Minggu, 27 Juni 2021

Penyakit Ikan - Dactylogyriasis

Keberhasilan suatu usaha pengembangan ikan tidak terlepas dari masalah penyakit dan parasit ikan. Meskipun jarang terjadi pada kolam-kolam yang terawat dengan baik, wabah penyakit dan parasit yang menyerang ikan dapat menimbulkan kerugian besar bagi petani ikan karena sering menyebabkan kematian ikan secara massal.Serangan penyakit dan gangguan hama dapat menyebabkan pertumbuhan ikan menjadi lambat (kekerdilan), konversi pakan sangat tinggi, periode pemeliharaan lebih lama, yang berarti meningkatnya biaya produksi dan pada tahap tertentu, serangan penyakit dan gangguan hama tidak hanya menyebabkan menurunnya hasil panen (produksi), tetapi pada tahap yang lebih jauh dapat menyebabkan kegagalan panen Supian (2013).

Menurut Winaruddin dan Eliawardani (2007), dalam Purwaningsih (2013), organisme penyebab penyakit pada ikan sangat beragam, salah satunya adalah ektoparasit. Umumnya, ektoparasit pada ikan adalah golongan Crustaceae, cacing (Nematoda, Trematoda, dan Cestoda dan Protozoa. Ektoparasit ini menginfeksi sirip, sisik, operkulum dan insang ikan.

Menurut hasil penelitian Yuliartati (2011), yang mengamati parasit pada ikan patin (Pangasius djambal) menunjukkan bahwa jenis parasit yang ditemukan adalah Ichtyopithirius multifilis yang menyerang organ sirip dan mucus dan cacing Dactylogirus sp. ditemukan berada pada organ insang karena parasit ini merupakan cacing insang atau habitat hidupnya adalah di insang.

Dactylogyrosis adalah penyakit ikan yang disebabkan oleh infeksi cacing Dactylogyrus sp.pada insang. Umumnya cacing ini menyerang pada spesies-spesies ikan air tawar. Cacing Dactylogyrus merupakan cacing golongan Trematoda Monogenea. Bentuk cacing ini pipih seperti daun. Ukuran panjang cacing ini antara 0,2 – 0,5 mm dan dapat mencapai 2 mm pada cacing dewasa (Anonim, 2004). Siklus hidup cacing ni secara langsung, di mana cacing ini berkembang biak secara ovipar dan menghasilkan telur-telur yang memiliki filamen yang panjang. Telur-telur cacing akan berkembang menjadi onchomiracidium, yang selanjutnya akan menempel pada insang ikan.

Gejala Klinik
Dactylogyrosis umumnya menyerang pada ikan-ikan yang hidup di air tawar. Cacing yang menempel/melekat pada insang ikan akan menyebabkan sekresi mukus yang berlebihan (banyak), dan terkumpul pada bagian tepi. Ikan akan menjadi anoxic (mengalami gangguan pernafasan) dan terjadi pembengkakan operculum dari insang.

Gejala klinis yang lain yang tampak adalah:
  • insang ikan rusak, luka dan timbul perdarahan
  • kulit berlendir dan berwarna pucat
  • ikan lebih sering mengambang di permukaan kolam
  • hilangnya nafsu makan
  • lethargi
  • meningkatnya gerak pernafasan
  • tampak mukus berwarna keputihan yang menyelubungi insang
Infeksi Dactylogyrus pada insang akan menyebabkan perubahan warna pada insang, di mana insang tertutup oleh mucus berwarna keputihan. Selain itu, insang akan mengalami kerusakan dan perdarahan akibat menempelnya mulut Dactylogyrus. Insang biasanya akan membengkak yang ditandai dengan penonjolan operkulum (Anonimus, 1999).

Perubahan mikroskopik yang ditimbulkan Dactylogyrus pada insang tersifat oleh adanya hiperplasia dari kartilago insang. Selain itu juga tampak potongan cacing pada lamela primer.

Penyebab : Dactylogyrus spp., Cychlidogyrus spp., Quadricanthus spp.

Bio-Ekologi Patogen :
• Ekto-parasit yang bersifat obligat parasitik dan berkembang biak dengan bertelur
• Menginfeksi semua jenis ikan air tawar, terutama ukuran benih. Penularan terjadi pada saat fase infektif (Onchomiracidium).
• Dactylogyrus spp. memiliki 2 pasang titik mata, dan pada ujung kepalanya terdapat 4 buah tonjolan. Cychlidogyrus spp. bentuknya lebih pipih pada kedua ujungnya, dan hanya memiliki sepasang titik mata. Quadricanthus spp. bentuknya mirip Dactylogyrus spp., dan memiliki host species specific target yaitu kelompok ikan catfish.
• Infeksi berat dapat mematikan 30-100% dalam tempo beberapa minggu

Gejala Klinis :
• Warna tubuh pucat, nafsu makan menurun, kurus, gelisah dan lamban
• Frekwensi pernapasan meningkat, produksi mukus pada insang berlebih dan sering meloncat-loncat
• Berkumpul/mendekat ke air masuk
• Insang pucat atau membengkak sehingga operkulum terbuka

Diagnosa :
• Pengamatan secara visual terhadap tingkah laku dan gejala klinis yang timbul
• Pengamatan secara mikroskopis untuk melihat morfologi parasit melalui pembuatan preparat ulas dari organ insang.


Gambar 1. Morfologi cacing insang (Dactylogyrus spp.)


Gambar 2. Infeksi cacing insang (Dactylogyrus spp.) pada organ insang benih ikan

Pengendalian :
• Mempertahankan kualitas air terutama stabilisasi suhu air >29o C
• Mengurangi kadar bahan organik terlarut dan/atau meningkatkan frekwensi pergantian air
• Ikan yang terserang Dactylogyriasis dengan tingkat prevalensi dan intensitas yang rendah, pengobatan dapat dilakukan dengan perendaman beberapa jenis desinfektan, antara lain:
- Larutan garam dapur pada konsentrasi 500-10.000 ppm (tergantung jenis dan umur ikan) selama 24 jam
- Larutan Kalium Permanganate (PK) pada dosis 4 ppm selama 12 jam
- Larutan formalin pada dosis 25-50 ppm selama 24 jam atau lebih
- Glacial acetic acid 0,5 ml/L selama 30 detik setiap 2 hari selama 3 – 4 kali

Referensi:
  1. Munajat A. dan Budiman, N. S.2003.pestisida Nabati untuk Penyakit Ikan.Penebar Swadaya. Jakarta. 87 hal.
  2. Piasecki et al., 2004, dan Bednarska et al., 2009. Jurnal Ectoparasites dan Eksotis Air Tawar Ikan Gurami (Cypriniformes: Cyprinidae).
  3. Ghufran M. Kordi H. Panggulangan K,. 2004, .Hama dan Penyakit Ikan. Penerbit Bina Adiaksara. Jakarta.
  4. Anshary, H. 2008. Tingkat Infeksi Parasit Pada Ikan Mas koi (Cyprinus carpio) Pada Beberapa Lokasi Budidaya Ikan Hias Di Makassar dan Gowa. Jurnal Sains dan Teknologi. Makassar
  5. Donna Oc, Buku Saku Penyakit Ikan; milis-ipkani@googlegroups.com
  6. http://tentanghewan.com/penyakit-dactylogyrus-pada-ikan/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar