Sabtu, 21 Mei 2022

Ikan Sepat Rawa - Pemeliharaan di Akurium

Ikan sepat rawa alias opaline gourami ini memiliki nama ilmiah Trichopodus trichopterus. Kadang-kadang mereka juga disebut sebagai ikan labirin. Nama ini diambil dari organ pernafasan tambahan yang bernama ‘organ labirin’. Lipatan-lipatan membran yang menutup tulanglah yang membentuk organ ini. Jaringan tipis ini memiliki fungsi seperti paru-paru pada hewan darat.
Habitat asli ikan sepat rawa
Awalnya bukan perkara mudah untuk membawa ikan ini sampai ke Eropa. Mereka tersebar di Vietnam, Thailand, dan pulau-pulau Malaysia. Ketika dibawa bepergian, ikan ini tidak bisa bertahan. Ikan sudah terbiasa hidup di talang atau genangan hujan. Airnya tampak berlumpur dan kotor. Ya, habitat mereka keras. Bisa disimpulkan, ikan ini terlihat tangguh dan kuat. Namun pada zaman dulu, orang-orang mengangkut ikan eksotis dalam tong kayu yang airnya penuh. Belum banyak yang tahu mengenai karakteristik ikan ini. Tak ayal, karena dinilai merepotkan dan sia-sia, pengiriman ikan ini pun sempat terhenti selama 20 tahun.

Lalu pada akhir abad ke-19, beberapa lelaki cerdas mengamati tingkah-laku ikan di alam liar. Ikan-ikan tersebut menuju ke permukaan air. Lalu mereka seperti berusaha memeroleh gelembung udara. Lelaki cerdas itu diberi saran berharga oleh seorang pemandu asal Indonesia. Sang pemandu memintanya untuk tidak mengisi tong-tong secara penuh, melainkan hanya dua pertiganya saja. Kemudian tong tersebut tidak perlu ditutup erat. Ikan pun bisa melalui perjalanan jauh dengan selamat.



Di Eropa sendiri, ikan semakin populer ketika perkembangbiakkannya lancar. Karena warnanya tidak natural, mereka pun tidak terdapat di alam liar. Namun leluhurnya, yakni blue opaline gourami, adalah ikan yang berasal dari Sumatera (Indonesia), Thailand, dan negeri Asia lain.

Deskripsi ikan sepat rawa
Tubuh ikan ini memanjang dan relatif pipih. Warna tubuhnya indah. Apalagi kalau ikan berjenis kelamin jantan dan sedang begitu excited. Sirip perutnya tampak menjadi duri-duri tipis yang sangat sensitif. Bagian tubuh tersebut digunakan ikan untuk memeroleh informasi tentang lingkungan sekitar. Seperti halnya ikan labirin lain, ikan hias sepat rawa ini juga mampu bernapas dengan oksigen atmosfer. Dengan kata lain, ikan akan bertahan meski pun kondisinya sulit.


Ukuran ikan cukup besar. Mereka bisa tumbuh sampai 6 cm. Namun mayoritas ikan berukuran lebih kecil dari 6 cm. Harapan hidupnya sendiri antara 4-6 tahun.

Kesulitan merawat ikan sepat rawa
Perawatan ikan ini cenderung mudah. Mereka tidak banyak menuntut. Ikan bisa hidup dalam akuarium dengan aneka kondisi. Makanannya pun beragam. Oleh karena itu, ikan ini selalu menjadi rekomendasi bagi pemula.

Selain itu, ikan sepat rawa juga cocok menjadi penghuni akuarium komunitas. Namun ada kemungkinan ikan berkelahi satu sama lain. Mereka juga bisa berselisih dengan ikan lain dalam tangki.

Memelihara dan menjaga ikan sepat rawa dalam akuarium
Karena bukan tipikal penuntut, tidak ada aturan khusus terkait akuarium ikan ini. Namun idealnya, akuarium berukuran 40 liter lebih. Temperaturnya antara 24-27 derajat Celcius. Komposisi kimianya juga bukan perkara penting, sedikit asam atau bahkan netral. Atur cahayanya agar tampak terang. Substrat dasarnya gelap, dengan tanaman yang agak lebat.

Tangki mesti dalam keadaan tertutup. Ikan akan rutin menuju ke permukaan untuk memeroleh udara atmosfer. Suhu udara di sekitar permukaan air pun mesti konstan, jangan sampai berbeda terlalu jauh dengan suhu air dalam akuarium.

Makanan ikan sepat rawa
Ikan omnivora ini senang memakan serangga dan larva mereka di alam liarnya. Ada pun ikan di dalam akuarium bisa melahap pakan apa pun. Entah itu yang hidup, pakan buatan, atau makanan beku. Anda bisa memilih produk pakan khusus yang kualitasnya bagus, tidak menimbulkan infeksi, dan tidak membuat akuarium jadi cepat kotor.

Teman yang cocok untuk ikan sepat rawa
Sebagai ikan yang tenang dan damai, sepat rawa dinilai kompatibel dengan yang lain. Mereka bisa rukun dengan guppy, gurami kerdil, clown loach, dll. Keadaan akan semakin baik jika terdapat beberapa sepat rawa dalam akuarium. Misalnya ikan jantan dengan beberapa betinanya. Sebab jika betinanya hanya sedikit atau tidak ada sama-sekali, maka ikan-ikan janta akan berkelahi dan berpotensi terluka.

Perbedaan jenis kelamin ikan sepat rawa
Salah-satu cara terbaik untuk mengobservasi, apakah ikan sepat rawa anda jantan atau betina, yaitu dengan memelihara mereka dari awal dan mengamati ukuran dorsalnya. Ikan jantan biasanya memiliki dorsal yang tajam dan panjang. Sebaliknya, ikan betina memiliki dorsal pendek. Namun ikan betina memang memiliki perut yang lebih bundar. Dari segi ukuran pun relatif berbeda. Ikan betina reproduktif tampak lebih kecil.

Budidaya dan Pembiakan ikan sepat rawa
Agar proses pemijahan berlangsung lancar, sebaiknya anda menyediakan akuarium khusus. Ukuran idealnya minimal 19 liter untuk sepasang ikan. Usahakan agar airnya selalu segar. Agar terangsang, anda bisa menaikkan suhu air dengan kisaran 26-28 derajat Celcius. Kemudian anda perlu menutup dinding akuarium menggunakan kain atau kertas. Hal itu dikarenakan ikan membutuhkan suasana yang lebih tenang dan tentram.

Prosesnya sendiri cukup menarik. Ikan jantan akan membuat sarang gelembung tepat di permukaan air. Ukuran sarang bisa mencapai 8 cm. Setelah itu, ikan jantan akan mengejar-ngejar betinanya. Aktivitas bertelur pun terjadi. Ikan jantan terlihat memeluk sekaligus mengarahkan perut betina ke sarang. Mereka juga tampak meremas perutnya sampai telur-telur ikan ke luar dan berjatuhan ke permukaan air. Mereka bisa memproduksi sekitar 1000 telur.

Begitu pembiakan selesai, anda mesti memindahkan ikan betina. Tugas memelihara telur akan dilaksanakan oleh ikan jantan. Sekitar 2 hari kemudian, larva ikan bermunculan. Ikan jantan sebagai ‘bapak’, akan mengawasi anak-anaknya. Ia juga terlihat menggiring anak-anak ikan menuju ke sarang.

Setelah 4 hari kemudian, larva mulai tersebar dalam akuarium pemijahan. Di momen inilah, giliran ikan jantan yang mesti dikeluarkan. Sebab mereka bisa melahap anak-anaknya sendiri.

Sementara itu, juvenil atau anak-anak ikan (burayak) mesti diberi makan rotifera atau infusorian. Jangan lupa untuk memulai aerasi air dan menurunkan ketinggian air seukuran 10-15 cm. Jika organ labirinnya sudah berkembang, anak-anak ikan akan mulai naik ke permukaan air dan memeroleh udara menggunakan mulut. Secara bertahap, ketinggian air bisa terus ditingkatkan.

Pertumbuhan anak ikan sepat jawa berbeda-beda. Ada yang tumbuh melesat, ada juga yang terlihat lambat. Perbedaan tersebut memunculkan potensi kanibalisme. Oleh karena itu, anda mesti mengurutkan dan memisahkan ikan berdasarkan ukurannya. Lalu, pastikan anda rutin memperbarui air selama seminggu sekali. 




Referensi
  1. Azis D.A. dan Syafei L.S, 2005. Buku Seri Kesehatan Ikan “Sepat Siam Sehat Produksi Meningkat”. Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian, Jurusan Penyuluhan Perikanan, Bogor.
  2. Kottelat, M., A.J. Whitten, S.N. Kartikasari, S. Wirjoatmodjo. 1993. Ikan Air Tawar Indonesia Bagian Barat dan Sulawesi. Periplus Edition (HK) Ltd. dan Proyek EMDI KMNKLH Jakarta. hal 218.
  3. Murjani, A. 2009. Budidaya Ikan Sepat Rawa (Trichogaster trichopterus) dengan Pemberian Pakan Komersil. Skripsi Jurusan Budidaya Perikanan. Fakultas Perikanan Universitas Lambung Mangkurat.
  4. Tampubolon, P.A.R.P. dan M.F. Rahardjo. 2011. Pemijahan Ikan Sepat Siam (Trichogaster pectoralis Regan 1910) di Danau Taliwang Sumbawa. Jurnal Ikhtiologi Indonesia,
  5. Whitten, A.J., M. Mustafa, dan G.S. Henderson. 1987. Ekologi Sulawesi. Gadjah Mada Univ. Press. Yogyakarta. Hal 351-353

Tidak ada komentar:

Posting Komentar