
  • Suhu akuarium optimal untuk discus adalah sekitar 28 °C-31 °C). Suhu air yang tinggi dapat menurunkan kadar oksigen dalam air.
  • pH air sekitar 6,5. Jika pH air lebih dari 7 atau di bawah 6 dapat menyebabkan ikan menjadi stres.
  • Kesadahan air (kandungan mineral-mineral tertentu di dalam air, umumnya ion kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) dalam bentuk garam karbonat) antara 1dH - 8dH.
  • Ukuran ikan discus jenis kelamin jantan dan betina normalnya sekitar 6.5cm selama dua tahun.
  • Discus sangat peka terhadap kadar amonia. Akan terlihat ada penurunan dari warna dan nafas berat. jika kadar amonia pada air tinggi, segera mengganti air pada aquarium/kolam.
  • Umumnya, penggantian air akuarium minimal 50% setiap minggu untuk mengurangi nitrat segalikur memperbaiki kadar mineral air.
  • Kombinasi tanaman hidup pada kolam/akuarium akan sangat membantu untuk meminimalisir kadar racun pada air yang berbahaya bagi kesehatan diskus.
Pada bahasan ini, saya tidak secara terperinci membahas tentang tata cara budidaya ikan hias air tawar diskus. Namun lebih pada prospek bisnis dari budidaya ikan jenis ini.

Berapa harga ikan ini di pasaran.,.??
Daftar Harga Ikan Discus Dewasa Terbaru (Sumber : https://harga.info/harga-ikan-discus/

Gold Yellow Diamond 285,000
Checker Board Pigoen 250,000
Angle Blue Diamond 310,000
Red Ribbon 220,000
Marlboro Red 280,000
Pearl Pigeon 300,000

Poin penting dalam budidaya ikan hias air tawar diskus.
a. Pemilihan calon indukan yang baik.
b. Usia 12-18 bulan, diskus ini akan mulai memilih pasangan dan siap untuk dikawinkan.
c. Persiapan tempat pemijahan, Aquarium ukuran 75x35x35
d. Jumlah telur 50-300 butir.

Cara Permilihan Indukan Budidaya Ikan Discus
  • Ikan discus dapat berkembangbiak pada PH optimal 6,2 atau sedikit asam.
  • Ikan diskus merupakan ikan yang memilih pasangannya sendiri,
  • Pemilihan indukan jantan betina sebaiknya tempatkan beberapa ikan discus pada satu aquarium
  • kemudian perhatikan beberapa ikan discus yang selalu berenang bersama-sama.
  • kemudian ikan discus pisahkan dengan ikan yang lain.
  • Untuk satu aquarium sebaiknya tempatkan 4 ekor ikan discus dengan perbandingan 1:1
Cara pemijahan Budidaya Ikan Discus:
  • Masukkan induk diskus yang berpasangan ke dalam akuarium.
  • Pemberian Aerasi(filter)
  • Pasang paralon atau pot di dalam akuarium untuk menempelkan telor.
  • Telur yang baik akan menetas setelah 60 jam.
  • Setelah menetas, pindahkan larva beserta induknya.
  • Setelah 3-4 hari larva diskus ini sudah dapat berenang dan mulai menggelayuti induknya sambil menghisap lendir yang ada di sekujur tubuh induknya sebagai makanan utama.
  • Diskus setelah berumur satu minggu baru bisa diberi makan berupa kutu air atau larva artemia.
Cara Pembesaran Budidaya Ikan Discus:
  • Pindahkan anakan diskus berusia satu bulan dari induknya ke akuarium berukuran 100 X 50 X 35 Cm. Setelah besar pindahkan diskus ke akuarium yang lebih luas lagi.
  • Agar terlihat bagus, diskus sebaiknya ditempatkan di akuarium standar (induk 50 X 50 X 40 Cm dan anakan diskus 50 X100 X 35 Cm)
  • Agar ikan diskus tetap hidup dengan baik, sediakan pakan alami seperti dapmia, cacing sutera, cacing super, jentik nyamuk, udang, dan sejenisnya. Diskus juga suka mengkonsumsi pakan buatan campuran dari jantung, hati, daging, udang, ikan, dan sayuran.
  • Sebaiknya, budidaya ikan diskus dilakukan secara kelompok. Budidaya secara kelompok ini lebih efektif dan efisien. Budidaya secara kelompok juga memudahkan proses pemasaran dan distribusi
ANALISA USAHA

Analisa usaha pembenihan ikan diskus dalam 1 siklus (3 bulan) jika telur dirawat oleh induk.

INPUT
a. Biaya Tetap
  • Sewa lahan 1 are x 3 bln @ Rp 150.000 = Rp 450.000,-
  • Akuarium 10 buah @ Rp 100.000 = Rp 1.000.000,-
  • Induk Diskus 2 pasang @ Rp 500.000 = Rp 1.000.000,-
  • Heater 2 bh @ Rp 45.000 = Rp 90.000,-
  • Thermometer 1 bh @ Rp 25.000 = Rp 25.000,-
  • Hiblow 1 bh @ Rp 500.000 = Rp 500.000,-
  • Selang aerasi 30 m @ Rp 1.000 = Rp 30.000,-
  • Keran aerasi 1 paket @ Rp 50.000 = Rp 50.000,-
  • Paralon ¾ inchi 2 bh @ Rp 12.000 = Rp 24.000,-
  • Sorok/skop net 2 bh @ Rp 12.000 = Rp 24.000,-
b. Biaya Variabel
  • Artemia ½ kg @ Rp 400.000 = Rp 200.000,-
  • Cacing sutra 8 liter @ Rp 5.000 = Rp 40.000,-
  • Obat-obatan = Rp 50.000,-
  • Biaya tenaga kerja 1 orang x 3 bln @ Rp 100.000 = Rp 300.000,-
  • Biaya lain-lain = Rp 200.000,-
Total biaya variable = Rp 790.000,-

c. Biaya Penyusustan
  • Akuarim = Rp 50.000,-
  • Induk diskus = Rp 50.000,-
  • Heater = Rp 11.250,-
  • Thermometer = Rp 3.125,-
  • Hiblow = Rp 41.666,6
  • Selang aerasi = Rp 7.500,-
  • Keran aerasi = Rp 12.500,-
  • Paralon = Rp 3.000,-
  • Sorok/skopnet = Rp 6.000,-

Total Biaya Penyusustan = Rp 185.041,6

TOTAL INPUT = Biaya Variable + Biaya Penyusustan + bunga modal
= Rp 185.041,6 + Rp 790.000,- + Rp 58.502,4
= Rp 1.033.544

OUT PUT
Dari 2 pasang induk diperkirakan rata-rata menghasilkan 150 ekor/pasang benih siap jual berukuran 1,5 inci dengan harga jual Rp 4 000. Dalam 3 bulan menghasilkan 300 ekor/pasang.
Out put = 300 ekor/pasang X 2 pasang X Rp 4.000,-/ekor
= Rp 2.400.000,-

Kelayakan Usaha
a. Laba/Rugi
Laba/rugi = Out put – total In put
= Rp 2.400.000 - Rp 1.033.544
= Rp 1.366.456,-

b. O/I Ratio
O/I Ratio = Out put / Total In put
= Rp 2.400.000,-/ Rp 1.033.544
= 2,3

O/I ratio 2,3 artinya adalah setiap menanamkan modal atau setiap in put Rp1,- akan menghasilkan out put 2,3 atau dengan kata lain setiap mengeluarkan modal Rp 1,- akan memperoleh keuntungan Rp 1,3. Berarti usaha pembenihan ikan diskus sangat layak untuk dilakukan.

c. Break Event point (BEP)

BEP unit = Total Biaya / Harga satuan
= Rp 1.033.544,-/ Rp 4.000,-/ekor
= 258,386 ekor
Artinya dengan menjual hasil produksi sebanyak 258,386 ekor seharga Rp 4.000/ekor, biaya yang dikeluarkan sudah bisa kembali. Jika dalam realisasinya induk diskus hanya menghasilkan benih jauh melenceng dari perkiraan, minimal menghasilkan 258,386 ekor/2 pasang selama 3 bulan maka usaha pembenihan ikan diskus tersebut tidak rugi dan tidak mendapat keuntung. Berarti untuk memperoleh keuntungan kita harus semaksimal mungkin untuk dapat memproduksi benih lebih 258,386 ekor per satu kali produksi.

BEP harga = Total Biaya / Total produksi
= Rp 1.033.544,-/ 6200 ekor
= Rp 1.722,573/ekor
Artinya usaha pembenihan ikan diskus ini akan mencapai titik impas pada saat harga jual benih Rp 1.722,573 / ekor. Keuntungan akan diperoleh apabila harga jual benih diskus diatas Rp 1.722,573 / ekor.

Meskipun budidaya ikan diskus relatif sulit dilakukan, namun dengan memperhatikan kualitas air, makanan, dan criteria pendukung lainnya dengan baik maka keberhasilan pembenihan ikan diskus ini akan dapat tercapai. Keberhasilan pembenihan ikan diskus harus diikuti dengan persiapan dan ke uletan untuk merawat benih-benih diskus. Karena sifat induk diskus yang berbeda-beda dalam merawat anaknya.

Dengan melihat hasil analisa usaha budidaya ikan diskus ini diharapkan dapat menjadi suatu prospek usaha perikanan potensial untuk dikembangkan oleh siapa saja yang berminat, dengan mengetahui teknik pembenihan dan cara penanganan benih yang baik. Karena ikan diskus ini merupakan ikan yang memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi baik benih maupun induk, di pasar lokal maupun pasar internasional.



Referensi:
  1. Anonim. 2010. Berbagai Varietas Discus. Media Informasi Ikan Hias dan Tanaman Air. http://o-fish.com/Discus/discus. php, 3 pp.
  2. Ellanda, R. E. 2013. Analisis Kelayakan Usaha Ikan Diskus (Symphysodon Sp.) Pada Vizan Farm Bojong Sari Depok Jawa Barat. Skripsi. Departemen Agribisnis. Fakultas Ekonomi Dan Manajemen. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
  3. Ellanda, R.E. (2013). Analisis Kelayakan Usaha Ikan Diskus (symphysodon sp.) Pada Vizan Farm Bojong Sari Depok Jawa Barat (skripsi). Bogor: Institut Pertanian Bogor
  4. Indarta D. 2002. Memelihara dan Membudidayakan Diskus Unggul. Jakarta: AgroMedia Pustaka
  5. Zen, M. (2018). Panduan Praktis Budidaya Discus. Jakarta: Penebar Swadaya.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar